LOWONGAN KERJA GURU AL-QUR’AN 2019

Let’s join us ! Excellent Islamic School ABATA
Sebagai GURU AL-QUR’AN guna mencetak generasi rabbani dambaan ummat
SYARAT:
1. Muslim & Muslimah yang Taat Beribadah,
2. Senang menghiasi diri dengan Akhlaqul Karimah,
3. Mencintai anak-anak dan dunia pendidikan,
4. Usia minimal 20 maksimal 30 tahun.
5. Pendidikan minimal SMA diutamakan S1.
6. Mampu membaca Al-Quran dengan baik & benar, Hafal Qur’an juz 30 & 29, diutamakan hafal lebih dari 5 juz.
7. Melek teknologi informasi internet dan diutamakan mampu mengoperasikan Microsoft Office (Power Point, Word, Excel),
8. Bersedia mengikuti pendidikan dan pelatihan peningkatan kompetensi yang diwajibkan oleh lembaga.

GAJI & FASILITAS:
1. Gaji yang Menarik
2. Tunjangan Kinerja
3. Bantuan Sosial Pegawai
4. Jaminan Kesehatan dan Tenaga Kerja
5. Tunjangan Pendidikan Keluarga
6. Apresiasi Prestasi Guru
7. Fasilitas Umroh
8. Dana Pensiun

SEGERA Kirimkan Surat Lamaran & CV Anda ke sdm@abata.sch.id
Ditunggu sampai dengan 31 Januari 2019

Nabi Luth As : Al-qur’an dan Kehancuran Kaum Luth (Part III)

Beberapa petunjuk yang jelas, juga tanda-tanda kasat mata, yang terlihat di Danau Luth, memberikan pesan bahwa ada maksud dibalik semua itu. Dengan pola yang sama, semua peristiwa yang diinformasikan oleh Alqur’an terjadi di Timur Tengah, Jazirah Arab, dan Mesir. Tepat di tengah-tengah beberapa wilayah inilah Danau Luth berada. Danau Luth dan beberapa wilayah di sekitarnya menjadi pusat perhatian para ahli Geologi. Karena, laut ini mengalami penurunan 400 meter dari permukaan Lut Tengah. Padahal, titik terendah di laut itu mempunyai kedalaman 400 meter dari permukaan laut.jadi, dasar laut di tempat itu telah mengalami penurunan 800 meter dari permukaan laut. Ini mejadi titik terendah di muka bumi.

Kedalaman tempat yang berada di Kawasan rendah di daerah laut tidak mencapai lebih dari 100 meter dari permukaan laut. Kekhasan lain yang dimiliki laut itu yang tidak terdapat di tempat lain adalah kadar garam yang mencapai 30%. Dengan kadar seperti itu, biota laut apapun, seperti ikam, rumput laut, tanaman laut, dan lain sebagainya, tidak mungkin bisa hidup di laut tersebut. Oleh karenanya, tempati ini disebut dengan Laut Mati (Dead Sea) di dalam khazanah pengetahuan Barat.

Diperkirakan kisah kehancuran kaum Luth yng diceritakan Al-qur’an terjadi pada tahun 1800 SM. Saat melakukan kajian geologi dan kepurbakalaan, Keller menjelaskan bahwa Sodom dan Gomorrah itu terletak di Lembah Sadim yang menjadi Kawasan paling turun dan sulit diajbkau di Danau Luth.

Padahal, tempat itu dulu paling banyak dihuni di muka bumi, juga paling banyak menonjol dalam strukturnya. Ini menjadi petunjuk yang memperlihatkan peristiwa kehancuran yang diriwayatkan Al-qur’an. Ada lagi bagian yang mirip lidah berbentuk semenanjung di ini sedalam 400 meter, tetapi bagian yang paling kiri dari dasar laut itudangkal sekali. Padahal, hasil penelitian yang didapat selama beberapa tahun memperlihatkan bahwa kedalaman air di tempat ini lebih dari 15-16 meter. Setelah itu, tempat dangkal terbentuk. Ini sebagai akibat dari gempa dan pengendapan yang disebabkan oleh longsor yang menyertainya. Tempat itu bernama Sodom dan Gomorrah, yang ditinggal kaum Luth.[1]

Werner Keller juga membahas soal bagian yang dangkal tersebut, yang diketahui baru terbentuk setelah kejadian dahsyat itu. Pendangkalan itu terjadi sebagai akibat dari gempa bumi dan longsor besar yang disebabkan oleh gempa. Tempat itulah yang memporak prandakan Sodom dan Gomorrah yang menjadi tempat tinggal kaum Luth. Sangat mungkin sekali bila di masa lalu seseorang bisa berpindah dengan berjalan kaki dari tempat it uke tepi pantai lain yang berhadapan. Sekarang, bagian paling bawah Laut Mati telah menutupi Sodon dan Gomorrah yang berada di Lembah Sadim. Sebagai akibat dari longsornya pondasi tanah lantaran dihantam bencana alam berganda yang terjadi pada abad ke-2 SM, air garam terdorong dari kiri semenanjung itu ke tempat kosong dan berlubang itu. Air garam itu pun memenuhi semua tempat tersebut.

Peninggalan kaum Luth sangat jelas ketika kita berlayar menggunakan kapal melewati Danau Luth hingga ke titik terjauh bagian selatan. Ketika matahari mengirimkan cahayanya ke arah kanan, kita akan melihat sesuatu yang mengerikan. Pada jarak tertentu di pantai dan dengan air laut yang bening, akan terlihat jelas batas hutan yang dilindungi oleh kadar garam Laut Mati. Dahan-dahan yang sangat tua dan akar-akar yang terlihat ketuaan berada di bawah air hijau yan gberkilauan.

