Mewujudkan Pendidikan Islami Berkualitas

Kami menggunakan Qur'anic Competence Based Curriculum

Quranic Competence - Based Curriculum (QCBC)

Quranic Competence-Based Curriculum adalah suatu pendekatan dalam pendidikan yang mengintegrasikan pemahaman dan pengajaran Al-Qur'an ke dalam kurikulum dengan fokus pada pengembangan kompetensi atau keterampilan murid. Konsep ini bertujuan untuk menjadikan Al-Qur'an sebagai sumber inspirasi utama dalam pembentukan pengetahuan dan keterampilan murid, serta mengaitkan ajaran-ajaran dalam Al-Qur'an dengan berbagai disiplin ilmu yang diajarkan di sekolah.

  1. Beberapa aspek utama dari pendekatan Quranic Competence-Based Curriculum adalah:

    1. Integrasi Al-Qur’an dalam Pembelajaran: Dalam kurikulum ini, ajaran Al-Qur’an tidak hanya diajarkan dalam mata pelajaran agama Islam, tetapi juga diintegrasikan dalam mata pelajaran lain seperti ilmu pengetahuan, matematika, bahasa, dan sains, di mana nilai-nilai Al-Qur’an menjadi dasar pemikiran dan pendekatan pembelajaran.
    1. Pengembangan Kompetensi: Fokus utama dari kurikulum berbasis kompetensi ini adalah pada pengembangan keterampilan dan kemampuan murid. Hal ini mencakup kemampuan untuk memahami dan mengaplikasikan ajaran-ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari serta dalam konteks profesi dan masyarakat.
    1. Holistik dan Multidisipliner: Kurikulum ini menekankan pada pendekatan pendidikan yang holistik, yang tidak hanya fokus pada aspek intelektual, tetapi juga aspek moral, spiritual, sosial, dan emosional murid. Setiap mata pelajaran atau kompetensi yang diajarkan mengacu pada nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an.
    1. Konteks Keislaman dalam kehidupan bermasyarakat: Selain mengembangkan kompetensi individu, pendekatan ini juga menekankan pentingnya peran individu dalam masyarakat, yang mencakup nilai-nilai keislaman, etika, tanggung jawab sosial, dan keterlibatan dalam pembangunan masyarakat yang adil dan berkeadaban.
     

    Dengan demikian, Quranic Competence-Based Curriculum bukan hanya bertujuan untuk menciptakan generasi yang memiliki pengetahuan agama yang mendalam, tetapi juga untuk menghasilkan individu yang kompeten dalam berbagai bidang kehidupan, baik itu dalam aspek akademis, sosial, maupun spiritual.