Report Day KB dan TK Exiss Abata

Kegiatan pembelajaran  semester I tahun pelajaran 2018-2019 telah selesai dilaksanakan. Banyak perkembangan yang telah dicapai oleh anak didik, baik dalam bidang pengembangan kognitif, afektif maupun psikomotornya.

Report day ini adalah sebagai salah satu sarana komunikasi antara pihak sekolah dengan orangtua dimana orangtua ingin mengetahui lebih detail perkembangan yang telah dicapai oleh buah hatinya dan guru menyampaikan hal-hal apa yang masih perlu diberikan stimulus lebih lanjut oleh orangtua dirumah agar perkembangannya lebih optimal.

Orangtua begitu antusias menghadiri kegiatan tersebut, ada yang datang sendiri dan juga ada yang kedua orangtuanya bisa hadir. Kegiatan report day ini juga dimeriahkan dengan kegiatan bazaar di halaman sekolah.

Teacher’s Day di KB dan TK Exiss Abata

Pagi itu  ada  sesuatu yang  berbeda di sekolah,  teras sekolah  terlihat sangat cantik, dipenuhi hiasan bernuansa putih dan pink, perpaduan warna yang sangat lembut dan terlihat elegant.

Tepat jam 8 pagi semua murid berkumpul di teras sekolah, kali ini acara dipimpin dan dikoordinir oleh para bunda. Mereka secara special menyiapkan hari ini untuk merayakan teacher’s day sebagai apresiasi dan tanda cinta mereka kepada para ustadzah pejuang pendidikan dan pelukis masa depan putra-putri mereka.

Anak-anak membacakan puisi dan para bunda pun mempersembah lagu untuk para ustadazah. Mengharu biru rasanya hati para ustadzah atas perhatian para orangtua dan murid-murid, bucket Bunga dan souvenir cantik pun menjadi kenangan terindah dihari teacher’s day kali ini.

Terima kasih para bunda, terima kasih juga murid-murid tercinta, do’akan kami agar selalu istiqomah dalam menjalankan profesi mulia ini, semoga do’a kalian akan membawa kami memasuki jannahNya kelak… Aamiin

Berkunjung ke Ocean EcoPark Ancol

Mengenalkan anak-anak dengan lingkungan alam sekitarnya memberikan pengalaman beru yang sangat berarti bagi anak-anak KB-TK EXISS A BA TA guna menambah wawasan dan pengalamannya.

Di Eco park mereka belajar mengenal flora dan fauna dengan cara melihat dan berinteraksi langsung dengan objeknya. Menanam jagung, memberi makan kambing, kelinci, bebek dan melihat peternakan lebah.

Anak-anak juga dikenalkan cara membuat lampu  alternative dengan pemanfaatan  limbah kotoran hewan.

Subhanallah… pengalaman yang sangat berkesan sekali, semoga hal ini dapat memotivasi mereka menjadi orang yang creative dan innovative dimasa mendatang dengan tetap menjaga kelestarian alam anugerah Allah SWT.

Menjadi Guru Yang Handal dan Tangguh Zaman Now

Menjadi guru adalah profesi yang menyenangkan dan penuh tantangan karena harus berhadapan dengan murid-murid dengan berbagai karakter dan pola asuh  yang berbeda. Untuk itu perlu selalu di upgrade  pengetahuan dan kemampuannya. Yayasan ABACU sangat memperhatikan hal tersebut. Di raker kali ini tema yang diangkat adalah Optimalisasi kematangan sekolah pada siswa Taman Kanak-kanak dengan narasumber  Dr. Sri W Rahmawati, M.si lulusan Universitas Indonesia  yang memiliki pengalaman yang luar biasa dalam penanganan anak-anak.

Banyak ilmu yang didapat kali ini sebagai bekal dalam menjalani profesi guru  yang professional sesuai dengan slogan guru ABATA yaitu :

Mendidik dengan cinta, bersama kembangkan ABATA… AllahuAkbar!

Terpilihnya Kepsek KB & TK Exiss Abata Sebagai Kepala Sekolah Berprestasi

Keluarga besar Yayasan ABACU yang menaungi Lembaga Pendidikan ABATA tengah berbahagia  dan bersuka cita dengan terpilihnya Ustadzah  Saidah, S.Pd.I sebagai kepala sekolah berprestasi tingkat kota Jakarta Barat.

Dari sekitar 60 Taman Kanak-kanak yang ada diwilayah Jakarta Barat Ustadzah Saidah mulai melalui tahapan-tahapan  seleksi yang ada hingga beliau masuk menjadi 3 besar ditingkat Kecamatan  dan menjadi juara I ditingkat wilayah kota Jakarta Barat yang selanjutnya akan mengikuti kembali lomba tersebut di tingkat propinsi dan seterusnya.

