Bani Israel Membuat Keonaran Dua Kali (Part I)

Presiksi yang telah disebutkan di bagianlain ensiklopedia ini bukanlah kabar kabar gembira satu-satunyaakan kelahiran atau kemunculan Nabi yang ditunggu-tunggu. Namun, ada prediksi himpunan Pseudepigrapha, yaitu buku The Testament of Moses. Buku ini menceritakan bahwa Musa memberikan sat kitab pada pengikutnya yang bernama Yosua bin Nun sebelum ia wafat. Di dalam buku itu diwartakan apa yang akan terjadi pada orang Yahudi di masa-masa mendatang. Buku itu bercerita tentang kehancuran pertma orang Yahudi yang akan dilakukan seorang raja dari timur yang membakar sinagoge terbesar mereka dan menahan mereka di wilayah sang raja.

Kemudian Allah mengembalikan bumi yang dijanjikan itu pada seorang raja yang mengasishi mereka. Bangunan sinagoge pun dikembalikan lagi. Mereka diberikan anugerah oleh Allah berupa anak dan kawan. Namun, orang Israel kembali bermaksiat kepada Allah. Dia lalu mengutus seorang raja dari barat untuk mereka. Raja kedua ini kembali memporak-porandakan Baitul Maqdis untuk kedua kalinya. Ia membakar bagian-bagian sinagoge yang suci itu. Kehancuran yang kedua ini lebih parah darpada kehancuran yang pertama. Kemudian berlalu beberapa kejadian, sebelum akhirnya muncullah Nabi yang ditunggu-tunggu bersama kekuasaan yang diberikan Tuhan padanay setelah 250 minggu[1] wafatnya Musa As.

Buku itu terkuak pada tahun 1861 M di kota Milan Italia di Perpstakaan Ambrosian. Manuskrip tersebut ditulis pada abad keenam Masehi. Jadi, manuskrip itu tidak diketahui oleh para penganutnya lebih dari 13 abad. Hingga saat ini kita belum mendapati naskah lain selain manuskrip itu. Naskahnya ditulis dalam bahasa Latin yang diterjemahkan dari bahasa Ibrani atau Armenia yang ditulis pada abad pertama masehi. Para ahli memutuskan bahwa naskah itu ditulis oleh salah satu kelompok umat Yahudi Isin (dikutip dari pendahuluan buku The Old Testament Pseudepigrapha).

Dari sejarah buku ini dapat dipahami bahwa mustahil Muhammad membaca manuskrip satu-satunya itu yang penganut teologinya saja kehilangan naskah tersebut selama 13 hingga 18 abad. Muhammad tidak mungkin membacanya dengan bahasa naskah itu, atau naskah itu dibacakan padanya. Lalu, keajaiban yang luar biasa dan tanda kerahiban itu terkuak pada zaman munculnya Nabi ii di tengah-tengah Ahli Kitab. Ia lalu mengklaim kenabian dan menceritakan kepada orang Yahudi dan Nasrani bahwa semua itu tertulis di kitab mereka. Ada banyak pembahasan dalam nubuwat (prediksi ini). Sebelum memasuki ayat yang merinci kabar gembira yang ada, kita akan menyebutkan secara lengkap bagian awal surah Al-Isra berikut:

وَقَضَيْنَا إِلَىٰ بَنِي إِسْرَائِيلَ فِي الْكِتَابِ لَتُفْسِدُنَّ فِي الْأَرْضِ مَرَّتَيْنِ وَلَتَعْلُنَّ عُلُوًّا كَبِيرًا () فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ أُولَاهُمَا بَعَثْنَا عَلَيْكُمْ عِبَادًا لَنَا أُولِي بَأْسٍ شَدِيدٍ فَجَاسُوا خِلَالَ الدِّيَارِ ۚ وَكَانَ وَعْدًا مَفْعُولًا () ثُمَّ رَدَدْنَا لَكُمُ الْكَرَّةَ عَلَيْهِمْ وَأَمْدَدْنَاكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَجَعَلْنَاكُمْ أَكْثَرَ نَفِيرًا ()  إِنْ أَحْسَنْتُمْ أَحْسَنْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ ۖ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا ۚ فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ الْآخِرَةِ لِيَسُوءُوا وُجُوهَكُمْ وَلِيَدْخُلُوا الْمَسْجِدَ كَمَا دَخَلُوهُ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَلِيُتَبِّرُوا مَا عَلَوْا تَتْبِيرًا  ()  عَسَىٰ رَبُّكُمْ أَنْ يَرْحَمَكُمْ ۚ وَإِنْ عُدْتُمْ عُدْنَا ۘ وَجَعَلْنَا جَهَنَّمَ لِلْكَافِرِينَ حَصِيرًا ()

Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam Kitab itu: “Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar”. Dan Kami telah mengabarkan kepada bani israil di dalam kitab taurat yang diturunkan atas mereka bahwa sesungguhnya pasti akan terjadi kerusakan yang timbul dari mereka dua kali di wilayah baitul maqdis dan tempat-tempat sekitarnya dengan melakukan tindak kezhaliman, membunuhi para nabi, sombong, dan tindakan melampaui batas serta permusuhan.  Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) pertama dari kedua (kejahatan) itu, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan yang besar, lalu mereka merajalela di kampung-kampung, dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana. maka ketika terjadi kerusakan pertama yang mereka timbulkan, Kami datangkan kepada mereka hamba-hamba kami yang memiliki keberanian dan kekuatan luarbiasa untuk menguasai mereka, lalu mempencundangi mereka, membunuhi mereka serta mengusir mereka. Orang-orang itu berkeliling di perkampungan-perkampungan mereka dengan merusak. Itu merupakan suatu ketetapan yang mesti terjadi, karena ada faktor penyebabnya dari kalian. untuk mengalahkan mereka kembali dan Kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak dan Kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar. Kemudian kami kembalikan bagi kalian (wahai bani israil), kekuasaan dan kemenangan atas para musuh kalain yang dahulu di kuasakan atas kalian. Dan kami tambah rizki dan jumlah anak-anak kalain, serta menguatkan kalian dan menjadikan kalain berjumlah lebih banyak dari pada jumlah musuh kalian. Kondisi demikian disebabkan perbuatan baik dan ketundukan kalian kepada Allah.Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam mesjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai. Jika kalian baik dalam perbuatan-perbuatan dan uacapan-ucapan kalian, Sesungguhnya kalian berarti telah berbuat baik terhadap diri kalian sendiri. Sebab pahalanya kembali kepada kalian. Bila kalain bertindak buruk, maka hukumannya(juga) berbalik mengenai kalian sendiri. Jika nanti telah tiba ketetapan terjadinya kerusakan kedua (yang kalian perbuat), maka Kami akan menjadikan musuh kalian berkuasa atas kalain kembali, untuk menghinakan dan mengalahkan kalian, sehingga tampaklah bekas-bekas penghinaan dan penistaan pada wajah-wajah kalian dan lalu merangsek masuk menghadapi kalain ke dalam baitul maqdis untuk menghancurkannya sebagaimana mereka dahulu pernah menghancurkannya, dan kemudian meluluhlantahkan semua yang mereka miliki sehabis-habisnya secara total. Mudah-mudahan Tuhanmu akan melimpahkan rahmat(Nya) kepadamu; dan sekiranya kamu kembali kepada (kedurhakaan) niscaya Kami kembali (mengazabmu) dan Kami jadikan neraka Jahannam penjara bagi orang-orang yang tidak beriman. (Q.S Al-Isra : 4-8)

Para ahli tafsir berbeda pendapat terkait beberapa ayat di atas. Sebagian menafsirkan dengan sangat futuristic. Menurut kelompok ini, kaum Muslimin lah yang nanti menjadi hamba Allah yang memasuki Baitul Maqdis untuk pertama kali dan memasukinya lagi nanti mendekati akhirat. Kelompok lainnya menafsirkannya bahwa apa yang disebutkan dalam ayat itu merupakan kejadian atau peristiwa yang sudah berlalu. Mereka juga berbeda pendapat terkait kelompok yang mengalahkan orang Yahudi.

Sebelum menyimpulkan tafsiran mana dari keduanya yang paling mendekati kebenaran, kita harus menafsirkan prediksi buku pertama yang berjudul The Testament of Moses yang berasal dari Taurat. Kehancuran pertama yang terjadi pada masa raja dari timur tidak akan pernah melampaui kehancuran kerajaan Israel Utara yang dilakukan oeh Raja Assyiri Shalmaneser II (Raja-raja: 17). Maksudnya, kehancuran kerajaan Yahuda Selatan di tangan Raja Babilonia Nebuchadnezzar II (Raja-raja: 21). Kedua raja ini berasal dari timur (timur Palestina). Namun, pendapat yang diunggulkan adalah raja Baabilonia, karena peristwa itu lebih dahsyat dan lebih populer. Pada peristiewa itulah, sinagoge Yahudi dihancurkan, seperti yang diramalkan.

Dalam kesimpulan terhadap buku The Testament of Moses, penulis memang tidak menyebutkan bahwa orang yang tertawan itu berasal dari keturunan Yahudi. Ini semakin menguatkan bahwa raja Babilonialah yang dimaksud. Kehancuran yang kedua terjadi setelah kehancuran yang pernah terjadi dilakukan oleh para kaisar Romawi, seperti Kaisar Titus pada tahun 70 M dan Kaisar Hadrian[2] pada tahun 135 M. Mereka ini raja-raja dari barat, seperti yang disebutkan oleh prediksi itu. Mereka telah menghancurkan sinagoge pada beberapa kesempatan.

