Tag Archives: solat gerhana

Shalat Gerhana Bulan di Abata

Baru-baru ini dunia medsos dihebohkan dengan pemberitaan mengenai peristiwa gerhana bulan yang diprediksi akan terjadi malam ini, tanggal 31 Januari 2018. Fenomena Super Blue Blood Moon atau Supermoon yang bertepatan dengan Gerhana Bulan Total, yaitu posisi matahari, bumi dan bulan berada pada satu garis lurus. Kejadian Gerhana Bulan Total dapat terlihat di sebagian besar wilayah Indonesia. Fenomena ini merupakan fenomena langka karena baru akan terulang setiap 36 tahun sekali (terakhir kali 30-31 Desember 1982).

Di Indonesia ada mitos yang erat kaitannya dengan kejadian gerhana. Mitologi gerhana yang masyhur di pulau Jawa dan pulau Bali yakni sang raksasa bernama Batara Kala, yang menelan matahari dan bulan sebagai wujud kebenciannya kepada dewa matahari dan dewa bulan. Maka zaman dulu orang-orang akan menabuhkan bunyi-bunyian seperti kentongan, kaleng kosong, perkakas dapur, dan lesung. Hal ini dipercaya bahwa akan menggagalkan Batara Kala memakan matahari maupun bulan.

Sebagaimana mitos yang berkembang di Indonesia, di zaman jahiliyah dulu juga ada anggapan bahwa peristiwa gerhana kala itu dipercaya karena kematian putra nabi Muhammad S.A.W. yang bernama Ibrahim. Hal ini karena peristiwa gerhana ini terjadi bertepatan setelah kematian putra beliau. Namun dengan tegas Rasulullah membantah anggapan tersebut.

كَسَفَتِ الشَّمْسُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يَوْمَ مَاتَ إِبْرَاهِيمُ ، فَقَالَ النَّاسُ كَسَفَتِ الشَّمْسُ لِمَوْتِ إِبْرَاهِيمَ . فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – « إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ لاَ يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ فَصَلُّوا وَادْعُوا اللَّهَ »
”Di masa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam pernah terjadi gerhana matahari ketika hari kematian Ibrahim. Kemudian orang-orang mengatakan bahwa munculnya gerhana ini karena kematian Ibrahim. Lantas Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, ‘Sesungguhnya gerhana matahari dan bulan tidak terjadi karena kematian atau lahirnya seseorang. Jika kalian melihat gerhana tersebut, maka shalat dan berdo’alah.’” (HR. Bukhari no. 1043)

Maka jelas, gerhana bukan sebuah peristiwa kebetulan melainkan bukti yang nyata akan kekuasaan Allah. Bukan, fenomena ini bukan tontonan semata yang membuat kita takjub. Yang membuat kita sibuk mengabadikannya dalam gadget kita masing-masing. Peristiwa ini selayaknya menjadikan keimanan kita semakin bertambah. Menyikapi fenomena Super Blue Blood Moon yang bertepatan pada tanggal 31 Januari LPI Abata selaku lembaga pendidikan islam sadar betul bahwa peristiwa ini sudah sepatutnya menjadi pembelajaran penting bagi seluruh pegawai dan civitas akademika di lingkungan Abata, maka diselengarakanlah shalat gerhana sebagaimana tuntunan Rasulullah serta bentuk perenungan serta pengingat kita akan tanda-tanda kebesaran Allah S.W.T.

اللَّهُ الَّذِي رَفَعَ السَّمَاوَاتِ بِغَيْرِ عَمَدٍ تَرَوْنَهَا ۖ ثُمَّ اسْتَوَىٰ عَلَى الْعَرْشِ ۖ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ ۖ كُلٌّ يَجْرِي لِأَجَلٍ مُسَمًّى ۚ يُدَبِّرُ الْأَمْرَ يُفَصِّلُ الْآيَاتِ لَعَلَّكُمْ بِلِقَاءِ رَبِّكُمْ تُوقِنُونَ
Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan(mu) dengan Tuhanmu. (Arra’du:2)

Shalat Gerhana Bulan Bertempat di Mushola Baitus Shalihin Gd. B SD Exiss Abata, bertindak sebagai Imam ustadz Muhammad S.Pd.I dan Khatib Ust. Nasyirul Haq yang diikuti pegawai dan civitas akademika LPI Abata, serta dihadiri oleh pejabat pemerintah Kota Jakarta Barat. Bapak H. Eldi Andi, SE, MM, sebagai sekretaris Kota Jakarta Barat memberikan sambutan sebelum shalat sunnah gerhana bulan. Beberapa pejabat Kecamatan kembangan,seperti Kasatlak, bapak Bambang Suprato, , sekretaris Kecamatan Kembangan, bapak Sapri dsn lurah srengseng, bapak Joko Mulyono turut hadir mendengarkan sambutan dan mengikuti shalat sunah gerhana bulan.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari pembelajaran murid-murid SD Exiss Abata mengenai fenomena alam serta praktik langsung bagaimana cara melaksanakan shalat gerhana.
Sebagai penutup, bahwa benar ada banyak kejadian terjadi di dunia ini yang merupakan tanda-tanda kebesaran Allah namun seringkali kita abaikan. Bahwa jelas Allah menunjukkan kekuasaannya agar kita menjadi manusia yang lebih peka lagi, menjadi manusia yang senantiasa merenungi segala peristiwa dan kejadian yang bahkan terkadang kita anggap sebagai hal lumrah atau hanya kebetulan.