Studi banding SDIT Baitul Maal ke SD Exiss Abata

Alhmdulillah, Hari ini, Rabu 21 Februari 2018, SD Exiss Abata kedatangan tamu Dari SD Baitul Maal Tangerang. Mereka berlima ingin studi banding ke SD Exiss Abata, tentang metode pembelajaran Al-Qur’an sistem Ummi. Kepala sekolah dan 4 orang guru SDIT Baitul Mal, ingin belajar banyak tentang prestasi yang telah dicapai SD Exiss Abata dalam menerapkan sistem Ummi. Ummi Foundatioan sebagai lembaga penjamin mutu pembelajaran Al-Qur’an, memberikan rekomendasi kepada SDIT Baitul Mal untuk belajar di SD Exiss Abata. Semoga hasil studi banding SDIT Baitul Maal ke SD Exiss Abata membantu mengefektifkan target target pembelajaran Al-Qur’an di sekolah Baitul Maal. Aamin.

Nabi Adam A.S di Alqur’an, Taurat, dan Kitab Kuno Yahudi-Sambungan (Part 2)

 

  1. Adam Diajarkan Semua Nama

Al-Qur’an menginformasikan sebagai berikut:

وَعَلَّمَ آدَمَ الْأَسْمَاءَ كُلَّهَا

“Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya” (Al-Baqarah:31)

Taurat (Kejadian 2:9) menyebutkan informasi yang mendekati apa yang disebutkan dalam Al-Qur’an. Informasi itu sebagai berikut:

“Tuhan menciptakan dari tanah semua hewan liar dan burung bertebangan. Tuhan lalu meunjukkan semua itu kepada semua itu kepada Adam dengan menunjukkan Namanya masing-masing”.

Semua nama yang telah disebut Adam untuk satu benda kemudian menjadi menjadi nama benda itu. Salah satu buku Pseudepigrapha, Midrash dan Al-Sabiqah lil Islam menyebutkan bahwa Allah mengumpulkan semua hewan ternak yang ada di dunia di hadapan Adam a.s dan para malaikat. Lalu, para malaikat diminta untuk menyebutkan nama-nama hewan-hewan yang ada di hadapan mereka, tetapi mereka tidak sanggup. Ketika diminta melakukan apa yang tidak sanggup dilakukan para malaikat, Adam berhasil menyelesaikan tugasnya tanpa canggung. “Tuhan semesta, nama hewan ini kerbau….,” begitu kata Adam.

  1. Perintah Sujud Kepada Adam

Al-Qur’an menginformasikan sebagai berikut:

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ

 

“Ketika kami berfirman kepada para malaikat,, ‘Bersujudlah kepada Adam,’” (Q.S Al-Baqarah)

Taurat tidak menyebut sama sekali informasi perihal perintah Allah kepada malaikat untuk bersujud kepada Adam dan penolakan iblis. Buku Adam wa Hawa’ menyebutkan bahwa Mikail memanggil para malaikat yang kemudian atas seizin Allah, memerintahkan para malaikat untuk bersujud kepada Adam. Buku-buku itu juga menyebutkan penolakan iblis dan antek-anteknya yang beralasan bahwa mereka lebih dulu diciptakan. Atas penolakan itu, Allah murka dan menolak mereka bersanding dengan-Nya.

Pada buku Moses Hadarschan disebutkan bahwa ketika menciptakan Adam, Allah berkata pada malaikat, ”Bersujudlah pada Adam.” Hal yang sama juga bisa ditemukan pada sebagian buku pegangan sekte-sekte baik yang Yahudi maupun Nasrani, seperti buku Codex Nazarene. Di buku itu disebutkan bahwa raja-raja api untuk bersujud pada Adam. Salah satu raja api menolak. Allah pun kemudian melemparkannya dalam keadaan terikat.

Informasi ini sangat mendekati dengan apa yang disebutkan dalam Al-Qur’an. Dalam teologi Islam, malaikat itu diciptakan dari cahaya, sementara setan diciptakan dari api. Dalam buku Beskati Rabbati, disebutkan alasan lain mengapa iblis tidak mau bersujud kepada Adam. Hal itu bukan terkait dengan bahwa iblis diciptakan lebih dulu, tetapi justru terkait dengan bahan dasar penciptaan Adam yang murni tanah liat, yang juga disebutkan dalam Al-Qur’an. Padahal, iblis—seperti para malaikat—diciptakan dari kilau cahaya.

  1. Asal-Muasal Iblis

Al-Qur’an menginformasikan sebagai berikut:

كَانَ مِنَ الْجِنِّ فَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِ ۗ

“Kecuali Iblis. Dia dari golongan jin.” (Q.S Al-Kahfi ; 50)

Tidak ada batasan yang jelas dalam Taurat. Sementara itu, informasi kitab Yahudi yang lain berbeda dengan informasi yang disebutkan dalam Al-Qur’an bahwa iblis diciptakan dari api seperti bahan dasar jin. Menurut Al-Qur’an, iblis juga bukan golongan malaikat. Padahal, sebagian besar kitab suci Ahli Kitab menganggap iblis itu pada mulanya termasuk malaikat. Al-Qur’an bahwa menolak anggapan seperti itu. Dalam Al-Qur’an disebutkan sebagai berikut:

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ

“Ketika kami berkata pada para malaikat, ‘Bersujudlah pada Adam,’ mereka bersujud kecali iblis. Dia adalah dari golongan jin.” (Q.S Al-Kahfi ; 50)

Allah tampaknya sengaja menyebutkan ayat  terkait asal-muasal iblis di surah Al-Kahf bukan di surah yang lain, karena surah ini memuat banyak kisah Ahli Kitab. Allah sengaja menghendaki untuk menangkis anggapan mereka yang salah bahwa iblis itu termasuk dalam kelompok masyarakat malaikat. Bahkan buku Besakti Rabbati menyebutkan bahwa iblis itu merupakan malaikat yang paling terhormat. Ia punya 12 sayap.