Lembah Sadim merupakan tempat terindah di Kawasan itu pada masanya. Dahan dan pepohonan hijau tumbuh saat itu. Bunga mawar pu bermekaran di sana. Penelitian geologis dari segi dinamika bencana kaum Luth, mengungkapkan bahwa gempa yang memporak-porandakan kau mini sebagai akibat dari pembentukan rekahan yang panjang di bumi (garis rekahan) sejauh 190 meter. Garis rekahan inilah yang membentuk danau sungai Yordania. Sungai Yordania sendiri mengalami penurunan sekitar 180 m, sementara Laut Mati mengalami penurunan sekitar 400 meter dari permukaan tanah. Fenomena itu menunjukkan adanya peristiwa geologis dahsyat pada periode waktu tertentu.

Struktur Sungai Yordania dan Danau Luth membentuk bagiankecil pecahan dan rekahan bumi yang melewati tempat itu. Tempat dan panjang pecahan ini baru ditemukan pada masa kita saja. Rekahan ini dimulai dari wilayah Gunung Hermon hingga sepanjang bagian selatan, lal Danau Luth, dan terus berlanjut sampai di tengah-tengah pdang sahara Arab, dilanjutkan Teluk Aqabah, kemudian berlanjut melewati Lut Merah ampai ke Afrika. Sepanjang jarak rekahan itu, aktivitas gunung berapi tak pernah berhenti. Ini yang memungkinkan penelitian batu basalt dan gunung berapi yang ada di Gunung Meron (Galilee) Palestina, dataran rendah dan dataran tinggi Yordania, Teluk Aqabah, dan tempat-tempat yang ada di sekitarnya. Peninggalan dan informasi geologi yang dihimpun menunjukkan bahwa Danau Luth mengalami bencana geologis yang mengerikan. Werner Keller menulis sebagai berikut:

“Suatu kali seluruh Lembah Sadim yang mencakup wilayah Sodom dan Gomorrah amblas hingga mencapai kedalaman yang mengerikan. Kehancuran ini terjadi dengan gempa bumi dahsyat disertai beberapa dari gas alam dan kebakaran yang hebat. Kekuatan gunung berapi yang tenang tiba-tiba aktif di kedalaman laut sepanjang lempengan dari lembah itu. Kawah berapi yang bergejolak di bagian atas lembah tepi tepi pantai bagian barat. Ketika itulah uap gunung berapi mengendap dan lapisan dalam batu gunung berapi turun sejauh wilayah yang luas pada permukaan kapur. Uap yang berbatu dan lapisan dalam batu gunung berapi (basalt) menunjukkan bahwa tempat itu memang terkena gempa yang dahsyat dan letusan gunung berapi yang luar biasa pada waktu tertentu.”[2]

Padahal, pada Desember 1957 Majalah National Geographic menurunkan laporan terkait informasi itu sebagai berikut:

“Puncak gunung yang kea rah Laut Mati naik. Sampai sekarang belum ada satupun orang yang berhasil menemukan kota-kota yang hancur: Sodom dan Gomorrah. Hanya saja para peneliti berpendapat dua kota itu berada di Lembah Sadim, yang berhadapan dengan Kawasan padang pasir. Air Laut Mati telang menenggelamkan kedua kota itu setelah gempa yang dahsyat menghancurkannya.”

**Diambil dari Ensiklopedia Mukjizat Alquran dan Hadis Jilid 1 : Kemukjizatan fakta sejarah

[1] Werner Keller, Al-Injil ka Tarikh, 1964, h. 73-74.

[2] Werner Keller, Al-Injil ka Tarikh, 1964, h. 75-76.

Asyiknya Belajar IPA di SD EXISS ABATA

Dalam pembelajaran IPA dibutuhkan metode yang tepat dalam penyampaiannya . salah satu metode yang paling tepat dalam pembelajaran IPA adalah metode praktikum, karena metode praktikum membuat para siswa menjadi aktif dalam proses pembelajaran.

Dalam pembelajaran IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) banyak sekali materi yang harus menggunakan metode praktikum. Ilmu pengetahuan Alam (IPA) sebagai ilmu pengetahuan yang sistematis dan tersusun secara teratur, berlaku umum dan kumpulan data hasil observasi dann eksperimen. IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan tetapi juga merupakan proses penemuan.

Dari pernyataan tersebut jelaslah bahwa pembelajaran IPA sangat membutuhkan sebuah praktikum atau percobaan

SD EXISS ABATA selalu memperhatikan tentang perkembangan pengetahuan setiap siswanya, tidak heran jika SD EXISS ABATA bukan hanya menjelaskan secara teori tetapi setiap siswa juga mempelajari pengetahuan alam dengan konsep Real atau nyata dengan melalui Project setiap minggu melalui praktikum.

Dengan adanya praktikum setiap siswa akan berperan aktif dalam memperoleh penemuan-penemuan yang ada di sekitar.

Salah satunya yang baru dipraktikan adalah kelas 4 dengan Percobaan Perpindahan Energi Panas dan bunyi. Sebelum siswa memulai praktikum guru akan terlebih dahulu menjelaskan  tentang teori Perpindahan Energi Panas  dan Energi Bunyi. Setelah itu siswa akan memulai praktikum untuk membuktikan kebenaran tentang teori tersebut.

Dengan project yang bervariasi setiap minggunya tidak heran jika murid-murid SD EXISS ABATA dapat unggul dalam pengetahuan dan konsep dasar secara nyata.

 

Nabi Luth As : Al-qur’an dan Kehancuran Kaum Luth (Part II)

Nabi Luth As menduga bahwa ia dan tamu-tamunya akan menjadi korban kebiasaan setan itu.

