SANRAM Daring Pegawai LPI Abata

Ramadhan ibarat sekolah tempat kita menempa diri, meningkatkan kualitas ibadah, memperbaiki kekurangan-kekurangan yang seringkali kita lakukan sebelum ramadhan. Ramadhan adalah pintu untuk membuka segala bentuk kebaikan yang tidak kita temui di bulan-bulan lain. Dijaminkannya rahmat, pahala berlipat dan diampuninya dosa-dosa. Ramadhan adalah momen untuk merenungi nikmat yang telah kita terima sehingga belajar bagaimana caranya berempati. Bahwa setidaknya ramadhan mampu membekaskan setidaknya satu pelajaran yang akan terus kita bawa bahkan setelah ramadhan pergi meninggalkan kita.

Meski ramadhan tahun ini berbeda dengan ramadhan tahun-tahun sebelumnya, tak lantas semangat kita jadi kendor. Karena sesungguhnya kemuliaan ramadhan tetap terjaga dengan atau tanpa hiruk pikuk kita saat menyambutnya. Allah tetap menjaminkan rahmat, pahala berlipat, dan ampunan walaupun ramadhan kita dibarengi dengan pandemi Covid-19 yang melanda dunia.

Anjuran untuk tetap #dirumahsaja setidaknya memberikan ruang dan waktu untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah. Merekatkan kembali tali yang mungkin sudah mulai rapuh antara hamba dengan Penciptanya. Menyambung kembali hubungan yang mungkin pernah retak dalam keluarga. Seorang ayah akan kembali belajar untuk mendekatkan dirinya pada anak-anaknya, disebabkan kesibukan pekerjaannya sebelum pandemi melanda dirinya tak punya cukup untuk sekedar melemparkan lelucon pada anak-anaknya. Seorang ibu yang mungkin dulunya sibuk menghadiri arisan kesana kemari hingga sedikit waktunya untuk sekedar mencium kening anak-anaknya karena keperluan sang anak sudah beres dengan bantuan PRT. Atau pun seorang anak yang merantau dan tinggal terpisah dengan orang tuanya, disebabkan kesibukannya sampai lupa kapan terakhir bertukar kabar.

Ramadhan 1441 H memang sangatlah memorable. Bagaimana tidak? Semua kegiatan mau tidak mau kita kerjakan dari rumah. Dari bangun sahur sampai berbuka kita kerjakan #dirumahsaja. Anjuran pemerintah tentang social distancing memang harus kita jalankan untuk meminimalisir penularan Covid-19. Mematuhi anjuran tersebut, LPI ABATA akhirnya memutuskan untuk mengadakan SANRAM Pegawai secara daring. Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tahun ini tetap berlangsung secara khidmat dan lancar. Acara berlangsung pada hari Kamis tanggal 14 Mei 2020 dari pukul 06.00 WIB s/d pukul 17.45 WIB. Materi disampaikan dengan dua sesi. Sesi pertama bertajuk Lailatul Qadar oleh Ustadz Ade Cholifah, sedangkan sesi kedua bertajuk Pendidikan Sebagai Pembentukan Akhlaq oleh Ustadz Farid Obakh, MA. Untuk mengakomodir kegiatan SANRAM Pegawai secara daring menggunakan aplikasi Google Meet.

Akhir kata, meskipun ramadhan telah pergi semoga tetap meninggalkan beberapa pelajaran dan semangat beribadah kita semakin bertambah setiap harinya.

Wallahu A’lam bish shawab

Terpilihnya Kepsek KB & TK Exiss Abata Sebagai Kepala Sekolah Berprestasi

Keluarga besar Yayasan ABACU yang menaungi Lembaga Pendidikan ABATA tengah berbahagia  dan bersuka cita dengan terpilihnya Ustadzah  Saidah, S.Pd.I sebagai kepala sekolah berprestasi tingkat kota Jakarta Barat.

Dari sekitar 60 Taman Kanak-kanak yang ada diwilayah Jakarta Barat Ustadzah Saidah mulai melalui tahapan-tahapan  seleksi yang ada hingga beliau masuk menjadi 3 besar ditingkat Kecamatan  dan menjadi juara I ditingkat wilayah kota Jakarta Barat yang selanjutnya akan mengikuti kembali lomba tersebut di tingkat propinsi dan seterusnya.

Kegiatan lomba meliputi  test  tertulis,  pembuatan makalah dan juga presentasi yang dinilai langsung oleh para tim juri  yang terdiri dari para  professor  program magister  UHAMKA yang memang ahli dibidangnya.

Barakallah ustadzah Saidah atas prestasi yang sudah dicapai, semoga sukses dilomba tingkat selanjutkan dan semakin mengharumkan nama  Lembaga Pendidikan Islam ABATA khususnya KB dan TK EXISS ABATA.

Family Gathering ABACU 2018

Family gathering ABACU datang lagi! Ini momen kebersamaan yang kami nantikan tiap dua tahun.  Di acara ini keluarga besar ABACU berkesempatan lebih saling mengenal antar keluarga.

Pilihan lokasi Family Gathering tahun ini bertempat di Jungle Land pada Sabtu, 18 Agustus 2018.  Selain banyak wahana yang ditawarkan, jaraknya pun tidak terlalu jauh dari Jakarta, tepatnya di Sentul, Bogor.  Selama perjalanan, kami salut dengan kerja panitianya.  Dipandu ustad Aris, selalu ada acara penuh tawa untuk mengisi perjalanan kami.  Our trip is not boring!  Thank you, panitia!

Sesampai disana kami berkumpul di salah satu aula yang disewa untuk acara kami.  Inilah fokus utama kegiatan Family Gathering.  Mulai dari sambutan direktur LPI ABATA, penghargaan masa kerja pegawai sampai acara tukar kado bertujuan lebih memperat ikatan silaturahmi dalam satu naungan institusi.  Dengan waktu yang sempit karena jadwal yang ketat, acara ini tetap memberikan kesan manis bagi kami.

Kami menghargai perhatian lembaga akan loyalitas pegawainya. Dimana setiap tahun ada pemberian penghargaan untuk masa kerja pegawai 5, 10 dan 15 tahun.

Salah satu acara yang juga berkesan adalah momen tukar kado dengan seluruh pegawai.  Kami diminta berdiri membuat satu lingkaran besar. Satu komando, satu gerakan, akan tercapai tujuan bersama.  Itu hikmah yang kami ambil dari konsep tukar kado yang dirancang panitia.

Jangan hanya menggurui, tapi berikan teladan langsung pada siswa.  Salah satunya mendisiplinkan diri untuk tertib antri lho. Ustadzah kami tersenyum manis dalam barisan pengambilan konsumsi.

Setelah itu acara bebas untuk semua peserta. Tak sabar bermain dan mencoba aneka wahana yang ada disana.  Banyak pilihan permainan di lokasi wisata ini.  Walaupun antrian lumayan panjang, tidak menyurutkan semangat kami mencoba berbagai wahana.

Tapi diluar itu semua, kami senang bisa berkumpul dan sejenak menyegarkan pikiran dari rutinitas pekerjaan sehari-hari.  Semoga kegiatan ini memberikan kesan indah di hati kami.  Sampai jumpa di Family Gathering berikutnya ya.