Terungkapnya Jasad Fir’aun (Part III)

 

Sekarang mari kita membicarakan fenomena satu-satunya yang tidak ditemukan pada mumi fir’aun-fir’aun yang lain. Tidak seorang ahli kepurbakalaan yang bisa menjelaskannya. Ilmu kedokteran juga tidak mampu mengungkap mengapa pengenduran kedua terjadi di tangan kiri itu. Mereka pun tidak bisa menjelaskan bagaiman otot-otot itu tetap keras, atau bagaimana fungsi elastisnya bisa bekerja, sehingga ia bisa mengembalikan tangan ke posisi semula selama tidak kurang dari 3000 tahun. Padahal, sepotong karet bila terikat selama serratus tahun, maka sudah dipastikan bahwa ia akan kehilangan fungsi elastisnya dan tidak akan pernah bisa lagi mengerut.

Lalu bagaimana dengan pendapat kita dengan otot yang normalnya hanya bisa mengeras setelah mendapat perintah yang dikeluarkan dari otak? Otot yang mengalami kejang dan diikuti kekakuan, yang sebagaimana lazimnya setelah itu tidak terjadi pengerutan kedua. Urat tebal dan dan tinggi juga menjaga susunan dan fungsinya selama ribuan tahun. Jika lapisan mayat itu tidak dilepaskan dari tangan hingga urat tebal meluncur di tengah-tengah urat tinggi, maka akibatnya panjang otot pun mengecil dan tangan pun naik. Bukankah ini sudah di luar kebiasaan normal, yang berlaku dalam hokum alam? Bila mukjizat didefinisikan sebagai sesuatu yang bertentangan dengan hukum alam, maka yang bisa kita lakukan terkait dengan kasus tangan kiri Ramses II ini hsnys pasrah bahwa ini adalah bukti kebesaran Tuhan. Kebesaran bagi orang-orang setelah Fir’aun, semenjak permulaan abad ini, tepatnya pada tahun 1902 ketik tangan Ramses II ini dibiarkan dalam posisi aslinya, setelah lapisan pembungkus jasad dibuka. Meskipun sudah banyak orang yang lupa apa yang menjadi tujuan itu semua, hingga akhirnya semua mata tertuju dan mencermati fenomena ini.

فَالْيَوْمَ نُنَجِّيْكَ بِبَدَنِكَ لِتَكُوْنَ لِمَنْ خَلْفَكَ اٰيَةً ۗوَاِنَّ كَثِيْرًا مِّنَ النَّاسِ عَنْ اٰيٰتِنَا لَغٰفِلُوْنَ

Maka pada hari ini Kami selamatkan jasadmu agar engkau dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang setelahmu, tetapi kebanyakan manusia tidak mengindahkan tanda-tanda (kekuasaan) Kami. (Q.S Yunus: 92)

Masih ada ayat yang lain, yaitu firman Allah Swt berikut:

اَلنَّارُ يُعْرَضُوْنَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَّعَشِيًّا ۚوَيَوْمَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ ۗ اَدْخِلُوْٓا اٰلَ فِرْعَوْنَ اَشَدَّ الْعَذَابِ

Kepada mereka diperlihatkan neraka, pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya Kiamat. (Lalu kepada malaikat diperintahkan), “Masukkanlah Fir‘aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras!” (Q.S Al-Mukmin: 46)

Semua mufasir berpendapat kejadian itu berlangsung di alam barzakh, selain azab yang sangat keras yang akan diterima kaum Fir’aun pada hari kiamat kelak. Jadi, kejadian ditampakkannya neraka pada pagi dan petang merupakan bagian dari siksa kubur. Pada hadis yang diriwayatkan Shakhrah bin Juwairah dari Ibn Umar yang menuturkan bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Ketika orang kafir meninggal dunia, maka rohnya akan diperlihatkan neraka setiap pagi dan petang.” Kemudian beliau membaca ayat di atas.[2]

Kesimpulannya, sebelum kita mengakhiri pembicaraan tentang Ramses II, sebagian orang mengusulkan untuk menganalisis mumi Ramses II dan mengukur kadar garam pada jaringan ototnya untuk mendapatkan petunjuk tenggelamnya Ramses II di air laut yang terkenal kadar garamnya itu. Namun seperti sudah disinggung di atas terkait dengan pengawetan Ramses II, diketahui bahwa jasad Ramses II – setelah menggosongkannya dari citoplasma—dipenuhi dengan garan nitrat yang menyebabkan usulan analisis ini tidak penting. Terkait dengan Fir’aun dan antek-anteknya, Allah Swt berfirman:

كَمْ تَرَكُوْا مِنْ جَنّٰتٍ وَّعُيُوْنٍۙ () وَّزُرُوْعٍ وَّمَقَامٍ كَرِيْمٍۙ ()  وَّنَعْمَةٍ كَانُوْا فِيْهَا فٰكِهِيْنَۙ () كَذٰلِكَ ۗوَاَوْرَثْنٰهَا قَوْمًا اٰخَرِيْنَۚ

Betapa banyak taman-taman dan mata air-mata air yang mereka tinggalkan, juga kebun-kebun serta tempat-tempat kediaman yang indah, dan kesenangan-kesenangan yang dapat mereka nikmati di sana, demikianlah, dan Kami wariskan (semua) itu kepada kaum yang lain (Q.S Ad-Dukhan: 25-28)

**Diambil dari Ensiklopedia Mukjizat Alquran dan Hadis Jilid 1 : Kemukjizatan fakta sejarah

[2] Lih. Tafsir Al-Qurthubi, j. 15, h. 319.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *