Sekolah Islam SD Exiss Abata menyelenggarakan Tasyakuran Wisuda Virtual Tahun 2021

Perpisahan, dengan atau tanpa peringatan nyatanya tetap membuatnya terasa menyedihkan. Tanpa sadar ada perasaan khawatir bahwa perpisahan akan membuat jarak pada persahabatan yang pernah terhubung sebelumnya. Maka perpisahan adalah sebuah keniscayaan yang pasti datangnya pada setiap pertemuan. Kebersamaan sepertinya membuat kita lupa sudah berapa lama waktu dihabiskan. Karena ternyata kisah yang telah kita buat terlalu manis untuk dilupakan. Saat itulah kisah-kisah yang telah kita torehkan bersama berubah menjadi kenangan. 

Kebersamaan selama 6 tahun di bangku sekolah seakan memberi tahu bahwa waktu berjalan sangat cepat. Sepertinya baru kemarin tangan-tangan saling berjabat memperkenalkan nama masing-masing. Seiring waktu saling bersenda gurau meski hanya dengan melihat hal-hal kecil di sekitar kelas. Kemudian tanpa disadari banyak kisah yang dilakukan bersama. Pada rentang kisah, ada beberapa pertemuan yang sudah sampai garis perpisahan dan episode kebersamaan Angkatan Dezander di SD Exiss A Ba Ta ternyata telah sampai pada penghujungnya.

Bersebab pandemi, setahun belakangan kita semua dilatih untuk berjarak. Tidak ada lagi gelak tawa di kelas, tidak pula makan bersama menyantap bekal kala bel istirahat dibunyikan.  Kemudian waktu tasyakuran pun tiba, sebagai tanda syukur kita atas masa-masa perjuangan menuntaskan jenjang sekolah dasar. Maka, akhirnya diputuskan, seperti tasyakuran tahun sebelumnya, tasyakuran tahun ini pun digelar secara virtual. 

Tasyakuran Angkatan Dezander sukses digelar pada hari Sabtu tanggal 19 Juni 2021 melalui aplikasi Zoom Meeting.

Tasyakuran dibuka dengan penampilan dari tim Marawis  

Bertindak sebagai Master of Ceremony (MC) Ustadz Encep Sopyan Sori dan Ustadz Muhammad Alwi.

Tasmi perwakilan dari Angkatan Dezander

Sambutan oleh Diknas 

Sambutan oleh Bp3, Ibu Yori

Sambutan Direktur LPI Abata, Bapak Muhammad Ismed Fassah

Pengalungan medali dan sambutan Kepala SD Exiss A Ba Ta, Ustadz Hisyam Fatoni

Penampilan Wisudawan, Lagu untuk ustadz ustadzah, lagu untuk teman, dan Lagu untuk ayah dan bunda

Kesan dan pesan perwakilan dari orangtua

Pembacaan murid berprestasi

Kaleidoskop murid

Pembacaan doa

Penutup dari MC

Terakhir persembahan dari Panitia Tasyakuran Dezander

{“uid”:”264C9EC7-9537-47DB-BD35-B4C9D78CBFF8_1624110479527″,”source”:”other”,”origin”:”gallery”}

Wallah a’lam bish Shawab

Exiss Abata – Sekolah Islam Unggulan Jakarta Barat

Puncak Gebyar Muharram Merdeka SD Exiss Abata

Bismillah…

Kepada Ykh.
Seluruh civitas LPI ABATA

Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-76 dan Muharram 1443 H, maka kami mengundang kepada seluruh civitas LPI ABATA pada :

Hari/tgl : Jum’at, 20 Agustus 2021
Pukul : 07.45 – 10.45
Acara : Puncak Gebyar Muharram Merdeka

Link zoom :
https://bit.ly/GebyarMuharramMerdeka
Passcode : 123

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.
Nb: Dresscode Nuansa Putih

🇲🇨🍄🌿🎍🌟🎍🌿🍄🇮🇩

Upacara Memperingati Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2021 Sekolah Islam SD Exiss Abata

Kemerdekaan Indonesia diproklamirkan pada 17 Agustus 1945, ditandai dengan pembacaan teks proklamasi oleh Ir Soekarno di Jakarta.