قَالَ لَوْ أَنَّ لِي بِكُمْ قُوَّةً أَوْ آوِي إِلَىٰ رُكْنٍ شَدِيدٍ

Luth berkata: “Seandainya aku ada mempunyai kekuatan (untuk menolakmu) atau kalau aku dapat berlindung kepada keluarga yang kuat (tentu aku lakukan)”. (Qs Hud : 80)

Hanya saja para tamunya kemudian mengingatkannya bahwa mereka adalah utusan Allah. Mereka lalu berkata:

قَالُوا يَا لُوطُ إِنَّا رُسُلُ رَبِّكَ لَنْ يَصِلُوا إِلَيْكَ ۖ فَأَسْرِ بِأَهْلِكَ بِقِطْعٍ مِنَ اللَّيْلِ وَلَا يَلْتَفِتْ مِنْكُمْ أَحَدٌ إِلَّا امْرَأَتَكَ ۖ إِنَّهُ مُصِيبُهَا مَا أَصَابَهُمْ ۚ إِنَّ مَوْعِدَهُمُ الصُّبْحُ ۚ أَلَيْسَ الصُّبْحُ بِقَرِيبٍ

Para utusan (malaikat) berkata: “Hai Luth, sesungguhnya kami adalah utusan-utusan Tuhanmu, sekali-kali mereka tidak akan dapat mengganggu kamu, sebab itu pergilah dengan membawa keluarga dan pengikut-pengikut kamu di akhir malam dan janganlah ada seorangpun di antara kamu yang tertinggal, kecuali isterimu. Sesungguhnya dia akan ditimpa azab yang menimpa mereka karena sesungguhnya saat jatuhnya azab kepada mereka ialah di waktu subuh; bukankah subuh itu sudah dekat?”. (Qs Hud : 81)

Ketika penyimpangan kaum Luth itu sudah mencapai pucaknya, Allah Swt menyelamatkan Nabi Luth As dengan bantuan dua malaikat itu. Pada waktu subuh, kaum Luth pun dihancurkan dengan bencana yang dahsyat, seperti yanf telah dijanjikan pada Luth sebelumnya.

وَلَقَدْ رَاوَدُوهُ عَنْ ضَيْفِهِ فَطَمَسْنَا أَعْيُنَهُمْ فَذُوقُوا عَذَابِي وَنُذُرِ () وَلَقَدْ صَبَّحَهُمْ بُكْرَةً عَذَابٌ مُسْتَقِرٌّ

“Dan sesungguhnya mereka telah membujuknya (agar menyerahkan) tamunya (kepada mereka), lalu Kami butakan mata mereka, maka rasakanlah azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku. Dan sesungguhnya pada esok harinya mereka ditimpa azab yang kekal.” (Qs. Al-Qamar: 37-38)

Beberapa ayat menggambarkan pada kita bagaimana kehancuran kaum Luth itu terjadi.

وَكَانُوا يَنْحِتُونَ مِنَ الْجِبَالِ بُيُوتًا آمِنِينَ () فَأَخَذَتْهُمُ الصَّيْحَةُ مُصْبِحِينَ

“dan mereka memahat rumah-rumah dari gunung-gunung batu (yang didiami) dengan aman. Maka mereka dibinasakan oleh suara keras yang mengguntur di waktu pagi,” (Qs. Hud: 82-83)

ثُمَّ دَمَّرْنَا الْآخَرِينَ () وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ مَطَرًا ۖ فَسَاءَ مَطَرُ الْمُنْذَرِينَ () إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً ۖ وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُمْ مُؤْمِنِينَ () وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ

“Then We destroyed the others. And We rained upon them a rain [of stones], and evil was the rain of those who were warned. Indeed in that is a sign, but most of them were not to be believers. And indeed, your Lord – He is the Exalted in Might, the Merciful.” (Qs. Al Syua’ara: 172-175)

Ketika kaum Luth dihancurkan, yang selamat hanya Luth dan orang yang beriman saja. Namun, jumlah keseluruhan tidak mencapai jumlah anggota satu keluarga. Bahkan, istri Nabi Luth sendiri juga termasuk yang tidak selamat karena tidak termasuk orang yang beriman.

وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَ () إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّسَاءِ ۚ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ () وَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهِ إِلَّا أَنْ قَالُوا أَخْرِجُوهُمْ مِنْ قَرْيَتِكُمْ ۖ إِنَّهُمْ أُنَاسٌ يَتَطَهَّرُونَ () فَأَنْجَيْنَاهُ وَأَهْلَهُ إِلَّا امْرَأَتَهُ كَانَتْ مِنَ الْغَابِرِينَ () وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ مَطَرًا ۖ فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُجْرِمِين

“Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu?” Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas. Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan: “Usirlah mereka (Luth dan pengikut-pengikutnya) dari kotamu ini; sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura mensucikan diri”. Kemudian Kami selamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali isterinya; dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan). Dan Kami turunkan kepada mereka hujan (batu); maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu.’ (Qs. Al-A’raf: 80-84)

Begitulah Luth dan orang-orang beriman yang bersamanya, juga keluarganya, bisa selamat dari malapetaka itu, kecuali istrinya yang termasuk orang yang dibinasakan. Di Taurat dijelaskan bahwa Luth berhijrah bersama Ibrahim, setelah kaumnya yang tersesat dihancurkan. Tempat tinggal mereka pun juga dihapuskan dari wajah bumi. Ayat berikut menjelaskan karakter siksa yang menimpa kaum Luth:

وَكَانُوا يَنْحِتُونَ مِنَ الْجِبَالِ بُيُوتًا آمِنِينَ

“dan mereka memahat rumah-rumah dari gunung-gunung batu (yang didiami) dengan aman. (Qs. Hud: 82)

Kalimat “Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan)” memberi petunjuk bahwa tempat yang terkena goncangan keras adalah wilayah yang kuat. Kita mendapati kaum Luth –yang menjadi tempat yang terkena siksa – memberi beberapa petunjuk jelas ihwal petaka itu. Ahli kepurbakalaan Wenner Keller mengatakan, “Suatu kali seluruh Lembah Sadim yang mencakup wilayah Sodom dan Gomorrah amblas hingga mencapai kedalaman yang mengerikan. Kehancuran ini terjadi dengan gempa bumi dahsyat yang disertai beberapa kali letusan, juga perciksn cahayayang muncul dari gas alam dan kebakaran yang hebat.[1]

