LOWONGAN KERJA GURU AL-QUR’AN 2019

Let’s join us ! Excellent Islamic School ABATA
Sebagai GURU AL-QUR’AN guna mencetak generasi rabbani dambaan ummat
SYARAT:
1. Muslim & Muslimah yang Taat Beribadah,
2. Senang menghiasi diri dengan Akhlaqul Karimah,
3. Mencintai anak-anak dan dunia pendidikan,
4. Usia minimal 20 maksimal 30 tahun.
5. Pendidikan minimal SMA diutamakan S1.
6. Mampu membaca Al-Quran dengan baik & benar, Hafal Qur’an juz 30 & 29, diutamakan hafal lebih dari 5 juz.
7. Melek teknologi informasi internet dan diutamakan mampu mengoperasikan Microsoft Office (Power Point, Word, Excel),
8. Bersedia mengikuti pendidikan dan pelatihan peningkatan kompetensi yang diwajibkan oleh lembaga.

GAJI & FASILITAS:
1. Gaji yang Menarik
2. Tunjangan Kinerja
3. Bantuan Sosial Pegawai
4. Jaminan Kesehatan dan Tenaga Kerja
5. Tunjangan Pendidikan Keluarga
6. Apresiasi Prestasi Guru
7. Fasilitas Umroh
8. Dana Pensiun

SEGERA Kirimkan Surat Lamaran & CV Anda ke sdm@abata.sch.id
Ditunggu sampai dengan 31 Januari 2019

Studi banding SDIT Baitul Maal ke SD Exiss Abata

Alhmdulillah, Hari ini, Rabu 21 Februari 2018, SD Exiss Abata kedatangan tamu Dari SD Baitul Maal Tangerang. Mereka berlima ingin studi banding ke SD Exiss Abata, tentang metode pembelajaran Al-Qur’an sistem Ummi. Kepala sekolah dan 4 orang guru SDIT Baitul Mal, ingin belajar banyak tentang prestasi yang telah dicapai SD Exiss Abata dalam menerapkan sistem Ummi. Ummi Foundatioan sebagai lembaga penjamin mutu pembelajaran Al-Qur’an, memberikan rekomendasi kepada SDIT Baitul Mal untuk belajar di SD Exiss Abata. Semoga hasil studi banding SDIT Baitul Maal ke SD Exiss Abata membantu mengefektifkan target target pembelajaran Al-Qur’an di sekolah Baitul Maal. Aamin.

Wisuda dan Tasyakuran Daring Angkatan Infinity

Waktu sepertinya berlalu dengan cepat sampai kita lupa berapa denting jarum jam telah bergerak dari satu angka ke angka yang lain. Waktu memang selalu konsisten sampai kita tak mampu menghitung berapa cerita yang telah kita temui. Banyak sekali hal yang ternyata sudah kita lalui dalam rentang tahun tertentu, hingga kita baru menyadari bahwa beberapa pertemuan harus menemui perpisahan. Maka, pada setiap pertemuan di dunia ini pasti akan berujung pada perpisahan. Siapa mengira bahwa enam tahun akan terasa begitu cepat? Tapi bukankah begitulah cara kerja waktu? Tak ada kata mundur, apalagi reset. Adalah manusia hanya bisa melakukan yang terbaik dalam hidupnya, karena kehidupan di dunia sesungguhnya adalah ujian untuk terus naik pada level terbaik.

Purna sudah pendidikan dasar yang ditempuh bagi murid-murid kelas 6 angkatan Infinity. Pendidikan selama 6 tahun yang awalnya dikira akan terasa sangat lama, ternyata terasa sangat singkat. Masa-masa ujian di kelas 6 yang awalnya menyebalkan, kini mungkin akan jadi sangat dirindukan. Hal-hal yang dulu kita anggap menyebalkan akan jadi sangat istimewa. Karena ternyata 6 tahun yang terasa singkat di dalamnya terlalu banyak cerita.

Selayaknya Angkatan-angkatan terdahulu, rencana awal tasyakuran tahun ini adalah momentum berkumpul dengan teman-teman, keluarga, dan seluruh asatidz asatidzah SD Exiss Abata sebelum akhirnya akan berpisah untuk melanjutkan pendidikan masing-masing. Namn siapa yang bisa mengetahui rencana Allah? Rencana yang mungkin kita pikir adalah rencana terbaik. Benar, Allah adalah sebaik perencana maka pandemi Covid-19 adalah bukti tentang lemahnya rencana manusia.

