Category Archives: Headline

Tarhib Ramadhan1439 H

“مَرْحَبًا يَا رَمَضَان”

Dalam hitungan tidak lebih dari 24 jam kita akan kembali diberikan kesempatan untuk kembali bertemu tamu agung bernama Ramadhan. Diantara 12 bulan yang ada, Allah jadikan Ramadhan Bulan istimewa yang di dalamnya terdapat banyak keutaman yang tidak dapat kita temui di bulan lainnya. Bulan yang oleh nabi disabdakan di dalamnya terdapat rahmat, maghfirah, dan penghindaran dari api neraka. 10 hari pertama adalah rahmat, disusul 10 hari kemudian maghfirah (pengampunan), dan 10 hari terakhirnya adalah penghindaran dari api neraka. Tidak cukup pada tiga hal di atas, ada satu hari diantara 10 hari terakhir Allah janjikan kita malam lailatul qadar. Malam yang Allah jadikan amalan kita beribu kali lipat pahalanya. Ini seperti waktu tambahan dalam permainan yang memberikan kita kesempatan untuk meraih bonus sebanyak-banyaknya. Benar, sangatlah merugi bagi kita yang masih tidak peduli akan keutamaan bulan suci ini.
Atas keutamaannya Rasulullah SAW memerintahkan kepada kita untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin dalam menyambut bulan penuh berkah ini. Permisalan bulan sya’ban bagaikan  bulan persiapan. Di bulan ini, kita dianjurkan untuk melatih diri dengan berbagai amalan. Sebagai bentuk kesiapan diri kita menyambut bulan Ramadhan. Dengan pembiasaan-pembiasaan ini dimaksudkan agar kita mampu melewati Ramadhan dengan baik. Karena sejatinya Ramadhan layaknya rangkaian ujian bagi hambaNya yang beriman, Allah gelarkan taqwa bagi mereka yang mampu melewatinya. Karenanya, sebagai orang yang mengaku beriman mempersiapkan diri menyambut Ramadhan adalah keniscayaan. Menyambutnya dengan persiapan-persiapan jasmani maupun ruhaniyah kita.
Maka kegiatan Tarhib Ramadhan adalah perwujudan lain bagi LPI Abata dalam menyambut bulan istimewa ini. Sebagaimana keistimewaan Ramadhan, Tarhib Ramadhan kali ini kita kedatangan tamu istimewa yang datang dari tanah para anbiya negeri Palestina.

               

Adalah Mu’adz Nabîl Ahmad Khaththâb, imam muda dari Palestina menyempatkan diri hadir dalam Tarhib Ramadhan tahun ini. Bertempat di musola SD exiss Abata kegiatan berjalan sesuai rencana. Melalui bantuan penerjemah beberapa wejangan disampaikan, menambahkan semangat dalam menyambut Ramadhan esok hari. Di penghujung acara, donasi dari seluruh keluarga besar LPI Abata untuk warga Palestina  diserahkan. Tak lupa kami ucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah ikut berpartisipasi, semoga Allah ganjarkan pahala di hari pembalasan kelak.

JazakumullahKhairan Katsiran Wa Jazakumullah Ahsanal Jaza

Alhamdulillah Melesat..! (Testing Water Rocket Sederhana Kelas 1 2017-2018)

Pada pekan ke-1/ 5-9 Februari 2018 murid Kelas 1 Exiss ABATA melaksanakan Tematik PTT yaitu Product Technologi Thematic yang dikemas dalam pembinaan karakter Integrity pada proyek Testing Water Rocket. Persiapan proyek dimulai dengan memeriksa kelengkapan water rocket masing-masing murid yang telah dibuat mereka pada proyek sebelumnya, dan informasi Weekly Plan pada hari Jum’at.