Faktanya, Laut Mati dan Danau Luth memang termasuk daerah gempa aktif. Laut itu terletak di rekahan tektonik (plate tectonics) aktif, yakni sejauh 300 km sepanjang sisi yang menghubungkannya dengan Danau Tiberias di utara hingga pertengahan Lembah Irba di sebelah selatan.[2]

Kalimat terakhir di ayat itu “Kami hujani mereka dengan bau dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi”  mungkin dimaksudkan untuk mengacu terjadinya ledakan gunung berapi di dua tepi pantai Danau Luth. Oleh karenanya, gambaran terkait batu yang dilepaskan dari tanah yang terbakar itu disebutkan juga pada ayat berikut:

وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ مَطَرًا ۖ فَسَاءَ مَطَرُ الْمُنْذَرِينَ

“Dan Kami hujani mereka dengan hujan (batu) maka amat jeleklah hujan yang menimpa orang-orang yang telah diberi peringatan itu.” (Qs. Asy Syu’ara: 173)

Terkait hal ini, Werner Keller mengatakan, “Kekuatan gunung berapi yang tenang tiba-tiba aktif di kedalaman laut sepanjang lempengan dari lembah itu. Kawah berapi yang semula tenang terus-menerus tampak bergejolak di bagian atas lembah tepi pantai bagian barat. Ketika itulah uap gunung berapi mengendap dan lapisn dalam batu gunung berapi turun sejah wilayah yang luas pada permukaan kapur.”[3]

Uang yang berbatu dan lapisan dalam batu gunung berapi menunjukkan bahwa tempat ini mendpat gempa yang dahsyat dan gunungg berapi yang luar biasa pada suatu waktu. Malapetaka ini sesuai gambaran Al-qur’an pada ayat berikut:

وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهَا حِجَارَةً مِنْ سِجِّيلٍ مَنْضُودٍ

“dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi,” (Qs. Hud: 82)

فَلَمَّا جَاءَ أَمْرُنَا جَعَلْنَا عَالِيَهَا سَافِلَهَا

Al-qur’an membei isyarat bahwa dugaan yang paling tepat adalah gempa gunung berapi. Sementara itu, firman Allah Swt berikut:

“Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan),” (Qs. Hud: 82)

Firman ini memberi petunjuk terjadinya gempa berdampak pada gunung berapi sehingga ia meletus di atas permukaan bumi agar bisa meninggalkan jejak kehancuran, rekahan, dan uap. Wallahua’lam.

**Diambil dari Ensiklopedia Mukjizat Alquran dan Hadis Jilid 1 : Kemukjizatan fakta sejarah

 

[1] Werner Keller, Al-Injil ka Tarikh, 1964, h. 75-76.

[2] “Alam Injil” pada Historical Archeology Times (Arkeologi dan Sejarah), 1993

[3] Werner Keller, Al-Injil ka Tarikh, 1964, h. 76.

Peningkatan Keterampilan Mengajar Melalui Pelatihan

Kata keterampilan dapat disamakan dengan kata kecekatan. Orang yang dapat dikatakan sebagai orang terampil adalah orang yang dalam mengerjakan atau menyelesaikan pekerjaannya secara cepat dan benar. Muzni Ramanto, Soemarjadi, dan Wikdati Zahri (1991:2)

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, keterampilan merupakan “kecakapan untuk menyelesaikan tugas”,  sedangkan mengajar adalah “melatih”. DeQueliy dan Gazali (Slameto, 2010:30) mendefinisikan mengajar adalah menanamkan pengetahuan pada seseorang dengan cara paling singkat dan tepat. Definisi yang modern di Negara-negara yang sudah maju bahwa “teaching is the guidance of learning”. Mengajar adalah bimbingan kepada siswa dalam proses belajar. Alvin W.Howard (Slameto, 2010:32) berpendapat bahwa mengajar adalah suatu aktivitas untuk mencoba menolong, membimbing seseorang untuk mendapatkan, mengubah atau mengembangkan skill, attitude, ideals (cita-cita), appreciations (penghargaan) dan knowledge.

Berdasarkan pengertian tersebut maka yang dimaksud dengan keterampilan mengajar guru adalah seperangkat kemampuan/kecakapan guru dalam melatih/membimbing aktivitas dan pengalaman seseorang serta membantunya berkembang dan menyesuaikan diri kepada lingkungan. Jadi, persepsi siswa tentang keterampilan mengajar guru adalah penilaian berupa tanggapan/pendapat  siswa terhadap kemampuan/kecakapan guru dalam proses kegiatan belajar mengajar. Dapat disimpulkan bahwa keterampilan adalah modal penting bagi para guru dalam proses pembelajaran di kelas. Kecakapan guru memilih metode sebagai upaya pemahaman materi bagi para siswa sangat berpengaruh besar dalam penerimaan materi yang disampaikan.

Proses belajar dan mengajar sejalan dengan apa yang diajarkan oleh agama Islam sebagaimana sabda Rasulullah,

“sedekah yang paling utama adalah orang islam yang belajar suatu ilmu kemudian diajarkan ilmu itu kepada orang lain.”(HR. Ibnu Majah)

Maksud hadis diatas adalah lebih utama lagi orang yang mau menuntut ilmu kemudian ilmu itu diajarkan kepada orang lain. Inilah sedekah yang paling utama dibanding sedekah harta benda. Ini dikarenakan mengajarkan ilmu, khususnya ilmu agama, berarti menenan amal yang muta’adi (dapat berkembang) yang manfaatnya bukan hanya dikenyam orang yang diajarkan itu sendiri, tetapi dapat dinikmati orang lain.

Dalam hadist lain dijelaskan tentang anjuran untuk terus meningkatkan keterampilan diri

“Semangatlah dalam hal yang bermanfaat untukmu, minta tolonglah pada Allah, dan jangan malas (patah semangat).” (HR. Muslim no. 2664).

