Peningkatan kualitas diri melalui kegiatan pelatihan pegawai

Kualitas diri seseorang dapat terlihat ada pikiran, tutur kata dan tindakannya. Kualitas diri juga berkaitan dengan kesungguhan seseorang serta tidak mudah meremehkan sesuatu. Hal yang menurutnya kecil, bisa berarti besar bagi orang lain. Kualitas diri bukan hanya tentang seberapa tinggi gelar seseorang namun juga tentang manfaat apa yang di dapat orang lain dengan keberadaan diri kita. Kualitas diri adalah tentang memanfaatkan potensi diri secara optimal sehingga menghasilkan kemanfaatan bagi sekitar. Kesadaran akan peningkatan kualitas diri adalah bentuk rasa syukur kita sebagai seorang muslim yang sejatinya dituntut untuk melakukan segala hal secara optimal. Bukan tentang banyak sedikitnya namun kebermanfaatannya. Bukan tentang kuantitas namun kualitasnya.

Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya.” (Q.S Al-Mulk:2)

Menyadari akan pentingnya peningkatan potensi diri inilah Manajemen LPI Abata rutin menyelenggarakan acara pelatihan setiap tahunnya. Tahun ajaran baru 2019/2020 ini diselenggarakan beberapa pelatihan selama sepekan diantaranya:

  • Pelatihan Bahasa Indonesia
  • Pelatihan Ummi Foundation
  • Pelatihan 5R
  • Pelatihan penanganan anak

Pelatihan penanganan anak ini diselenggarakan selama dua hari dengan fokus penanganan masalah yang berbeda. Tema pelatihan yang pertama adalah “Kelas berbagi dan edukasi tahapan belajar dan penanganan anak spesial di sekolah” dengan pemateri Bapak Imam Setiawan, ST, S.Pd. Pelatihan ini membahas tentang bagaimana mengajar, mendidika dan menangani Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Hal pertama kali yang dilakukan ketika menangani siswa ABK adalah dengan mengidentifikasi ciri, karakteristik dan penyebabnya sehingga memudahkan guru untuk membuat rencana pendidikan yang sesuai bagi siswa ABK tersebut. Perencanaan pendidikan bagi siswa ABK berguna untuk menentukan metode belajar serta media pembelajaran yang cocok untuknya.

Pelatihan kedua bertema “How to be a good shadow teacher” dengan pemateri Ibu Asih Nur Imda. Membahas tentang shadow teacher (guru pendamping). Guru pendamping yang dimaksudkan disini adalah pendidik yang bekerja di bawah arahan guru untuk membantu pemberian layanan bagi siswa berkebutuhan khusus. Tugas dan tanggung jawab guru pendamping. Dijelaskan pula tentang ABK yang biasanya ditemui di sekolah diantaranya: ASD (AUtism Spectrum Disorder), ADHD (Attention Deficit Hypractive Disorder), ID (Intelectual & Developmet Disability), SLD (Specific Learning Disorder). Setelah proses identifikasi maka setidaknya dapat  mempermudah menentukan penanganan akademik dan perilaku yang cocok dan sesuai dengan kebutuhan siswa ABK.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *