Menjelang Iduladha, Kapan Waktu Terbaik Mulai Puasa Sunnah? Ini Panduannya
Menjelang Hari Raya Iduladha, suasana religius biasanya mulai terasa lebih kental di mana masyarakat tidak hanya disibukkan dengan persiapan hewan qurban, tetapi juga berburu amalan mulia yang dianjurkan bagi umat Muslim, salah satunya melaksanakan puasa sunnah di awal bulan Dzulhijjah. Namun, kapan sebenarnya waktu terbaik untuk memulai puasa tersebut dan apa saja keutamaannya menurut syariat? Agar ibadah kita semakin mantap dan sesuai tuntunan, mari simak penjelasan hukum dan jadwalnya berikut ini.
Waktu Terbaik Puasa Menjelang Iduladha
Bulan Dzulhijjah adalah salah satu bulan yang dimuliakan oleh Allah ﷻ. Rasulullah ﷺ menganjurkan umatnya untuk memperbanyak amal shalat pada 10 hari pertama di bulan ini, termasuk di antaranya adalah ibadah puasa.
Secara umum, umat Muslim diperbolehkan berpuasa dari tanggal 1 hingga 9 Dzulhijjah. Namun, ada dua hari yang paling utama dan sangat ditekankan (sunnah muakkad), yaitu:
- Puasa Tarwiyah: Dilaksanakan pada tanggal 8 Dzulhijjah.
- Puasa Arafah: Dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah, bertepatan saat jemaah haji sedang wukuf di Padang Arafah.
Keutamaan Puasa Arafah yang Luar Biasa
Di antara hari-hari tersebut, Puasa Arafah memiliki fadhilah (keutamaan) yang paling dahsyat, yaitu menjadi jalan penggugur dosa selama dua tahun.
Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadits shahih:
صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ
Artinya:
“Puasa Arafah, aku berharap kepada Allah agar ia menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.”
(HR. Muslim no. 1162)
Para ulama menjelaskan bahwa dosa-dosa yang diampuni melalui puasa sunnah ini adalah dosa-dosa kecil, sedangkan dosa besar tetap memerlukan taubat nasuha.
Batasan Hari yang Diharamkan Berpuasa
Meskipun berpuasa di bulan Dzulhijjah memiliki pahala yang besar, penting bagi kita untuk mengetahui batasan waktunya. Umat Islam dilarang keras (haram) untuk berpuasa pada hari-hari berikut:
- Tanggal 10 Dzulhijjah (Hari Raya Iduladha).
- Tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah (Hari Tasyrik).
Rasulullah ﷺ melarang puasa di hari-hari tersebut karena merupakan waktu bagi umat Muslim untuk makan, minum, menyembelih hewan qurban, dan bersyukur atas nikmat Allah ﷻ setelah melaksanakan shalat Eid.
Dengan memahami ilmu dan syariat yang benar, ibadah puasa menjelang qurban yang kita jalani akan terasa lebih tenang, sah, dan penuh keberkahan.Wallahu a’lam.
Yuk, Titipkan Qurban Terbaikmu di Abata Leaderss!
Dengan penyaluran yang amanah dan tepat sasaran, qurbanmu akan menjadi lebih bermakna dan membawa kebahagiaan bagi sesama.
Pembayaran dapat dilakukan melalui:
BSI: 123 123 2423
a.n: Abata Leaderss Peduli
Masukkan kode unik 4 di belakang nominal.
Contoh: Rp1.500.004
Contact Person
Ali Imron – 0812-9108-9587