Employee Gathering LPI ABATA 2017

Hijau, Semangat, Berani……!!!

Gemuruh gelora semangat memenuhi mushola SD Exiss Abata malam pada saat briefing kegiatan employee gathering. Memberi suntikan energi baru bagi para peserta yang tidak lain adalah seluruh pegawai Yayasan Abacu LPI ABATA. Malam itu menandai dimulainya acara, dilanjutkan dengan pemilihan slogan Employee Gathering 2017. Setelah melalui diskusi panjang, akhirnya terpilihlah slogan “Hijau, Semangat, Berani….!!!

Akan lebih baik jika kita ketahui lebih dalam makna slogan tersebut, let’s see

  

Hijau,

Seperti kita tahu, warna hijau identik dengan warnanya agama Islam. Warna hijau juga merupakan salah satu warna favorit Rasulullah. Annas bin Malik r.a mengatakan, “Warna yang paling disukai Rasulullah saw adalah hijau”. Begitupula meurut Ibnu Hajjar dalam Tanbih Al Akhbar mengatakan “Pada hari raya kami disuruh meakai pakaian berwarna hijau karena warna hijau lebih utama. Adapun warna hijau adalah lebih utama dari warna lainnya,sesudah putih.”

Maka pemilihan warna hijau sangatlah tepat mengingat warna ini adalah warna favorit nabi Muhammad saw. Meskipun kenyataan di lapangan, orang akan lebih familiar warna hijau ini dengan warna moda tranportasi online berinisial G. Terlepas dari kemiripan warna, hijau jika diartikan menurut sisi psikologi merupakan warna yang melambangkan satu keinginan yang kuat, ketabahan dalam menghadapi persoalan hidup, dan juga memiliki kepribadian yang teguh. Para pakar psikologi juga berpendapat bahwa warna hijau dapat membangkitkan kebahagiaan, rasa gembira serta gairah hidup. Semangat itulah yang agaknya  ingin ditumbuhkan oleh para panitia sehingga memilih warna hijau sebagai warna seragam Employee Gathering tahun ini.

                 

Semangat,

Firman Allah dalam surat al mulk ayat 1

“Dialah (Allah) yang  menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.”

Dalam ayat ini tidak disinggung yang paling banyak amalnya, akan tetapi yang paling baik amalnya. Hal ini menunjukkan bahwa Allah lebih mengutamakan kualitas sebuah amalan dibandingkan kuantitasnya. Bahwa kita sebagai hamba sudah semestinya bersemangat dalam amal ibadahnya, bahkan diseluruh sendi kehidupannya. Karena kuantitas merupakan tolak ukur utama penilaian Allah terhadap hambanya.

   

Berani,

Menurut Buya Hamka, keberanian yang dalam Bahasa Arab Syaja’ah itu terbagi dalam dua kategori yaitu keberanian semangat dan keberanian budi. Keberanian semangat ini ada pada diri serdadu menghadapi musuh di medan perang. “Walau bagaimana pun hebatnya granat , bom, Meriam, bedil, peluru, gas beracun yang ada dihadapannya dia akan terus maju,dan akan terus maju tak kenal kata mundur (halaman : 246). Sedangkan keberanian budi ialah keberanian menyatakan suatu perkara yang diyakini sendiri kebenaran, walaupun akan dibenci orang. Menurut Buya Hamka, inilah yang ada dalam islam dikenal dengan istilah “amar bil ma’ruf, nahyi anil munkar”. Menyuruh yang baik dan mencegah berbuat jahat. Dari sini jelas, seorang mukmin dituntut untuk mempunyai keberanian dan ketegasan dalam berkehidupan. Berani mempertahankan yang kita yakini itu benar dan tegas dalam menolak kebathilan.

Sesudah malam briefing berlalu, peserta Employee Gathering dipersilahkan untuk beristirahat. Persiapan untuk acara esok hari yang tentu akan sangat menguras tenaga. Awal rencana pemberangkatan adalah pukul 03.00 namun karena beberapa hal, keberangkatan akhirnya terpaksa mundur jam 03.30. Tiga bus diberangkatkan menuju Caldera River Resort yang berlokasi di Desa Citarik, Sukabumi. Tempat nantinya peserta diuji keberanian dan kerjasama mereka.

Perjalanan berlangsung cukup memakan waktu, beberapa kali bus harus berhenti disebabkan kemacetan parah di jalur Bogor-Sukabumi yang merupakan imbas dari proyek pembangunan jembatan Cisadane. Setelah sekitar enam jam perjalanan panjangpun berakhir. Sesampai resort peserta disambut dengan suguhan nasi goreng, yang seyogyanya disiapkan untuk sarapan pagi. Berhubung waktu tempuh yang melebihi perkiraan, sarapan hari itu terlaksana pukul 09.30 siang. Berkatnya sarapan kali itu terasa sangat nikmat, efek lapar sepertinya berpengaruh besar disini.

Selepas sarapan dan istirahat sejenak, peserta memulai kegiatan yang telah direncanakan malam sebelumnya. Sesuai rencana, kegiatan peserta ikhwan adalah paint ball terlebih dahulu sedangkan kegiatan peserta akhwat rafting terlebih dulu. Keputusan ini diambil karena kegiatan rafting akan memakan waktu lama, sedangkan jam menunjukkan pukul 10.00 yang artinya waktu sholat jum’at tersisa 2 jam saja. Kemudian dilanjutkan ba’da dhuhur dengan agenda sebaliknya, peserta ikhwan mengikuti kegiatan rafting, sedangkan peserta akhwat paint ball.

Selepas dhuhur dan makan siang tepat sebelum melanjutkan kegiatan, diumumkan pemenang  doorprise yang telah disiapkan panitia.

Sebagaimana slogan Employee Gathering “Hijau, Semangat, Berani!!!”, para peserta terlihat sangat bersemangat mengikuti kegiatan hingga akhir acara. Sekitar pukul 17.00 sore acara ditutup dengan kesan dan pesan perwakilan dari peserta ikhwan dan akhwat.

    

Akhirnya, sebagaimana tujuan acara ini. Semoga kita para alumni Employee Gathering tahun 2017 bisa menjadi insan yang lebih baik lagi dan dapat memperoleh energi baru untuk bekerja lebih semangat lagi.

Wallahu a’alam bishshawab