  1. Ada Wanita Sebelum Hawa

Tidak ada informasi apa pun terkait ini di Al-Qur’an. Begitu juga di Taurat. Ada beberapa literatur orang Yahudi klasik menyebutkan ada istri pertama Adam sebelum Hawa. Namanya Lilith. Sumber-sumber itu menyebutkan baha malaikat dan makhluk lain yang ada pada saat itu pada mulanya tidak bisa membedakan antara Tuhan dan Adam. Mereka pun beribadah kepada Adam. Tuhan berkehendak untuk membuat Batasan terkait hal itu supaya tidak terjadi kerancuan dalam ibadah.

Allah lalu menciptakan dua hal yang nanti bisa membedakan antara Tuhan dan Adam.

Pertama, : Adam tidur, sementara Tuhan tidak tidur.

Kedua, : Allah mejadikan Adam mempunyai istri dan anak, sementaa Allah tidak mempunyai istri dan anak.

Dengan bahan dasar tanah, Allah lalu menciptakan Lilith untuk Adam. Ketika Lilith tahu ada makhluk yang sama dengan dirinya (baca:Adam), ia pun lari meniggalkan Adam. Tuhan pun memerintahkan malaikat mencari pasangan Adam itu. Setelah dicari Lilith pun ditemukan di Laut Merah. Tuhan lalu memberi sanksi. Lilith kehilangan seratus anak berjenis jin ifrit yang biasanya menemani setiap harinya. Sanksi ini kemudian dicabut setelah Lilith kembali ke Adam.

  1. Perayaan Pernikahan Adam dan Hawa.

Tidak ada informasi apapun terkait ini di Al-Qur’an. Begitu juga di Taurat. Dalam literatur orang yahudi klasik dikatakan bahwa tuhan sendiri yang menawarkan Hawa untuk Adam. Bahkan, Tuhan juga mendandani sendiri Hawa sebagai pengantin. Dia juga mengumumkan pemberkatan pernikahan.

Sesuatu yang mustahil dilakukan Allah. Bahkan, di buku itu dijelaskan bahwa setelah itu, diadakan pesta pernikahan. Di pesta itulah para malaikat menari. Mereka memainkan alat-alat music di hadapan Adam dan Hawa di sepuluh ruang pestapernikahan yang terbuat dari emas, Mutiara, dan batu mulia.

  1. Adam dan Hawa Tinggal di Surga

Al-Qur’an menginformasikan sebagai berikut:

وَقُلْنَا يَا آدَمُ اسْكُنْ أَنْتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ وَكُلَا مِنْهَا رَغَدًا حَيْثُ شِئْتُمَا وَلَا تَقْرَبَا هَٰذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ الظَّالِمِينَ

“Kami berfirman, ‘Hai Adam, diamilah oleh kamu dan istrimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik dimana sajayang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang zalim’,”

(Al-Baqarah:35)

وَيَا آدَمُ اسْكُنْ أَنْتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ فَكُلَا مِنْ حَيْثُ شِئْتُمَا وَلَا تَقْرَبَا هَٰذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ الظَّالِمِينَ

“Allah berfirman, ‘Hai Adam bertempat tinggalah kamu dan istrimu di surge serta makanlah olehmu berdua (buah-buahan) dimana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, lalu menjadilah kamu berdua termasuk orang-orang zalim,” (Q.S Al’A’raf:19)

Selain Al-Qur’an, hadis juga menginformasikan hal ini. Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan satu hadis tentang Isra dan Mikraj dari Abu Dzar r.a. dan Ibnu Abbas r.a. yang menyebutkan bahwa Adam berada di langit pertama. Dari konteks kisah Adam di buku Kejadian dapat dipahami bahwa surga yang ditinggali Adam dan Hawa itu ada di bumi. Ini bisa dilihat pada bagian akhir kisah ini. Berikut terjemahan dari kutipannya:

“Manusia itu berasal dari Surga Eden, sementara para malaikat Karumbim dengan membawa pedang dan api. Mereka juga terus mondar-mandir ke bagian timur surga untuk menjaga jalan yang dikosongkan sampai pohon kehidupan,” (Kejadian 3:24)

Semua kitab yang membicarakan permasalahan Adam dan Hawa tinggal di surga, kebetulan menginformasikan sesuatu yang kurang lebih sama, meskipun tempatnya berbeda-beda. Beberapa ayat Al-Qur’an yang menyebutkan bahwa Adam dan Hawa tinggal di surga diperkuat oleh kitab-kitab itu, sebagiannya merupakan naskah langka, seperti Apocrypha, dan sebagiannya lagi dalam kitab Yahudi klasik, seperti Zohar Hadosh dan Recanati. Kitab-kitab it menyebutkan bahwa surga yang didiami Adam itu berrada di langit pertama.