Bukanlah perkara mudah bagi bangsa Indonesia untuk dapat meraih kemerdekaan. Ada proses panjang di dalamnya, ada para ulama dan syuhada yang penuh peluh keringat air mata bahkan darah untuk sampai pada titik kemerdekaan.

Perjuangan inilah yang semestinya di syukuri, bukan hanya kita kenang, namun juga sebagai pengingat kita sebagai manusia untuk senantiasa berjuang dalam kehidupan kita dengan semangat kemerdekaan.

Selamat Hari Kemerdakaan ke-76 Indonesiaku!!!

SANRAM Daring Pegawai LPI Abata

Ramadhan ibarat sekolah tempat kita menempa diri, meningkatkan kualitas ibadah, memperbaiki kekurangan-kekurangan yang seringkali kita lakukan sebelum ramadhan. Ramadhan adalah pintu untuk membuka segala bentuk kebaikan yang tidak kita temui di bulan-bulan lain. Dijaminkannya rahmat, pahala berlipat dan diampuninya dosa-dosa. Ramadhan adalah momen untuk merenungi nikmat yang telah kita terima sehingga belajar bagaimana caranya berempati. Bahwa setidaknya ramadhan mampu membekaskan setidaknya satu pelajaran yang akan terus kita bawa bahkan setelah ramadhan pergi meninggalkan kita.

Meski ramadhan tahun ini berbeda dengan ramadhan tahun-tahun sebelumnya, tak lantas semangat kita jadi kendor. Karena sesungguhnya kemuliaan ramadhan tetap terjaga dengan atau tanpa hiruk pikuk kita saat menyambutnya. Allah tetap menjaminkan rahmat, pahala berlipat, dan ampunan walaupun ramadhan kita dibarengi dengan pandemi Covid-19 yang melanda dunia.

Anjuran untuk tetap #dirumahsaja setidaknya memberikan ruang dan waktu untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah. Merekatkan kembali tali yang mungkin sudah mulai rapuh antara hamba dengan Penciptanya. Menyambung kembali hubungan yang mungkin pernah retak dalam keluarga. Seorang ayah akan kembali belajar untuk mendekatkan dirinya pada anak-anaknya, disebabkan kesibukan pekerjaannya sebelum pandemi melanda dirinya tak punya cukup untuk sekedar melemparkan lelucon pada anak-anaknya. Seorang ibu yang mungkin dulunya sibuk menghadiri arisan kesana kemari hingga sedikit waktunya untuk sekedar mencium kening anak-anaknya karena keperluan sang anak sudah beres dengan bantuan PRT. Atau pun seorang anak yang merantau dan tinggal terpisah dengan orang tuanya, disebabkan kesibukannya sampai lupa kapan terakhir bertukar kabar.

Ramadhan 1441 H memang sangatlah memorable. Bagaimana tidak? Semua kegiatan mau tidak mau kita kerjakan dari rumah. Dari bangun sahur sampai berbuka kita kerjakan #dirumahsaja. Anjuran pemerintah tentang social distancing memang harus kita jalankan untuk meminimalisir penularan Covid-19. Mematuhi anjuran tersebut, LPI ABATA akhirnya memutuskan untuk mengadakan SANRAM Pegawai secara daring. Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tahun ini tetap berlangsung secara khidmat dan lancar. Acara berlangsung pada hari Kamis tanggal 14 Mei 2020 dari pukul 06.00 WIB s/d pukul 17.45 WIB. Materi disampaikan dengan dua sesi. Sesi pertama bertajuk Lailatul Qadar oleh Ustadz Ade Cholifah, sedangkan sesi kedua bertajuk Pendidikan Sebagai Pembentukan Akhlaq oleh Ustadz Farid Obakh, MA. Untuk mengakomodir kegiatan SANRAM Pegawai secara daring menggunakan aplikasi Google Meet.

Akhir kata, meskipun ramadhan telah pergi semoga tetap meninggalkan beberapa pelajaran dan semangat beribadah kita semakin bertambah setiap harinya.

