Tim SAR : Belajar Berani.. Belajar Mandiri..

SAR (Search and Rescue) adalah kegiatan dan usaha mencari, menolong, dan menyelamatkan jiwa manusia yang hilang atau dikhawatirkan hilang atau menghadapi bahaya dalam musibah-musibah seperti pelayaran, penerbangan, dan bencana.Operasi SAR dilaksanakan tidak hanya pada daerah dengan medan berat seperti di laut, hutan, gurun pasir, tetapi juga dilaksanakan di daerah perkotaan.

Kelas 1 belajar untuk berani dan mandiri dalam mengikuti kegiatan TIM SAR, berani dalam mengikuti kegiatan simulasi, belajar menolong korban dari reruntuhan, menyelematkan korban patah tulang hingga menyelamatkan korban tenggelam. Mereka belajar membantu tanpa mengeluh capek dan peluh. Mereka baru tiga bulan berada di bangku sekolah, namun mereka keberanian melakukan itu semua. Mereka juga terlihat mandiri dalam makan sendiri, mandi sendiri, memakai baju sendiri maupun mandiri dalam merapikan semua perlengkapan yang mereka bawa sendiri. Bukan hal yang mudah bagi mereka, namun mereka berusaha dan mencoba untuk belajar seperti orang dewasa.

Demikian kerasnya perjuangangan mereka, sehingga pengalaman yang indah dan berkesan yang mereka bisa rasakan. Pengalaman yang akan menjadi bekal mereka dalam menjalani rutinitas sehari-hari, baikdi rumah maupun di sekolah.

Sehari Bersama BASARNAS

Wow senangnya

Alhamdulilah kami diberi kesempatan untuk belajar basarnas.

Tahukah kamu apa itu BASARNAS. Itu lho….tim penyelamatan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Baik penyelamatan di perairan maupun tim penyelamatan di darat.

Pekerjaan sebagai tim basarnas itu luar biasa. Kita harus memiliki rasa kemanusian yang tinggi, memiliki kesehatan yang mumpuni, dan punya semangat yang luar biasa.

Tahukah kamu ?

Ternyata dengan sebotol aqua kita bisa mengapung lho…..

Hanya dengan memegang botol kemudian kamu rilex saja seperti tiduran , maka kamu akan mengapung.

Banyak hal lain yang kami pelajari bersama Basarnas.

Terimakasih basarnas.

Kami senang belajar bersama.

Simulasi Gempa SD Exiss Abata

Indonesia merupakan daerah pertemuan 3 lempeng tektonik besar, yaitu lempeng Indo-Australia, Eurasia dan lempeng Pasific. Lempeng Indo-Australia bertabrakan dengan lempeng Eurasia di lepas pantai Sumatra, Jawa dan Nusatenggara, sedangkan dengan Pasific di utara Irian dan Maluku utara. Di sekitar lokasi pertemuan lempeng ini akumulasi energi tabrakan terkumpul sampai suatu titik dimana lapisan bumi tidak lagi sanggup menahan tumpukan energi sehingga lepas berupa gempa bumi.
Berdasarkan fakta tersebut tidak heran jika gempa seringkali terjadi di negara kita Indonesia.
Lanjutan dari peristiwa gempa juga biasanya diikuti dengan bencana alam yang lainnya seperti tsunami dan erupsi gunung merapi. Mengingat kemungkinan terjadinya gempa dan bencana lain akan lebih sering terjadi di wilayah Indonesia dibanding negara lain. Pengetahuan dasar tentang penyelamatan diri saat bencana terjadi inilah yang seharusnya diperkenalkan pada anak-anak sejak dini.

Diantara program kegiatan yang Ada di SD Exiss Abata adalah program pengenalan dini mengenai Tim SAR. Beberapa kegiatan dalam ini antara lain, simulasi gempa, praktek membuat tandu penyelamatan, praktek pengobatan bagi yang terluka, serta simulasi penyelamatan dalam air. Tepat pada hari Kamis tanggal 25 Oktober SD Exiss Abata menggelar kegiatan simulasi gempa.

SAR (Search and Rescue)

Adalah usaha dan kegiatan kemanusian untuk mencari memberikan pertolongan pertama pada manusia yang mengalami bencana.

Pekan ke-3 bulan Oktober 2018  ini siswa-siswi Exiss Abata khususnya kelas 1 &2 melakukan kegiatan Tim Sar, belajar dan melatih kepedulian mereka terhadap sesama dalam bentuk pertolongan kepada korban bencana. Tujuan Tim Sar yang akan dicapai adalah untuk meningkatkan keterampilan dasar penanggulan bencana, melatih kemandirian dan mengenal alat-alat penyelamatan saat terjadi bencana.

Sebelumnya ananda mengetahui tentang materi Tim Sar (Introduction), kemudian dilanjutkan simulasi pada hari berikutnya dengan mensimulasikan bencana gempa, patah tulang, membuat tandu dan hypertemia (penyelamatan korban bencana yang tenggelam). Adapun alat yang kami gunakan adalah perahu karet, tandu, Papan patah tulang, mitela, kasa dan betadine.

Pada saat Action siswa-siswi 1 &2 Exiss abata menujuh Kampung Main Cipulir (KMC), disana mereka harus melawati bebrapa pos yang sudah ditentukan  yaitu : POS 1 ; ananda melakukan simulasi gempa, POS  2 ; ananda melakukan korban bencana gempa dengan menentukan dua korban yaitu korban patah tulang kaki dan korban patah tulang tangan dan pelipis, POS  3 ; Mengangkat korban menggunakan tandu dan terkahir POS 4 ;  hypertemian menyelamatkan korban yang tenggelam dikolam renang menggunakan perahu karet dan dilanjutkan dengan berenang bebas. Makan siang dan sholat zuhur berjama’ah setelah itu menujuh ke sekolah EXISS ABATA.

Hari berikutnya ananda menceritakan kembali pengalaman Tim Sarnya dalam bentuk Report dibuku tulis dan mempresentasikan report mereka masing-masing didepan kelas. Kami senang sekali mengikuti kegiatan Tim Sar Exiss Abata.

Kami Kelas 3 Belajar Menjadi TIM SAR

Pada hari Kamis, 18 Oktober 2018 kami melaksanakan kegiatan TIM SAR. SAR  adalah  usaha dan kegiatan kemanusiaan untuk mencari dan memberikan pertolongan kepada manusia yang mengalami bencana.

Kami melakukan beberapa simulasi kegiatan TIM SAR yaitu simulasi gempa bumi, patah tulang, P3K, dan hipotermia.

  1. Simulasi Gempa Bumi

Di pos ini kami belajar tentang cara menghadapi jika gempa bumi terjadi. Kami diajarkan bagaimana jika gempa bumi terjadi pada posisi kami sedang berada di gedung lantai 15. Yang harus kami lakukan yaitu mencari jalur evakuasi yang sudah ditempel disetiap tembok gedung lalu kami diarahkan untuk turun melalui tangga darurat. Hal penting yang perlu kami ingat adalah kita tidak boleh panik dan harus tetap tenang ketika gempa terjadi.

  1. Simulasi Patah Tulang dan P3K

Di pos 2 kami belajar menghadapi jika ada orang yang mengalami kecelakaan dan gangguan patah tulang. Kami memberikan gips dan perban untuk melindungi tulang yang patah dan jika ada korban yang mengalami luka gores atau lecet kami berikan cairan disinfektan dan kami tutup luka tersebut dengan kassa dan plester.

  1. Simulasi Hipotermia

Pos 3 merupakan pos hipotermia, kami diposisikan sedang dalam sebuah lautan dimana ada korban yang tenggelam dan kami harus menolongnya. Kami angkat korban tersebut ke perahu kami dan kami melakukan beberapa prosedur agar korban yang tenggelam tadi bisa bernafas kembali. Kami tekan-tekan dada korban agar nafasnya kembali normal.

Begitulah beberapa kegiatan TIM SAR kami kemarin. Kami senang bisa mengikuti kegiatan tersebut.