{"id":1935,"date":"2018-11-13T10:31:33","date_gmt":"2018-11-13T03:31:33","guid":{"rendered":"http:\/\/abata.sch.id\/?p=1935"},"modified":"2018-11-13T10:31:33","modified_gmt":"2018-11-13T03:31:33","slug":"kabah-kabah-pada-manuskrip-modern","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/abata.sch.id\/en\/kabah-kabah-pada-manuskrip-modern\/","title":{"rendered":"Ka\u2019bah: Ka\u2019bah Pada Manuskrip Modern"},"content":{"rendered":"<p>Setiap tahun jama\u2019ah haji berangkat ke Baitullah dengan hati berdebar-debar demi melihat Ka\u2019bah, bertawaf di sana, memegang tira-tirai Ka\u2019bah, dan membersihkan diri dari kotoran ambisi dengan berbagai ungkapan yang terucap saat berada di pintunya. Begitu banyak jiwa yang merindukan bisa menyandarkan diri di Baitus Salam ini dan terus bisa memandang sudut-sudut terindah Ka\u2019bah. Di sanalah kita bisa melihat Hijir Ismail, Multazam, dan Hajar Aswad. Begitu banyak hati yang ingin meminum air zamzam. Begitu banyak hati yan gtersentuh dengan suara muazin yang syahdu. Suara yang memenuhi langit Mekah dan memasuki pendengaran kita agar tubuh terpuaskan.<\/p>\n<p>Betapa banyak kita yang membutuhkan saat-saat intropeksi dan\u00a0 perenungan diri di Mina, dan berharap rahmat Allah yang diturunkan di Arafah, juga menghadirkan keagungan Allah pada hamba-Nya yang membutuhkan-Nya. Hamba yang selalu merendahkan diri dan mencari perantara untuk menghilangkan kesedihan umat, yang pergi dengan mengumandangkan talbiah. Hamba yang kembali dengan bertakbir dan bertahmid atas nikmat pertolongan bisa menunaikan ibadah, dan nikmatmenyucikan diri dari semua dosa dan kotoran atas izin Allah.<\/p>\n<p>Salah satu bukti yang ditunjukkan Allah untuk tempat ini adalah tempat disebutkan di dalam kitab suci Allah Kitab dengan jelas. Al-qur\u2019an juga menunjukkan hal itu di dalam firman Allah Swt berikut:<\/p>\n<p style=\"text-align: right;\">??????? ????????? ??????? ?????????? ????????????? ??????? ???????? ???? ?????????<\/p>\n<p><em>\u201cDan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya\u201d<\/em> (Qs. Al-baqarah: 144)<\/p>\n<p>Ayat ini berada di tengah-tengah pembahasan pengalihan kiblat yang dimulai dari firman Allah Swt berikut:<\/p>\n<p style=\"text-align: right;\">????????? ???????????? ???? ???????? ??? ?????????? ???? ???????????? ??????? ??????? ????????? ? ???? ??????? ??????????? ????????????? ? ??????? ???? ??????? ?????? ??????? ???????????<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><em>\u201cOrang-orang yang kurang akalnya diantara manusia akan berkata: &#8220;Apakah yang memalingkan mereka (umat Islam) dari kiblatnya (Baitul Maqdis) yang dahulu mereka telah berkiblat kepadanya?&#8221; Katakanlah: &#8220;Kepunyaan Allah-lah timur dan barat; Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus&#8221;. <\/em>(Qs. Al-baqarah: 142)<\/p>\n<p>Jadi, kebenaran yang diketahui Ahli Kitab pada ayat 144 Surah Al-baqarah itu terkait pengalihan kiblat ke Ka\u2019bah. Banyak sekali yang menemukan di Injil Yohanes petunjuk terkait hal ini. Ini terkait dengan perkataan Isa kpada wanita SUmeria bahwa tempat sujud itu tidak akan pernah berada di Yerusalem atau Gunung Carmel (Yohanes 91: 4-32).<\/p>\n<p>Pada manuskrip Laut Mati yang ditemukan pada pertengahan abad ke-20 didapati kalimat yang tidak dapat dibantah terkait dengan Ka\u2019bah. Pada salah satu manuskrip Laut Mati yan gberjudul <em>Adam wa Hawa, <\/em>kita bisa membaca informasi bahwa Adam berkata pada anaknyaa, Syits, \u201cAllah akan menunjukkan orang-orang yang terpercaya pada tempat yang mereka bangun untuk rumah Allah (Baitullah).