Setelah rencana tasyakuran yang normalnya diselenggarakan dalam gedung yang otomatis akan berpotensi mengumpulkan banyak orang maka diputuskan untuk menggelar tasyakuran secara daring. Hal ini diputuskan untuk mengikuti aturan pemerintah tentang Social Distancing. Maka pada hari Sabtu, 20 Juni 2020 SD Exiss Abata sukses menggelar kegiatan Tasyakuran dan Wisuda secara daring dengan dibantu aplikasi Zoom.

Bertindak sebagai Master of Cerremony Ust. Muhamad

Acara dibuka dengan penampilan apik dari tim marawis,

dilanjutkan dengan pembacaan tasmi oleh perwakilan kelas 6 peserta wisuda, ananda rahma, ananda hisyamm, ananda naya, ananda kizza dan ananda amira dzakiyya

disusul dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Abata bersama-sama. Acara kembali dilanjutkan dengan sambutan dari Direktur LPI Abata, Bapak H. M Ismed Fassah, M. Pi

Selepas sambutan adalah prosesi pengalungan medali yang dilakukan oleh orangtua kepada para wisudawan/i di rumah masing-masing. Kemudian diikuti dengan sambutan dari Kepala SD Exiss Abata, Bapak Encep Sopyan Sori M.Pd.I

Acara selanjutnya adalah penampilan dari para wisudawan/i yang telah dipersiapkan sebelum acara tasyakuran. Penampilan mereka ditampilkan dalam bentuk video, disusul dengan pemberian coklat dan surat untuk kedua orang tua masing-masing wisudawan/i. selepas penampilan, ada kesan dan pesan yang disampaikan oleh perwakilan orang tua murid.

Berikutnya adalah pengumuman penerima penhargaan dari tiap-tiap kelas yang dibacakan oleh Kepala sekolah

                                                     

                  

Penghargaan dibagi menjadi 3 kategori, bidang akademik, bidang Al-qur’an, dan bidang akhlaq. Selepas pembacaan penghargaan adalah pemutaran kaleidoskop siswa. Kemudian disusul dengan do’a yang dibacakan oleh Ustadz Muhammad Alwi

Penampilan puncak dan juga sebagai penutup acara adalah persembahan para guru untuk wisudawan/i

                 

Wallahu A’lam bish Shawab

SANRAM Daring Pegawai LPI Abata

Ramadhan ibarat sekolah tempat kita menempa diri, meningkatkan kualitas ibadah, memperbaiki kekurangan-kekurangan yang seringkali kita lakukan sebelum ramadhan. Ramadhan adalah pintu untuk membuka segala bentuk kebaikan yang tidak kita temui di bulan-bulan lain. Dijaminkannya rahmat, pahala berlipat dan diampuninya dosa-dosa. Ramadhan adalah momen untuk merenungi nikmat yang telah kita terima sehingga belajar bagaimana caranya berempati. Bahwa setidaknya ramadhan mampu membekaskan setidaknya satu pelajaran yang akan terus kita bawa bahkan setelah ramadhan pergi meninggalkan kita.

Meski ramadhan tahun ini berbeda dengan ramadhan tahun-tahun sebelumnya, tak lantas semangat kita jadi kendor. Karena sesungguhnya kemuliaan ramadhan tetap terjaga dengan atau tanpa hiruk pikuk kita saat menyambutnya. Allah tetap menjaminkan rahmat, pahala berlipat, dan ampunan walaupun ramadhan kita dibarengi dengan pandemi Covid-19 yang melanda dunia.

