Back

PROFESI YANG TIDAK DAPAT DIGANTIKAN OLEH ROBOT

Memasuki dekade ke tiga di abad ke 21 di mana teknologi berkembang dengan cepat, ia menghadirkan banyak inovasi yang dapat mengubah cara hidup kita sehari-hari. Berbagai teknologi baru silih berganti memperoleh ketenaran dan menjadi tren di tahun 2023. Istilah Artificial Intelligence (AI), Komputasi Kuantum, Internet of Think (IoT) saat ini sudah bukan hal yang asing lagi dan sudah mulai diterapkan di berbagai bidang, baik komersial maupun non komersial.

Beberapa waktu yang lalu, saat menjelajah situs video YouTube, ada salah satu video tentang hotel di daerah Nagasaki, Jepang yang berhasil menangkap perhatian saya untuk menonton hingga habis. Hotel bernama Henn-na Hotel tersebut adalah hotel pertama di dunia yang dijalankan oleh robot, dan ini diakui oleh Guinness Book of Records. Hotel ini dibangun sebagai bagian dari taman bermain Huis Ten Bosch, sebuah taman bermain dengan tema pedesaan Belanda. Saat ini Henn-na Hotel sudah memiliki beberapa cabang, antara lain di kawasan Ginza, Tokyo (kawasan belanja dan kuliner elit, mungkin seperti Pondok Indah atau Kemang kalau di Jakarta), dan di New York City, Amerika Serikat. Meskipun memiliki rekor dunia sebagai hotel pertama yang memiliki staf robot, Henn-na Hotel tetap memiliki staf manusia, namun lebih banyak berperan di belakang layar.

Pengalaman Anda dilayani pelayan robotik ala film Wall-E akan dimulai dari resepsionis di lobi yang digantikan oleh tiga robot, dua diantaranya adalah dinosaurus bernama Mirai dan Yumeko, serta satu robot resepsionis wanita bernama Kibo. Ketiga resepsionis tersebut mampu berbicara dalam empat bahasa, yakni Jepang, Korea, China dan Inggris. Sekilas mungkin kita tidak menyangka bahwa itu adalah robot, karena mereka dapat bergerak dan memiliki penampilan yang sangat realistis seperti manusia pada umumnya, yaitu bisa tersenyum, berjalan dan berkedip. Namun setelah diperhatikan baik-baik, baru kita tersadar bahwa mereka bukan manusia. Istilah terkenalnya, uncanny valley. Selain resepsionis, Henn-na Hotel juga mempekerjakan robot dan mesin otomatis sebagai room boy dan pelayan toko souvenir. Mau beli jajanan di kafeteria, tinggal ambil, bayar pakai saldo bank yang didebet dari kartu.

Dari kecanggihan sistem di Henn na Hotel Tokyo di Jepang, membuka peluang akan bertumbuhnya hotel-hotel serupa di berbagai negara dengan sistem dan pelayanan yang dijalankan oleh robot dan mesin yang  menggantikan profesi manusia. Tidak menutup kemungkinan, berbagai profesi-profesi lainnya juga akan tergantikan oleh robot-robot seiring dengan kemajuan teknologi.  Kedepan mungkin kita akan jumpai, supir bus, kasir, pegawai bank, pilot, bahkan mungkin profesi polisi seperti di film RoboCop yang rilis di tahun 1987, yaitu sosok polisi robot yang dulunya hanya sebatas imajinasi. Bahkan saat ini pun sudah ada. Anda yang merasakan hidup di tahun 1990-an pasti tahu bahwa dulu ada profesi penjaga pintu tol. Anak-anak zaman sekarang mungkin hanya akan mengetahuinya dari arsip video lawas di internet. Saat ini, meskipun secara teknis tidak berbentuk android (robot berbentuk manusia), tapi penjaga tol di Indonesia sudah tergantikan oleh kartu pintar dan mesin pemindai. Model paling baru bahkan tidak mengharuskan pengemudi melambat apalagi berhenti. Cukup berjalan dengan mobil ke arah pintu tol, portal terbuka sendiri, dan saldo Anda berkurang secara otomatis.

Namun, menurut saya ada profesi yang tidak dapat tergantikan oleh apapun, bahkan robot sekalipun. Yaitu profesi seorang guru. Sistem pembelajaran dan perangkatnya boleh berubah seiring dengan kemajuan teknologi, tetapi tidak dengan sosok guru. Bagaimanapun, secanggih apapun benda atau sistem yang dibuat oleh manusia pasti ada kelemahan dan kekurangannya, dan tidak akan mampu menyaingi atau mengungguli ciptaan Allah swt, yaitu manusia itu sendiri.

Meskipun seseorang dapat belajar dan mengembangkan kemampuan intelektual dan ilmu pengetahuan tidak hanya dengan belajar formal di sekolah atau di lembaga lainnya, kita dapat belajar hanya dengan menonton dari berbagai platform digital yang beredar. Tetapi ada beberapa hal yang tidak akan bisa didapatkan dari hal tersebut. Ada beberapa nilai-nilai kehidupan yang penting yang hanya dapat diajarkan dan dicontohkan oleh manusia, dan tidak bisa tergantikan oleh robot atau alat secanggih apapun. 

Saat ini peran guru tak lagi menjadi satu-satunya sumber materi belajar. Informasi berceceran di mana-mana di internet, mulai dari yang gratis hingga berbayar. Ketik saja “Cara membuat …” di kolom pencarian YouTube, dan ganti titik-titik tadi dengan nama benda apapun, hampir semua ada.

Namun, platform digital atau robot sekalipun hanya dapat sebatas menyampaikan informasi saja, tetapi robot tak akan mampu menanamkan dan membangun watak dan kepribadian siswa, sehingga menjadi siswa yang memiliki watak dan pribadi yang baik. Robot juga tak mampu mengajarkan kepada siswa bagaimana caranya berhubungan yang baik dengan orang lain. Robot juga tak mampu melatih seseorang menjadi murid yang berakhlak mulia seperti murid di Sekolah Islam Jakarta Barat Exiss Abata.

Dalam proses pendidikan, fungsi guru adalah mengajar, mendidik, membina, mengarahkan, mencontohkan, membangun watak dan pribadi yang memiliki ilmu pengetahuan, cerdas, dan bermartabat. Tidak mengherankan jika ada ungkapan, bahwa tidak semua orang dapat menjadi guru dan dapat menjalankan tugas sebagai guru, apalagi sebuah robot. Tapi lucunya, pendidikan kita saat ini banyak menghasilkan siswa bagai robot, semua serba sama, serba seragam. Presentasi pun hanya sekadar membacakan teks dengan intonasi datar, seperti Google Text-To-Speech, tanpa insight, tanpa pemahaman mendalam, tanpa ke-faqih-an. Semoga kami sebagai guru bisa memutus rantai “siswa robot” ini.

Tetap semangat untuk semua guru. Profesi mulia, pencetak generasi cerdas dan berakhlak mulia. Anak didikmu kelak mungkin bisa membuat robot-robot canggih pengganti profesi apapun di dunia, tetapi tak akan bisa membuat robot yang mampu menggantikan profesi seorang guru.

Oleh :  Aty Alfardiyati, S.Pd

    8 Comments

  1. Bunda Shafa
    January 14, 2023
    Reply

    Guru, profesi yang mulia sepanjang masa… terima kasih untuk semua guru…

  2. January 14, 2023
    Reply

    Sekolah Abata mencetak calon-calon guru terbaik, guru untuk dirinya, keluarganya, lembaga, masyarakat dan bangsa

  3. Muhammad Alwi
    January 14, 2023
    Reply

    ???? ??? ???????????? ??? ???????? ???????

    “Jika bukan kerana guruku, mana mungkin aku dapat mengenal akan Tuhanku.”

  4. Nurus Sihadi
    January 14, 2023
    Reply

    salah satu investasi akhirat yg paling berharga adalah anak yg sholih,sholihah,semoga Abata bisa menjadi solusi terdepan dalam mendidik generasi islami ???? ???? ????????

  5. Fusafuq
    January 14, 2023
    Reply

    100% sepakat

    Guru merupakan salah satu amal termulia, karena baginda Nabi bahkan semua Nabi adalah guru yang mengajarkan & mengarahkan menuju petunjuk dan kebaikan.
    robot tidak memiliki hati, beda dengan guru yang Allah anugerahkan hati dalam mendidiknya

  6. Muhamad
    January 14, 2023
    Reply

    semoga kita menjadi guru yg patut diteladani oleh murid2nya

  7. Firly Adi
    January 16, 2023
    Reply

    masya Allah … ?

  8. February 17, 2023
    Reply

    bagaimana jika robot ditambahkan AI?

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *