Semarak Tahun Baru Hijriyah SD Exiss Abata

Penentuan Awal Muharom diawali dengan peristiwa penting ummat islam di zaman nabi Muhammad SAW. Hijrah dari Mekkah ke Madinah. Dinamakan Muharom karena termasuk dalam bulan yang diharamkan (bulan suci).

Sabda Nabi SAW :

Hai manusia, sesungguhnya zaman itu berputar, keadaan zaman pada hari ini sama dengan keadaannya ketika Allah menciptakan langit dan bumi. Dan sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, empat bulan di antaranya ialah bulan-bulan haram (suci); yang pertama ialah Rajab Mudar yang jatuh di antara bulan Jumada dan Sya’ban. lalu Zul Qa’dah, Zul Hijjah, dan Muharram.

Melihat begitu pentingnya sejarah awal penentuan awal Muharom, hari ini SD Exiss Abata sebagaiamana tahun-tahun sebelumnya ikut menyemarakkan awal tahun hijriyah dengan kegiatan-kegiatan yang insyaAllah menjadikan diri kita menjadi lebih baik lagi.

Kegiatan di mulai pada jam 08.00 pagi hari dengan hafalan surat oleh ananda Rayhan dari kelas VI. Dilanjut sambutan Kepala Sekolah SD Exiss Abata Ust. Encep Sopyan Sori. Dalam sambutannya, beliau menuturkan bahwa perpindahan tahun merupakan awal perpindahan diri kita menjadi yang lebih baik. Layaknya penentuan  awal Muharom, saat ini kitapun sebagai insan yang mengaku ummatnya nabi Muhammad, sudah sepantasnya mengikuti hijrahnya beliau. Apa itu hijrah? Hijrah berarti perpindahan. Hijrahnya Nabi disimbolkan sebagai perpindahan menuju kondisi yang lebih baik.

Kemudian diikuti penampilan-penampilan dari perwakilan kelas, diantaranya ceramah dan menyanyi. Yang menarik adalah kegiatan mendongeng yang kali ini diisi oleh kak Garry dan kak Rezky dari MDI (Management Dongeng Inspiratif). Anak-anak dibuat kagum dengan kepiawaian kakak-kakak dalam menirukan suara, suara kambing, kuda dan suara si populer “jarwo” dalam serial kartun adit dan sopo jarwo. Ada boneka Dudu, boneka kesayangan kak Garry. Boneka yang sukses membuat penonton terpingkal-pingkal.

Dongeng sesi kedua bertemakan tentang saudara-saudara kita dari Rohingya, penggambaran yang lugas akan kondisi mereka oleh kakak-kakak membuat kita sadar bahwa betapa luar biasanya nikmat kita, yang saat ini dengan aman dan nyaman menikmati kehidupan kita disini. Bentuk syukur atas nikmat itu pula, pada hari ini panitia mewadahi penggalangan bantuan untuk saudara-saudara kita di Rohingya.

Berlanjut ke acara inti hari ini, acara santunan untuk anak yatim. Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh ketua RW kepada pada anak yatim. Pukul 10.20 tepat acara ditutup dengan doa oleh Ust. Abdusshomad Al hafidz.

Pelajaran penting di hari besar ini adalah bahwa hijrah secara maknawi relevan di waktu dan tempat manapun. Bahwa semangat hijrah yang dicontohkan oleh Nabiyullah Muhammad SAW semestinya kita terapkan dalam kehidupan kita saat ini. Dari Jahiliyah menuju Keislaman. Dari yang durhaka menjadi taat. Dari yang malas-malasan menjadi semangat. Dari yang yang tidak peduli menjadi empati.

Wallahu a’lam bisshawaab