Khataman dan Imtihan Metode Ummi SD Exiss Abata

Ada yang istimewa di tanggal 1 Desember  2018 lalu, pasalnya pada hari itu telah diselenggarakan Khataman dan Imtihan Metode Ummi SD Exiss Abata yang bertempat di Ruang Ali Sadikin Kantor Walikota Jakarta Barat. Acara ini menjadi pembuktian hasil dari penerapan metode Ummi dalam pembelajaran Al-quran siswa dan siswi SD Exiss Abata. Pada acara ini para siswa dan siswi perwakilan dari kelas 3 sampai dngan kelas 6 yang menjadi peserta ini mengkhatamkan (menuntaskan) pembelajaraan Al Quran dengan metode Ummi dan memperlihatkan kepiawaiannya dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan ang diajuakan, pertanyaannya terdiri dari tartil (kelancaran), fashohah (kefasihan), gharib (bacaan-bacaan asing dalam Al Quran yang kadang cara membacanya berbeda dengan tulisannya), tajwid (ilmu terkait hukum-hukum bacaan di dalam Al Quran) serta hafalan juz ‘amma.

Acara berlangsung sangat meriah dan menantang saat acara imtihan (uji publik) dimana seluruh peserta harus siap menerima dan menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar materi pembelajaran Al Quran metode Ummi tanpa ada skenario sebelumnya. Alhamdulillaah, berkat latihan dan persiapan yang matang dengan dibimbing para ustadz dan Ustadazah pengajar pelajaran Al-qur’an yang ikhlas dan profesional, ketegangan yang menghantui seluruh peserta sebelum acara dimulai berubah menjadi senyum kebahagiaan saat mereka mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang mengalir dengan lancar baik yang dilontarkan oleh tim dari Ummi. Seluruh hadirin yang mengikuti acara ini berdecak kagum dan tanpa sadar meneteskan air mata karena terharu kemampuan para peserta dalam menguasai materi-materi Al Quran di usia mereka yang masih belia.

Khotaman dan Imtihan sendiri merupakan program lanjutan dari rangkaian program KBM Ummi setelah sebelumnya para siswa lulus munaqosyah (ujian akhir siswa) Al Quran metode Ummi yang telah dilaksanakan sebulan sebelumnya. Semoga cita-cita SD Exiss Abata untuk Membentuk dan melahirkan anak didik yang mencintai dan menjunjung tinggi Islam dan Al-Qur’an untuk masa depannya dapat terwujud sehingga menjadi umat terbaik sebagaimana sabda Rasulullaah, “Sebaik-baik dari kalian adalah orang yang mempelajari Al Quran dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari). Aamiin.