Imam Nawawi mengatakan tentang hadits di atas, “Bersemangatlah dalam melakukan ketaatan pada Allah, selalu berharaplah pada Allah dan carilah dengan meminta tolong pada-Nya. Jangan patah semangat, yaitu jangan malas dalam melakukan ketaatan dan jangan lemah dari mencari pertolongan. ” (Syarh Shahih Muslim, 16: 194).

Peningkatan keterampilan mengajar bagi seorang guru sesuai dengan penjelasan Imam Nawawi tentang hadist di atas, dimana beliau berpendapat bahwa hadist tersebut mengandung anjuran kepada kita ummat Islam untuk senantiasa bersemngat dalam rangka ketaatan kepada Allah. Dalam prosesnya peningkatan keterampilan diri adalah bentuk lain dari ketaatan diri kita kepada Allah. Karena kebutuhan keterampilan pendidikan adalah upaya seorang pendidik untuk terus menyebarkan nilai-nilai luhur pendidikan.

Kesadaran akan pentingnya peningkatan keterampilan pengajaran bagi para guru inilah yang agaknya mendasari LPI Abata mengadakan dua pelatihan sekaligus, “Penggunaan Materi Ajar Yang Bermakna di Kelas Matematika” yang terlaksana di tanggal 7 Januari dan “Learning Style oleh Tim BLP” di tanggal 8-9 Januari. Kedua pelatihan dengan tema berbeda tersebut bertujuan untuk terus meningkatkan potensi diri para guru SDIT Abata. Sehingga diharapkan pembelajaran di kelas akan semakin variatif dan tidak membosankan.

Senangnya Bisa Membuat Peluncur Water Rocket!

Assalamu’alaikum teman-teman..

Teman-teman sudah pernah coba belum membuat peluncur water rocket? Waaahh… teman-teman dari SD exiss abata kelas 4 sudah pernah membuatnya loh! Ternyata membuat peluncurnya itu sangat mudah dan sangat menyenangkan. Alat-alatnya juga tidak susah. Nih aku kasih tau yaa alat-alat yang dibutuhkan dan cara membuatnya …

Alat dan bahannya:

  1. Parallon uk 1 M 2 buah
  2. Sambungan pipa parallon L 5 buah
  3. Sambungan pipa parallon T 4 buah
  4. Lem parallon
  5. Pentil ban
  6. Tutup parallon

Cara membuatnya:

  1. Kamu bor tutup parallon lalu masukkan pentil bannya
  2. Kamu potong pipa parallon masing-masing ukuran 30 cm 4 buah, 12 cm 2 buah, 10 cm 1 buah dan 5 cm 1 buah.
  3. Lalu kamu sambungkan pipa parallon uk 30 cm dengan sambungan pipa parallon L sebanyak 3 buah dan pipa parallon uk 12 cm sebanyak 2 buah untuk bagian bawahnya. Lalu bagian atasnya kamu sambungkan parallon uk 10cm dengan sambungan T dan sambungkan parallon ukuran 30 cm. Lalu sambungan L disambungkan dengan pipa parallon uk 5 cm dan ditutup dengan pipa parallon yang sudah ada pentil bannya.

Naaahh.. gimana teman-teman.. mudahkan cara membuatnya. Yuuukk praktikkan bagi teman-teman yang ingin membuatnyaa…!!!

Wassalamu’alaikum…

Dag Dig Dug Menghadapi Penilaian Akhir Semester (PAS) Ganjil 2018-2019

Tanggal 3 Desember sampai dengan 14 Desember 2018 seluruh siswa SDIT ABATA menghadapi ujian Akhir Semester Ganjil. Semua rasa tumpah ruah untuk menghadapi ujian ini karna pelajaran semester satu akan diujikan. Terlihat wajah tegang, cemas dan khawatir meliputi diri mereka. Ada juga sebagian siswa tenang menghadapinya, mungkin mereka sudah belajar lebih keras dan berharap akan dapat menyelesaikannya dengan baik.

Sebelum mengikuti ujian ananda sudah dibekali pengulangan pelajaran mulai dari awal sampai akhir pembahasan disemester satu. Pada ujian akhir semester 1 ini pelajaran yang diujikan untuk kelas 4 dan 5 berbeda. Kelas 4 mereka sudah menggunakan kurikulum 13 jadi mereka mengikuti ujian sekitar 7 muatan ( tema 1, tema 2, teman 3, tema 4, matematika, PAI dan B. inggris) dan ditambah 3 ujian praktek ( hadits, B. Arab, dan PJOK). Sedangkan kelas 5 mengikuti 6 muatan ( B.Indonesia, B. Inggris, Matematika, IPA, PAI, IPS/PKn dan ditambah 3 ujian praktek ( hadits, B. Arab, dan PJOK)

Alhamdulillah…. Selama pelaksanaan PAS semuanya berjalan dengan lancar tidak ada hambatan atau halangan. Semoga hasil yang diperoleh siswa pun bagus dan tidak ada yang remedial. Aamiin…

Asyiknya Perpustakaan Mini Di Kelas

Rendahnya minat baca di kalangan generasi muda di era milenium ini, terbukti dari banyaknya sindrome bermain game baik offline maupun online. Pesatnya perkembangan dunia teknologi dengan segala fitur-fiturnya “memanjakan” siswa dan siswi membuka sosial media ketimbang membaca buku. Akibatnya nasib buku-buku di perpustakaan tak ubahnya susunan debu sebagai sarang hantu.

Membaca adalah salah satu cara untuk mendapatkan informasi dari sesuatu yang ditulis. Semakin banyak membaca, semakin banyak pula informasi yang kita dapatkan.

Banyak orang mengatakan bahwa buku jendela dunia. Mengapa demikian? Karena dengan membaca buku dapat membuka wawasan yang sangat membantu menghargai hasil karya orang lain. Namun sangat disayangkan, pada zaman sekarang ini, jarang kita temukan siswa dan siswi yang gemar membaca.

Namun pada kenyataannya, minat baca bagi siswa dan siswi sekarang ini sangatlah rendah. Padahal, banyak manfaat yang dapat diperoleh dari membaca. Banyak faktor yang menjadi penyebab rendahnya minat baca. Salah satunya adalah karena semakin berkembangnya teknologi.