Kegiatan lomba meliputi  test  tertulis,  pembuatan makalah dan juga presentasi yang dinilai langsung oleh para tim juri  yang terdiri dari para  professor  program magister  UHAMKA yang memang ahli dibidangnya.

Barakallah ustadzah Saidah atas prestasi yang sudah dicapai, semoga sukses dilomba tingkat selanjutkan dan semakin mengharumkan nama  Lembaga Pendidikan Islam ABATA khususnya KB dan TK EXISS ABATA.

Mom… You Are Number One For Me

Kasih ibu….

Kepada beta….

Tak terhingga sepanjang masa….

Hanya memberi….

Tak harap kembali….

Bagai sang surya menyinari dunia

Syair lagu itu begitu menyentuh hati para pendengarnya.

Pada moment mom’s day kali ini KB-TK EXISS A BA TA mengadakan kegiatan khusus sebagai apresiasi dan tanda kasih kepada para bunda yang begitu besar jasanya dalam  mendidik dan membesarkan buah hatinya.

Kegiatan kali ini terdiri dari kegiatan muhasabah untuk bunda, persembahan ananda buat bunda dan makan bakso bersama.

Setangkai mawar dan kartu tanda cinta buat ibunda menjadi kado special dihari itu.

I love you bunda….. You’re number one for me

Guru Kau Pelukis Masa Depanku

Pada tanggal 25 November, Republik Indonesia memperingati Hari Guru. Peringatan Hari Guru bukan sekedar untuk simbol semata. Melainkan harus dijadikan sebagai ajang apresiasi akan jasa-jasa guru dalam kehidupan kita.

Hal inilah yang dilakukan oleh siswa siswi serta wali murid SD Exiss Abata, yang mengadakan perayaan hari guru pada hari Senin, tanggal 26 November 2018. Peringatan hari guru kali ini terasa begitu hikmad. Dimulai dengan upacara dan sambutan kepala SD Exiss Abata yang berisi tentang apresiasi terhadap kinerja guru serta pesan kepada murid-murid supaya menjadikan guru sebagai teladan. Acara dilanjutkan dengan persembahan lagu oleh perwakilan orang tua murid dari kelas 1-6 dan sambutan oleh ketua BP3 yaitu Ibu Roro. Semangat dan rasa terima kasih atas jasa-jasa guru juga ditunjukkan oleh siswa siswi SD Exiss Abata yang diwakili oleh penampilan siswa kelas 5 dan 6. Puncaknya adalah pembacaan puisi ciptaan ananda Yisca kelas 5 dan ananda Auza kelas 4. Acara ditutup dengan pembacaan doa.

Pelukis Masa Depanku

Karya : Yisca dan Auza

 

Guru…

Engkau digugu

Engkau ditiru

Dari sopan tingkah lakumu

Juga lembut tutur katamu

 

Guru…

Kaulah pelukis masa depanku

Aku bisa membaca karenamu

Bisa menulis juga karena bimbinganmu

 

Guru…

Jangan pernah lelah berbagi ilmu

Untuk semua murid-muridmu

Kelak pahala mengalir untukmu

 

Guru…

Terima kasih dari hatiku

Atas semua jasa-jasamu

Kaulah pelukis masa depanku

Abata Competition 2018 … Be a Winner !!

Menyongsong semangat di penghujung tahun 2018, SD EXISS Abata mengadakan sebuah acara bergengsi yang menjadi agenda 2 tahunan yaitu ABATA COMPETITION. Tema yang diangkat tahun ini adalah Be a Winner (Jadilah pemenang). Sejalan dengan tujuan awal diadakannya acara tersebut yaitu sebagai ajang penyaluran bakat dan minat siswa dalam bidang olahraga dan seni.

Acara Abata Competition 2018 berlangsung selama satu minggu yaitu tanggal 24-28 Desember 2018. Diawali dengan upacara pembukaan pada hari Senin, 24 Desember 2018. Dilanjutkan dengan perlombaan selama 3 hari. Ada 13 lomba yang diikuti oleh siswa siswi SD EXISS Abata antara lain: spelling bee, story telling, atletik, memanah, mading science, mewarnai kaligrafi, basket, futsal, science project, cerdas cermat kelas tinggi dan kelas render, serta tahfidz kelas rendah dan kelas tinggi. Melalui kegiatan ini diharapkan siswa dan siswi SD EXISS Abata dapat berpartisipasi dan menyalurkan bakatnya.

