Zikir Asmaul Husna, Bershalawat, dan Maulid Nabi Muhammad SAW di SD EXISS ABATA

Kata maulid atau milad dalam bahasa Arab berarti hari lahir. keduanya berasal dari kata fiil madhi walada.. Kata maulid dalam ilmu tashrif, memiliki tiga sebutan dan arti, masing-masing sesuai konteks kalimat :

  1. Kata maulid bisa disebut mashdar mimiy yang berarti kelahiran
  2. Kata maulid bisa disebut isim zaman (keterangan waktu) yang berarti waktu lahir
  3. Kata maulid bisa disebut isim makan (keterangan tempat) yang berarti tempat lahir.

Peringatan Maulid Nabi merupakan tradisi yang berkembang di masyarakat Islam jauh setelah Nabi Muhammad SAW wafat sedangkan di Indonesia sudah dilakukan sejak zaman kemeredekaan Indonesia.. Secara subtansi, peringatan ini adalah ekspresi kegembiraan dan penghormatan kepada Baginda Rasulullah. Umat Islam memperingati pada setiap tanggal 12 Rabiul Awal tahun Gajah Bertepatan dengan hari Senin, 20 April tahun 571 Masehi.

Di sela-sela waktu, guru memutarkan video. setelah itu, membuat kuis terhadap murid-murid di kelas terkait sejarah kelahiran nabi Muhammad SAW. Murid-murid menjawab dengan cara rebutan dan siapa yang menang mendapatkan reward.  Di hari Selasa, 12 November 2019, kami memutarkan video berupa lantunan shalawat terhadap Bagainda Rasulullah diikutin oleh murid.murid.

Di tanggal 18 November 2019, Puncaknya SD Exisss ABATA memperingati Maulid Nabi dengan zikir Asnaul Husna yang dipimpin oleh Ustadz Adi Firly, S.Pd. dan Pembacaan bershalawat dan Maulib Nabi Muhmmad SAW bersama yang dipimpin oleh  Tim Marawis ABATA, Ustadz Hamdani, S..Pd.I dan Ustadz Farhan. Acara berjalan dengan sangat khidmat dan khusyu.

Setelah Bershalawat tibanya waktunya kak Andri menceritakan kisah Nabi Muhammad SAW dengan semangat 45. Ibnu Hajar dalam kitab Al-Shawa’iq berkata, Diriwayat

kan oleh Imam Ja’far, bahwa siapa saja yang membaca shalawat kepada Nabi Saw dan ahli baitnya sebanyak seratus kali, maka Allah mengabulkan hajatnya sebanyak seratus hajat, tujuh puluh di antaranya diberikan di akhirat. Syaikh Al-Suja’i berkata dalam kitab Hasyiah atas kita Al-Shawa’iq,

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَهْلِ بَيْتِهِ

Nabi Muhammad SAW lahir dari pasangan Abdullah bin Abdul Muthalib dan Aminah binti Wahab. Ayahnya meninggal ketika Nabi Muhammad masih berada dalam kandungan sang ibu. Beliau menjadi yatim bahkan sebelum dilahirkan. Sesuai adat setempat, Nabi Muhammad dititipkan kepada Halimatussa’diah untuk disusui dan dibesarkan bersama anak-anak Halimah.

Memasuki usia 6 tahun, Nabi Muhammad SAW dibawa oleh ibunya ke Madinah. Setelah satu bulan tinggal di Madinah, rombongan ibu dan anak harus berhenti di tempat bernama Abwa’ dalam perjalanan kembali ke Makkah. Aminah meninggal. Menjadi yatim piatu, Nabi Muhammad SAW kemudian berada dalam asuhan Abdul Muththalib. Dua tahun mendapatkan curahan kasih sayang dari sang kakek, Abdul Muththalib wafat dalam usia 80 tahun.

              Pada Usia 25 tahun, Muhammad menikah dengan Khadijah. Beliau diberi Al-Amin artinya orang yang dapat dipercaya. Gelar ini disematkan kepada Muhammad yang terkenal memiliki sifat jujur, berbudi luhur, dan kepribadian tinggi. Tidak pernah sekali pun melakukan perbuatan tercela. Nabi Muhammad SAW diangkat menjadi Rosul pada saat menginjak usia 40 tahun. Pada malam 17 Ramadhan yang bertepatan Muhammad didatangi oleh Jibril saat berdiam diri di Gua Hira, menurunkan wahyu yang pertama, Qur’an Surat Al-‘Alaq ayat 1 – 5.

Alhamdulillah setelah semua rangkaian kegiatan terlewati, saatnya murid-murid kembali ke kelas masing-masing untuk kegiatan KBM. Semoga dengan adanya acara ini kita semakin cinta dan giat untuk menghidupkan Sunnah Nabi Muhammad SAW. Hakikat merayakan Mualid Nabi tidak hanya sekedar memperingati kelahiran Rasulullah, tetapi diperingati dengan cara meneladani ajaran, konsepsi, dan agama yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.