Informasi ini sangat berdekatan sekali dengan apa yang disebutkan oleh hadis Nabi Muhammad Saw, ketika dimikrajkan ke langit, Nabi bertemu dengan Adam di langit pertama. Dalam buku Adam wa Hawa ada informasi yang menyebutkan bahwa Adan dan Hawa tinggal di langit ketiga. Adam tinggal di situ setelah wafat. Pada literatur yang lain dari Armenia disebutkan bahwa Adam tinggal di langit kedua.

  1. Waktu Adam dan Hawa Masuk Surga

Al-Qur’an menginformasikan sebagai berikut:

وَقُلْنَا يَا آدَمُ اسْكُنْ أَنْتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ

“Kami berfirman, ‘Hai Adam, diamilah oleh kamu dan istrimu surga ini,” (Al-Baqarah:35)

Terkait dengan waktu Adam dan Hawa masuk surga, Taurat (Kejadian) menyebutkan bahwa Adam memasuki surga sebelum Hawa ada. Bahkan ia sudah berada  di surga sebelum diajari nama-nama semua makhluk. Ini berlawanan dengan apa yang disebutkan Al-Qur’an bahwa penciptaan Adam langsung diikuti dengan pemberian pengetahuan tentang nama, yang dilanjutkan dengan penciptaan Hawa. Terkait hal ini, kitab-kitab Yahudi, seperti Apocrypha[5] dan kitab yang lain, mempunyai kesamaan informasi dengan Al-Qur’an dan justru berbeda dengan informasi yang ada di Taurat. Beginilah cara Al-Qur’an meluruskan kesalahan yang ada di Taurat saat ini. Ini merupakan bukti kekuatan Al-Qur’an atas dua kitab suci pendulunya (baca: Taurat dan Injil).

**Diambil dari Ensiklopedia Mukjizat Alquran dan Hadis Jilid 1 : Kemukjizatan fakta sejarah

[5] Apocrypha atau Apokrifa merupakan naskan Yahudi yang berasal dari sekitar tahun 250 SM hingga 100 M (peny.)

Adam A.S di Alqur’an, Taurat, dan Kitab Kuno Yahudi (Part 1)

Kisah adam a.s dalam Alqur’an sama seperti kissah-kisah yang lain, kecuali kisah Yusuf a.s. Kisah Adam tersebar di banyak tempat. Sebagiannya berulang dan sebagiannya lagi tidak berulang. Pengulangan ini menjadi mukjizat tersendiri. Di setiap tempat, kisah disajikan dengan gaya Bahasa yang sesuai dengan tema besar surah dimaksud, terutama terkait dengan subtem yang disebutkan. Pada masing-masing pengulangan diberikan tambahan informasi untuk melengkapi kisah di tempat lain. Sementara itu, kisah yang tidak diulang biasanya hanya sesusai dengan  topik pada lokasi kisah itu berada.

Topik kisah tentang Adam yang berada di surah Al-baqarah berkaian dengan pengangkatan Adam sebagai khalifah di muka bumi. Ini terkait dengaan tema surah yang secara umum berkaitan dengan persoalan khilafah (kepemimpinan), mulai dari kekhilafahan Adam, kekhilafahan Bani Israel, dan kekhilafahan kaum Muslimin (yang diwujudkan dengan dialihkannya kiblat dari Baitul Makdis ke Ka’bah).

Di surah Al-A’raf, kisah Adam berkaitan dengan kisah kemanusiaan yang menapaki jalan panjang dari dan menuju surga, juga peran Iblis di sana. Sekelompok orang memang akan kembali ke surga, tempat yang dulu ditinggali nenek-moyangnya (baca: Adam dan Hawa). Sekelompok lainnya Justru malah terjerumus ke neraka.[1]

Sementara itu, di surah Al-isra, topik yang melatari dituturkannya kisah Adam adalah pemberian peringatan. Sebelum ayat yang menceritakan kisah Adam, ada bagian ayat yag menginformasikan aya titu. Hal itu terdapat pada ayat berikut:

وَمَا نُرْسِلُ بِالْآيَاتِ إِلَّا تَخْوِيفًا

“Kami tidak meberi tanda-tanda itu melainkan untuk memberi peringatan”

(Q.S. Al-Isra : 59)

Karenanya, kisah ini sanga tepat sekali terutama ketika disajikan dalam dialog antara Allah ﷻdengan Iblis berikut:

وَأَجْلِبْ عَلَيْهِمْ بِخَيْلِكَ وَرَجِلِكَ وَشَارِكْهُمْ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ وَعِدْهُمْ ۚ وَمَا يَعِدُهُمُ الشَّيْطَانُ إِلَّا غُرُورًا

“Kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak. Beri janjilah mereka. Tidak ada yang dijanjikan oleh syetan kepada mereka melainkan hana tipuan belaka”

(Q.S. Al-Isra:64)