Anjuran untuk tetap #dirumahsaja setidaknya memberikan ruang dan waktu untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah. Merekatkan kembali tali yang mungkin sudah mulai rapuh antara hamba dengan Penciptanya. Menyambung kembali hubungan yang mungkin pernah retak dalam keluarga. Seorang ayah akan kembali belajar untuk mendekatkan dirinya pada anak-anaknya, disebabkan kesibukan pekerjaannya sebelum pandemi melanda dirinya tak punya cukup untuk sekedar melemparkan lelucon pada anak-anaknya. Seorang ibu yang mungkin dulunya sibuk menghadiri arisan kesana kemari hingga sedikit waktunya untuk sekedar mencium kening anak-anaknya karena keperluan sang anak sudah beres dengan bantuan PRT. Atau pun seorang anak yang merantau dan tinggal terpisah dengan orang tuanya, disebabkan kesibukannya sampai lupa kapan terakhir bertukar kabar.

Ramadhan 1441 H memang sangatlah memorable. Bagaimana tidak? Semua kegiatan mau tidak mau kita kerjakan dari rumah. Dari bangun sahur sampai berbuka kita kerjakan #dirumahsaja. Anjuran pemerintah tentang social distancing memang harus kita jalankan untuk meminimalisir penularan Covid-19. Mematuhi anjuran tersebut, LPI ABATA akhirnya memutuskan untuk mengadakan SANRAM Pegawai secara daring. Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tahun ini tetap berlangsung secara khidmat dan lancar. Acara berlangsung pada hari Kamis tanggal 14 Mei 2020 dari pukul 06.00 WIB s/d pukul 17.45 WIB. Materi disampaikan dengan dua sesi. Sesi pertama bertajuk Lailatul Qadar oleh Ustadz Ade Cholifah, sedangkan sesi kedua bertajuk Pendidikan Sebagai Pembentukan Akhlaq oleh Ustadz Farid Obakh, MA. Untuk mengakomodir kegiatan SANRAM Pegawai secara daring menggunakan aplikasi Google Meet.

Akhir kata, meskipun ramadhan telah pergi semoga tetap meninggalkan beberapa pelajaran dan semangat beribadah kita semakin bertambah setiap harinya.

Wallahu A’lam bish shawab

Pesantren Ramadhan 1441 H Online SD Exiss Abata

Selamat tinggal ramadhan, sampai jumpa kembali insyaAllah. Selamat datang syawal, semoga semangat Ramadhan senantiasa membersamai hari-hari kita. Meski ramadhan telah pergi meninggalkan kita, tak lantas jadi melupakannya begitu saja. Misalnya saja kegiatan menarik  pada ramadhan kemarin, berbeda dengan ramadhan-ramadhan sebelumnya. Spesial karena Kegiatan Pesantren Ramadhan (SANRAM) SD Exiss Abata digelar secara online atau daring. Benar, kenyataanya keterbatasan bukan alasan untuk tetap menyemarakkan gelaran rutin tiap tahun ini. Memenuhi anjuran dari pemerintah untuk tetap #dirumahsaja membuat panitia membuat alternatif ini, karena aturan social distancing tidak memungkinkan untuk mengadakan kegiatan yang melibatkan banyak orang.

SANRAM online SD Exiss Abata dibagi menjadi dua sesi, sesi kelas rendah yang diikuti oleh siswa dan siswi kelas 1 s/d kelas 3 sedangkan sesi kelas tinggi yang diikuti oleh siswa dan siswi kelas 4 s/d kelas 6. Dimeriahkan dengan lomba-lomba yang membuat ramadhan #dirumahsaja tetap keren.

Lomba-lomba SANRAM online tahun 1441 H meliputi:

Lomba Membuat poster kelas rendah dengan peserta dari kelas 1

Lomba membuat video dengan peserta dari kelas 2

Lomba membuat komik islami kelas rendah dengan peserta dari kelas 3

Lomba membuat poster kelas tinggi dengan peserta dari kelas 4 s/d kelas 6

Lomba membuat komik kelas tinggi dengan peserta dari kelas 4 s/d kelas 6

Lomba azan dengan peserta dari kelas 4 s/d kelas 6

Lomba tahfiz kelas rendah dengan peserta dari kelas 1 s/d kelas 3

Lomba tahfiz kelas tinggi dengan peserta dari kelas 4 s/d kelas 6

Perlombaan dalam sesi kelas rendah dilaksanakan pada tanggal 11-12 Mei 2020, sedangkan untuk sesi kelas tinggi dilaksanakan pada tanggal 12 Mei 2020. Acara puncak SANRAM online dimulai dengan pengumuman pemenang lomba dilanjutkan pengiriman hadiah kepada para pemenang dan diakhir acara semakin meriah dengan tausiyah dari pendongeng via aplikasi zoom dan live instagram.