Wallahu A’lam bish shawab

Pesantren Ramadhan 1441 H Online SD Exiss Abata

Selamat tinggal ramadhan, sampai jumpa kembali insyaAllah. Selamat datang syawal, semoga semangat Ramadhan senantiasa membersamai hari-hari kita. Meski ramadhan telah pergi meninggalkan kita, tak lantas jadi melupakannya begitu saja. Misalnya saja kegiatan menarik  pada ramadhan kemarin, berbeda dengan ramadhan-ramadhan sebelumnya. Spesial karena Kegiatan Pesantren Ramadhan (SANRAM) SD Exiss Abata digelar secara online atau daring. Benar, kenyataanya keterbatasan bukan alasan untuk tetap menyemarakkan gelaran rutin tiap tahun ini. Memenuhi anjuran dari pemerintah untuk tetap #dirumahsaja membuat panitia membuat alternatif ini, karena aturan social distancing tidak memungkinkan untuk mengadakan kegiatan yang melibatkan banyak orang.

SANRAM online SD Exiss Abata dibagi menjadi dua sesi, sesi kelas rendah yang diikuti oleh siswa dan siswi kelas 1 s/d kelas 3 sedangkan sesi kelas tinggi yang diikuti oleh siswa dan siswi kelas 4 s/d kelas 6. Dimeriahkan dengan lomba-lomba yang membuat ramadhan #dirumahsaja tetap keren.

Lomba-lomba SANRAM online tahun 1441 H meliputi:

Lomba Membuat poster kelas rendah dengan peserta dari kelas 1

Lomba membuat video dengan peserta dari kelas 2

Lomba membuat komik islami kelas rendah dengan peserta dari kelas 3

Lomba membuat poster kelas tinggi dengan peserta dari kelas 4 s/d kelas 6

Lomba membuat komik kelas tinggi dengan peserta dari kelas 4 s/d kelas 6

Lomba azan dengan peserta dari kelas 4 s/d kelas 6

Lomba tahfiz kelas rendah dengan peserta dari kelas 1 s/d kelas 3

Lomba tahfiz kelas tinggi dengan peserta dari kelas 4 s/d kelas 6

Perlombaan dalam sesi kelas rendah dilaksanakan pada tanggal 11-12 Mei 2020, sedangkan untuk sesi kelas tinggi dilaksanakan pada tanggal 12 Mei 2020. Acara puncak SANRAM online dimulai dengan pengumuman pemenang lomba dilanjutkan pengiriman hadiah kepada para pemenang dan diakhir acara semakin meriah dengan tausiyah dari pendongeng via aplikasi zoom dan live instagram.

  

 

 

Meneladani empati Rasullullah dengan Kegiatan Baksos

Belakangan mungkin ada banyak diantara kita yang merasa bosan karena harus tetap berada di rumah. Membatasi kegiatan di luar, menjauhkan diri sementara dari keramaian, tidak lagi bisa ngopi-ngopi dengan teman, atau berlama-lama ngobrol dengan mereka. Benar, pandemi yang tengah mewabah membuat dunia kita seakan jungkir balik. Semua kegiatan yang dulu terlihat sepele sekarang jadi amat kita rindukan. Tak ada salahnya bosan karena rutinitas memang terkadang membosankan. Namun yang tak boleh kita lakukan adalah berlama-lama dalam keadaan bosan. Ada banyak hal yang lebih penting dari sekedar merasa bosan yang berakhir keluh kesah. Seharusnya pandemi menjadi jalan bagi kita untuk intropeksi diri. Setidaknya pandemi membuat kita lebih dekat dengan keluarga. Dengan orang tua, saudara, atau dengan anak-anak kita. Pandemi semestinya membuat hati kita jadi peka terhadap lingkungan sekitar.

Bahwa rutinitas yang menurut kita membosankan ternyata jadi hal yang mewah bagi orang lain. Bagi mereka yang harus bekerja di luar rumah disaat kita diberi fasilitas bekerja dari rumah atau mereka yang harus dirumahkan karena perusahaan tempat mereka bekerja tak mampu lagi membayar gajinya.
Dalam satu riwayat bagi Baihaqi, (Aisyah) berkata, “Rasulullah SAW tidak pernah kenyang selama tiga hari berturut-turut. Seandainya kami menghendaki, kami bisa makan sampai kenyang, tetapi beliau suka mendahulukan orang lain atas diri beliau.”