Degan analogi seperti itu, kisah Nabi Adam yang berada di surah lain dalam Al-Qur’an dapat dikaji.[2] Meski demikian, ada corak kemukjizatan lain dalam kisah ini, yang hanya bisa ditemukan setelah melakukan perbandingan secara menyeluruh terhadap kisah yang terdapat dalam A_Qur’an ini dengan isah yang sama dalam kitab suci Ahli Kitab yang lain. Melalui perbandingan seperti itu, keistimewaan Al-Qur’an akan terlihat. Cara seperti ini berlaku untuk perbandingan kualitas dan keistimewaan Al-Qur’a dengan kitab suci seperti Taurat atau informasi yang terdapat pada manuskrip yang ditemukan belakangan. Begitu pula dengan naskah-naskah tersembunyi (Pseudepigrapha),[3] seperti buku Adam wa Hawa (Adam dan Hawa) yang hanya bisa dikaji oleh agamawan Yahudi atau orang-orang yang menekuni teks-teks klasik seperti pada kitab-kitab beriktu:

  1. Talmud, yang secara harfiah bermakna ‘ajaran’. Kitab ini berisi ajaran-ajaran para nabi ketika Nabi Muhammad ﷺ belum diutus.
  2. Targum, yang merupakan terjemahan Taurat ke dalam bahasa Armenia.
  3. Midrash, yang berisi kajian seputar para Nabi yang berkaitan dengan Tuhan yang terdapat di Taurat. Untuk diketahui, kitab ini merupakan buku berseri besar yang terdiri dari beberapa buku. Isinya berbeda jauh dengan Taurat. [4]

Kajian yang akan kita lakukan adalah memperbandingkan apa yang diinformasikan Al-Qur’an terkait kisah ini dengan informasi yang dituturkan pada kitab-kitab yang telah disebutkan di atas. Bagian berikut akan memberikan gambaran perbandingan tersebut pertema:

  1. Informasi kepada Malaikat Terkait Penciptaan Adam sebagai Khalifah di Muka Bumi

Al-Qur’an menginformasikan sebagai berikut:

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً

“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada malaiakt, ‘sesungguhnya Aku hendk menjadikan seorang khalifah di muka bumi” (Q.S. Al-Baqarah:30)

taurat sama sekali tidak menyebutkan topik ini. Sementara itu dalam Beskati Rabbati yang merupakan salah satu buku dalam seri Midrash disebutkan bahwa Allah menyampaikan rencana penciptaan manusia kepada langit dan bumi. Selain itu, Allah menyampaikan hal itu pada malaikat yang kemudian disambut dengan penolakan dari mereka. Informasi ini sangat mirip sekali dengan informasi Al-Qur’an. Hanya saja pada buku ini ditambahkan informasi bahwa Allah melempar Malaikat Salam dari langit ke bumi karena menolak penciptaan manusia! Lantaran kejadian itu, malaikat yang lain berteriak.

  1. Keheranan para Malaika atas Rencana Allah

Al-Qur’an menginformasikan sebagai berikut:

الُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ

‘Mereka berkata, ‘mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau’’ (Q.S. Al-Baqarah:30)

Sementara itu tidak ada informasi terkait hal ini dalam Taurat dan kitab orang Yahudi yang lain.

  1. Penolakan Allah terhadap Keberatan Malaikat

Al-Qur’an menginformasikan sebagai berikut:

قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ

“Tuhan berfirman , ‘Sesungghuhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahu’.”

(Q.S. Al-Baqarah:30)

Sementara itu tidak ada informasi terkait hal ini dalam Taurat dan kitab orang Yahudi yang lain.

  1. Bahan Dasar Penciptaan Adam

Al-Qur’an menginformasikan sebagai berikut:

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنْ صَلْصَالٍ مِنْ حَمَإٍ مَسْنُونٍ

وَالْجَانَّ خَلَقْنَاهُ مِنْ قَبْلُ مِنْ نَارِ السَّمُوم

“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.” (Q.S. Al-Hijr: 26-27)

Informasi Taurat (kejadian 2:4) sama dengan informasi yang terdapat dalam Al-Qur’an terkait bahan dasar penciptaan Adam dari tanah liat. Seentara itu buku Adam wa Hawa menyebut kata Ath-Thin (tanah liat) seperti kata yang digunakan dalam Al-Qur’an. Lalu roh Adam ditiupkan ke dalam tanah itu. Namun, tidak menyebutkan bahwa Allah menciptakan sendiri Adam, seperti yang disebutkan Al-Qur’an.

Pada sebagian kitab-kitab orang Yahudi klasik ditemukan informasi ini. Ini seperti ditemukan pada Yerahmel 15:9. Informasi yang disebutkan pada buku-buku itu juga sama dengan informasi yang terdapat pada hadis Nabi Muhammad ﷺ bahwa Adam diciptakan dari semua jenis tanah yang ada di bumi, termasuk jenis warnanya. Jibrillah yang membawa semua tanah itu. Informaasi ini juga terdapat dalam buku-buku kaum Sabian, hal yang sama juga ditemukan pada ajaran orang Amnubi yang hidup di Mesir zaman dahulu. Ajaran itu menyebut bahwa manusia itu tercipta dari tanah liat.

Terkait dengan kata shalshal (tanah liat kering) yang terdapat dalam sebagian ayat di dalam Al-Qur’an. Hal sama juga ditemukan dalam buku sastra Yunani kuno yang menyebutkan bahwa manusia pertama diciptakan dari tanah liat kering.

Informasi yang kurang lebih sama ditemuka pada kitab Weda (kitab suci umat Hindu). Sementara itu, cerita-cerita orang Akkad menyebutkan bahwa manusia diciptakan dengan cara membunuh salah satu tuhan yang darahnya dicampur dengan sedikit tanah liat.

Di beberapa sumber yang lain disebutkan bahwa manusia dikeluarkan dari perut bumi sebagaimana tumbuh-tumbuhan. Di bagian lain, disebutkan bahwa asal-muasal Adam berikut karakeristik fisiknya tidak bisa dilepaskan dari informasi yang berasal dari salah satu itab Talmud, seperti Tanhuma dan yang lainnya yang kebetulan bersesuaian dengan informasi pada hadis Muhammad ﷺ yang menyebutkan tinggi Adam itu antara langit dan bumi. Hadis dimaksud menyebut tinggi Nabi Adam itu sekitar 60 dzira (sekitar 27,5 meter).

Al-Bukhari dalam Shahih Al-Bukhari dan Muslim dalam Shahih Muslim Menyebut bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Allah menciptakan Adam dengan tinggi 60 dzira. Setelah itu, tinggi manusia terus menurun sampai sekarang.

  1. Dua Wajah Adam

Tidak ada informasi terkait hal ini di dalam Al-Qur’an. Begitu juga dalam Taurat. Padahal beberapa sumber Yahudi klasik ada informasi lain terkait dengan penciptaan istri Adam yang tidak bisa kita temukan dalam Al-Qur’an sumber dari para penyembah berhala di Babilonia kuno menyebutkkan bahwa Adam pada mulanya diciptakan dengan dua wajah yang kenudian dipecah menjadi dua ketika Hawa diciptakan. Informasi sejenis juga ditemukan pada cerita turun-menurun secara lisan yang sebetulnya tidak ditemukan di Taurat.

**Diambil dari Ensiklopedia Mukjizat Alquran dan Hadis Jilid 1 : Kemukjizatan fakta sejarah

[1] Dirangkum dari tafsir fi Zhilalil Al-Qur’an, h. 2137

[2] Untuk mendapatkan informasi tambahan seputar hal ini dapat dirujuk buku Khasha ‘ish al-Ta’bir Al-Qur’ani karya Dr.  Abdul Azhim Al-Math’ani.

 

[3] Muhammad fi Al-Targum wa Al-Talmud wa Al-Taurat wa Ghairiha min Kutub Ahl Al Kitab wa Ashhabi Al-Dinayat karya Hisyam Muhammad Thalabah, h. 10-12. Pseudepigrapha atau pseudepigrafa merupakan naskah Yahudi yang berasal dari sekitar tahun 250 SM hingga 100 SM (peny.)

[4] Untuk mendapatkan informasi tambahan, silahkan rujuk beberapa literatur berikut: (1) The International Standard Bible Encyclopedia ; (2) Introduction to The Talmud and Midrash ; (3) Encyclopedia Judaica ; (4) Al-Kitab Al-Muqaddas, terbitan Dar Al-Masyriq, 1989; (5) Anajil Al-Thufulah karya Pastor Jean Danilo; (6) Al-Kanza Al-Marshud fi Fadha’ih Al-Talmud karya Muhammad Abdullah Al-Syarqawi.

Abata Peduli Bencana Lombok NTB

Assalamu’alaikum Ayah Bunda yang dirahmati Allah..

Indonesia kembali menangis…

Masyarakat Lombok dirundung duka, gempa dengan kekuatan 7,0 dan 6,2 telah meluluh lantakkan tempat tinggal mereka.
Mari kita ulurkan tangan untuk membantu meringankan beban mereka sebagai saudara sesama muslim.

  

  

  

LPI ABATA telah menyampaikan donasi dari civitas akademika dan orang tua murid ke lokasi bencana di tempat pengungsi di Lombok.

Atas bantuan & donasi yang Ayah Bunda berikan kami ucapkan terima kasih, semoga Allah membalas kebaikan Ayah Bunda dan memberikan rezeki yg semakin berlimpah..

Aamiin ya rabbal ‘aalamiin..

  

 

 

 

 

 

 

Peringatan Kemerdekaan ke-73 SD Exiss Abata

Tanggal 17 Agustus bisa dikatakan sebagai peringatan akan sejarah terbesar dan tak terlupakan bagi kita rakyat Indonesia. Hari ditandainya kemerdekaan Indonesia dari penjajahan. Kemerdekaan Indonesia saat itu bertepatan dengan bulan istimewa bagi para pahlawan yang mayoritas beragama islam. Bulan Ramadhan. Benar, tepat di hari ini  sejarah mencatat 73 tahun yang lalu pada Jum’at, 9 Ramadhan 1364 H/17 Agustus 1945 Indonesia mempoklamirkan kemerdekannya setelah melalui perjuangan dan perjalanan yang panjang dan penuh rintangan. Maka dari sini kita tahu para pahlawan bergerilya mengatur siasat dan berperang melawan penjajah pada saat mereka sedang berpuasa. Allahu Akbar!!!

Nampaknya Ramadhan menjadi semacam kekuatan yang membuat para pahlawan  semakin bersemangat meruncingkan bambu-bambu mereka, senjata yang mengantarkan kita pada kemenangan. Bambu runcing adalah simbol semangat tanpa menyerah sedikitpun pada keterbatasan. Sangat sederhana dan tidak ada apa-apanya di banding dengan senjata para penjajah. Namun ternyata dalam peperangan yang paling penting adalah bagaimana menghidupkan kekuatan dalam diri bukan kekuatan dari apa yang dimiliki orang lain. Dan tentu saja keyakinan bahwa Allah akan selalu menolong hambaNya yang senantiasa berjuang di jalanNya

” Jika Allah menolong kamu maka tidak ada yang dapat mengalahkanmu, jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan) makasiapakah yang dapat menolong kamu(selain dari Allah) setelah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang mukmin bertawakkal.”

(QS. Ali Imron : 160)

Maka pada hari ini adalah kesyukuran bagi kita atas kemerdekan yang telah menikmati kemerdekaan yang cukup lama. 73 tahun. Waktu yang tidak sebentar untuk merenungi seberapa banyak kita mensyukuri nikmat kemerdekaan ini. Pada kemerdekaan ini seharusnya kita mampu mengambil semangat dari para syuhada yang telah mengorbankan nyawa mereka demi kemerdekaan ini.

Terinspirasi dari semangat para pahlawan, peringatan kemerdekaan SD Exiss Abata kali ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini jadi tahun sejarah bagi tim Paskibra Abata. Benar, upacara kemerdekaan kali ini semakin semarak dengan kehadiran tim Paskibra Abata yang merupakan tahun pertama bagi mereka tampil dalam perhelatan peringatan keerdekaan SD Exiss Abata.

Upacara semakin meriah dengan sambutan dari Kepala Sekolah, Bapak Encep Sopyan Sori yang menggelorakan semangat tentang pentingnya mensyukuri kemerdekaan dengan terus menghidupkan semangat mereka dalam kehidupan.

Selepas upacara dilanjutkan dengan perlombaan-perlombaan yang diikuti oleh seluruh warga SD Exiss Abata. Alhamdulillah ala kulli hal peringatan kemerdekaan tahun ini sungguh meriah.

Sosialisasi Building Learning Power & Learning Style bersama TIM SMP Model Ar-Riyadh

“Ilmu itu cahaya yang terang yang menerangi dengannya orang yang bahagia dan orang yang bodoh dalam kegelapan Ilmu itu puncak kehidupan bagi para hamba sebagaimana orang-orang yang bodoh itu mati karena kebodohan mereka” -Al-Imam Al-Hafizh Al-Hakamy-

Adalah ilmu yang membedakan seseorang dengan lainnya, bagai cahaya yang benderang menerangi. Maka apakah sama rumah yang penuh cahaya dengan rumah yang gelap gulita? Pada cahaya kita mampu mendefinisikan objek dengan tepat, dengannya cahaya kita diarahkan pada arah tujuan yang jelas. Maka dengan ilmu kita mampu mendefinisikan kehidupan sesuai dengan arah tujuan yang benar. Maka hidup adalah tentang belajar. Segalanya dimulai dengan ilmu. Ilmu yang memudahkan seseorang dalam segala kegiatannya. Ilmu yang mengarahkan seseorang pada jalurnya. Kemudian pada ilmu akan kita sadari bahwa kehidupan ini penuh dengan hal yang patut disyukuri.

“Katakanlah (wahai Muhammad) apakah sama orang-orang yang mengetahui dan orang-orang yang tidak mengetahui. Sesungguhnya orang yang berakal yang dapat menerima pelajaran.”

QS Az Zumar: 9

Dari sini jelaslah bahwa agama islam memberi arahan kepada kita untuk senantiasa menuntut ilmu sebagai intrepretasi dari manusia berakal. Benar, akal adalah pembeda manusia dengan makhluk yang lain. Sebagai manusia dengan anugerah berupa akal, sudah sewajarnya kita terus menerus belajar. Maka alhamdulillah pada tanggal 05 – 06 JULI 2018 LPI Abata memberi fasilitas pada para asatidz dan asatidzah untuk terus mengembangkan diri dengan pelatihan bertajuk Sosialisasi Building Learning Power & Learning Style bekerjasama dengan TIM SMP Model Ar-Riyadh.

Adalah BLP suatu gagasan, konsep, model, kerangka, penyelidikan untuk meningkatkan kemampuan pelajar (siswa) untuk dapat belajar dengan baik secara nyata. Gagasan ini memberi Pengertian bahwa belajar adalah penyesuaian diri terhadap situasi baru dimanapun pelajar (siswa) berada.

Dalam praktik BLP tugas mendasar bagi pendidik diantaranya:

  • Menjelaskan

Menyampaikan BLP pada siswa secara langsung dan tegas.

  • Mengomentari

Menyampaikan pesan tentang BLP melalui pembicaraan informal dan evaluasi informal dan formal.

  • Mengorkrestra

Memilih aktivitas dan mengatur lingkungan

  • Modeling

Menunjukkan makna menjadi seorang pelajar yang efektif

 

Visi sekolah dalam prinsip BLP

Memiliki SDM Berakhlaq, Kreatif, dan Berprestasi

Misi sekolah

Menjadikan Sekolah Unggul dan Kompetitif

Kegiatan pelatihan yang berlangsung selama dua hari ini Alhamdulillah berjalan lancar dan mudah-mudahan kita semua senantiasa terus dapat mengambil pelajaran.

Wallahua’lam bisshawab

 

 

 

Survey & Simulasi Pasar Kelas 1 2017-2018

Pada pekan ke-1/ 9-13 April 2018 murid Kelas 1 Exiss ABATA melaksanakan Tematik BCT yaitu Business & Carieer Thematic yang dikemas dalam pembinaan karakter Earth Caring pada proyek Survey & Simulasi Pasar. Persiapan proyek dimulai dengan informasi menyiapkan uang belanja dan uang mainan di Weekly Plan pada hari Jum’at.

Survey & Simulasi Pasar adalah kegiatan mengunjungi pasar tradisional dan pasar modern/swalayan sebagai salah satu persiapan melakukan simulasi jual beli di Kelas. Pemahaman murid Kelas 1 ini diperkuat dengan menyimak tayangan video jual beli di pasar tradisional dan di pasar modern/swalayan. Murid tertawa lebar, tanpa aba-aba guru langsung ngobrol dengan teman tentang tayangan. Selanjutnya murid tanya jawab membahas sedikit pengalaman pergi ke pasar.. Murid mencermati perbedaan pasar tradisional dan pasar modern, daftar belanjaan yang akan dibeli, daftar kelompok, dan persiapan perlengkapan yang dibawa saat mengunjungi ke pasar.

Hari Selasa murid dengan seragam olahraga berkumpul di Masjid Al Hikmah Taman Aries untuk sholat Dhuha’, muroja’ah, bersama pendamping briefing belanjaan, snack time, dan berbelanja barang yang ditugaskan di pasar tradisional ada kentang, jagung, bayam, buncis, ubi ketela, singkong, cabai, bawang merah, bawang bombai, jeruk nipis, tomat, sawi, wortel, ketimun, dan tempe . Murid melanjutkan belanja di Carefour Express Meruya. Suara riuh rendah dan suara tenang sepi bergantian. Sebagian mengikuti lomba membuat topping roti manis, sebagian belanja keliling memilih barang belanjaan yang ditugaskan dan masuk dalam barisan antrian di kasir. Kegitan dilengkapi dengan lomba menendang bola ke gawang mini. Suara sorak sorai dan terpingkal-pingkal mewarnai kegiatan. Pada sesi penutupan, murid duduk berbaris menyimak sambutan, pembagian hadiah, dan penyampaian souvenir. Lomba membuat topping roti manis diunggulkan 6 murid, dan lomba bola diunggulkan 3 murid.

Hari berikutnya murid melakukan simulasi di ruang Kelas, sebagian berperan sebagai pembeli dan sebagian menjadi pedagang. Alat dan bahan yang digunakan antara lain uang mainan, barang-barang belanjaan, dan meja-meja kelas. Kelas sangat ramai setelah aba-aba mulai… Murid sambil tertawa-tawa, bersuara keras, menawarkan, membeli, menanyakan harga, minta kembalian,  memasukkan belanjaan ke kantong plastik, ada yang membeli sedikit, ada yang membeli banyak.. Selesai simulasi murid menata kembali alat dan bahan. Ada belajaan yang dimasak dan dimakan bersama, ada juga belanjaan yang dibawa pulang.

Guru bertanya apa yang murid rasakan saat menjadi pedagang dan pembeli? Murid menjawab senang, lelah, suara habis, mau jualan lagi. Alhamdulilah, terlaksana lancar dan murid merasa senang.  Semoga bermanfaat dunia-akhirat ya, Nak..  Aamiin Yaa Robbal ‘aalamiin..

KUNJUNGAN PENDIDIKAN KE PUSAT PRIMATA SCHMUTZER

Kunjungan murid-murid kelas 1 ke Pusat Primata Schmutzer sangat
menyenangkan. Kami mengamati langsung hewan mamalia yang ada
disana. Dari pengamatan ini kami dapat membuat kesimpulan sederhana
bahwa,

Ciri hewan mamalia yang dapat diamati secara langsung adalah :
 Memiliki anggota gerak untuk berjalan, berenang, ataupun
memegang sesuatu
 Memiliki kelenjar susu
 Bertulang belakang
 Memiliki rambut halus yang menutupi tubuhnya
 Pada bagian jari mamalia memiliki kuku dan cakar untuk menangkap
makanan atau memanjat.

 Memiliki gigi taring, gigi seri ataupun gigi graham.
Pusat Primata Schmutzer ada di dalam Kebun Binatang Ragunan.
Walaupun berada dalam kebun binatang ragunan, pengelolaannya tidak
diserahkan pada kebun binatang ragunan, melainkan oleh swasta yang
dananya pendiriannya berasal dari The Gibbon Foundation.
Pusat Primata Schmutzer didirikan sebagai sarana pendidikan dan hiburan
bagi pengunjungnya.

Seperti juga Kebun Binatang San Diego, kehidupan primata di Schmutzer
di rancang seperti kehidupan alam bebas binatangnya (tanpa kandang),
contohnya kandang Gorila dan orang utan. Kandang seperti ini disebut
enklosur.

Tempat untuk pengunjung disediakan minimum, seperti jalan setapak,
arena bermain dan belajar atau masuk gua, dan tempat tinggal binatang
diusahakan maksimum (dalam luas).

Pusat Primata Schmutzer juga memiliki musium, perpustakaan dan teater
bioskop kecil tentang primata di Indonesia dan dunia.
Alhamdulillah murid-murid kelas 1 mendapatkan ilmu baru tentang ciri
hewan mamalia secara sederhana. Semoga bermanfaat ya nak.