  

 

 

Meneladani empati Rasullullah dengan Kegiatan Baksos

Belakangan mungkin ada banyak diantara kita yang merasa bosan karena harus tetap berada di rumah. Membatasi kegiatan di luar, menjauhkan diri sementara dari keramaian, tidak lagi bisa ngopi-ngopi dengan teman, atau berlama-lama ngobrol dengan mereka. Benar, pandemi yang tengah mewabah membuat dunia kita seakan jungkir balik. Semua kegiatan yang dulu terlihat sepele sekarang jadi amat kita rindukan. Tak ada salahnya bosan karena rutinitas memang terkadang membosankan. Namun yang tak boleh kita lakukan adalah berlama-lama dalam keadaan bosan. Ada banyak hal yang lebih penting dari sekedar merasa bosan yang berakhir keluh kesah. Seharusnya pandemi menjadi jalan bagi kita untuk intropeksi diri. Setidaknya pandemi membuat kita lebih dekat dengan keluarga. Dengan orang tua, saudara, atau dengan anak-anak kita. Pandemi semestinya membuat hati kita jadi peka terhadap lingkungan sekitar.

Bahwa rutinitas yang menurut kita membosankan ternyata jadi hal yang mewah bagi orang lain. Bagi mereka yang harus bekerja di luar rumah disaat kita diberi fasilitas bekerja dari rumah atau mereka yang harus dirumahkan karena perusahaan tempat mereka bekerja tak mampu lagi membayar gajinya.
Dalam satu riwayat bagi Baihaqi, (Aisyah) berkata, “Rasulullah SAW tidak pernah kenyang selama tiga hari berturut-turut. Seandainya kami menghendaki, kami bisa makan sampai kenyang, tetapi beliau suka mendahulukan orang lain atas diri beliau.”

Belajarlah dari tingginya level empati Rasulullah, yang tanpa ragu mendahulukan orang lain di atas kepentingan dirinya. Rasullah menghormati orang kaya dan berkemampuan, sekaligus mencintai mereka yang dhu’afa agar keduanya saling berbagi empati. Sebagai bentuk peneladan kita pada empati Rasulullah, baru-baru ini Yayasan LPI Abata mengadakan acara baksos yang rutin setiap tahunnya diselenggarkan. Namun berbeda dengan tahun sebelumnya, bantuan baksos berupa paket kebutuhan sembako diantarkan langsung ke rumah penerima baksos sesuai arahan pemerintah dalam upaya social distancing selama pandemi ini.

Mudah-mudahan yang sedikit ini bermanfaat, serta menjadi pengasah rasa empati diantara kita. Teriring ucapan terimakasih banyak kepada para panitia yang telah menyempatkan diri terjun langsung ke lapangan demi kelancaran dan kesuksesan kegiatan baksos tahun ini.
Jazakumullah khairul jazaa

Ujian Sekolah Daring SD Exiss Abata di Tengah Pandemi

Ujian adalah hal pasti yang akan dialami oleh manusia yang hidup dunia, karena hakikatnya kehidupan adalah rangkaian ujian. Tak ada seorang mukmin pun yang hidup di dunia ini akan lepas dari ujian. Semakin kuat iman seseorang, maka ujian yang akan diberikan oleh Allah akan semakin besar. Ingatlah kisah masa kecil Rasulullah yang terlahir tanpa seorang ayah, diasuh ibunya hanya sampai masa kanak-kanak karena ibunya pun menyusul ayahnya meninggal dunia. Masa kecilnya jauh dari hiruk pikuk permainan selayaknya teman-teman sebayanya. Juga bagaimana beliau diuji saat wahyu telah sampai padanya, dicaci maki sebagian besar penduduk Quraisy, dilempar batu dan kotoran, hingga diboikot 3,5 tahun lamanya. Begitu pula dengan nabi yang lain, mereka semua mendapat ujian yang berat dari-Nya.