Testing Water Rocket adalah kegiatan menguji coba water rocket sederhana dengan cara meluncurkan dengan alat peluncur atau launcher. Pemahaman murid Kelas 1 ini diperkuat dengan menyimak tayangan video peluncuran tahun-tahun sebelumnya. Terdengar suara wuaahhh seirama rocket meluncur tinggi di video. Selanjutnya murid tanya jawab membahas sedikit manfaat water rocket, diantaranya membantu petani menabur benih, membantu menaikkan kabel ke tempat tinggi/sulit, dan membantu nelayan menebar jala/jaring penangkap ikan. Murid juga melakukan simulasi melalui menggunting gambar dan kalimat keterangan kemudian menyusun sesuai tahapan uji coba peluncuran. Diselingi dengan tepuk Water Rocket: ***isi air ***dipompa *** meluncur ***wusss..

Tibalah hari meluncurkan water rocket, murid sambil tertawa-tawa menuruni anak tangga menuju kran air untuk mengisi water rocket dengan air sebanyak setengah dari volume. Keadaan cuaca rintik hujan dan murid tetap antusias berbaris antri uji coba meluncurkan dengan launcher. Beragam suara terdengar saat water rocket meluncur dan melesat tinggi. Beberapa murid ingin mengulang dan mengulangi lagi uji coba peluncuran, hingga harus dihentikan dan mendapat pesan mereka boleh mengulangi lagi peluncuran di rumah bersama Ayah.

Alhamdulilah, terlaksana lancar, murid-murid berhasil meluncurkan water rocket sederhana buatan mereka masing-masing.  Semoga bermanfaat dunia-akhirat ya, Nak..  Aamiin Yaa Robbal ‘aalamiin

Serunya berbagi pengalaman profesi bersama Bunda Dhika, Bunda Bima, dan Ayah Biyan secara nyata….

Memasuki akhir semester ganjil, tema kelas 3 adalah pengalaman kerja. Pengalaman kerja yang dimaksud di tema ini adalah memperkenalkan profesi secara nyata dengan mengundang orang tua siswa/i kelas 3 menjadi narasumber. profesi yang akan dijadikan sebagai pengalaman kerja adalah dokter kandungan, jurnalis, dan physiotherapy.

Di awal pembelajaran, guru bertanya kepada siswa/i “Apa itu pengalaman kerja??” siswa/i pun terdiam dan bingung, sampai akhirnya siswa/i terus menerus bertanya-tanya terkait hal itu. Setelah diputar beberapa video, akhirnya siswa/i pun mulai paham. Di dalam video itu diceritakan berbagai macam profesi diantaranya menjadi dokter yang peduli antar sesama, menjadi chef yang handal, pemain sepakbola yang terkenal, sukses dalam bekerja, jurnalis, dan ada juga profesi officeboys… hehe…

Banyak dari siswa/i tertarik menjadi dokter, pemain sepakbola, chef, artis, arsistek, guru, TNI, polisi, dll. Siswa/i antusias dalam mengungkapkan profesinya. Di kegiatan intro, guru menjelaskan apa tujuan bekerja, macam-macam profesi dan tugasnya, dan contoh gambar dari kegiatan yang terkait profesi yang akan disampaikan ketika action.

Di kegiatan  planning, siswa/i menulis profesi yang diinginkan beserta tugasnya, SubhanaAllah, ternyata siswa/i  A BA TA dapat mendeskripsikan tugas sesuai profesi yang diinginkan dengan baik. Semoga apa yang kalian cita-citakan terkabul dan dapat membahagiakan kedua orangtua… Aamiin.

Tiba harinya, action yang membuat penasaran siswa/i terkait pengalaman kerja datang juga. Alhamdulillah para narasumber datang tepat waktu dengan membawa peralatan terkait profesinya. Bunda Dhika, Bima, dan Ayah Abiyan siap berbagi pengalaman dengan siswa/i dengan penuh semangat. Pengalaman kerja pertama akan disampaikan oleh Bunda Dhika.