Tarhib Ramadhan1439 H

“مَرْحَبًا يَا رَمَضَان”

Dalam hitungan tidak lebih dari 24 jam kita akan kembali diberikan kesempatan untuk kembali bertemu tamu agung bernama Ramadhan. Diantara 12 bulan yang ada, Allah jadikan Ramadhan Bulan istimewa yang di dalamnya terdapat banyak keutaman yang tidak dapat kita temui di bulan lainnya. Bulan yang oleh nabi disabdakan di dalamnya terdapat rahmat, maghfirah, dan penghindaran dari api neraka. 10 hari pertama adalah rahmat, disusul 10 hari kemudian maghfirah (pengampunan), dan 10 hari terakhirnya adalah penghindaran dari api neraka. Tidak cukup pada tiga hal di atas, ada satu hari diantara 10 hari terakhir Allah janjikan kita malam lailatul qadar. Malam yang Allah jadikan amalan kita beribu kali lipat pahalanya. Ini seperti waktu tambahan dalam permainan yang memberikan kita kesempatan untuk meraih bonus sebanyak-banyaknya. Benar, sangatlah merugi bagi kita yang masih tidak peduli akan keutamaan bulan suci ini.
Atas keutamaannya Rasulullah SAW memerintahkan kepada kita untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin dalam menyambut bulan penuh berkah ini. Permisalan bulan sya’ban bagaikan  bulan persiapan. Di bulan ini, kita dianjurkan untuk melatih diri dengan berbagai amalan. Sebagai bentuk kesiapan diri kita menyambut bulan Ramadhan. Dengan pembiasaan-pembiasaan ini dimaksudkan agar kita mampu melewati Ramadhan dengan baik. Karena sejatinya Ramadhan layaknya rangkaian ujian bagi hambaNya yang beriman, Allah gelarkan taqwa bagi mereka yang mampu melewatinya. Karenanya, sebagai orang yang mengaku beriman mempersiapkan diri menyambut Ramadhan adalah keniscayaan. Menyambutnya dengan persiapan-persiapan jasmani maupun ruhaniyah kita.
Maka kegiatan Tarhib Ramadhan adalah perwujudan lain bagi LPI Abata dalam menyambut bulan istimewa ini. Sebagaimana keistimewaan Ramadhan, Tarhib Ramadhan kali ini kita kedatangan tamu istimewa yang datang dari tanah para anbiya negeri Palestina.

               

Adalah Mu’adz Nabîl Ahmad Khaththâb, imam muda dari Palestina menyempatkan diri hadir dalam Tarhib Ramadhan tahun ini. Bertempat di musola SD exiss Abata kegiatan berjalan sesuai rencana. Melalui bantuan penerjemah beberapa wejangan disampaikan, menambahkan semangat dalam menyambut Ramadhan esok hari. Di penghujung acara, donasi dari seluruh keluarga besar LPI Abata untuk warga Palestina  diserahkan. Tak lupa kami ucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah ikut berpartisipasi, semoga Allah ganjarkan pahala di hari pembalasan kelak.

JazakumullahKhairan Katsiran Wa Jazakumullah Ahsanal Jaza

Alhamdulillah Melesat..! (Testing Water Rocket Sederhana Kelas 1 2017-2018)

Pada pekan ke-1/ 5-9 Februari 2018 murid Kelas 1 Exiss ABATA melaksanakan Tematik PTT yaitu Product Technologi Thematic yang dikemas dalam pembinaan karakter Integrity pada proyek Testing Water Rocket. Persiapan proyek dimulai dengan memeriksa kelengkapan water rocket masing-masing murid yang telah dibuat mereka pada proyek sebelumnya, dan informasi Weekly Plan pada hari Jum’at.

Testing Water Rocket adalah kegiatan menguji coba water rocket sederhana dengan cara meluncurkan dengan alat peluncur atau launcher. Pemahaman murid Kelas 1 ini diperkuat dengan menyimak tayangan video peluncuran tahun-tahun sebelumnya. Terdengar suara wuaahhh seirama rocket meluncur tinggi di video. Selanjutnya murid tanya jawab membahas sedikit manfaat water rocket, diantaranya membantu petani menabur benih, membantu menaikkan kabel ke tempat tinggi/sulit, dan membantu nelayan menebar jala/jaring penangkap ikan. Murid juga melakukan simulasi melalui menggunting gambar dan kalimat keterangan kemudian menyusun sesuai tahapan uji coba peluncuran. Diselingi dengan tepuk Water Rocket: ***isi air ***dipompa *** meluncur ***wusss..

Tibalah hari meluncurkan water rocket, murid sambil tertawa-tawa menuruni anak tangga menuju kran air untuk mengisi water rocket dengan air sebanyak setengah dari volume. Keadaan cuaca rintik hujan dan murid tetap antusias berbaris antri uji coba meluncurkan dengan launcher. Beragam suara terdengar saat water rocket meluncur dan melesat tinggi. Beberapa murid ingin mengulang dan mengulangi lagi uji coba peluncuran, hingga harus dihentikan dan mendapat pesan mereka boleh mengulangi lagi peluncuran di rumah bersama Ayah.

Alhamdulilah, terlaksana lancar, murid-murid berhasil meluncurkan water rocket sederhana buatan mereka masing-masing.  Semoga bermanfaat dunia-akhirat ya, Nak..  Aamiin Yaa Robbal ‘aalamiin

1 2 3 13