Belajarlah dari tingginya level empati Rasulullah, yang tanpa ragu mendahulukan orang lain di atas kepentingan dirinya. Rasullah menghormati orang kaya dan berkemampuan, sekaligus mencintai mereka yang dhu’afa agar keduanya saling berbagi empati. Sebagai bentuk peneladan kita pada empati Rasulullah, baru-baru ini Yayasan LPI Abata mengadakan acara baksos yang rutin setiap tahunnya diselenggarkan. Namun berbeda dengan tahun sebelumnya, bantuan baksos berupa paket kebutuhan sembako diantarkan langsung ke rumah penerima baksos sesuai arahan pemerintah dalam upaya social distancing selama pandemi ini.

Mudah-mudahan yang sedikit ini bermanfaat, serta menjadi pengasah rasa empati diantara kita. Teriring ucapan terimakasih banyak kepada para panitia yang telah menyempatkan diri terjun langsung ke lapangan demi kelancaran dan kesuksesan kegiatan baksos tahun ini.
Jazakumullah khairul jazaa

Ujian Sekolah Daring SD Exiss Abata di Tengah Pandemi

Ujian adalah hal pasti yang akan dialami oleh manusia yang hidup dunia, karena hakikatnya kehidupan adalah rangkaian ujian. Tak ada seorang mukmin pun yang hidup di dunia ini akan lepas dari ujian. Semakin kuat iman seseorang, maka ujian yang akan diberikan oleh Allah akan semakin besar. Ingatlah kisah masa kecil Rasulullah yang terlahir tanpa seorang ayah, diasuh ibunya hanya sampai masa kanak-kanak karena ibunya pun menyusul ayahnya meninggal dunia. Masa kecilnya jauh dari hiruk pikuk permainan selayaknya teman-teman sebayanya. Juga bagaimana beliau diuji saat wahyu telah sampai padanya, dicaci maki sebagian besar penduduk Quraisy, dilempar batu dan kotoran, hingga diboikot 3,5 tahun lamanya. Begitu pula dengan nabi yang lain, mereka semua mendapat ujian yang berat dari-Nya.

Kisah ujian para nabi mengajarkan pada kita bahwa semakin tinggi tingkat keshalehan seseorang maka semakin tinggi pula ujian yang akan dihadapinya. Semakin tinggi level pendidikan seseorang maka semakin susah level yang akan dihadapinya.

Firman Allah dalam surat Al-Furqan ayat 20:

“Dan kami jadikan sebagian kamu ujian bagi sebagian yang lain. (Demikian untuk membuktikan, apakah) kamu mau bersabar? dan adalah Rabbmu Maha Melihat.”

Ujian melatih kita bagaimana untuk sabar, semakin sering ujian yang kita hadapi akan semakin kuat pula diri kita. Hari-hari ini kita semua mungkin merasa sangat lelah disebabkan pandemi yang sedang menjangkiti sebagian besar penduduk bumi yang tengah kita tinggali. Ada banyak kegiatan yang dahulunya dapat kita lakukan, sementara harus kita tinggalkan demi mencegah penyebaran virus Covid-19. Dampaknya saat ini segala kegiatan sebisa mungkin dilakukan dari rumah. Tak terkecuali sekolah. Alternatif sekolah daring dipilih sebagai solusi meminimalisir penyebaran virus. Kembali lagi pada firman Allah di atas maka, semestinya sebagai mukmin untuk senantiasa bersabar dalam meghadapi ujian ini. Di tengah pandemi yang melanda saat ini, para siswa/siswi kelas VI SD Exiss Abata dengan sabar mengikuti ujian sekolah. Ujian daring dilakukan di rumah masing-masing tetap dengan bimbingan para guru dan pengawasan dari para orang tua. Semoga ujian ini menjadikan para Ananda peserta ujian sekolah senantiasa lebih baik lagi dan bermanfaat kelak di masa depan.

Wallahu A’lam bish Shawab

Khataman & Imtihan Al Quran SD Exiss ABATA

SD Exiss Abata kembali mengadakan Khataman & Imtihan Al Qur’an meluluskan siswa Tartil,Turjuman &  Tahfidz jus 30, 29 & 28, dibawah bimbingan langsung Tim Ummi Foundation Surabaya di Ballrom Hotel Mega Anggrek Jakarta Barat, Sabtu 18 Januari 2020.

Khataman merupakan kegiatan membaca Al Qur’an secara bersama-sama dimulai dari Al Fatihah, dilanjutkan Surat At Takatsur sampai dengan An Naas, kemudian Al Fatihah dan Surat Al Baqarah ayat 1-5, dan At Taubah ayat 1- 3 , dan ditutup dengan doa Khotmil Qur’an.

Imtihan merupakan proses tanya jawab seputar tartil (perlahan dan jelas), fashohah (kefasihan ucapan), ghorib (bacaan yang tidak seperti biasanya), tajwid (hukum dalam membaca Al Qur’an), turjuman (terjemah ayat) dan hafalan oleh publik yang dipandu oleh Ummi Foundation Surabaya.

 

 

Setelah sesi tanya jawab diberikan waktu prosesi anak-anak menemui kedua orang tua dan guru selama 5 menit untuk meminta doa restu agar menjadi anak yang sholeh dan sholihah, sukses, dan berguna bagi agama. Lima menit yang berarti, mendadak seisi ruangan menjadi suasana yang mengharu biru. Para peserta imtihan menangis dalam pelukan orang tuanya masing-masing. Permohonan doa restu anak-anak kemudian disambut para orang tua dengan pelukan kasih sayang dan pesan-pesan motivasi agar ilmu yang telah diperoleh menjadi manfaat bagi umat di kemudian hari.

Dilanjutkan beberapa sambutan dari para pejabat sekolah serta tamu kedinasan perwakilan Kota Jakarta barat. Banyak motivasi yang diberikan khusus untuk para peserta Khataman & Imtihan Al Qur,an juga rasa bangga yang tak terkira atas kesuksesan para asatidz dan asatidzah Al Qur’an yang tanpa kenal lelah mengantarkan para siswa hingga ke tingkat ini.

Akhirnya, semoga imtihan kali bukanlah akhir dalam mempelajari Al qur’an melainkan awal untuk memotivasi diri untuk lebih baik lagi.

Wallahu a’lam bish shawab

Aku Bisa Membuat dan Menjual Sop Buah

Belajar Membuat Sop Buah, Belajar Berwirausaha

 

Proyek kelas 2 di pekan ke-empat bulan September adalah membuat sop buah.  Keterampilan yang dirancang agar membuat  murid SD Exiss Abata dapat mempunyai bekal keterampilan menjadi entrepreneur yang sukses di masa depan. Aamiin

Proyek bermula dengan introduction di hari Senin.  Belajar mengenal  sop buah dan berkenalan dengan semua buah dan teman-teman lain yang ada dalam mangkuk sop buah.  Wah ternyata banyak buah-buahan sehat ya di dalam sop buah, ada apel, buah naga, alpukat, kelengkeng, stroberi, dan teman-teman buah lainnya. Ada juga nata de coco dan daging kelapa muda sebagai pelengkap. Senang sekali bisa mengenal sop buah dan isinya. Bertambah semangat ya untuk segera action karena murid Sd Exiss Abata akan membuat sesuatu yang sehat dan menyegarkan.

Sebelum melangkah ke kegiatan action, murid perlu mengenal dulu langkah-langkah pembuatan sop buah beserta alat dan bahannya pada pembelajaran tahap planning.  Hal ini merupakan tahapan yang penting sebelum action, karena planning merupakan panduan untuk murid dalam proses  membuat sop buah sehingga murid tahu cara membuat sop buah dan bisa melaksanakan action dengan mandiri. Pada tahap planning juga dibuat kelompok kerja, agar murid bisa bersinergi dengan teman-temannya dalam proses pembuatan sop buah. Satu kelompok terdiri dari 6 orang.