Peranan perpustakaan di dalam pendidikan amatlah penting, yaitu untuk membantu terselenggaranya pendidikan dengan baik. Dengan demikian sasaran dan tujuan operasional dari perpustakaan sekolah adalah untuk memperkaya, mendukung, memberikan kekuatan dan mengupayakan penerapan program pendidikan yang memenuhi setiap kebutuhan siswa, disamping itu mendorong dan memungkinkan tiap siswa mengoptimalkan potensi mereka sebagai pelajar.

Di SDIT EXISS ABATA Selain terdapat perpustakaan di sekolah, terdapat pula perpustakaan mini di dalam kelas. Hal ini bertujuan untuk lebih menarik minat siswa- siswi SDIT EXISS ABATA dalam hal membaca. Sesuai dengan manfaat membaca bagi siswa dan siswi antara lain :

  • Perpustakaan dapat meningkatkan pengetahuan peserta didik
  • Perpustakaan dapat menimbulkan kecintaan terhadap membaca kepada peserta didik
  • Perpustakaan dapat meningkatkan kecerdasan peserta didik
  • Perpustakaan dapat memperkaya pengalaman belajar peserta didik
  • Perpustakaan dapat digunakan sebagai media pembelajaran untuk peserta didik

Demi menarik minat membaca bagi siswa dan siswi maka perputakaan mini di dalam kelas selalu mengupayakan :

  • Memperbaharui koleksi buku-buku di dalam kelas
  • Menyediakan bacaan dalam bentuk buku yang menarik

Selain itu manfaat perpustakaan mini di dalam kelas bertujuan untuk mengurangi kegiatan yang kurang bermanfaat bagi siswa, ketika jam istirahat siswa dapat memanfaatkan dengan membaca buku dan berdiskusi dengan teman untuk mendapatkan pengetahuan yang baru.

SDIT EXISS ABATA sangat perduli terhadap minat membaca bagi peserta didiknya, salah satu hal yang diupayakan adalah dengan mengadakan perpusataan mini di dalam kelas demi menarik minat membaca shingga siswa kaya akan ilmu pengetahuan yang bermanfaat. Selain itu setiap 1 bulan peserta didik akan menceritakan buku apa saja yang sudah dibaca.

Khataman dan Imtihan Metode Ummi SD Exiss Abata

Ada yang istimewa di tanggal 1 Desember  2018 lalu, pasalnya pada hari itu telah diselenggarakan Khataman dan Imtihan Metode Ummi SD Exiss Abata yang bertempat di Ruang Ali Sadikin Kantor Walikota Jakarta Barat. Acara ini menjadi pembuktian hasil dari penerapan metode Ummi dalam pembelajaran Al-quran siswa dan siswi SD Exiss Abata. Pada acara ini para siswa dan siswi perwakilan dari kelas 3 sampai dngan kelas 6 yang menjadi peserta ini mengkhatamkan (menuntaskan) pembelajaraan Al Quran dengan metode Ummi dan memperlihatkan kepiawaiannya dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan ang diajuakan, pertanyaannya terdiri dari tartil (kelancaran), fashohah (kefasihan), gharib (bacaan-bacaan asing dalam Al Quran yang kadang cara membacanya berbeda dengan tulisannya), tajwid (ilmu terkait hukum-hukum bacaan di dalam Al Quran) serta hafalan juz ‘amma.

Acara berlangsung sangat meriah dan menantang saat acara imtihan (uji publik) dimana seluruh peserta harus siap menerima dan menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar materi pembelajaran Al Quran metode Ummi tanpa ada skenario sebelumnya. Alhamdulillaah, berkat latihan dan persiapan yang matang dengan dibimbing para ustadz dan Ustadazah pengajar pelajaran Al-qur’an yang ikhlas dan profesional, ketegangan yang menghantui seluruh peserta sebelum acara dimulai berubah menjadi senyum kebahagiaan saat mereka mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang mengalir dengan lancar baik yang dilontarkan oleh tim dari Ummi. Seluruh hadirin yang mengikuti acara ini berdecak kagum dan tanpa sadar meneteskan air mata karena terharu kemampuan para peserta dalam menguasai materi-materi Al Quran di usia mereka yang masih belia.

Khotaman dan Imtihan sendiri merupakan program lanjutan dari rangkaian program KBM Ummi setelah sebelumnya para siswa lulus munaqosyah (ujian akhir siswa) Al Quran metode Ummi yang telah dilaksanakan sebulan sebelumnya. Semoga cita-cita SD Exiss Abata untuk Membentuk dan melahirkan anak didik yang mencintai dan menjunjung tinggi Islam dan Al-Qur’an untuk masa depannya dapat terwujud sehingga menjadi umat terbaik sebagaimana sabda Rasulullaah, “Sebaik-baik dari kalian adalah orang yang mempelajari Al Quran dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari). Aamiin.

Nabi Luth As : Al-qur’an dan Kehancuran Kaum Luth (Part I)

Terkait kaum Luth As, Allah Swt berfirman:

كَذَّبَتْ قَوْمُ لُوطٍ بِالنُّذُرِ () إِنَّا أَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ حَاصِبًا إِلَّا آلَ لُوطٍ ۖ نَجَّيْنَاهُمْ بِسَحَرٍ () نِعْمَةً مِنْ عِنْدِنَا ۚ كَذَٰلِكَ نَجْزِي مَنْ شَكَرَ () وَلَقَدْ أَنْذَرَهُمْ بَطْشَتَنَا فَتَمَارَوْا بِالنُّذُرِ

“Kaum Luth-pun telah mendustakan ancaman-ancaman (nabinya). Sesungguhnya Kami telah menghembuskan kepada mereka angin yang membawa batu-batu (yang menimpa mereka), kecuali keluarga Luth. Mereka Kami selamatkan sebelum fajar menyingsing, sebagai nikmat dari Kami. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur, Dan sesungguhnya dia (Luth) telah memperingatkan mereka akan azab-azab Kami, maka mereka mendustakan ancaman-ancaman itu.” (Al-Qamar: 33-36)

Luth As hidup pada masa yang sama dengan Nabi Ibrahim As. Ia diutus pada kaum yang tinggal berdampingan dengan kaum Nabi Ibrahim. Seperti diinformasikan Al-qur’an, kaum-kaum itu menyukai hal menyimpang yang sebelumnya belum pernah dikenal. Penyimpangan itu berupa perilaku sodomi. Ketika Nabi Luth menasihati kaumnya untuk meninggalkan perilaku menyimpang itu dan mengancam mereka dengan hukuman dan siksa Tuhan, mereka tidak mempercayainya bahkan mengingkari kenabian dan kerasulannya. Mereka justru semakin berani dalam melakukan perilaku sesat dan menyimpang itu. Akhirnya, kau mini pun mengalami kehancuran setelah mengalami bencana yang mengerikan.

Pada kitab Perjanjian Lama, disebutkan bahwa tempat yang ditinggali kaum Luth adalah Sodom. Tempat ini terletak di sebelah kiri Laut Merah. Beberapa penelitian telah mengungkap bahwa kehancuran memang ditemukan di sana, seperti yang disinggung Al-qur’an. Namun, penelitian kepurbakalaan menunjukkan bahwa kota yang menjadi lokasi tinggal kaum Luth terletak di satu wilayah di Laut Mati yang memanjang sampai batas antara Yordania dan Palestina.

Sebelum kita mengungkap sisa-sisa bencana ini, akan baik bila kita merenungkan apa yang mejadi penyebab hukuman yang diterima oleh kaum Luth. Al-qur’an menginformasikan kepada kita bagaiman Luth As telah memperingatkan kaumnya dan bagaimana cara mereka menjawabnya.

كَذَّبَتْ قَوْمُ لُوطٍ الْمُرْسَلِينَ () إِذْ قَالَ لَهُمْ أَخُوهُمْ لُوطٌ أَلَا تَتَّقُونَ () إِنِّي لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌ () فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَطِيعُونِ  وَمَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ ۖ إِنْ أَجْرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ الْعَالَمِينَ () أَتَأْتُونَ الذُّكْرَانَ مِنَ الْعَالَمِينَ () وَتَذَرُونَ مَا خَلَقَ لَكُمْ رَبُّكُمْ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ ۚ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ عَادُونَ () قَالُوا لَئِنْ لَمْ تَنْتَهِ يَا لُوطُ لَتَكُونَنَّ مِنَ الْمُخْرَجِينَ () قَالَ إِنِّي لِعَمَلِكُمْ مِنَ الْقَالِينَ

“Kaum Luth telah mendustakan rasul-rasul, ketika saudara mereka, Luth, berkata kepada mereka: mengapa kamu tidak bertakwa?” Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semeta alam. Mengapa kamu mendatangi jenis lelaki di antara manusia, dan kamu tinggalkan isteri-isteri yang dijadikan oleh Tuhanmu untukmu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas”. Mereka menjawab: “Hai Luth, sesungguhnya jika kamu tidak berhenti, benar-benar kamu termasuk orang-orang yang diusir” Luth berkata: “Sesungguhnya aku sangat benci kepada perbuatanmu”. (Asy-Syu’ara: 160-168)

Kaum ini justru mengancam Luth As ketika ia mengajak mereka untuk kembali ke jalan yang benar. Mereka justru marah pada Luth As karena telah mengajak ke jalan yang benar dan kesucian diri. Mereka berencana mengusir Luth As dan orang-orang yang beriman. Ini seperti dijelaskan oleh ayat-ayat berikut:

وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَ () إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّسَاءِ ۚ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ () وَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهِ إِلَّا أَنْ قَالُوا أَخْرِجُوهُمْ مِنْ قَرْيَتِكُمْ ۖ إِنَّهُمْ أُنَاسٌ يَتَطَهَّرُونَ

“Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu?” Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas. Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan: “Usirlah mereka (Luth dan pengikut-pengikutnya) dari kotamu ini; sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura mensucikan diri”. Al’A’raf: 80-82)

Luth As menyampaikan kebenaran dengan sangat jelas kepada kaumnya. Ia juga mengancam mereka dengan cara yang tegas dan lugas. Hanya saja mereka sudah tidak mempan dengan berbagai ancaman. Mereka justru terus ingkar dan tidak mempercayai ancaman yang disampaikan Luth As.

وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَ () أَئِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ وَتَقْطَعُونَ السَّبِيلَ وَتَأْتُونَ فِي نَادِيكُمُ الْمُنْكَرَ ۖ فَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهِ إِلَّا أَنْ قَالُوا ائْتِنَا بِعَذَابِ اللَّهِ إِنْ كُنْتَ مِنَ الصَّادِقِينَ

“Dan (ingatlah) ketika Luth berkata pepada kaumnya: “Sesungguhnya kamu benar-benar mengerjakan perbuatan yang amat keji yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun dari umat-umat sebelum kamu”. Apakah sesungguhnya kamu patut mendatangi laki-laki, menyamun dan mengerjakan kemungkaran di tempat-tempat pertemuanmu? Maka jawaban kaumnya tidak lain hanya mengatakan: “Datangkanlah kepada kami azab Allah, jika kamu termasuk orang-orang yang benar”. (Al-Ankabut : 28-29)

Setelah Luth As mendapat jawaban seperti itu, ia pun mengahdap pada Allah Swt untuk memohon pertolongan.

قَالَ رَبِّ انْصُرْنِي عَلَى الْقَوْمِ الْمُفْسِدِينَ

Luth berdoa: “Ya Tuhanku, tolonglah aku (dengan menimpakan azab) atas kaum yang berbuat kerusakan itu”. (Al-Ankabut: 30)

رَبِّ نَجِّنِي وَأَهْلِي مِمَّا يَعْمَلُونَ

(Luth berdoa): “Ya Tuhanku selamatkanlah aku beserta keluargaku dari (akibat) perbuatan yang mereka kerjakan”. (Asy-Syu’ara: 169)

Beginilah cara Tuhan mengabulkan permohonan Rasul-Nya. Dia pun mengirim dua malaikat dengan berwujud seperti dua orang laki-laki. Sebellum menemui Luth As dua malaikat ini menemui Ibrahim As. Saat itu kedua malaikat ini menyampaikan kabar gembira bahwa istrinya akan mengandung dan melahirkan seorang anak lelaki. Di samping itu, kedua malaikat ini menjelaskan pada Ibrahim As alasan megapa keduanya diutus ke kaum Luth. Allah memutuskan untuk menghancurkan kaum Luth yang sombong.

قَالَ فَمَا خَطْبُكُمْ أَيُّهَا الْمُرْسَلُونَ () قَالُوا إِنَّا أُرْسِلْنَا إِلَىٰ قَوْمٍ مُجْرِمِينَ () لِنُرْسِلَ عَلَيْهِمْ حِجَارَةً مِنْ طِينٍ () مُسَوَّمَةً عِنْدَ رَبِّكَ لِلْمُسْرِفِينَ

“Ibrahim bertanya: “Apakah urusanmu hai para utusan?” Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami diutus kepada kaum yang berdosa (kaum Luth), agar kami timpakan kepada mereka batu-batu dari tanah, yang ditandai di sisi Tuhanmu untuk membinasakan orang-orang yang melampaui batas”. (Adz-Dzariyat: 31-34)

Setelah meninggalkan tempat tinggal Ibrahim As, kedua malaikat sebagai utusan Tuhan  yang menyamar ini menuju ke rumah Luth As. Mulanya, Luth sangat bersedih mengetahui kedatangan utusan Tuhan karena ia belum pernah melihat mereka sebelumnya. namun, setelah keduanya berbicara, Luth pun tenang.

وَلَمَّا جَاءَتْ رُسُلُنَا لُوطًا سِيءَ بِهِمْ وَضَاقَ بِهِمْ ذَرْعًا وَقَالَ هَٰذَا يَوْمٌ عَصِيبٌ

”Dan tatkala datang utusan-utusan Kami (para malaikat) itu kepada Luth, dia merasa susah dan merasa sempit dadanya karena kedatangan mereka, dan dia berkata: “Ini adalah hari yang amat sulit”. (Qs Hud : 77)

قَالَ إِنَّكُمْ قَوْمٌ مُنْكَرُونَ () قَالُوا بَلْ جِئْنَاكَ بِمَا كَانُوا فِيهِ يَمْتَرُونَ () وَأَتَيْنَاكَ بِالْحَقِّ وَإِنَّا لَصَادِقُونَ () فَأَسْرِ بِأَهْلِكَ بِقِطْعٍ مِنَ اللَّيْلِ وَاتَّبِعْ أَدْبَارَهُمْ وَلَا يَلْتَفِتْ مِنْكُمْ أَحَدٌ وَامْضُوا حَيْثُ تُؤْمَرُونَ () وَقَضَيْنَا إِلَيْهِ ذَٰلِكَ الْأَمْرَ أَنَّ دَابِرَ هَٰؤُلَاءِ مَقْطُوعٌ مُصْبِحِينَ  () وَقَضَيْنَا إِلَيْهِ ذَٰلِكَ الْأَمْرَ أَنَّ دَابِرَ هَٰؤُلَاءِ مَقْطُوعٌ مُصْبِحِينَ

“ia berkata: “Sesungguhnya kamu adalah orang-orang yang tidak dikenal”. Para utusan menjawab: “Sebenarnya kami ini datang kepadamu dengan membawa azab yang selalu mereka dustakan. Dan kami datang kepadamu membawa kebenaran dan sesungguhnya kami betul-betul orang-orang benar. Maka pergilah kamu di akhir malam dengan membawa keluargamu, dan ikutlah mereka dari belakang dan janganlah seorangpun di antara kamu menoleh kebelakang dan teruskanlah perjalanan ke tempat yang di perintahkan kepadamu”. ia berkata: “Sesungguhnya kamu adalah orang-orang yang tidak dikenal”. Dan telah Kami wahyukan kepadanya (Luth) perkara itu, yaitu bahwa mereka akan ditumpas habis di waktu subuh. Dan telah Kami wahyukan kepadanya (Luth) perkara itu, yaitu bahwa mereka akan ditumpas habis di waktu subuh.” (Qs Al Hijr: 62-66)

Saat itu kaumnya tahu bahwa Luth As sedang mendapatkan tamu. Mereka tidak ragu untuk menyakiti tamu-tamu Luth As dengan kebiasaan mereka yang memalukan itu. Mereka pun berkumpul di rumah Luth As menunggu tamu-tamunya keluar. Lut As mengkhawatirkan keselamatan tamu-tamunya jangan-jangan kaumnya akan menyakiti mereka. Ia pun berkata pada kaumnya, seperti dikutip ayat berikut:

قَالَ إِنَّ هَٰؤُلَاءِ ضَيْفِي فَلَا تَفْضَحُونِ () وَاتَّقُوا اللَّهَ وَلَا تُخْزُونِ

“Luth berkata: “Sesungguhnya mereka adalah tamuku; maka janganlah kamu memberi malu (kepadaku), dan bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu membuat aku terhina”. (Qs Al Hijr: 68-69)

Kaumnya menjawab:

قَالُوا أَوَلَمْ نَنْهَكَ عَنِ الْعَالَمِينَ

“Mereka berkata: “Dan bukankah kami telah melarangmu dari (melindungi) manusia?” (Qs Al Hijr: 70)

**Diambil dari Ensiklopedia Mukjizat Alquran dan Hadis Jilid 1 : Kemukjizatan fakta sejarah

1 2 3 4 5 20