Sekarang kita kembali pada penafsiran ayat Al-Qur’an yang telah disinggung sebelumnya. kita melihat Taurat dan buku-buku sejarah menyebutkan bahwa kehancuran pertama dilakukan oleh orang orang Babilonia. Kehancuran kedua dilakukan oleh orang Romawi yang luar biasa Taurat memberikan gelah Abdullah[3] pada penakluk yang berasal dari Babilonia. Ini sesuai dengan sifat yang diberikan Al-Qur’an pada orang-orang yang pertama kali mengalahkan orang Yahudi “Hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan yang dahsyat”. Bahkan Nabi Musa As meminta orang Yahudi Yeremia untuk tidak melawan penakluk dari Babilonia itu,[4] karena Allah-lah sebetulnya yang mengirimnya.mungkin justru ini menangkis pendapat sebagian ahli tafsir yang melihat bahwa frasa “hamba Kami”, menurut mereka maksudnya adalah hamba Allah. Lebih lanjut, mereka menganggap bahwa orang yang pertama kali mengalahkan orang Yahudi adalah kaum Muslimin. Karena, frasa hamba Allah atau frasa hamba Yang Maha Pengasih hanya ditujukan pada orang-orang yang patuh pada perintah Allah.[5] Juga , kata lain dalam Al-Qur’an juga  mengacu pada orang-orang kafir di akhirat nanti.[6] Alasannya memang karena saat itu mereka hanya bisa patuh kepada Allah. Lalu, adakah penghalang bila Nebuchadnezzar memerangi orang Yahudi karena memenuhi perintah Allah untuk memberi hukuman pada orang Yahudi, meskipun ia orang kafir. Karena itulah penyebutan frasa hamba Allah menjadi sah-sah saja mengacu pada Nebuchadnezzar berikut bala tentaranya.ini terkait dengan penggunaan frasa hamba Kami (hamba Allah) untuk orang-orang yang mengalahkan orang Yahudi pertama kali.

Yang mengherankan pada ayat Al-Qur’an di atas, disebutkan bahwa orang Yahudi setelah mengalami kekalahan dari musuh-musuh mereka pertama kali justru punya lebih banyak kawan. Taurat menyebutkan bahwa orang Yahudi bisa kembali dari tahanan Babilonia atas bantuan dari Raja Persia Keosrau.[7] Inilah yang membuat penulis lebih memilih tafsir yang menyebutkan bahwa dua malapetaka itu telah berlalu. Yang membuat kehancuran pertama kali adalah orang-orang Babilonia, sementara orang yang menghancurkan kedua adalah orang Romaawi pada tahun 70 Masehi.[8] Hal ini diperkuat oleh firman Allah Swt setelah menyajikan kisah itu.

اَوْ يُلْقٰىٓ اِلَيْهِ كَنْزٌ اَوْ تَكُوْنُ لَهٗ جَنَّةٌ يَّأْكُلُ مِنْهَاۗ وَقَالَ الظّٰلِمُوْنَ اِنْ تَتَّبِعُوْنَ اِلَّا رَجُلًا مَّسْحُوْرًا

atau (mengapa tidak) diturunkan kepadanya harta kekayaan atau (mengapa tidak ada) kebun baginya, sehingga dia dapat makan dari (hasil)nya?” Dan orang-orang zalim itu berkata, “Kamu hanyalah mengikuti seorang laki-laki yang kena sihir.” (QS Al-Furqon: 8)

**Diambil dari Ensiklopedia Mukjizat Alquran dan Hadis Jilid 1 : Kemukjizatan fakta sejarah

[1] Data angka ini, bisa ditemukan pada kitab Tahud (97) dan The Asumptions of Moses (12: 11)

[2] Penghancuran yang dilakukan Hadrian lebih diunggulkan, karena lebih parah. Saat itu orang yahudi juga menjadi tawanan.pendapat ini juga disampaikan oleh Dr. Ali Abdul Wahid Wafi dalam buku Al-Yahudiyyah wa Al Yahud. Dia berpendapat bahwa penghancuran pertama yang dimaksudkan Al-Qur’an penghamcuran

[3] Oleh karenanya, Tuhan berkata, “Karena kalian memaksiati firman-Ku. Sekarang aku menggerakkan semua kabilah dari utara yang dipimpin Nebuchadnezzar, hambaku (Yeremia 25:9)

[4] Yeremia, 27

[5] Lih. QS Al-Furqon (25): 63.

[6] Lih. QS Al-Furqon (25): 17 berikut: “(Ingatlah) suatu hari (ketika) Allah menghimpunkan mereka beserta apa yang yang mereka sembah selain Allah, lalu Allah berkata (kepada yang disembah), “Apakah kamuu yang menyesatkan hamba-hambaKu itu, atau mereka sendirikah yang sesat dari jalan (yang benar)””

[7] Taurat 36: 22-23

[8] Ini sesuai dengan pendapat Dr. Ali Abdul Wahid Wafi di atas.