Back

Kaum Tsamud: Tsamud Mendustakan Ancaman Tuhan

Terkait kaum Tsamud, Allah Swt berfirman:

????????? ??????? ??????????? () ????????? ????????? ?????? ???????? ??????????? ?????? ????? ????? ??????? ???????? () ?????????? ????????? ???????? ???? ????????? ???? ???? ???????? ?????? () ????????????? ????? ???? ??????????? ?????????

“Kaum Tsamudpun telah mendustakan ancaman-ancaman (itu). Maka mereka berkata: “Bagaimana kita akan mengikuti seorang manusia (biasa) di antara kita?” Sesungguhnya kalau kita begitu benar-benar berada dalam keadaan sesat dan gila”. Apakah wahyu itu diturunkan kepadanya di antara kita? Sebenarnya dia adalah seorang yang amat pendusta lagi sombong. Kelak mereka akan mengetahui siapakah yang sebenarnya amat pendusta lagi sombong.” (Qs. Al-Qamar: 23-26)

Al-qur’an menginformasikan pada kita bahwa kaum Tsamud mendustakan dan meremehkan ancaman yang dikirimkan Tuhan kepada mereka. Seperti kaum Ad, akhirnya mereka pun mendapat tempat kembali yang sama (baca: kehancuran) Berkat penelitian dan pengkajian sejarah geologis, banyak hal yang sebelumnya tidak diketahui menjadi terbuka, seperti lokasi pemukiman kaum Tsamud, rumah-rumah yang mereka bangun, dan pola hidup mereka. Kaum Tsamud yang disebutkan Al-qur’an merupakan fakta sejarah yang dibuktikan oleh banyak sekali penemuan kepurbakalaan.

Sebelum melihat hasil penemuan kepurbakalaan yang terkait dengan kaum Tsamud, akan baik bila terlebih dulu kembali kepada kisah kaum yang diceritakan dalam Al-qur’an. Ini penting agar kita bisa melihat bagaimana cara mereka dalam menghadapi rasul mereka. Al-qur’an itu kitab yang berbicara kepada semua zaman. Oleh karenanya, pendustaan kaum Tsamud terhadap rasul mereka merupakan kejadian yang diangkat oleh Al-qur’an agar setiap insan sepanjang masa bisa mengambil pelajaran.

Allah Swt mengutus Nabi Saleh As kepada kaum Tsamud. Nabi Saleh sendiri merupakan salah satu warga kaum itu. Hanya saja kaumnya tidak mengharapkan adanya agama yang benar datang dalam kehidupan mereka. Tak aneh bila kemudian mereka heran saat mendengar dakwah Nabi Saleh. Sang Nabi ini mengajak mereka untuk meninggalkan penyimpangan dan kesesatan yang mereka lakukan. Hal pertama yang mereka lakukan dalam merespon ajakan Nabi Saleh adalah mereka akan mengusir dan mencaci-caci Nabi ini. Allah Swt berfirman:

???????? ??????? ????????? ???????? ? ????? ??? ?????? ????????? ??????? ??? ?????? ???? ??????? ???????? ? ???? ???????????? ???? ????????? ????????????????? ?????? ???????????????? ????? ??????? ???????? ? ????? ?????? ??????? ??????? () ??????? ??? ??????? ???? ?????? ?????? ?????????? ?????? ?????? ? ???????????? ???? ???????? ??? ???????? ????????? ?????????? ????? ????? ?????? ?????????? ???????? ???????

 “Dan kepada Tsamud (Kami utus) saudara mereka Shaleh. Shaleh berkata: “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunan-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya, Sesungguhnya Tuhanku amat dekat (rahmat-Nya) lagi memperkenankan (doa hamba-Nya)”. Kaum Tsamud berkata: “Hai Shaleh, sesungguhnya kamu sebelum ini adalah seorang di antara kami yang kami harapkan, apakah kamu melarang kami untuk menyembah apa yang disembah oleh bapak-bapak kami? dan sesungguhnya kami betul-betul dalam keraguan yang menggelisahkan terhadap agama yang kamu serukan kepada kami”. (Qs. Hud: 61-62)