Kisah ujian para nabi mengajarkan pada kita bahwa semakin tinggi tingkat keshalehan seseorang maka semakin tinggi pula ujian yang akan dihadapinya. Semakin tinggi level pendidikan seseorang maka semakin susah level yang akan dihadapinya.

Firman Allah dalam surat Al-Furqan ayat 20:

“Dan kami jadikan sebagian kamu ujian bagi sebagian yang lain. (Demikian untuk membuktikan, apakah) kamu mau bersabar? dan adalah Rabbmu Maha Melihat.”

Ujian melatih kita bagaimana untuk sabar, semakin sering ujian yang kita hadapi akan semakin kuat pula diri kita. Hari-hari ini kita semua mungkin merasa sangat lelah disebabkan pandemi yang sedang menjangkiti sebagian besar penduduk bumi yang tengah kita tinggali. Ada banyak kegiatan yang dahulunya dapat kita lakukan, sementara harus kita tinggalkan demi mencegah penyebaran virus Covid-19. Dampaknya saat ini segala kegiatan sebisa mungkin dilakukan dari rumah. Tak terkecuali sekolah. Alternatif sekolah daring dipilih sebagai solusi meminimalisir penyebaran virus. Kembali lagi pada firman Allah di atas maka, semestinya sebagai mukmin untuk senantiasa bersabar dalam meghadapi ujian ini. Di tengah pandemi yang melanda saat ini, para siswa/siswi kelas VI SD Exiss Abata dengan sabar mengikuti ujian sekolah. Ujian daring dilakukan di rumah masing-masing tetap dengan bimbingan para guru dan pengawasan dari para orang tua. Semoga ujian ini menjadikan para Ananda peserta ujian sekolah senantiasa lebih baik lagi dan bermanfaat kelak di masa depan.

Wallahu A’lam bish Shawab

Khataman & Imtihan Al Quran SD Exiss ABATA

SD Exiss Abata kembali mengadakan Khataman & Imtihan Al Qur’an meluluskan siswa Tartil,Turjuman &  Tahfidz jus 30, 29 & 28, dibawah bimbingan langsung Tim Ummi Foundation Surabaya di Ballrom Hotel Mega Anggrek Jakarta Barat, Sabtu 18 Januari 2020.

Khataman merupakan kegiatan membaca Al Qur’an secara bersama-sama dimulai dari Al Fatihah, dilanjutkan Surat At Takatsur sampai dengan An Naas, kemudian Al Fatihah dan Surat Al Baqarah ayat 1-5, dan At Taubah ayat 1- 3 , dan ditutup dengan doa Khotmil Qur’an.

Imtihan merupakan proses tanya jawab seputar tartil (perlahan dan jelas), fashohah (kefasihan ucapan), ghorib (bacaan yang tidak seperti biasanya), tajwid (hukum dalam membaca Al Qur’an), turjuman (terjemah ayat) dan hafalan oleh publik yang dipandu oleh Ummi Foundation Surabaya.

 

 

Setelah sesi tanya jawab diberikan waktu prosesi anak-anak menemui kedua orang tua dan guru selama 5 menit untuk meminta doa restu agar menjadi anak yang sholeh dan sholihah, sukses, dan berguna bagi agama. Lima menit yang berarti, mendadak seisi ruangan menjadi suasana yang mengharu biru. Para peserta imtihan menangis dalam pelukan orang tuanya masing-masing. Permohonan doa restu anak-anak kemudian disambut para orang tua dengan pelukan kasih sayang dan pesan-pesan motivasi agar ilmu yang telah diperoleh menjadi manfaat bagi umat di kemudian hari.

Dilanjutkan beberapa sambutan dari para pejabat sekolah serta tamu kedinasan perwakilan Kota Jakarta barat. Banyak motivasi yang diberikan khusus untuk para peserta Khataman & Imtihan Al Qur,an juga rasa bangga yang tak terkira atas kesuksesan para asatidz dan asatidzah Al Qur’an yang tanpa kenal lelah mengantarkan para siswa hingga ke tingkat ini.

Akhirnya, semoga imtihan kali bukanlah akhir dalam mempelajari Al qur’an melainkan awal untuk memotivasi diri untuk lebih baik lagi.

Wallahu a’lam bish shawab

Terungkapnya Jasad Fir’aun (Part III)

 

Sekarang mari kita membicarakan fenomena satu-satunya yang tidak ditemukan pada mumi fir’aun-fir’aun yang lain. Tidak seorang ahli kepurbakalaan yang bisa menjelaskannya. Ilmu kedokteran juga tidak mampu mengungkap mengapa pengenduran kedua terjadi di tangan kiri itu. Mereka pun tidak bisa menjelaskan bagaiman otot-otot itu tetap keras, atau bagaimana fungsi elastisnya bisa bekerja, sehingga ia bisa mengembalikan tangan ke posisi semula selama tidak kurang dari 3000 tahun. Padahal, sepotong karet bila terikat selama serratus tahun, maka sudah dipastikan bahwa ia akan kehilangan fungsi elastisnya dan tidak akan pernah bisa lagi mengerut.

Lalu bagaimana dengan pendapat kita dengan otot yang normalnya hanya bisa mengeras setelah mendapat perintah yang dikeluarkan dari otak? Otot yang mengalami kejang dan diikuti kekakuan, yang sebagaimana lazimnya setelah itu tidak terjadi pengerutan kedua. Urat tebal dan dan tinggi juga menjaga susunan dan fungsinya selama ribuan tahun. Jika lapisan mayat itu tidak dilepaskan dari tangan hingga urat tebal meluncur di tengah-tengah urat tinggi, maka akibatnya panjang otot pun mengecil dan tangan pun naik. Bukankah ini sudah di luar kebiasaan normal, yang berlaku dalam hokum alam? Bila mukjizat didefinisikan sebagai sesuatu yang bertentangan dengan hukum alam, maka yang bisa kita lakukan terkait dengan kasus tangan kiri Ramses II ini hsnys pasrah bahwa ini adalah bukti kebesaran Tuhan. Kebesaran bagi orang-orang setelah Fir’aun, semenjak permulaan abad ini, tepatnya pada tahun 1902 ketik tangan Ramses II ini dibiarkan dalam posisi aslinya, setelah lapisan pembungkus jasad dibuka. Meskipun sudah banyak orang yang lupa apa yang menjadi tujuan itu semua, hingga akhirnya semua mata tertuju dan mencermati fenomena ini.

فَالْيَوْمَ نُنَجِّيْكَ بِبَدَنِكَ لِتَكُوْنَ لِمَنْ خَلْفَكَ اٰيَةً ۗوَاِنَّ كَثِيْرًا مِّنَ النَّاسِ عَنْ اٰيٰتِنَا لَغٰفِلُوْنَ

Maka pada hari ini Kami selamatkan jasadmu agar engkau dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang setelahmu, tetapi kebanyakan manusia tidak mengindahkan tanda-tanda (kekuasaan) Kami. (Q.S Yunus: 92)

Masih ada ayat yang lain, yaitu firman Allah Swt berikut:

اَلنَّارُ يُعْرَضُوْنَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَّعَشِيًّا ۚوَيَوْمَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ ۗ اَدْخِلُوْٓا اٰلَ فِرْعَوْنَ اَشَدَّ الْعَذَابِ

Kepada mereka diperlihatkan neraka, pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya Kiamat. (Lalu kepada malaikat diperintahkan), “Masukkanlah Fir‘aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras!” (Q.S Al-Mukmin: 46)

Semua mufasir berpendapat kejadian itu berlangsung di alam barzakh, selain azab yang sangat keras yang akan diterima kaum Fir’aun pada hari kiamat kelak. Jadi, kejadian ditampakkannya neraka pada pagi dan petang merupakan bagian dari siksa kubur. Pada hadis yang diriwayatkan Shakhrah bin Juwairah dari Ibn Umar yang menuturkan bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Ketika orang kafir meninggal dunia, maka rohnya akan diperlihatkan neraka setiap pagi dan petang.” Kemudian beliau membaca ayat di atas.[2]

Kesimpulannya, sebelum kita mengakhiri pembicaraan tentang Ramses II, sebagian orang mengusulkan untuk menganalisis mumi Ramses II dan mengukur kadar garam pada jaringan ototnya untuk mendapatkan petunjuk tenggelamnya Ramses II di air laut yang terkenal kadar garamnya itu. Namun seperti sudah disinggung di atas terkait dengan pengawetan Ramses II, diketahui bahwa jasad Ramses II – setelah menggosongkannya dari citoplasma—dipenuhi dengan garan nitrat yang menyebabkan usulan analisis ini tidak penting. Terkait dengan Fir’aun dan antek-anteknya, Allah Swt berfirman:

كَمْ تَرَكُوْا مِنْ جَنّٰتٍ وَّعُيُوْنٍۙ () وَّزُرُوْعٍ وَّمَقَامٍ كَرِيْمٍۙ ()  وَّنَعْمَةٍ كَانُوْا فِيْهَا فٰكِهِيْنَۙ () كَذٰلِكَ ۗوَاَوْرَثْنٰهَا قَوْمًا اٰخَرِيْنَۚ

Betapa banyak taman-taman dan mata air-mata air yang mereka tinggalkan, juga kebun-kebun serta tempat-tempat kediaman yang indah, dan kesenangan-kesenangan yang dapat mereka nikmati di sana, demikianlah, dan Kami wariskan (semua) itu kepada kaum yang lain (Q.S Ad-Dukhan: 25-28)

**Diambil dari Ensiklopedia Mukjizat Alquran dan Hadis Jilid 1 : Kemukjizatan fakta sejarah

[2] Lih. Tafsir Al-Qurthubi, j. 15, h. 319.

Aku Bisa Membuat dan Menjual Sop Buah

Belajar Membuat Sop Buah, Belajar Berwirausaha

 

Proyek kelas 2 di pekan ke-empat bulan September adalah membuat sop buah.  Keterampilan yang dirancang agar membuat  murid SD Exiss Abata dapat mempunyai bekal keterampilan menjadi entrepreneur yang sukses di masa depan. Aamiin

Proyek bermula dengan introduction di hari Senin.  Belajar mengenal  sop buah dan berkenalan dengan semua buah dan teman-teman lain yang ada dalam mangkuk sop buah.  Wah ternyata banyak buah-buahan sehat ya di dalam sop buah, ada apel, buah naga, alpukat, kelengkeng, stroberi, dan teman-teman buah lainnya. Ada juga nata de coco dan daging kelapa muda sebagai pelengkap. Senang sekali bisa mengenal sop buah dan isinya. Bertambah semangat ya untuk segera action karena murid Sd Exiss Abata akan membuat sesuatu yang sehat dan menyegarkan.

Sebelum melangkah ke kegiatan action, murid perlu mengenal dulu langkah-langkah pembuatan sop buah beserta alat dan bahannya pada pembelajaran tahap planning.  Hal ini merupakan tahapan yang penting sebelum action, karena planning merupakan panduan untuk murid dalam proses  membuat sop buah sehingga murid tahu cara membuat sop buah dan bisa melaksanakan action dengan mandiri. Pada tahap planning juga dibuat kelompok kerja, agar murid bisa bersinergi dengan teman-temannya dalam proses pembuatan sop buah. Satu kelompok terdiri dari 6 orang.

Tiba saatnya hari Rabu. yeeey action. Senangnya bisa praktek membuat sop buah di kelas bersama teman-teman, tapi tetap dalam pengawasan ustadz dan ustadzah ya.  Bismillah murid mulai membuat sop buat bersama kelompoknya masing-masing, ada yang bertugas mengerok buah melon dan  buah naga dengan sendok cocktail, ada yang menuang air kelapa beserta daging kelapanya ke dalam baskom, ada  yang menuangkan susu, ada yang menyiapkan gelas plastik dan pekerjaan lain yang semua dilakukan bersama . Senang sekali melihat murid sangat antusias dan bersemangat serta mampu bekerja bersama  tim dengan sangat baik, teamwork  yang baik.

Setelah pengolahan bahan selesai, murid bersiap mengemas, sop buah yang sudah jadi dikemas ke dalam gelas plastik dan disediakan tutup gelas dan sendoknya. Murid siap belajar menjadi wirausaha muda dengan menjual sop buah yang sudah mereka olah bersama-sama. Alhamdulillah sop buah yang dijual laris dibeli oleh kakak kelas dan ustadz ustadzah. Ada semangat luar biasa dan binar kebahagiaan di mata murid-murid ketika sop buah yang mereka jual laris manis terjual. Ada hasil yang murid dapatkan setelah menjual sop buah dan hasil yang mereka dapatkan dari perjuangan menjual sop buah kembali kepada murid dengan berbentuk barang berguna dan bermanfaat untuk kegiatan belajar mereka di kelas.

Selesai dengan perjuangan saat action, lanjut kepada tahapan pembelajaran selanjutnya yaitu tahapan  report. Murid bersiap membuat report tentang  pembuatan sop buah yang sudah dilaksanakan kemarin. Dalam pembuatan report hal-hal yang ditulis antara lain adalah tujuan dari proyek membuat sop buah, alat dan bahan yang diperlukan membuat sop buah, langkah-langkah pembuatan sop buah, dan kesimpulan serta kesan murid setelah melaksanakan action membuat sop buah. Murid akan menuliskan report di buku tulis mereka  masing-masing dengan tulisan rapi, karena akan ada penilaian isi dan penilaian tulisan pada setiap report yang murid buat.

Tahapan terakhir pada setiap pekan adalah tahapan presentasi. Murid menyiapkan diri dengan laporan mereka yang harus mereka sampaikan secara lisan di depan kelas dan di simak oleh murid lainnya. Presentasi dilaksanakan sesuai kelompok yang sudah dibentuk pada saat planning. Masing-masing kelompok maju dan mulai mempresentasikan kegiatan pembuatan sop buah di kelompoknya. Dalam satu kelompok presentasi akan ada tugas untuk masing-masing murid. Ada yang bertugas menjadi pembuka, pembicara, penjawab, dan penutup. Pembagian tugas ini dilakukan dengan cara musyawarah. Tujuan pembagian tugas dalam presentasi adalah agar semua murid dapat aktif semua dalam proses presentasi.

Murid di kelompok lain juga mendapat tugas untuk menyimak presentasi dari kelompok yang maju. Setiap sesi presentasi akan diberikan kesempatan kepada pendengar untuk bertanya terkait hal yang mereka belum pahami. Mereka harus mengamati setiap sesi pembahasan yang disampaikan oleh pembicara agar bisa bertanya tentang apa yang perlu ditanyakan atau menjawab pertanyaan. Jika ada pertanyaan dari kelompok pendengar, maka tim yang presentasi akan menjawab pertanyaan tersebut dengan cara bermusyawarah dengan kelompoknya.

Lima tahapan pembelajaran selama satu pekan telah tertewati dengan lengkap. Senang sekali bisa memberikan suatu proses pembelajaran yang menyenangkan dan bermanfaat untuk murid-murid. Harapan besar kami adalah murid dapat mengimplemtasikan pembelajaran yang telah mereka dapat di sekolah ke dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga tujuan pembelajaran di sekolah dapat tercapai dengan baik.

Info Lowongan Kerja

Dibutuhkan Kepala Sekolah SMP

Persyaratan Umum
* Memiliki Akhlaqul Karimah
* Berusia Maksimal 40 tahun
* Memiliki kualifikasi akademik minimal S1 dengan IPK 3 (Negeri) IPK 3,5 (Swasta)
* Sehat jasmasi dan rohani
* Mampu membaca al-Qur’an dengan baik diutamakan memiliki hafalan 1 juz/ surat pilihan
* Memiliki Soft Skill:
– Sikap Dewasa
– Berorientasi solusi
– Berfikir konstruktif
– Kreatif
– Supel
– Wawasan Luas

Persyaratan Khusus
* Aktif berkomunikasi dengan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris
* Mampu melakukan peran Kepala Sekolah sebagai berikut:
Pemimpin, Manajer, Pendidik, Administrator, Inovator, dan Supervisor.

GAJI & FASILITAS:
1. Gaji yang Menarik
2. Tunjangan Kinerja
3. Bantuan Sosial Pegawai
4. Jaminan Kesehatan dan Tenaga Kerja
5. Tunjangan Pendidikan Keluarga
6. Apresiasi Prestasi Guru
7. Fasilitas Umroh
8. Dana Pensiun

SEGERA Kirimkan Surat Lamaran & CV Anda ke sdm@abata.sch.id

1 2 3 23