Tiba saatnya hari Rabu. yeeey action. Senangnya bisa praktek membuat sop buah di kelas bersama teman-teman, tapi tetap dalam pengawasan ustadz dan ustadzah ya.  Bismillah murid mulai membuat sop buat bersama kelompoknya masing-masing, ada yang bertugas mengerok buah melon dan  buah naga dengan sendok cocktail, ada yang menuang air kelapa beserta daging kelapanya ke dalam baskom, ada  yang menuangkan susu, ada yang menyiapkan gelas plastik dan pekerjaan lain yang semua dilakukan bersama . Senang sekali melihat murid sangat antusias dan bersemangat serta mampu bekerja bersama  tim dengan sangat baik, teamwork  yang baik.

Setelah pengolahan bahan selesai, murid bersiap mengemas, sop buah yang sudah jadi dikemas ke dalam gelas plastik dan disediakan tutup gelas dan sendoknya. Murid siap belajar menjadi wirausaha muda dengan menjual sop buah yang sudah mereka olah bersama-sama. Alhamdulillah sop buah yang dijual laris dibeli oleh kakak kelas dan ustadz ustadzah. Ada semangat luar biasa dan binar kebahagiaan di mata murid-murid ketika sop buah yang mereka jual laris manis terjual. Ada hasil yang murid dapatkan setelah menjual sop buah dan hasil yang mereka dapatkan dari perjuangan menjual sop buah kembali kepada murid dengan berbentuk barang berguna dan bermanfaat untuk kegiatan belajar mereka di kelas.

Selesai dengan perjuangan saat action, lanjut kepada tahapan pembelajaran selanjutnya yaitu tahapan  report. Murid bersiap membuat report tentang  pembuatan sop buah yang sudah dilaksanakan kemarin. Dalam pembuatan report hal-hal yang ditulis antara lain adalah tujuan dari proyek membuat sop buah, alat dan bahan yang diperlukan membuat sop buah, langkah-langkah pembuatan sop buah, dan kesimpulan serta kesan murid setelah melaksanakan action membuat sop buah. Murid akan menuliskan report di buku tulis mereka  masing-masing dengan tulisan rapi, karena akan ada penilaian isi dan penilaian tulisan pada setiap report yang murid buat.

Tahapan terakhir pada setiap pekan adalah tahapan presentasi. Murid menyiapkan diri dengan laporan mereka yang harus mereka sampaikan secara lisan di depan kelas dan di simak oleh murid lainnya. Presentasi dilaksanakan sesuai kelompok yang sudah dibentuk pada saat planning. Masing-masing kelompok maju dan mulai mempresentasikan kegiatan pembuatan sop buah di kelompoknya. Dalam satu kelompok presentasi akan ada tugas untuk masing-masing murid. Ada yang bertugas menjadi pembuka, pembicara, penjawab, dan penutup. Pembagian tugas ini dilakukan dengan cara musyawarah. Tujuan pembagian tugas dalam presentasi adalah agar semua murid dapat aktif semua dalam proses presentasi.

Murid di kelompok lain juga mendapat tugas untuk menyimak presentasi dari kelompok yang maju. Setiap sesi presentasi akan diberikan kesempatan kepada pendengar untuk bertanya terkait hal yang mereka belum pahami. Mereka harus mengamati setiap sesi pembahasan yang disampaikan oleh pembicara agar bisa bertanya tentang apa yang perlu ditanyakan atau menjawab pertanyaan. Jika ada pertanyaan dari kelompok pendengar, maka tim yang presentasi akan menjawab pertanyaan tersebut dengan cara bermusyawarah dengan kelompoknya.

Lima tahapan pembelajaran selama satu pekan telah tertewati dengan lengkap. Senang sekali bisa memberikan suatu proses pembelajaran yang menyenangkan dan bermanfaat untuk murid-murid. Harapan besar kami adalah murid dapat mengimplemtasikan pembelajaran yang telah mereka dapat di sekolah ke dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga tujuan pembelajaran di sekolah dapat tercapai dengan baik.

1 2 3 13