Memang ada sebagian kecil kaum ini yang mau mendengar dakwah Nabi Saleh. Hanya saja mayoritas kaum ini tidak mau menerima dakwahnya. Yang paling sengit perlawanannya terhadap dakwah Nabi Saleh adalah para pemuka da pemimin kaum itu. Mereka marah pada Saleh As yang telah mengajak untuk beribadah pada Allah. Mereka mendustakannya dan berusaha untuk menghalangi orang-orang yang beriman kepada Saleh As. Mereka bahkan tak segan untuk menghukum orang-orang yang beriman itu. Kaum Tsamud bukanlah yang pertama melakukan itu semua. Mereka mengulangi kesalahan yang dilakukan oleh kaum Nuh dan kaum Ad yang hidup sebelumnya. Oleh karenanya, kita mendapati Al-qur’an menyejajarkan ketiga kelompok ini. Allah Swt berfirman:

?????? ?????????? ?????? ????????? ???? ?????????? ?????? ????? ??????? ????????? ? ??????????? ???? ?????????? ? ??? ???????????? ?????? ??????? ? ??????????? ?????????? ??????????????? ????????? ???????????? ??? ????????????? ????????? ?????? ????????? ????? ???????????? ???? ???????? ????? ????? ?????? ???????????? ???????? ???????

“Belumkah sampai kepadamu berita orang-orang sebelum kamu (yaitu) kaum Nuh, ‘Ad, Tsamud dan orang-orang sesudah mereka. Tidak ada yang mengetahui mereka selain Allah. Telah datang rasul-rasul kepada mereka (membawa) bukti-bukti yang nyata lalu mereka menutupkan tangannya ke mulutnya (karena kebencian), dan berkata: “Sesungguhnya kami mengingkari apa yang kamu disuruh menyampaikannya (kepada kami), dan sesungguhnya kami benar-benar dalam keragu-raguan yang menggelisahkan terhadap apa yang kamu ajak kami kepadanya”. (Qs. Ibrahim: 9)

Meskipun Nabi Saleh sudah memperingatkan kaumya, tetap saja kaumnnya meragukan kerasulannya. Hanya sedikit yang mau beriman kepada Nabi Saleh. Yang sedikit inilah yang akan diselamatkan Allah bersama Nabi Saleh dari kehancuran yang menimpa kaum yang mendustakan. Para pemuka kau mini terus saja menghalangi kelompok yang beriman. Terkait ini, Allah Swt berfirman:

????? ????????? ????????? ????????????? ???? ???????? ?????????? ????????????? ?????? ????? ???????? ????????????? ????? ???????? ???????? ???? ??????? ? ??????? ?????? ????? ???????? ???? ???????????
????? ????????? ????????????? ?????? ????????? ????????? ???? ??????????

“Pemuka-pemuka yang menyombongkan diri di antara kaumnya berkata kepada orang-orang yang dianggap lemah yang telah beriman di antara mereka: “Tahukah kamu bahwa Shaleh di utus (menjadi rasul) oleh Tuhannya?”. Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami beriman kepada wahyu, yang Shaleh diutus untuk menyampaikannya”. Orang-orang yang menyombongkan diri berkata: “Sesungguhnya kami adalah orang yang tidak percaya kepada apa yang kamu imani itu”. (Al-A’raf: 75-76)

Kaum ini terus saja mengingkari dan meragukan kenabian Nabi Saleh dan terang-terangan mengafiri ajaran yang dibawa Nabi Saleh. Merekalah orang-orang yang berembuk untuk melakukan pembunuhan pada Saleh As.

??????? ???????????? ???? ???????? ?????? ? ????? ??????????? ?????? ??????? ? ???? ???????? ?????? ??????????? ()??????? ??? ???????????? ???????? ?????? ??????????? ??? ????????? ????? ??????????? ()??????? ??????????? ????????? ???????????????? ?????????? ????? ???????????? ??????????? ??? ????????? ???????? ???????? ???????? ???????????? ()?????????? ??????? ??????????? ??????? ?????? ??? ???????????

“Mereka menjawab: “Kami mendapat nasib yang malang, disebabkan kamu dan orang-orang yang besertamu”. Shaleh berkata: “Nasibmu ada pada sisi Allah, (bukan kami yang menjadi sebab), tetapi kamu kaum yang diuji”. Dan adalah di kota itu sembilan orang laki-laki yang membuat kerusakan di muka bumi, dan mereka tidak berbuat kebaikan. Mereka berkata: “Bersumpahlah kamu dengan nama Allah, bahwa kita sungguh-sungguh akan menyerangnya dengan tiba-tiba beserta keluarganya di malam hari, kemudian kita katakan kepada warisnya (bahwa) kita tidak menyaksikan kematian keluarganya itu, dan sesungguhnya kita adalah orang-orang yang benar”. Dan merekapun merencanakan makar dengan sungguh-sungguh dan Kami merencanakan makar (pula), sedang mereka tidak menyadari.” (Qs. Annaml: 47-50)

Nabi Saleh datang dengan membawa bukti berupa unta agar bisa melihat apakah unta itu diperlakukan oleh kaumya sesuai dengan permintaanya atau tidak? Ia meminta kaumnya tidak menggabungkan giliran minum untanya dengan giliran minum unta mereka. Mereka pun tidak diperbolehkan menyakiti unta itu. Lalu, apa yang dilakukan kaumnya? Mereka justru membunuh unta Nabi Saleh. Surah Al-Syu’ara menginformasikan kisah ini sebagai berikut:

????????? ??????? ?????????????? ()???? ????? ?????? ????????? ??????? ????? ?????????? ()?????? ?????? ??????? ??????? ()?????????? ??????? ???????????? ()????? ???????????? ???????? ???? ?????? ? ???? ???????? ?????? ?????? ????? ????????????? ()????????????? ??? ??? ???????? ???????? ()??? ???????? ????????? ()????????? ???????? ????????? ??????? ()????????????? ???? ?????????? ???????? ?????????? ()?????????? ??????? ???????????? ()????? ????????? ?????? ?????????????? ()????????? ??????????? ??? ????????? ????? ??????????? ()??????? ???????? ?????? ???? ??????????????? ()??? ?????? ?????? ?????? ????????? ?????? ??????? ???? ?????? ???? ????????????? ()????? ??????? ??????? ????? ?????? ???????? ?????? ?????? ????????? ()????? ??????????? ??????? ?????????????? ??????? ?????? ??????? ()???????????? ???????????? ??????????

“Kaum Tsamud telah mendustakan rasul-rasul. Ketika saudara mereka, Shaleh, berkata kepada mereka: “Mengapa kamu tidak bertakwa? Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,  maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.  Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu, upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. Adakah kamu akan dibiarkan tinggal disini (di negeri kamu ini) dengan aman, di dalam kebun-kebun serta mata air, dan tanam-tanaman dan pohon-pohon korma yang mayangnya lembut. Dan kamu pahat sebagian dari gunung-gunung untuk dijadikan rumah-rumah dengan rajin; maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku; dan janganlah kamu mentaati perintah orang-orang yang melewati batas, yang membuat kerusakan di muka bumi dan tidak mengadakan perbaikan”. Mereka berkata: “Sesungguhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang kena sihir; Kamu tidak lain melainkan seorang manusia seperti kami; maka datangkanlah sesuatu mukjizat, jika kamu memang termasuk orang-orang yang benar”. Shaleh menjawab: “Ini seekor unta betina, ia mempunyai giliran untuk mendapatkan air, dan kamu mempunyai giliran pula untuk mendapatkan air di hari yang tertentu. Dan janganlah kamu sentuh unta betina itu dengan sesuatu kejahatan, yang menyebabkan kamu akan ditimpa oleh azab hari yang besar”. Kemudian mereka membunuhnya, lalu mereka menjadi menyesal,” (Q.s Asy-Syu’ara: 141-157)

Terkait dengan konflik antara Nabi Saleh dengan kaumya, Surah Al-Qamar menginformasikan sebagai berikut:

????????? ??????? ??????????? () ????????? ????????? ?????? ???????? ??????????? ?????? ????? ????? ??????? ???????? () ?????????? ????????? ???????? ???? ????????? ???? ???? ???????? ?????? () ????????????? ????? ???? ??????????? ?????????() ?????? ????????? ?????????? ???????? ?????? ??????????????? ??????????? () ????????????? ????? ???????? ???????? ?????????? ? ????? ?????? ?????????? () ?????????? ??????????? ??????????? ????????

“Maka alangkah dahsyatnya azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku. Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran? Kaum Tsamudpun telah mendustakan ancaman-ancaman (itu). Maka mereka berkata: “Bagaimana kita akan mengikuti seorang manusia (biasa) di antara kita?” Sesungguhnya kalau kita begitu benar-benar berada dalam keadaan sesat dan gila”. Apakah wahyu itu diturunkan kepadanya di antara kita? Sebenarnya dia adalah seorang yang amat pendusta lagi sombong. Kelak mereka akan mengetahui siapakah yang sebenarnya amat pendusta lagi sombong. Sesungguhnya Kami akan mengirimkan unta betina sebagai cobaan bagi mereka, maka tunggulah (tindakan) mereka dan bersabarlah. Dan beritakanlah kepada mereka bahwa sesungguhnya air itu terbagi antara mereka (dengan unta betina itu); tiap-tiap giliran minum dihadiri (oleh yang punya giliran)  Maka mereka memanggil kawannya, lalu kawannya menangkap (unta itu) dan membunuhnya.” (Qs. Al-Qamar: 21-29)

Mereka ini kaum yang tidak langsung mendapatkan hukuman setalah melakukan sesuatu yang melampaui batas. Ini yang menyebabkan mereka semakin ingkar dan takabur. Mereka pun berani menentang Nabi Saleh As, mereka mengingkari dakwahnya dan menuduhnya berdusta. Allah Swt berfirman:

?????????? ?????????? ????????? ???? ?????? ????????? ????????? ??? ??????? ???????? ????? ????????? ???? ?????? ???? ??????????????

“Kemudian mereka sembelih unta betina itu, dan mereka berlaku angkuh terhadap perintah Tuhan. Dan mereka berkata: “Hai Shaleh, datangkanlah apa yang kamu ancamkan itu kepada kami, jika (betul) kamu termasuk orang-orang yang diutus (Allah)”. (Qs. AL-A’raf: 77)

Allah menggagalkan semua upaya dan rekayasa kaum yang kafir itu. Dia menyelamatkan Nabi Saleh As dari hadapan orang yan gmenghendaki kematiannya. Setelah Nabi Saleh As melakukan segala upaya dan metode dalam menyampaikan risalahnya, sementara kaumnya tetap berpaling dan tidak menerima seruannya, Nabi Saleh menginformasikan kepada mereka ihwal kehancuran kepada mereka dalam waktu tiga hari setelah disampaikannya informasi itu. Allah Swt menyebutkan hal ini:

???????????? ??????? ??????????? ??? ????????? ????????? ???????? ? ??????? ?????? ?????? ?????????

“Mereka membunuh unta itu, maka berkata Shaleh: “Bersukarialah kamu sekalian di rumahmu selama tiga hari, itu adalah janji yang tidak dapat didustakan”. (Qs. Hud: 65)

Setelah tiga hari, siksa pun turun, kaum Tsamud pun hancur. Allah Swt berfirman:

???????? ????????? ???????? ??????????? ???????????? ??? ??????????? ?????????? () ?????? ???? ????????? ?????? ? ????? ????? ??????? ???????? ????????? ? ????? ??????? ?????????

“Dan satu suara keras yang mengguntur menimpa orang-orang yang zalim itu, lalu mereka mati bergelimpangan di rumahnya, seolah-olah mereka belum pernah berdiam di tempat itu. Ingatlah, sesungguhnya kaum Tsamud mengingkari Tuhan mereka. Ingatlah, kebinasaanlah bagi kaum Tsamud.” (Qs. Hud: 67-68)

Salah satu kam yag disebutkan Al-qur’an adalah skelompok orang (baca: kaum Tsamud) yang banyak sekali infromasi kita dapatkan terkait kelompok ini. Data kepurbakalaan menunjukkan bahwa kaum Tsamud memang benar pernah ada pada suatu masa. Diyakini bhwa kaum yang tinggal di Hir seerti disingggung Al-qur’an adalah kaum Tsamud. Al-qur’an menyebut mereka dengan nama penduduk Hijr. Karena ini merupakan salah satu kota yang dibabat oleh kaum itu. Ini sesuai dengan penjelasan seorang ahli geologi Yunani, Pliny. Menurutnya, Dumasa dan Hijra merupakan tempat tinggal kaum Tsamud. Hijra sndiri merupakan anak kota Hijr yang popular sekarang.[1]

Sumber klasik menyebutkan tertua yang menyebutkan tentang kaum Tsamud adalah catatan sejarah kemenangan Raja Babilonia Sargon II (abad ke-8 SM) yang menghancurkan kaum ini dalam salah satu ekspedisinya di sebelah utara Jazirah Arab. Ini seperti yang dirujuk orang Yunani saat menyebut mereka Tamudi, yang dimaksudkan adalah kaum Tsamud dalam penulisan Arisstoteles, Ptolemy, dan Pilny.[2] Selama rentang 400-600 M, sebelum masa Nabi Muhammad Saw,kau mini sempat tidak terdeteksi. Hingga kemudian Al-qur’an meyebut kaum Ad dan kaum tsamud secara bersamaan.

Bahka Al-qur’an memperingatkan kam Tsamud dengan kaum Ad. Kitab suci ini memerintahkan mereka untuk mengambil pelajaran dari kaum Ad. Ini memberi informasi bahwa kaum Tsamud sebetulnya memiliki banyak informasi terkait kaum Ad. Allah Swt berfirman:

 

???????? ??????? ????????? ???????? ? ????? ??? ?????? ????????? ??????? ??? ?????? ???? ??????? ???????? ? ???? ??????????? ????????? ???? ????????? ? ??????? ??????? ??????? ?????? ????? ? ?????????? ???????? ??? ?????? ??????? ? ????? ??????????? ??????? ?????????????? ??????? ???????

“Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum Tsamud saudara mereka Shaleh. Ia berkata: “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang bukti yang nyata kepadamu dari Tuhanmu. Unta betina Allah ini menjadi tanda bagimu, maka biarkanlah dia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apapun, (yang karenanya) kamu akan ditimpa siksaan yang pedih”. (Qs. Al-A’raf: 73)

Allah Swt juga berfirman:

??????????? ???? ?????????? ????????? ???? ?????? ????? ????????????? ??? ????????? ???????????? ???? ?????????? ???????? ????????????? ?????????? ???????? ? ??????????? ?????? ??????? ????? ????????? ??? ????????? ???????????

“Dan ingatlah olehmu di waktu Tuhan menjadikam kamu pengganti-pengganti (yang berkuasa) sesudah kaum ‘Aad dan memberikan tempat bagimu di bumi. Kamu dirikan istana-istana di tanah-tanahnya yang datar dan kamu pahat gunung-gunungnya untuk dijadikan rumah; maka ingatlah nikmat-nikmat Allah dan janganlah kamu merajalela di muka bumi membuat kerusakan.” (Qs. Al-A’raf: 74)

Sebagaiman dipahami dari ayat di atas bahwa kaum Tsamud mempunyai hubungan dengan kaum Ad. Kaum Ad terkdang menjadi bagian dari sejarah dan peradaban kaum Tsamud. Nabi Saleh As menasehati kaumnya agar mengambl peajaran dari kaum Ad. Rasul yang diutus pada kaum Ad juga menginformasikan kepadda kaumnya entang kaum Nabi Nuh As yang hidup sebelum mereka. Ini menunjukkan adanya hubungan histoeis yang penting antara kaum Ad dan kaum Tsamud. Hubungan historis yang sama juga terjadi antara kaum Nuh dan kam Ad. Ketiga kau mini sebetulnya saling mengenal. Sangat mungkin ketiganya berasal dari keturunan yang sama.

Hanya saja secara geografis Ad dan Tsamud berjauhan. Oleh karenanya, tidak heran saat pertama kali tidak ditemukan adanya hubungan langsung antara keduanya. Lalu, mengapa Al-qur’anmenyebut Tsamud dan Ad bersamaan pada beberapa ayat? Dengan sedikit perenungan, jawaban untuk pertanyaan ini akan menjadi jelas. Jarak geografis antara dua kau mini memang sangat jauh. Namun secara historis, sumber-sumber sejarah menunjukkan hubungan yang erat sekali antara kaum Tsamud dan kaum Ad. Kaum Tsamud mengetahui kaum Ad karena kuat dugaan kedua kaum berasal dari keturunan yang sama. Ini bisa dilihat pada Britannica Micropaedia pada entri “Tsamud”. Di buku itu dituliskan bahwa Tsamud merupakan salah satu kabilah di Jazirah Arab klasik yang diketahui sebagai kabilah yang terkenal. Meskipun temat tinggal kam Tsamud berada di sebelah selatan jazirah Arab, tetapi pada sejarah primitive sebagian besar dari kau mini pindah ke utara.

Mereka tinggal di lereng Gunung Atslab. Kaum Tsamud yang tinggal di Kawasan antara Syam dan Hijaz lebih dikenal dengan nama Ashabul Hijr (penduduk Hijr). Penggalian kepurbakalaan menuliskan tulisan orang HIjr dan gambar orang Tsamud yang besar sekali. Penemuan ini tidak hanya di Kawasan lereng Gunung Atslab saja, bahkan penemuan yang sama juga didapat pada Kawasan yang melewati bagian tengah jazirah Arab.[3] Manuskrip yang mirip dengan huruf abjad kaum Tsamud juga ditemukan di sebelah selatan Jazirah Arab, diantara Hijaz dan di sebelah utara Hadramaut.[4] Maunuskripini membuktikan bahwa kaum Tsamud tinggal di daerah kaum Ad, terutama di kawasan Hadramaut, juga wilayah anak-cucu kaum Ad dan ibukota mereka. Hubungan antara kaum Ad dan kaum tsamud ini dijelaskan Al-qur’an saat menjelaskan apa yang dikatakan Nabi Saleh As pada kaumnya bahwa mereka telah mengambil tempat mereka. Allah Swt berfirman:

???????? ??????? ????????? ???????? ? ????? ??? ?????? ????????? ??????? ??? ?????? ???? ??????? ???????? ? ???? ??????????? ????????? ???? ????????? ? ??????? ??????? ??????? ?????? ????? ? ?????????? ???????? ??? ?????? ??????? ? ????? ??????????? ??????? ?????????????? ??????? ???????

“Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum Tsamud saudara mereka Shaleh. Ia berkata: “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang bukti yang nyata kepadamu dari Tuhanmu. Unta betina Allah ini menjadi tanda bagimu, maka biarkanlah dia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apapun, (yang karenanya) kamu akan ditimpa siksaan yang pedih”. (Qs. Al-A’raf: 73)

??????????? ???? ?????????? ????????? ???? ?????? ????? ????????????? ??? ????????? ???????????? ???? ?????????? ???????? ????????????? ?????????? ???????? ? ??????????? ?????? ??????? ????? ????????? ??? ????????? ???????????

“Dan ingatlah olehmu di waktu Tuhan menjadikam kamu pengganti-pengganti (yang berkuasa) sesudah kaum ‘Aad dan memberikan tempat bagimu di bumi. Kamu dirikan istana-istana di tanah-tanahnya yang datar dan kamu pahat gunung-gunungnya untuk dijadikan rumah; maka ingatlah nikmat-nikmat Allah dan janganlah kamu merajalela di muka bumi membuat kerusakan.” (Qs. Al-A’raf: 74)

**Diambil dari Ensiklopedia Mukjizat Alquran dan Hadis Jilid 1 : Kemukjizatan fakta sejarah

[1] Al Mausu’ah Al Islamiyah : Al-A’lam Al-Islami, Tarikh, Jugrafiyah Intusughrafiya, wa Qamus Bibliografiya, j. 1/5, h. 475, lema “Hikr”.

[2] Philip Hitti, Tarikh Al-Arab, 1979, h. 37.

[3] Britannica Micropaedia

[4] Brian Doo, Janub Al-Jazirah Al-Arabiyya, 1971, h. 21-22

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *