SANRAM Daring Pegawai LPI Abata

Ramadhan ibarat sekolah tempat kita menempa diri, meningkatkan kualitas ibadah, memperbaiki kekurangan-kekurangan yang seringkali kita lakukan sebelum ramadhan. Ramadhan adalah pintu untuk membuka segala bentuk kebaikan yang tidak kita temui di bulan-bulan lain. Dijaminkannya rahmat, pahala berlipat dan diampuninya dosa-dosa. Ramadhan adalah momen untuk merenungi nikmat yang telah kita terima sehingga belajar bagaimana caranya berempati. Bahwa setidaknya ramadhan mampu membekaskan setidaknya satu pelajaran yang akan terus kita bawa bahkan setelah ramadhan pergi meninggalkan kita.

Meski ramadhan tahun ini berbeda dengan ramadhan tahun-tahun sebelumnya, tak lantas semangat kita jadi kendor. Karena sesungguhnya kemuliaan ramadhan tetap terjaga dengan atau tanpa hiruk pikuk kita saat menyambutnya. Allah tetap menjaminkan rahmat, pahala berlipat, dan ampunan walaupun ramadhan kita dibarengi dengan pandemi Covid-19 yang melanda dunia.

Anjuran untuk tetap #dirumahsaja setidaknya memberikan ruang dan waktu untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah. Merekatkan kembali tali yang mungkin sudah mulai rapuh antara hamba dengan Penciptanya. Menyambung kembali hubungan yang mungkin pernah retak dalam keluarga. Seorang ayah akan kembali belajar untuk mendekatkan dirinya pada anak-anaknya, disebabkan kesibukan pekerjaannya sebelum pandemi melanda dirinya tak punya cukup untuk sekedar melemparkan lelucon pada anak-anaknya. Seorang ibu yang mungkin dulunya sibuk menghadiri arisan kesana kemari hingga sedikit waktunya untuk sekedar mencium kening anak-anaknya karena keperluan sang anak sudah beres dengan bantuan PRT. Atau pun seorang anak yang merantau dan tinggal terpisah dengan orang tuanya, disebabkan kesibukannya sampai lupa kapan terakhir bertukar kabar.

Ramadhan 1441 H memang sangatlah memorable. Bagaimana tidak? Semua kegiatan mau tidak mau kita kerjakan dari rumah. Dari bangun sahur sampai berbuka kita kerjakan #dirumahsaja. Anjuran pemerintah tentang social distancing memang harus kita jalankan untuk meminimalisir penularan Covid-19. Mematuhi anjuran tersebut, LPI ABATA akhirnya memutuskan untuk mengadakan SANRAM Pegawai secara daring. Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tahun ini tetap berlangsung secara khidmat dan lancar. Acara berlangsung pada hari Kamis tanggal 14 Mei 2020 dari pukul 06.00 WIB s/d pukul 17.45 WIB. Materi disampaikan dengan dua sesi. Sesi pertama bertajuk Lailatul Qadar oleh Ustadz Ade Cholifah, sedangkan sesi kedua bertajuk Pendidikan Sebagai Pembentukan Akhlaq oleh Ustadz Farid Obakh, MA. Untuk mengakomodir kegiatan SANRAM Pegawai secara daring menggunakan aplikasi Google Meet.

Akhir kata, meskipun ramadhan telah pergi semoga tetap meninggalkan beberapa pelajaran dan semangat beribadah kita semakin bertambah setiap harinya.

Wallahu A’lam bish shawab

Pesantren Ramadhan 1441 H Online SD Exiss Abata

Selamat tinggal ramadhan, sampai jumpa kembali insyaAllah. Selamat datang syawal, semoga semangat Ramadhan senantiasa membersamai hari-hari kita. Meski ramadhan telah pergi meninggalkan kita, tak lantas jadi melupakannya begitu saja. Misalnya saja kegiatan menarik  pada ramadhan kemarin, berbeda dengan ramadhan-ramadhan sebelumnya. Spesial karena Kegiatan Pesantren Ramadhan (SANRAM) SD Exiss Abata digelar secara online atau daring. Benar, kenyataanya keterbatasan bukan alasan untuk tetap menyemarakkan gelaran rutin tiap tahun ini. Memenuhi anjuran dari pemerintah untuk tetap #dirumahsaja membuat panitia membuat alternatif ini, karena aturan social distancing tidak memungkinkan untuk mengadakan kegiatan yang melibatkan banyak orang.

SANRAM online SD Exiss Abata dibagi menjadi dua sesi, sesi kelas rendah yang diikuti oleh siswa dan siswi kelas 1 s/d kelas 3 sedangkan sesi kelas tinggi yang diikuti oleh siswa dan siswi kelas 4 s/d kelas 6. Dimeriahkan dengan lomba-lomba yang membuat ramadhan #dirumahsaja tetap keren.

Lomba-lomba SANRAM online tahun 1441 H meliputi:

Lomba Membuat poster kelas rendah dengan peserta dari kelas 1

Lomba membuat video dengan peserta dari kelas 2

Lomba membuat komik islami kelas rendah dengan peserta dari kelas 3

Lomba membuat poster kelas tinggi dengan peserta dari kelas 4 s/d kelas 6

Lomba membuat komik kelas tinggi dengan peserta dari kelas 4 s/d kelas 6

Lomba azan dengan peserta dari kelas 4 s/d kelas 6

Lomba tahfiz kelas rendah dengan peserta dari kelas 1 s/d kelas 3

Lomba tahfiz kelas tinggi dengan peserta dari kelas 4 s/d kelas 6

Perlombaan dalam sesi kelas rendah dilaksanakan pada tanggal 11-12 Mei 2020, sedangkan untuk sesi kelas tinggi dilaksanakan pada tanggal 12 Mei 2020. Acara puncak SANRAM online dimulai dengan pengumuman pemenang lomba dilanjutkan pengiriman hadiah kepada para pemenang dan diakhir acara semakin meriah dengan tausiyah dari pendongeng via aplikasi zoom dan live instagram.

  

 

 

Meneladani empati Rasullullah dengan Kegiatan Baksos

Belakangan mungkin ada banyak diantara kita yang merasa bosan karena harus tetap berada di rumah. Membatasi kegiatan di luar, menjauhkan diri sementara dari keramaian, tidak lagi bisa ngopi-ngopi dengan teman, atau berlama-lama ngobrol dengan mereka. Benar, pandemi yang tengah mewabah membuat dunia kita seakan jungkir balik. Semua kegiatan yang dulu terlihat sepele sekarang jadi amat kita rindukan. Tak ada salahnya bosan karena rutinitas memang terkadang membosankan. Namun yang tak boleh kita lakukan adalah berlama-lama dalam keadaan bosan. Ada banyak hal yang lebih penting dari sekedar merasa bosan yang berakhir keluh kesah. Seharusnya pandemi menjadi jalan bagi kita untuk intropeksi diri. Setidaknya pandemi membuat kita lebih dekat dengan keluarga. Dengan orang tua, saudara, atau dengan anak-anak kita. Pandemi semestinya membuat hati kita jadi peka terhadap lingkungan sekitar.

Bahwa rutinitas yang menurut kita membosankan ternyata jadi hal yang mewah bagi orang lain. Bagi mereka yang harus bekerja di luar rumah disaat kita diberi fasilitas bekerja dari rumah atau mereka yang harus dirumahkan karena perusahaan tempat mereka bekerja tak mampu lagi membayar gajinya.
Dalam satu riwayat bagi Baihaqi, (Aisyah) berkata, “Rasulullah SAW tidak pernah kenyang selama tiga hari berturut-turut. Seandainya kami menghendaki, kami bisa makan sampai kenyang, tetapi beliau suka mendahulukan orang lain atas diri beliau.”

Belajarlah dari tingginya level empati Rasulullah, yang tanpa ragu mendahulukan orang lain di atas kepentingan dirinya. Rasullah menghormati orang kaya dan berkemampuan, sekaligus mencintai mereka yang dhu’afa agar keduanya saling berbagi empati. Sebagai bentuk peneladan kita pada empati Rasulullah, baru-baru ini Yayasan LPI Abata mengadakan acara baksos yang rutin setiap tahunnya diselenggarkan. Namun berbeda dengan tahun sebelumnya, bantuan baksos berupa paket kebutuhan sembako diantarkan langsung ke rumah penerima baksos sesuai arahan pemerintah dalam upaya social distancing selama pandemi ini.

Mudah-mudahan yang sedikit ini bermanfaat, serta menjadi pengasah rasa empati diantara kita. Teriring ucapan terimakasih banyak kepada para panitia yang telah menyempatkan diri terjun langsung ke lapangan demi kelancaran dan kesuksesan kegiatan baksos tahun ini.
Jazakumullah khairul jazaa

Ujian Sekolah Daring SD Exiss Abata di Tengah Pandemi

Ujian adalah hal pasti yang akan dialami oleh manusia yang hidup dunia, karena hakikatnya kehidupan adalah rangkaian ujian. Tak ada seorang mukmin pun yang hidup di dunia ini akan lepas dari ujian. Semakin kuat iman seseorang, maka ujian yang akan diberikan oleh Allah akan semakin besar. Ingatlah kisah masa kecil Rasulullah yang terlahir tanpa seorang ayah, diasuh ibunya hanya sampai masa kanak-kanak karena ibunya pun menyusul ayahnya meninggal dunia. Masa kecilnya jauh dari hiruk pikuk permainan selayaknya teman-teman sebayanya. Juga bagaimana beliau diuji saat wahyu telah sampai padanya, dicaci maki sebagian besar penduduk Quraisy, dilempar batu dan kotoran, hingga diboikot 3,5 tahun lamanya. Begitu pula dengan nabi yang lain, mereka semua mendapat ujian yang berat dari-Nya.

Kisah ujian para nabi mengajarkan pada kita bahwa semakin tinggi tingkat keshalehan seseorang maka semakin tinggi pula ujian yang akan dihadapinya. Semakin tinggi level pendidikan seseorang maka semakin susah level yang akan dihadapinya.

Firman Allah dalam surat Al-Furqan ayat 20:

“Dan kami jadikan sebagian kamu ujian bagi sebagian yang lain. (Demikian untuk membuktikan, apakah) kamu mau bersabar? dan adalah Rabbmu Maha Melihat.”

Ujian melatih kita bagaimana untuk sabar, semakin sering ujian yang kita hadapi akan semakin kuat pula diri kita. Hari-hari ini kita semua mungkin merasa sangat lelah disebabkan pandemi yang sedang menjangkiti sebagian besar penduduk bumi yang tengah kita tinggali. Ada banyak kegiatan yang dahulunya dapat kita lakukan, sementara harus kita tinggalkan demi mencegah penyebaran virus Covid-19. Dampaknya saat ini segala kegiatan sebisa mungkin dilakukan dari rumah. Tak terkecuali sekolah. Alternatif sekolah daring dipilih sebagai solusi meminimalisir penyebaran virus. Kembali lagi pada firman Allah di atas maka, semestinya sebagai mukmin untuk senantiasa bersabar dalam meghadapi ujian ini. Di tengah pandemi yang melanda saat ini, para siswa/siswi kelas VI SD Exiss Abata dengan sabar mengikuti ujian sekolah. Ujian daring dilakukan di rumah masing-masing tetap dengan bimbingan para guru dan pengawasan dari para orang tua. Semoga ujian ini menjadikan para Ananda peserta ujian sekolah senantiasa lebih baik lagi dan bermanfaat kelak di masa depan.

Wallahu A’lam bish Shawab

Khataman & Imtihan Al Quran SD Exiss ABATA

SD Exiss Abata kembali mengadakan Khataman & Imtihan Al Qur’an meluluskan siswa Tartil,Turjuman &  Tahfidz jus 30, 29 & 28, dibawah bimbingan langsung Tim Ummi Foundation Surabaya di Ballrom Hotel Mega Anggrek Jakarta Barat, Sabtu 18 Januari 2020.

Khataman merupakan kegiatan membaca Al Qur’an secara bersama-sama dimulai dari Al Fatihah, dilanjutkan Surat At Takatsur sampai dengan An Naas, kemudian Al Fatihah dan Surat Al Baqarah ayat 1-5, dan At Taubah ayat 1- 3 , dan ditutup dengan doa Khotmil Qur’an.

Imtihan merupakan proses tanya jawab seputar tartil (perlahan dan jelas), fashohah (kefasihan ucapan), ghorib (bacaan yang tidak seperti biasanya), tajwid (hukum dalam membaca Al Qur’an), turjuman (terjemah ayat) dan hafalan oleh publik yang dipandu oleh Ummi Foundation Surabaya.

 

 

Setelah sesi tanya jawab diberikan waktu prosesi anak-anak menemui kedua orang tua dan guru selama 5 menit untuk meminta doa restu agar menjadi anak yang sholeh dan sholihah, sukses, dan berguna bagi agama. Lima menit yang berarti, mendadak seisi ruangan menjadi suasana yang mengharu biru. Para peserta imtihan menangis dalam pelukan orang tuanya masing-masing. Permohonan doa restu anak-anak kemudian disambut para orang tua dengan pelukan kasih sayang dan pesan-pesan motivasi agar ilmu yang telah diperoleh menjadi manfaat bagi umat di kemudian hari.

Dilanjutkan beberapa sambutan dari para pejabat sekolah serta tamu kedinasan perwakilan Kota Jakarta barat. Banyak motivasi yang diberikan khusus untuk para peserta Khataman & Imtihan Al Qur,an juga rasa bangga yang tak terkira atas kesuksesan para asatidz dan asatidzah Al Qur’an yang tanpa kenal lelah mengantarkan para siswa hingga ke tingkat ini.

Akhirnya, semoga imtihan kali bukanlah akhir dalam mempelajari Al qur’an melainkan awal untuk memotivasi diri untuk lebih baik lagi.

Wallahu a’lam bish shawab

Diklat Penguataan kepala Sekolah

“Sesungguhnya seorang imam (pemimpin) itu merupakan perisai, tempat orang-orang beperang di belakangnya dan berlindung dengannya.”(H.R Bukhari).

Pemimpin ibarat petunjuk arah. Maju mundurnya sebuah kaum sangat bergantung pada kebijakan pimpinannya. Begitu pula kebangkitan sebuah peradaban. Pemimpin punya andil besar mengarahkan dalam meraih kebangkitan. Pemimpin adalah tonggak kebangkitan peradaban. Sosok pemimpin panutan kita sebagai umat islam adalah Rasulullah SAW. Darinya kita belajar jiwa kepemimpinan yang nyaris sempurna tanpa cela. Pemimpin jika dikaitkan dengan Islam adalah mereka pembawa misi yang sangat besar dengan membawa nilai-nilai ajaran Islam, agar bisa diimplementasikan dalam pelbagai bidang dan dapat dirasakan kebaikannya bagi alam semesta.

Allah SWT berfirman dalam surah Al-Ahzab ayat 21, yang artinya :

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.”

Adapun kita semua, setiap manusia adalah pemimpin. Dan seiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawaban atas apa yang dipimpinnya. Hal ini di tegaskan dalam sabda Rasulullah Saw., yang maknanya sebagai berikut :

“Ingatlah, Setiap kamu adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggung jawaban tentang kepemimpinannya, seorang suami adalah pemimpin keluarganya dan ia akan dimintai pertanggung jawaban tentang kepemimpinannya, wanita adalah pemimpin bagi kehidupan rumah tangga suami dan anak-anaknya, dan ia akan dimintai pertanggung jawaban tentang kepemimpinannya. Ingatlah, Bahwa kalian adalah sebagai pemimpin dan akan dimintai pertanggung jawaban tentang kepemimpinannya,” (H.R Bukhari).

Setiap manusia bertanggung jawab atas kehidupannya, atas keputusan yang diambilnya. Maka, kebangkitan sebuah peradaban sangat berkaitan erat dengan kondisi manusianya. Sejauh mana mereka belajar, sejauh mana mereka mampu mengambil pelajaran dari seluruh peristiwa yang telah dialaminya.

Sebagai pribadi-pribadi yang sadar akan tugasnya sebagai pemimpin, bertempat di Wisma Hijau kota Depok telah dilangsungkan Diklat Penguataan kepala Sekolah dari tanggal 18 s/d 25 Oktober 2019.

Begitu pentingnya peran pemimpin dalam peradaban menjadi alasan kuat LPI Abata  untuk ikut serta dalam diklat ini. Adapun materi yang dibahas antara lain:

  1. Literasi digital
  2. Pengembangan RKS dan pelaporan
  3. Pengelolaan keuangan
  4. Pengelolaan kurikulum
  5. Pengelolaan PTK
  6. Pengelolaan peserta didik
  7. Pengelolaan sapras
  8. supervivi dan PK guru
  9. Supervisi dan PK tendik
  10. Rencana PKB
  11. Kepemimpinan Perubahan
  12. Pengembangan kewirausahaan
  13. Pengembangan sekolah berdasarkan 8 SNP

Wallahu a’lam bishshawaab

SD Exiss Abata Juara III Lomba Budaya Mutu Sekolah Tingkat Kota Administrasi Jakarta Barat

Akhir Agustus lalu merupakan pekan yang sangat sibuk bagi civitas akademika SD Exiss Abata, pasalnya SD Exiss Abata ditunjuk sebagai peserta Lomba Budaya Mutu Sekolah (LBMS) tingkat kota administrasi Jakarta Barat. LBMS adalah program tahunan Kemendikbud bertujuan untuk memotivasi semua pihak khususnya satuan pendidikan dalam menumbuh kembangkan budaya mutu dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan. Ada empat komponen yang dinilai dalam LBMS ini, yakni Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), Ekstrakulikuler, Kurikulum dan Pembelajaran serta Perpustakaan.

Ikut sertanya SD Exiss Abata sebagai peserta LBMS menjadi motivasi tersendiri, bukan tentang menang atau kalah. LBMS adalah pembuktian tentang sejauh mana kualitas budaya mutu dalam SD Exiss Abata sebagai bagian Lembaga pendidikan. LBMS layaknya tempat me-review kembali tentang keadaan SD Exiss Abata. Tentang pembiasaan-pembiasaan apa saja yang telah dilakukan di sekolah? Tentang sejauh mana penanaman karakter pada siswa-siswa? Program apa saja yang telah dibuat untuk menunjang budaya mutu sekolah? Tentang sejauh mana fasilitas yang mendukung kegiatan belajar mengajar?

Pada akhirnya tak ada usaha yang sia-sia, tak ada pekerjaan yang tak berguna, dengan segala kesyukuran SD Exiss Abata meraih juara ke-3 Lomba Budaya Mutu Sekolah Tingkat Kota Administrasi Jakarta Barat. Hasil ini setidaknya menjadi catatan bagi SD Exiss Abata untuk terus memperbaiki diri.

                  

Tak lupa kami ucapkan Jazakallah Khairan Katsiran kepada seluruh pihak yang telah ikut menjadi bagian dari suksesnya SD Exiss Abata hingga sampai ke titik ini.

Wallahu A’lam bish shawaab

Pemotongan Hewan Idul Adha di ABATA

Dalam rangka memperingati Idul Adha, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya SD Exiss Abata rutin melaksanakan kegiatan penyembelihan hewan kurban. Tahun ini hewan yang dikurbankan sebanyak 5 sapi dan 2 1 kambing sumbangsih dari para donatur. Ada pelajaran penting yang perlu diingat tentang ibadah kurban. Benar, Idul Adha adalah penghargaan Allah atas kisah pengorbanan seorang ayah untuk merelakan anaknya sebagai bentuk penghambaannya kepada Rabbnya. Karena sejatinya keimanan tidak lagi diukur dari logika manusia. Bahwa perintah Rabbnya adalah satu hal yang prioritasnya didahulukan sebelum yang lainnya. Nabi Ibrahim adalah ayah yang berhati besar, direlakannya sang anak Ismail untuk dikurbankan sebagaimana wahyu yang diperoleh Ibrahim lewat mimpinya.

وَقَالَ إِنِّي ذَاهِبٌ إِلَى رَبِّي سَيَهْدِينِ (99) رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ (100) فَبَشَّرْنَاهُ بِغُلَامٍ حَلِيمٍ (101) فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ (102) فَلَمَّا أَسْلَمَا وَتَلَّهُ لِلْجَبِينِ (103) وَنَادَيْنَاهُ أَنْ يَا إِبْرَاهِيمُ (104) قَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيَا إِنَّا كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ (105) إِنَّ هَذَا لَهُوَ الْبَلَاءُ الْمُبِينُ (106) وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ (107) وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِي الْآَخِرِينَ (108) سَلَامٌ عَلَى إِبْرَاهِيمَ (109) كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ (110) إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِينَ (111)

Dan Ibrahim berkata: “Sesungguhnya aku pergi menghadap kepada Rabbku, dan Dia akan memberi petunjuk kepadaku. Ya Rabbku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang shalih. Maka Kami beri dia kabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar. Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu?” Ia menjawab: “Wahai ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya di atas pelipisnya, (nyatalah kesabaran keduanya). Dan Kami memanggilnya: “Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu, sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian, (yaitu) “Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim.” Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.” (QS. Ash-Shaaffaat: 99-111)

Keteguhan seorang Ibrahim rupanya diikuti sang anak, Ismail dengan sukarela menyerahkan dirinya untuk dikurbankan sebagaimana perintah Allah kepada ayahnya. Ayah dan anak ini membuktikan bahwa ada cinta yang lebih tinggi dari kasih sayang seorang ayah kepada anaknya yakni cinta keduanya kepada Rabbnya. Bahwa keikhlasan keduanya diabayar tunai oleh Allah Swt dengan menghadiahkan hewan kurban sebagai ganti dari nyawa Ismail. Tidak hanya sampai disitu, Allah jadikan kisah keduanya sebagai syariat yang rutin dilakukan setiap tahun bagi umat islam di seluruh penjuru negeri sebagai pengingat kita betapa besar ujian yang harus dijalankan Nabi Ibrahim dan betapa relanya seorang Ismail mengikuti perintah wahyu ayahnya.

     

Bertempat di lapangan SD Exiss Abata pemotongan hewan kurban tahun ini yang diikuti oleh seluruh pegawai LPI Abata berjalan dengan lancar. Kupon yang dibagikan kepada masyarakat sekitar Abata berjumlah 1000 kupon, dengan harapan keberadaan LPI Abata mampu memberi manfaat bagi masyarakat. Akhirnya Idul Adha mengajarkan kita bahwa keikhlasan artinya merelakan segala hal dengan hanya mengharap ridho Allah tanpa perlu pertimbangan akal dan hawa nafsu. Bahwa ada balasan yang setimpal dari Allah atas setiap keikhlasan.

Selamat Idul Adha

Peningkatan kualitas diri melalui kegiatan pelatihan pegawai

Kualitas diri seseorang dapat terlihat ada pikiran, tutur kata dan tindakannya. Kualitas diri juga berkaitan dengan kesungguhan seseorang serta tidak mudah meremehkan sesuatu. Hal yang menurutnya kecil, bisa berarti besar bagi orang lain. Kualitas diri bukan hanya tentang seberapa tinggi gelar seseorang namun juga tentang manfaat apa yang di dapat orang lain dengan keberadaan diri kita. Kualitas diri adalah tentang memanfaatkan potensi diri secara optimal sehingga menghasilkan kemanfaatan bagi sekitar. Kesadaran akan peningkatan kualitas diri adalah bentuk rasa syukur kita sebagai seorang muslim yang sejatinya dituntut untuk melakukan segala hal secara optimal. Bukan tentang banyak sedikitnya namun kebermanfaatannya. Bukan tentang kuantitas namun kualitasnya.

Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya.” (Q.S Al-Mulk:2)

Menyadari akan pentingnya peningkatan potensi diri inilah Manajemen LPI Abata rutin menyelenggarakan acara pelatihan setiap tahunnya. Tahun ajaran baru 2019/2020 ini diselenggarakan beberapa pelatihan selama sepekan diantaranya:

  • Pelatihan Bahasa Indonesia
  • Pelatihan Ummi Foundation
  • Pelatihan 5R
  • Pelatihan penanganan anak

Pelatihan penanganan anak ini diselenggarakan selama dua hari dengan fokus penanganan masalah yang berbeda. Tema pelatihan yang pertama adalah “Kelas berbagi dan edukasi tahapan belajar dan penanganan anak spesial di sekolah” dengan pemateri Bapak Imam Setiawan, ST, S.Pd. Pelatihan ini membahas tentang bagaimana mengajar, mendidika dan menangani Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Hal pertama kali yang dilakukan ketika menangani siswa ABK adalah dengan mengidentifikasi ciri, karakteristik dan penyebabnya sehingga memudahkan guru untuk membuat rencana pendidikan yang sesuai bagi siswa ABK tersebut. Perencanaan pendidikan bagi siswa ABK berguna untuk menentukan metode belajar serta media pembelajaran yang cocok untuknya.

Pelatihan kedua bertema “How to be a good shadow teacher” dengan pemateri Ibu Asih Nur Imda. Membahas tentang shadow teacher (guru pendamping). Guru pendamping yang dimaksudkan disini adalah pendidik yang bekerja di bawah arahan guru untuk membantu pemberian layanan bagi siswa berkebutuhan khusus. Tugas dan tanggung jawab guru pendamping. Dijelaskan pula tentang ABK yang biasanya ditemui di sekolah diantaranya: ASD (AUtism Spectrum Disorder), ADHD (Attention Deficit Hypractive Disorder), ID (Intelectual & Developmet Disability), SLD (Specific Learning Disorder). Setelah proses identifikasi maka setidaknya dapat  mempermudah menentukan penanganan akademik dan perilaku yang cocok dan sesuai dengan kebutuhan siswa ABK.

 

 

Info Program LPI Abata 2019

Assalamu’alaikum wr wb

Ayah Bunda Exiss Abata yang kami hormati,
Kami ucapkan terima kasih atas perhatian, kerjasama dan kepercayaan Ayah Bunda sekalian pada Lembaga Pendidikan Islam Abata, dari masukan feedback on-line tahun 2019 insyaAlloh LPI Abata berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan dan peningkatan layanan pendidikan di Exiss Abata.

Berikut ini kami infokan beberapa program di LPI Abata, dimana Ayah Bunda dapat mengikuti dan berpartisipasi aktif didalamnya:

1. Program Tahsin dan Tahfidzul Quran
Sebuah program belajar membaca Quran dan menghafal Quran dengan metode UMMI, program ini terselenggara antara LPI Abata dengan QLA (Quranic Learning Academy) Fityatul Kahfi.
Untuk informasi lebih lanjut silahkan dengan sdr Adi Firly klik Disini

2. Program Parenting berbasis Profiling
Sebuah program pengasuhan dan pendidikan anak melalui peningkatan kemampuan mengenali diri & komunikasi antara orang tua & anak. Program ini terselenggara bersama antara LPI Abata dengan Leantegra.

===============================

Link profiling orang tua silahkan klik Disini
Link profiling anak klik Disini

===============================
Informasi lebih lanjut dengan sdri Millah klik Disini

 

3. Program Umroh Guru
Sebuah program apresiasi memberangkatkan umroh guru-guru yang memiliki keteladanan dan dedikasi di bidang pendidikan, dimana para orang tua murid dapat berkontribusi dalam bentuk mengikuti program umroh yang diselenggarakan oleh Khoirul Qofilah sebagai mitra kerjasama dengan LPI Abata.

https://khoirulqofilah.com/umroh-guru-teladan/

 

===================================

Info jadwal umroh 2019

https://umrohtravelplus.blogspot.com/2019/05/jadwal-umroh-2019-bersama-khoirul.html

===================================

Untuk informasi lebih lanjut silahkan dengan sdr Ariefillah Klik Disini untuk Whatsapp

Demikianlah informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat

Wassalamu’alaikum wr wb

Zainul Arief
Sekretaris Direktur LPI Abata

1 2 3