\u201d (<em>Adam wa Hawa <\/em>29: 5-7). Charles\u2014penerjemah buku itu ke dalam Bahasa Inggris\u2014memberikan catatan<a href=\"#_ftn1\" name=\"_ftnref1\">[1]<\/a> bahwa tidak disebutkannya kuil Yerusalem pada bab 29 (yang di dalamnya disebutkan kata Baitullah) menunjukkan bahwa buku ini ditulis di kota di bagian barat. Ia menyimpulkkan bahwa rumah Allah adalah tempat yang dipakai kaum Muslimin belajara membangun sebagai bentuk penghormatan pada Ka\u2019bah.<\/p>\n<p>Professor ini melihat langsung kemiripan antara Ka\u2019bah di dalam Al-quran dengan penjelasan di atas yang terdapat dalam <em>Adam wa Hawa. <\/em>Ia menuduh kamu Muslimin (dalam hal ini Nabi Muhammad Saw) menyalin bagian tersebut dari buku itu. Padahal yang sebenarnya kemiripan ini benar-benar ada. Ini terlhat jelas pada firman Allah Swt berikut:<\/p>\n<p style=\"text-align: right;\">?????? ?????????? ?????????????? ??????? ????????? ???? ??? ???????? ??? ??????? ????????? ???????? ?????????????? ??????????????? ???????????? ??????????<\/p>\n<p><em>\u201cDan (ingatlah), ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan): &#8220;Janganlah kamu memperserikatkan sesuatupun dengan Aku dan sucikanlah rumah-Ku ini bagi orang-orang yang thawaf, dan orang-orang yang beribadat dan orang-orang yang ruku&#8217; dan sujud.\u201d <\/em>(Qs. Al-Hajj: 26)<\/p>\n<p>Maksudnya, Allah Swt menjelaskan kepada Ibrahim tentang tempat yang akan dibangun Ka\u2019bah. Ini hampir mirip degan bagian di atas yang terdapat pada buku <em>Adam wa Hawa. <\/em>Ada petunjuk lain yang sangat kuat di salah sati buku <em>Pseudepigrapha <\/em>berjudul <em>The Book of The Jubilees, <\/em>yang menunjukkan apa yang dikatakan Ibrahim, \u201cAku telah membangun rumah ini untuk diriku agar aku bisa mengokohkan namaku di atas bumi. Rumah ini akan diberi nama Baitul Ibrahim, (22-24).<\/p>\n<p>Petunjuk terakhir yang bisa kita temukan terkait hal ini adalah dialog yang terjadi antara Nabi Ibrahim dan Namrud. Ibrahim mengajukan dirinya untuk menjadi penjaga Baitullah atau <em>The Steward of God\u2019s House <\/em>(lih. <em>The Legends of Jews<\/em>)<em>. <\/em>Kia tidak usah pergi jauh-jauh. Taurat sendiri menyebut Mekah, tetapi dengan menggunakan kata yang juga dipergunakan di Al-qur\u2019an : Bakah. Mungkin Al-qur\u2019an memilih kata ini (Bakah), bukan kata yang pertama (mekah), supaya Ahli Kitab mengingatka. Karena, Taurat (Mazmur 84: -6) berbicara tentang kebahagiaan seorang haji yang telah menunikan manasik hajinya (ini terkait tafsir mereka tentang Daud) ke Baitullah.<\/p>\n<p>Bagaimana di sana juga ada mata air untuk minuman jamaah haji (yang mengingatkan kita kepada SUmur Zamzam yang terdapat di Masjidil Haram.<\/p>\n<p>\u201cKebahagiaan bagi orang-orang yang Engkau menjadi kekuatan mereka, yang sangat rindu untuk mengikuti jalan-jalan-Mu yang dikosongkan ke Rumah Suci-Mu. Ketika melewati Lembah Tangisan (<em>Wadi Al Baka\u2019<\/em>) yang kering, mereka menjadikannya mata air. Hujan musim gugur menyelimuti mereka dengan bermacam berkah,\u201d (Mazmur 84: 5-6)<\/p>\n<p>Kata <em>Lembah Tangisan <\/em>tersebut merupakan terjemah nama tempat. Kaidah dalam penerjemahan, nama tiidak diterjemahkan. Ilmuwan popular Einsten tidak kita terjemahkan menjadi \u2018satu batu cadas\u2019. Namun, kita tetap menuliskannya dengan Einsten. Oleh karenanya, terjemahan dalam bahasa Inggris untuk kata itu adalah <em>The Valley of Baca <\/em>(Lembaha Baca). Ini lebih mendekati pada pertimbangan ilmiah dalam penerjamahan. Sayangnya, penerjemah Arab tidak menjamin kemiripan seperti ini, bahkan kesesuaian antara kita itu dengan kota suci umat Islam. Anehnya, kita sampai sekarang tidak mengetahui di Yerusalem (kota yang menjadi tujuan haji Ahli Kitab) ada satu lembah yang disebut Lembah Tangisan atau Lembah Bakah, seperti yang disebutkan di rujukan berikut:<\/p>\n<p><em>Baca : weeping valley near Jerusalem, and the valley of Rephaim whose axzct locality is uncertain <\/em>(Young\u2019s Concordance, h. 67)<\/p>\n<p>Begitu juga kita mendapati petunjuk yang jelas tentang Ka\u2019abah di salah satu buku penting kaum Nasrani. Buku itu ditulis Pastor Hermes yang mendapat sukses besar dan respons yang luar biasa. Sukses ini setelah Irenaeus, Athanasius, dan Origenes menyebut buku Hermes itu sebagai tingkat kitab suci. Pada awal-awal abad ke-4, Uskup Eusebius menyebut buku itu dibaca pastor dan digunakan untuk bahan pengajaran dan nasihat. Hermes menyebutkan bagaimana Ka\u2019bah diambil oleh malaikat di atas gunung dan terlihat batu besar di sekitarnya berjumlah 12 gunung.<\/p>\n<p>Di tengah-tengah batu besar berwarna putih, Ka\u2019bah itu berdiri tegak. Bangunannya lebih tinggi daripada gunung dan berbentuk persegi empat. Bangunan ini memungkinkan untk memat seluruh semesta. Ia berada di padang tandus itu sudah sejak dulu. Ada pintu yang terkbur. Yang terlihat itu baru digali. Ia bisa bersinar lebih besar daripada matahari. Saya terheran-heran dengan cahayanya. Di sekitar\u00a0 pintunya, ada 12 gadis mengenakan pakaian yang terbuat dari pohon rami biznar yang bagus sekali. Wanita-wanita itu memperlihatkan lengan-lengan mereka yang bagian kanan, seperti saat mereka mengangkat beban yang berat.<\/p>\n<p>Bangunan persegi empat di tengah-tengah gunung. Ia berpintu dan di sekitarnya banyak orang yang bertawaf dengan membuka salah satu lengannya. Bukankah ini mengingatkan kita pada Ka\u2019bah? Pembicaraan tentang Baitullah menyeret pada pemicaraan tentang Baitul Makmur yang dalam teologi Islam berada di langit ke tujuh. Baitul Makmur sendiri posisinya sama dengan Ka\u2019bah di bumi. Dalam hadis Nabi Muhammad aw terkait dengan Mikraj Nabi ada informasi sebagai berikut:<\/p>\n<p>\u201cKemdian kami naikkan ke langit ke tujuh. Jibril pun meminta dibkakab pintu. Ada yang bertanya, \u2018Siapa ini?\u2019 Jibril menjawab, \u2018Jibril\u2019. Ditanyai lagi, \u2018 Siapa yang bersama Anda?\u2019 Jibril menjawab, \u2018Muhammad\u2019. Ada yang bertanya, \u2018Apa ia diutus kesini?\u2019 Ia menjawab, \u2018Ia memang diutus ke sini\u2019. Kami pun lalu dibukakan pintu. Saat itu kami melihat Ibrahim sedang menyandarkan punggungnya ke Baitul Makmur. Setiap harinya ada 70 ribu malaikat yang memasuki tempat itu. Malaikat sebanyak itu tidak akan kembali lagi ke tempat itu.\u201d (HR Ahmad dan Muslim).<\/p>\n<p>Pada buku <em>Apocalypse <\/em>21 (Perjanjian Baru), juga tertulis ciri Yerusalem baru, meskipun buku itu membicarakan satu kota dan tidak tentan rumah ibadah. Namun pada saat membaca, akan terasa bahwa seharusnya pembicaraan dalam buku ini adalah tentang Baitul Makmur. Mimpi Yohanes bahwa kota baru itu tinggi, luas, dan panjangnya sama (21:16), sungguh mengejutkan kita, karena ini hanya ssuai dengan bangunan kubus, bukan tentang kota.<\/p>\n<p>Pada salah satu buku <em>Pseudepigrapha <\/em>yang berjudul <em>Enoch, <\/em>juga disebutkan ciri rumah ibadah dari langit yang hampir sesuai dengan ciri rumah ibadah umat Islam. Pada saat yang sama, penjelasannya mempunyai kesamaan dengan Yerusale baru yang terdapat pada buku <em>Apocalypse.<\/em> Buku ini menjelaskan Mikraj nabi Enoch (mungkin nabi Idris As). Ketika sampai di langit ke tujuh, ia menemukan bangunan dari kristal. Rumah ini mempunyai empat tiang yang malaikat masuk dan bertawaf di sana (Enoch LXXT 71: 5-9).<\/p>\n<p>Bagian ini berbeda dengan informasi yang mengungkap mimpi Yohanes dalam memberikanciri terhadap runah (bangunan). Disebutkan bahwa mimpi Yohanes itu tidak ditemukan pada altar di Yerusalem Baru (21:20). Ini sesuai dengan pandangan Islam, di rumah (baca: langit ke tujuh) di sana. Para malaikatlah yang memasuki rumah itu ddan bertawaf di sekitarnya. Apalagi bila melihat praktik ibadah tawaf hanya ada di dalam Islam. Hal yang tidak disebutkan oleh buku <em>Akhnukh <\/em>\u00a0terkait dengan bentuk bangunan ini, justru disebutkan oleh mimpi Yohanes (yaitu bangunan brbentuk kubus). Jadi, ciri Islam terkait bangunan itu terambil dari dua buku itu. Terkait dengan tempat ibadah dari langit ini (Heavenly Temple) disebutkan oleh beberapa kitab yahudi klasik lain dalam <em>Apocalypse, <\/em>yang bisa dirujuk pada buku\u00a0 <em>The Legend of The Jews.<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong><em>**Diambil dari Ensiklopedia Mukjizat Alquran dan Hadis Jilid 1 : Kemukjizatan fakta sejarah<\/em><\/strong><\/p>\n<p><a href=\"#_ftnref1\" name=\"_ftn1\">[1]<\/a> Kata pengantar pada <em>Adam wa hawa; apocrypha and pseudepigrapha of The Old Testament, <\/em>h. 152.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Setiap tahun jama\u2019ah haji berangkat ke Baitullah dengan hati berdebar-debar demi melihat Ka\u2019bah, bertawaf di sana, memegang tira-tirai Ka\u2019bah, dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[69],"tags":[99],"class_list":["post-1935","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-blogs","tag-seri-ensiklopedia-mukjizat-alquran-dan-hadis"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.0 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Ka\u2019bah: Ka\u2019bah Pada Manuskrip Modern - Exiss Abata - Excellent Islamic School Abata<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/abata.sch.id\/en\/kabah-kabah-pada-manuskrip-modern\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ka\u2019bah: Ka\u2019bah Pada Manuskrip Modern - Exiss Abata - Excellent Islamic School Abata\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Setiap tahun jama\u2019ah haji berangkat ke Baitullah dengan hati berdebar-debar demi melihat Ka\u2019bah, bertawaf di sana, memegang tira-tirai Ka\u2019bah, dan [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/abata.sch.id\/en\/kabah-kabah-pada-manuskrip-modern\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Exiss Abata - Excellent Islamic School Abata\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-11-13T03:31:33+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/abata.sch.id\\\/kabah-kabah-pada-manuskrip-modern\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/abata.sch.id\\\/kabah-kabah-pada-manuskrip-modern\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/abata.sch.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/2935d3530b113c7d24d4c230c751b278\"},\"headline\":\"Ka\u2019bah: Ka\u2019bah Pada Manuskrip Modern\",\"datePublished\":\"2018-11-13T03:31:33+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/abata.sch.id\\\/kabah-kabah-pada-manuskrip-modern\\\/\"},\"wordCount\":1502,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/abata.sch.id\\\/#organization\"},\"keywords\":[\"Seri Ensiklopedia Mukjizat Alquran dan Hadis\"],\"articleSection\":[\"Blogs\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/abata.sch.id\\\/kabah-kabah-pada-manuskrip-modern\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/abata.sch.id\\\/kabah-kabah-pada-manuskrip-modern\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/abata.sch.id\\\/kabah-kabah-pada-manuskrip-modern\\\/\",\"name\":\"Ka\u2019bah: Ka\u2019bah Pada Manuskrip Modern - Exiss Abata - Excellent Islamic School Abata\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/abata.sch.id\\\/#website\"},\"datePublished\":\"2018-11-13T03:31:33+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/abata.sch.id\\\/kabah-kabah-pada-manuskrip-modern\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/abata.sch.id\\\/kabah-kabah-pada-manuskrip-modern\\\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/abata.sch.id\\\/kabah-kabah-pada-manuskrip-modern\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/abata.sch.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Ka\u2019bah: Ka\u2019bah Pada Manuskrip Modern\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/abata.sch.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/abata.sch.id\\\/\",\"name\":\"Exiss Abata - Excellent Islamic School Abata\",\"description\":\"Exiss Abata - Excellent Islamic School Abata\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/abata.sch.id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/abata.sch.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/abata.sch.id\\\/#organization\",\"name\":\"EXISS ABATA - Excellent Islamic School Abata\",\"url\":\"https:\\\/\\\/abata.sch.id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/abata.sch.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/abata.sch.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/12\\\/logo-abata-stroke-efek-1-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/abata.sch.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/12\\\/logo-abata-stroke-efek-1-1.png\",\"width\":438,\"height\":329,\"caption\":\"EXISS ABATA - Excellent Islamic School Abata\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/abata.sch.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/abata.sch.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/2935d3530b113c7d24d4c230c751b278\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/d6fda806f27f757d139a9ea7906434a71cfc9f75871ced1fb3d8bc1fc02f3620?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/d6fda806f27f757d139a9ea7906434a71cfc9f75871ced1fb3d8bc1fc02f3620?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/d6fda806f27f757d139a9ea7906434a71cfc9f75871ced1fb3d8bc1fc02f3620?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/abata.site\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/abata.sch.id\\\/en\\\/author\\\/admin\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Ka\u2019bah: Ka\u2019bah Pada Manuskrip Modern - Exiss Abata - Excellent Islamic School Abata","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/abata.sch.id\/en\/kabah-kabah-pada-manuskrip-modern\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Ka\u2019bah: Ka\u2019bah Pada Manuskrip Modern - Exiss Abata - Excellent Islamic School Abata","og_description":"Setiap tahun jama\u2019ah haji berangkat ke Baitullah dengan hati berdebar-debar demi melihat Ka\u2019bah, bertawaf di sana, memegang tira-tirai Ka\u2019bah, dan [&hellip;]","og_url":"https:\/\/abata.sch.id\/en\/kabah-kabah-pada-manuskrip-modern\/","og_site_name":"Exiss Abata - Excellent Islamic School Abata","article_published_time":"2018-11-13T03:31:33+00:00","author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/abata.sch.id\/kabah-kabah-pada-manuskrip-modern\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/abata.sch.id\/kabah-kabah-pada-manuskrip-modern\/"},"author":{"name":"admin","@id":"https:\/\/abata.sch.id\/#\/schema\/person\/2935d3530b113c7d24d4c230c751b278"},"headline":"Ka\u2019bah: Ka\u2019bah Pada Manuskrip Modern","datePublished":"2018-11-13T03:31:33+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/abata.sch.id\/kabah-kabah-pada-manuskrip-modern\/"},"wordCount":1502,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/abata.sch.id\/#organization"},"keywords":["Seri Ensiklopedia Mukjizat Alquran dan Hadis"],"articleSection":["Blogs"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/abata.sch.id\/kabah-kabah-pada-manuskrip-modern\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/abata.sch.id\/kabah-kabah-pada-manuskrip-modern\/","url":"https:\/\/abata.sch.id\/kabah-kabah-pada-manuskrip-modern\/","name":"Ka\u2019bah: Ka\u2019bah Pada Manuskrip Modern - Exiss Abata - Excellent Islamic School Abata","isPartOf":{"@id":"https:\/\/abata.sch.id\/#website"},"datePublished":"2018-11-13T03:31:33+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/abata.sch.id\/kabah-kabah-pada-manuskrip-modern\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/abata.sch.id\/kabah-kabah-pada-manuskrip-modern\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/abata.sch.id\/kabah-kabah-pada-manuskrip-modern\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/abata.sch.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Ka\u2019bah: Ka\u2019bah Pada Manuskrip Modern"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/abata.sch.id\/#website","url":"https:\/\/abata.sch.id\/","name":"Exiss Abata - Excellent Islamic School Abata","description":"Exiss Abata - Excellent Islamic School Abata","publisher":{"@id":"https:\/\/abata.sch.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/abata.sch.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/abata.sch.id\/#organization","name":"EXISS ABATA - Excellent Islamic School Abata","url":"https:\/\/abata.sch.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/abata.sch.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/abata.sch.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/logo-abata-stroke-efek-1-1.png","contentUrl":"https:\/\/abata.sch.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/logo-abata-stroke-efek-1-1.png","width":438,"height":329,"caption":"EXISS ABATA - Excellent Islamic School Abata"},"image":{"@id":"https:\/\/abata.sch.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/abata.sch.id\/#\/schema\/person\/2935d3530b113c7d24d4c230c751b278","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d6fda806f27f757d139a9ea7906434a71cfc9f75871ced1fb3d8bc1fc02f3620?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d6fda806f27f757d139a9ea7906434a71cfc9f75871ced1fb3d8bc1fc02f3620?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d6fda806f27f757d139a9ea7906434a71cfc9f75871ced1fb3d8bc1fc02f3620?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin"},"sameAs":["https:\/\/abata.site"],"url":"https:\/\/abata.sch.id\/en\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/abata.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1935","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/abata.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/abata.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/abata.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/abata.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1935"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/abata.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1935\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/abata.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1935"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/abata.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1935"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/abata.sch.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1935"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}