Rasanya Camping di Lakeside Situ Gintung

SD EXISS ABATA adalah sekolah dasar berbasis kurikulum tematik. Metode tematik yaitu metode pembelajaran yang dimana pembelajarannya berubah-ubah tema-nya setiap minggunya. Tema-tema yang kami pelajari diantaranya seperti daur ulang, water rocket, material lift, benda dan sifatnya dan masih banyak lagi. Dan dari sekian banyak tema yang ada, diantaranya adalah kegiatan outdoor atau kegiatan diluar lingkungan sekolah yang kurang lebih dilakukan setiap sebulan sekali. Kegiatan outdoor yang ada yaitu kunjungan pendidikan kecil, kunjungan pendidikan besar, outbond, tim sar, camping, survey pasar dan masih banyak lagi.

            Nah! Diantara sekian banyak kegiatan outdoor tersebut kali ini akan membahas tentang camping. Camping merupakan kegiatan luar rumah yang dimana kita semua bermalam di dalam sebuah tenda/kemah dengan fasilitas seadanya. Camping biasanya bisa dilakukan di gunung, di pantai, di pinggir sungai, maupun di dekat air terjun. Belakangan ini sudah banyak sekali pihak-pihak yang memanfaatkan peluang bisnis dengan cara membuka tempat camping dengan fasilitas yang “layak” bagi anak sekolah dasar. Kali ini giliran siswa kelas 2 dan 3 yang akan melaksanakan kegiatan camping. Yap! Kita akan camping di Lakeside Situ Gintung, Ciputat Banten. Lokasinya tidak terlalu jauh dari sekolah sehingga tidak terlalu lama waktu kami untuk sampai ditempat tujuan.

            Sebelum kami berangkat, seperti biasa kami dikumpulkan di lapangan gedung b dan mendapatkan arahan singkat dari bapak kepala sekolah kami. Kami dibagikan snack oleh bunda korkel dan it’s time to go! Saatnya yang kami tunggu-tunggu akhirnya datang juga. Kami naik ke bis dan bis-nya berjalan beriringan. Perjalanan kami tempuh kurang lebih 1 jam saja. Sesampainya kami sampai di lokasi, kami diberikan welcome drink yaitu teh hangat dan pudding. Aaahhhh…. enak sekali suasana di Situ Gintung ini. Suasananya tenang, rindang karena banyak pepohonan dan juga kami bisa melihat danau di depan mata kami.

            Setelah selesai waktu istirahat, kami dikumpulkan di aula untuk menyanyikan yel yel wajib kami. Lalu kami dibimbing oleh Ka Agus, kami diajak bermain permainan-permainan ringan untuk melatih fokus dan konsentrasi kami. Kami semua dilatih kekompakannya sesama tim. Setelah bermain bersama Ka Agus lalu kami diajak untuk merasakan asyiknya terbang seperti burung, iya kami merasakan asyiknya naik flying fox. Entah kenapa namanya flying fox, kenapa tidak flying bird yah? Hehehe. Kami satu per satu antri untuk dipakaikan alat keamanan standart dari mereka agar kami tetap aman. Sebelumnya kami harus melewati jaring-jaring seperti jaring laba-laba tapi terbuat dari tali tambang yang besar. Jadi sangat aman untuk orang dewasa juga. Sampai diatas kami di terbangkan dari atas sampai ke bawah. Wah rasanya menegangkan tapi seru sekali.

            Selesai bermain flying fox kami bermain lagi, yah kegiatan kami memang lebih banyak bermain, bermain namun sambil belajar. Kami bermain fun games bersama Ustadzah Ikoh dan Ustadzah Pohan. Permainannya seru sekali, sampai banyak yang gugur karena agak sulit untuk ditaklukan. Setelah rangkaian panjang tadi, lalu kami makan siang dan sholat zuhur berjamaah. Walaupun kami lagi tidak di sekolah tapi kami tidak boleh lupa untuk sholat. Lanjut lagi kami diajak bermain oleh Kakak-kakak dari pihak Situ Gintung. Permainannya banyak sekali dan semuanya fun. Kami semua happy walupun kadang suka bete kalau kelompok kami kalah. Tapi tidak apa-apa, namanya juga permainan jadi ada yang menang dan ada juga yang kalah. Kami bermain permainan dragon ball, ember bocor, merambat di lumpur, oper tepung terigu dan kapal tenggelam. Dari sekian banyak permainan kami paling takut ketika merambat di lumpur. Karena lumpurnya itu bikin jijik, lumpurnya sampai masuk ke dalam baju kami. Selesai fun games tadi, setelah itu kami langsung mandi dan bersih-bersih.

            Esokan harinya kami sholat subuh berjamaah, senam pagi, sarapan dan siap-siap untuk pulang, sedih sih rasanya teman-teman, tapi rasa rindu kami kepada ayah bunda juga tidak terbendung. Hampir dua hari kami meninggalkan ayah bunda rasanya rindu sekali dengan mereka. Kami bergegas untuk balik ke sekolah tercinta. Kami naik bis, di bis kami tidur karena lelah selama dua hari kami beraktifitas, apalagi kami ada yang sampai tidak bisa tidur di dalam kemah, karena kemahnya agak panas dan kami beum terbiasa tidur di dalam tenda. Tapi tidak apa-apa karena itulah tujuan dari camping ini.

Camping bertujuan agar kami bisa belajar menjadi anak yang lebih mandiri. Bagaimana rasanya jauh dari ayah dan bunda. Memang sulit sih rasanya, tapi ternyata kami bisa. Kami happy karena ada teman-teman yang lain dan juga ustad ustadzah yang menjadi orangtua pengganti kami disini. Pokoknya dari camping ini kami belajar membereskan baju kami sendiri, menjaga semua perlengkapan pribadi kami, menjaga kebersihan tenda. Karena disini tidak ada ayah bunda atau mbak yang biasa membantu kami seperti dirumah. Alhamdulillah camping kali ini sangat bermakna buat kami. Sampai jumpa di camping berikutnya. Wassalamu’alaikum.