Dipandu oleh Miss Tin dan ananda Ghazi acara penutupan Abata Competition 2018 berlangsung meriah. Terdapat persembahan tampilan dari perwakilan ekstrakurikuler dan para pemenang lomba.  Ekstrakurikuler yang ditampilkan kali ini antara lain: taekwondo, silat dan robotic. Ketiganya merupakan ekstrakurikuler favorit siswa siswi SD EXISS Abata dan yang paling sering mewakili dan mengharumkan nama SD EXISS Abata dalam berbagai macam perlombaan. Penampilan berikutnya dipersembahkan oleh siswa-siswi pemenang lomba science project  yaitu kelas 6 Usamah sebagai juara 1 dan kelas 5 Salman sebagai juara 2 dan penampilan oleh ananda M.Fadly Amrulloh (Aldy) sebagai juara 1 story telling. Setelah pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah akhirnya diumumkan bahwa kelas 5 Salman keluar sebagai juara umum Abata Competition 2018 dengan perolehan mendali yaitu 2 emas, 2 perak dan 2 perunggu.

Selamat kepada para pemenang, semoga semangat Abata Competition dapat berlanjut di tahun-tahun berikutnya dan dapat berlangsung lebih meriah dan penuh inovasi. Sampai ketemu di Abata Competition berikutnya, lets be a winner!

Mudahnya Membuat Kartu Nama

Assalamu’alaikum teman-teman semuaaaaa….

Teman-teman tau tidak sih apa itu kartu nama? Yup kartu nama itu untuk pengenalan nama atau perusahaan kamu kepada orang lain dengan mengunakan kartu. Jadi sekarang teman-teman sudah tau dong apa itu kartu nama…

Naaaahh … teman-teman sudah pada tau belum cara membuat kartu nama? Teman-teman dari kelas 4 SD Exiss Abata sudah bisa membuatnya loh. Ternyata mudah sekali dengan menggunakan Miscroscof Publisher.

Yuuukk teman-teman ikutin langkah-langkah ini yaa supaya teman-teman juga bisa membuatnya. Langkah-langkahnya yaitu:

  1. Teman-teman buka miscroscof publisher
  2. Pilih business card
  3. Lalu pilih tipe card yang teman-teman inginkan
  4. Teman-teman ketik sesuai dengan penganalan nama kamu atau nama perusahaan teman-teman
  5. Setelah itu jangan lupa untuk di save dan di print yaaaa

Gimana teman-teman kalian sudah mengerti belum cara membuatnya? Pasti bisakan karna sangat mudah…

Teman-teman di rumah harus coba membuatnya yaaahh….

Wassalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh…

Kaum Saba Dan Banjir Arim (Part I)

لَقَدْ كَانَ لِسَبَإٍ فِي مَسْكَنِهِمْ آيَةٌ ۖ جَنَّتَانِ عَنْ يَمِينٍ وَشِمَالٍ ۖ كُلُوا مِنْ رِزْقِ رَبِّكُمْ وَاشْكُرُوا لَهُ ۚ بَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَرَبٌّ غَفُورٌ () فَأَعْرَضُوا فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ سَيْلَ الْعَرِمِ وَبَدَّلْنَاهُمْ بِجَنَّتَيْهِمْ جَنَّتَيْنِ ذَوَاتَيْ أُكُلٍ خَمْطٍ وَأَثْلٍ وَشَيْءٍ مِنْ سِدْرٍ قَلِيلٍ

“Sesungguhnya bagi kaum Saba’ ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (kepada mereka dikatakan): “Makanlah olehmu dari rezeki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun”. Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon Sidr.” (Q.S Sabaa : 15-16)

Masyarakat Saba merupakan salah satu empat peradaban terbesar yang hidup di sebelah selatan Jazirah Arab. Diyakini bahwa kau mini telah mendirikan peradabannya antara tahun 750-1000 SM. Peradaban mereka runtuh pada sekitar 550 M disebabkan srangan yang terus menerus selama dua abad yang dilakukan tantara Persia dan Arab. Kapan peradaban Sabamulai tumbuh, masih menjadi perdebatan hingga sekarang. Orang-orang Saba tidak pernah menuliskan keputusan pemerintahan mereka hingga tahun 600 SM. Oleh karenanya, tidak ditemukan catatan klasik apa pun hingga tahun itu.

Sumber paling tua yang memberi petunjuk terkait kaum Saba merujuk pada catatan perang Raja Srgon II (722-705 SM). Di catatan itu, disebutkan daftar orang-orang yang membayar pajak pada Raja Saba yang bernama It Imara. Ini merupakan sumber tertua yang menjelaskan tentang peradaban Saba. Hanya tidak benar bila kemudian berkesimpulan bahwa peradaban ini telah dibangun pada tahun 700 SM dengan hanya bersandar pada sumber astu-sarunya itu. Karena sangat mungkin peradaban ini telah  terbentuk sebelum itu. Ini berarti sejrah Saba mungkin sekali sudah ada sebelum tahun itu. Dalam pahatan Arad Nanar (Aanepadda), salah satu raja kota Ur yang mengacu pada kota Saba.[1] Jika benar interprets bahwa kata ini mengacu pada Saba, maka sejarah Saba sudah ada pada 2500 SM.

Sumber-sumber sejarah yang berbicara tentang peradaban ini menyebutkan bahwa peradaban Saba sangat mirip dengan peradaban Phoenix. Mayoritas aktivitasnya perdagangan. Kaum ini berkuasa melalui jalr perdagangan yang melewati sebelah utara kepulauan itu. Para pedagang Saba harus mendapat izin dari Raja Sargon II, yang berkuasa atas wilayah yang berada di sebelah utara kepulauan itu. Jika ingin dagangan mereka bisa sampai ke Gaza dan Laut Tengah, mereka harus membayar pajak atas dagangan mereka. Setiap kali para pedagang Raja Sargon II, nama mereka dicatat dalam laporan tahunan wilayah itu.

Dalam sejarah, kaum Saba dikenal sebagai orang yang berperadaban. Kata-kata yang punya arti seperti menarik kembali, penetapam, bangunan, muncul di sana secara berulang pada pahatan para raja mereka. Bendungan Ma’rib yang merupakan salah satu peninggalan terpenting peradaban ini menjad bukti yang jelas tingkat keahlian yang telah dicapai oleh kaum ini. Hal ini  tidak berarti bahwa mereka lemah dalam kekuatan militernya. Tantara Saba merupakan unsur terpenting yang menjamin keberlangsugan peradaban ini berdiri tegak hingga dalam waktu lama.

Tantara Saba diketahui sebagai tantara terkat pada masa itu. Mereka membantu para raja untuk melakukan perluasan wilaya. Mereka berhasil menyerbu wilayah Qatabiyin.mereka juga berhasil menguasai wilayah di benua Afrika. Kira-kira pada tahun 24 SM ketika mereka melakukan salah satu penyerangan ke wilayah barat, tantara Saba memukul mundur tantara Romawi di bawah panglima Markus Elius Golus. Panglima inilah yang telah memerintah Mesir menjadi bagian dari kekaisaran Romawi yang merupakan negara adikuasa saat itu tanpa tanding. Dapat digamparkan bahwa Saba merupakan negara kondusif secara politik. Meski demikian, mereka tidak pernah ketinggalan dala menggunakan kekatan militier jika diperlukan. Dengan kekuatan militer dan peradabannya, Saba lalu menjadi kekuatan adikuasa pada waktu itu.

Al-qur’an juga menyebutkan kekuata tantara Saba. Kepercayaan diri tentara ini juga terlihat melali komentar para panglima tentara Saba kepada ratu mereka, seperti yang dilukiskan dalam Surah Al-Naml berikut:

قَالُوا نَحْنُ أُولُو قُوَّةٍ وَأُولُو بَأْسٍ شَدِيدٍ وَالْأَمْرُ إِلَيْكِ فَانْظُرِي مَاذَا تَأْمُرِينَ

“Mereka menjawab: “Kita adalah orang-orang yang memiliki kekuatan dan (juga) memiliki keberanian yang sangat (dalam peperangan), dan keputusan berada ditanganmu: maka pertimbangkanlah apa yang akan kamu perintahkan”. (Al Naml; 33)

Ma’rib merupakan ibukota Saba. Kota ini sangat kaya. Kelebihan ini merupakan imbas dari letak geografisnya. Ibuota ini dekat sekali dengan Sungai Dunha, yang titik pertemuannya dengan Gunung Bulaq sangat sesuai untuk pembangunan bendungan. Orang Saba menganggap keistimewaan ini sebagai hal yang mahal. Mereka pun membangun benndungan di tempat itu, yang menjadi tepat pertumbuhan peradaban mereka. Setelah itu, mereka mulai menjalankan irigasi dan pertanian. Begitulah mereka bisa mencapai tingkat pertumbuhan yang sangat tinggi. Ma’rib sndiri merupakan ibukota yang paling pesat pertumbuhannya saat itu. Penulis Yunani, Pliny, yang telah mengunjungi dan memuji tempat ini menyebutkan bahwa Ma’rib merupakan wilayah yang luas dan hijau.[2]

Lukisan yang Ditulis dengan Bahasa Orang Saba

Tinggi bendungnan Ma’rib mecpai 16 meter. Lebarnya 600 meter. Panjangnya hingga 630 meter. Secara statistik, ini memakan 9600 hektar tanah. Seluas 5300 di antaranya berada di dataran bagian selatan, sementara sisanya berada di utara. Dua dataran ini juga disinggung dalam paatan orang Saba yang diberi nama Ma’rib dan dua dataran. Al-qur’an menyebutkan hal ini dengan sangat baik pada ayat berikut:

جَنَّتَانِ عَنْ يَمِينٍ وَشِمَالٍ

“dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri” (Q.S Sabaa: 15)

Ini menunjukkan bahwa ada kebun dan pohon anggur di kedua lembah atau dua dataran ini. Tempat itu menjadi tempat di Yaman yang paling banyak kekayaan dan hasil buminya berkat air bendungan itu. Jean Francois Chapolion dan Glazer menebutkan bahwa sudah sagat lama Bendungan Ma’rib membantu orang-orang di sekitarnya. Beberapa dokumen yang ditulis dalam bahasa Himyar menginformasikan bahwa bendungan ini telah menjadikan Kawasan di sekitarnya sangat subur dan produktif.[3]

Perbaikan bendungan ini selesai antara abad 5 dan 6 M. Hanya saja perbaikan-perbaikan itu tidak bisa mencegah bendungan ini runtuh pada tahun 542 M. bendungan ini runtuh akibat banjir Arim yang disinggung Al-qu’ran. Banjir Arim inilah yang mennyebabkan masalah luar biasa. Musibah ini telah mengahncurkan semua perkebunan, pohon anggur, dan taman-taman yang telah dijaga seuruh kaum  Saba selama puluhan abad. Setelah runtuhnya bendungan ini, kaum Saba mengalami stagnasi yang cukup lama. Tidak ada lagi penopang kehidupan bagi mereka setelah itu. Ini yang menjadi akhir sejarah kau mini setelah runtuhnya bendungan.

Banjir Arim Yang Meluluhlantahkan Saba

Ketika kita mau merenungkan ayat Al-qur’an melalui informasi sejarah yang bisa kita dapatka, tentu kita menemukan keseuaian yang luar bisa antara informasi Al-qur’an dan data sejarah. Semua temuan geologis dan kepurbakalaan membenarkan informasi yang disebutkan Al-qur’an. Seperti diseutkan Al-qur’an, kaum tidak mau mendengar nasihat rasul mereka dan mendustakan kebenaran yang dibawa sang rasul serta tidak mau beriman kepada utusan Tuhan itu memang berhak mendapatakan hukuman sengan banjir Arm. Al-qur’an menggambarkan banjir ini dala Surah Saba berikut:

لَقَدْ كَانَ لِسَبَإٍ فِي مَسْكَنِهِمْ آيَةٌ ۖ جَنَّتَانِ عَنْ يَمِينٍ وَشِمَالٍ ۖ كُلُوا مِنْ رِزْقِ رَبِّكُمْ وَاشْكُرُوا لَهُ ۚ بَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَرَبٌّ غَفُورٌ () فَأَعْرَضُوا فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ سَيْلَ الْعَرِمِ وَبَدَّلْنَاهُمْ بِجَنَّتَيْهِمْ جَنَّتَيْنِ ذَوَاتَيْ أُكُلٍ خَمْطٍ وَأَثْلٍ وَشَيْءٍ مِنْ سِدْرٍ قَلِيلٍ

“Sesungguhnya bagi kaum Saba’ ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (kepada mereka dikatakan): “Makanlah olehmu dari rezeki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun”. Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon Sidr.” (Q.S Sabaa : 15-16)

**Diambil dari Ensiklopedia Mukjizat Alquran dan Hadis Jilid 1 : Kemukjizatan fakta sejarah

 

[1] Al Mausu’ah Al Islamiyah; Al A’lam Al islami, Tarikh Jughrafiyah Intsughrsfiys, wa Qamus Bibliografiya j. 10, h. 268, lema “Saba”.

[2] Humile, Al Muktasyafat fi Ardh Al Injil, 1903

[3] Al Mausu’ah Al Islamiyah; Al A’lam Al islami, Tarikh Jughrafiyah Intsughrsfiys, wa Qamus Bibliografiya j. 10, h. 323-339, lema “Ma’rib”.

1 2 3 4 20