  • Bunda Dhika menceritakan suka dan dukanya menjadi seorang dokter kandungan, menyelamatkan seorang bayi dari seorang ibu dan perjuangan seorang ibu ketika melahirkan. Menceritakan ketika harus mengoperasi seorang pasien. selain itu, menceritakan pentingnya mencuci tangan sebelum makan, menutup mulut dengan masker ketika batuk/pilek. Bunda Dhika pun mengajarkan siswa/i mencuci tangan yang baik dengan memberikan sebuah antis dan menyetelkan video baby shack dengan gaya mencuci tangan. siswa/i senang dan ikut mempraktikkan secara bersama-sama sesuai video.

 

  • Waktu menunjukkan pukul 10.15 saaatnya pembicara ke 2 meyampaikan profesinya, sebelum maju pembicaranya, beberapa siswa/i mengira bahwasannya pembicara ke 2 seorang artis. Bunda Bima pun tersenyum malu. Ketika perkenalan ternyata seorang Direktur Penerbit. Siswa/i langsung kaget dikarenakan penampilannya yang seperti artis, hehe. Beliau menceritakan menjadi seorang jurnalis yang hebat. Ketika dalam menyampaikan materi, beliau memberikan contoh-contoh media salah satunya ada youtuber, siswa/i pun mengungkapkan keinginnya menjadi seorang youtuber. Dalam action jurnalis, siswa/i langsung mempraktikkan secara nyata menjadi seorang jurnalis dengan maju kedepan 3 orang siswa untuk menjadi seorang kameramen, narasumber, dan wartawan. SubhanaAllah Bunda Bima sudah siap lengkap membawa perlengakapan. Di dalam action ini, Laquisha menjadi kameramen, Tantry menjadi wartawan yang disertai penggunaan nametag dan mix, dan Rafee menjadi narasumber. Dan Alhamdulillah mereka bisa mempraktikkan dengan baik.

 

  • Selesainya pembicara ke 2 dilanjutkan oleh Ayah Abiyan, Ayah Abiyan memperkenalkan profesinya, siswa/i pun sempat bingung, setelah dijelaskan akhirnya siswa/i pun paham. Di pengalaman kerja physiotherapy, Ayah Abiyan meminta siswa/i untuk berdiri dan melompat setinggi-tingginya. Ternyata barang siapa yang melompat setinggi-tingginya mendapat sebuah reward. Tidak itu saja, Ayah Abiyan pun membuat suatu yel dengan gerakan yang menyenangkan agar siswa/i tidak bosan dalam kegiatan action ini.

Yel-yelnya…

Physiotherapy…..

Sakit Leher (Gerakannya memegang leher)

Sakit pinggang (Gerakannya memegang pinggang)

Sakit lutut (Gerakannya memegang lutut)

Go Physio….

Alhamdulillah kegiatan action pun berakhir, siswa/i senang dan banyak yang masih berharap maju kedepan untuk menjadi seorang jurnalis.

Pada hari Kamis, kami mulai membuat report sesuai materi yang disampaikan pembicara, kami membuat report dengan menggunakan laptop. Di hari Jumatnya kami mempresentasinya… alhamdulilah berakhirnya tema pengalaman kerja, semoga dengan adanya tema Pengalaman Kerja ini, selalu memotivasi siswa/i agar selalu berdoa untuk mencapai cita-citanya dan dijadikan sebagai penagalaman yang bermanfaat.

Terima Kasih Bunda Dhika, Bima, Ayah Abiyan atas ilmu dan pengetahuananya. Pengalaman yang sangat berharga….

KUNJUNGAN KE PABRIK MINI FIESTA

Liburan Sekolah Semester Ganjil baru saja berlalu, kegiatan pembelajaran Semester Genap pun sudah menghampiri. Ananda menyambutnya dengan semangat dan kegembiraan yang baru, yang penuh dengan keceriaan dan optimisme untuk menggapai prestasi yang lebih baik. Ananda mengawali Kegiatan pembelajaran di Semester Genap pada pekan ke-3 di Januari 2018 ini dengan Kegiatan Kunjungan Pendidikan ke Pabrik Mini Fiesta, yang terletak di daerah Cikande, Serang, Banten

Alhamdulillah setelah menempuh perjalanan selama lebih kurang  2 jam, sampailah kami ke lokasi Pabrik Mini Fiesta. Ananda sangat senang dan semangat menyambut saat-saat kegiatan  yang akan dilakukan saat berada di sana.  Dan akhirnya Ananda berkesempatan untuk menonton film tentang kegiatan di Pabrik Fiesta dan melakukan praktek langsung membuat nugget dan sosis di Pabrik Mini Fiesta. Betapa senang dan gembiranya Ananda karena mereka praktek langsung sekaligus menggunakan pakaian pabrik seperti baju laboratorium, topi, masker dan sarung tangan plastik serba putih.

Ananda juga mendapat kesempatan untuk berbelanja secara langsung makanan-makanan yang merupakan hasil dari Pabrik Fiesta, seperti : sosis, nugget, siomay, chicken wings, dan lain-lain. Dengan bekal uang yang dibawa dari rumah, Ananda membawa oleh-oleh belanjaan berupa makanan-makanan yang ada di sana

Mengenal lebih Dekat Sistem Peredaran Darah Kita.

Di dalam tubuh kita terdapat alat peredaran darah yang berfungsi untuk mengatur beredarnya darah. Darah membutuhkan waktu kurang dari 90 detik untuk beredar ke seluruh tubuh melalui 100 ribu km pembuluh darah. Kelas 5 SD EXISS ABATA pada pekan ke-3 bulan November mengambil tema Human Circulatory System. Pada tema tersebut siswa belajar mengetahui lebih jauh tentang darah, bagaimana cara jantung bekerja, peredaran darah, pembuluh darah, penyakit-penyakit pada darah dan organ peredaran darah serta cara menjaga organ peredaran darah manusia.

Pada hari Senin kami dijelaskan segala sesuatu yang terkait dengan sistem peredaran darah. Menonton  video bagaimana bentuk darah dan bagaimana darah beredar setiap harinya membuat badan kami bergetar. Kami menghitung denyut nadi  masing-masing untuk belajar dan mengamati sendiri bagaimana cara jantung kami bekerja. Karena denyut jantung seirama dengan denyut pembuluh darah. Mengetahui bagian –bagian jantung beserta fungsinya masing-masing, mengetahui dan mengamati sendiri pembuluh darah  yang dapat terlihat dari permukaan tubuh kami seperti pembuluh vena. Dijelaskan tentang macam-macam peredaran darah manusia dan bagaimana perjalanan darah mengelilingi tubuh kami mulai dari jantung sampai kembali lagi ke jantung. Dijelaskan tentang penyakit hemophilia, leukemia, animea, varises dan jantung koroner. Mendengar cerita ustd/ustz tentang penyakit-penyakit tersebut membuat kami ngeri…. tapi juga penasaran untuk mengetahui lebih jauh. Berbagai penyakit darah dan organ peredaran darah semakin mengevaluasi diri kami untuk selalu menjaga dan mensyukuri nikmat sehat yang Allah SWT berikan setiap harinya.

Untuk lebih memudahkan kami memahami  bagaimana system peredaran kami bekerja, kami diminta untuk membuat media sytem peredaran darah. Media tersebut dapat kami mainkan dengan mobil-mobilan dan juga dengan tapak kaki. Masing-masing kelompok membuat desain peredaran darah di atas duplex dan bahan spanduk. Kami menggambar dan mewarnai gambar system peredaran darah dengan sebagus mungkin menggunakan crayon. Untuk yang menggunakan duplex kami menambahkan potongan-potongan sedotan dipinggir-pinggir gambar. Sedotan tersebut berfungsi sebagai dinding pembatas arena jalannya mobil-mobil darah yang akan lewat di gambar system peredaran darah tersebut. Setelah gambar selesai kami diminta memberikan keterangan pada gambar tersebut dalam bahasa Inggris. Media tersebut kami buat dalam waktu dua hari yaitu di hari Selasa dan hari Rabu.

Pada hari jumat barulah kami memainkan media tersebut. Kami diminta menjalankan mobil-mobil darah yang mengandung oksigen tersebut berdasarkan pertanyaan yang diberikan oleh ustd/ ustz. Selain dengan mobil-mobilan kami diminta juga untuk berjalan –jalan dan melompat-lompat memainkan media peredaran darah yang terbuat dari spanduk. Perjalanan dan lompatan yang  kami lakukan juga sesuai dengan pertanyaan yang diberikan ke kami. Melakukan permainan tersebut membuat kami merasakan seperti darah yang sedang melakukan tugasnya berkeliling tubuh. Dengan permainan tersebut juga membuat kami  semakin paham tentang segala sesuatu yang terjadi di system peredaran darah kami.

Pengungsi dari Palestina sekolah di SD Exiss ABATA

Alhamdulillaah, pada hari Senin, 8 Januari 2018, cevitas Exiss ABATA kedatangan tamu dari pengungsi Palestina. Kami sambut dengan gembira dan penuh penghormatan. “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hormatilah tamu”. Mereka berniat memasukan putra-putri di SD Exiss ABATA. Setelah melalui proses Penerimaan Murid Baru, yang siap untuk menjadi murid ABATA hanya 1 orang, bernama Ahmad. Ahmad di berikan kemudahan masuk menjadi murid baru kelas 4 SD Exiss Abata. Yayasan ABACU memberikan keringanan biaya SPP, bebas uang Pangkal dan subsidi 50% uang pendidikan. Yayasan ABACU bekerja sama dengan ormas Sapa Islam memberikan biaya untuk uang pendidikan dan bahan ajar, serta seragam. Orang tua murid yang bersedia membantu biaya SPP pengungsi Palestina kami sangat berterima kasih.

3 murid SD Exiss ABATA meraih MERIT PRICE di Olimpiade Matematika Internasional

Kedah-Malaysia — Tim Olimpiade Matematika Klinik Pendidikan MIPA (KPM) kembali menorehkan prestasi pada ajang Challenge for Future Mathematicians’ ke-4 pada tanggal 08 s.d. 11 Desember 2017 di Sungai Petani, Kedah, Malaysia. Pada CFM ke-4 tahun 2017 ini, Tim Klinik Pendidikan MIPA (KPM) berhasil meraih 2 medali perak, 9 medali perunggu, 13 Merit, 1 trofi 1st Runner Up Team. Sebuah prestasi yang patut disyukuri karena pada kali ini KPM banyak menurunkan komposisi tim dari peserta pemula yang baru pertama kali ikut ambil bagian di ajang CFM ini. Prestasi anak-anak Indonesia di kompetisi CFM ini dapat memberikan motivasi yang lebih bagi murid untuk bisa meningkatkan prestasi pada kompetisi dengan tingkat yang lebih tinggi di kancah kompetisi matematika internasional lainnya.

Challenge for Future Mathematicians’ (CFM) ke-4 merupakan kompetisi tahunan yang diperuntukkan bagi murid pemula di tingkat internasional karena soal yang disajikan merupakan soal yang sangat mendasar dan tapi membutuhkan penalaran yang diperlukan oleh setiap siswa pemula untuk mendapatkan pengalaman sebagai persiapan mereka untuk melangkah ke kompetisi dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi.

Alhamdulillaah SD EXISS ABATA terpilih oleh Tim KPM untuk ikut Challenge for Future Mathematicians’ (CFM) ke-4. Tiga orang murid SD EXISS ABATA meraih MARIT PRICE di ajang CFM. Berikut adalah data capaian Tim KPM pada CFM ke-4 di Sungai Petani, Kedah, Malaysia:

Peraih Medali Perak

  • Farel Zakwan Andarya (Upper Primary) SDN Cibatok 03 Bogor
  • Novelya Putri Ramadhani (Junior) SMP Athirah 1 Makassar

 

Peraih Medali Perunggu

  • Andi Fayyaz Rizq (Middle Primary) SD Islam Athirah Makassar 
  • Audwi Putri Revania (Upper Primary) SD Islam Athirah 1 Makassar
  • Abdul Ghani Afandy (Upper Primary) SD Islam Athirah Makassar
  • Gregory Edward Suryawan (Upper Primary) SDK Tunas Daud Mataram
  • Najwa Kahani Fatima (Upper Primary) SD Islamic International School PSM Kediri
  • Muhammad Saddam Prakasa Ramadhan (Upper Primary) SD Al Jannah Islamic School Jakarta
  • Kanaya Shafi Azzahra (Junior) SMP Islam Athirah 2 Makassar
  • Dzubyan Ilman Ramadhan (Junior) SMPIT Al Ibrah Gresik
  • Farhan Nafis Rayhan (Junior) SMPI Al Azhar 19 Cibubur Jakarta

Peraih Merit

  • Hafidz Ghaisan Almahiri (Middle Primary) SDN Polisi 1 Bogor
  • Muhammad Haidar Sutan (Middle Primary) SDIT Al Muhajirin
  • Brendanty Ghumaisa Artalia (Middle Primary) SDI Al Azhar 9 Kemang Pratama Bekasi
  • Halaawah Bilqis Athifah (Upper Primary) SDIT At Taufiq Depok
  • Kenzie Caesar Mahardika (Upper Primary) SD Islam Al Azhar 20 Cibubur, Jakarta
  • Nurul Ilmi Hasanah (Upper Primary) SD Polisi 4 Bogor
  • Fahrana Zarifa Walljismi (Upper Primary) SD EXISS ABATA
  • Muhammad Rayhan Khayrul Amri (Upper Primary) SD EXISS ABATA
  • Raihana Bunga Syareefa Setiawan (Upper Primary) SD EXISS ABATA
  • Abid Humam Rusydan (Junior) SMP Al Hikmah Surabaya
  • Hana Azizah (Junior) SMP Negeri 1 Surabaya
  • Maulana M Akbar Aldizar MTSN 1 Kota Tangerang
  • Raja Fahd Saefudin MTsN Tambakberas Jombang

 

Peraih Penghargaan 1st Runner Up Team

  • Audwi Putri Revania (Upper Primary) SD Islam Athirah 1 Makassar
  • Farel Zakwan Andarya (Upper Primary) SDN Cibatok 03
  • Gregory Edward Suryawan (Upper Primary) SDK Tunas Daud Mataram
  • Fahrana Zarifa Walljismi (Upper Primary) SD EXISS ABATA

SD EXISS ABATA Juara 1 lagi, Olimpiade Matematika.

Sungguh Islam menempatkan posisi spesial bagi orang-orang yang berilmu, dengan ditinggikannya derajat mereka para pemburu ilmu di sisi Allah SWT. Ini berbanding lurus dengan anugerah yang diberikan kepada kita manusia berupa akal. Dengan akalnya manusia mempunyai tanggung jawab lebih atasnya. Akal bukankah aksesoris semata yang diletakkan ke dalam kepala kita, sadar ataau tidak segala fasilitas yang diberikan oleh Allah nantinya akan dimintai pertanggungjawabnya di hari pembalasan. Dengan akal kita mestinya tahu mana yang disyariatkan dan mana yang harusnya kita tinggalkan.

Produk sukses dari sebuah akal adalah lahirnya manusia-manusia pembelajar yang selalu haus akan ilmu. Produk yang seharusnya ditanamkan oleh kita umat muslim sejak dini, jelas dalam ajaran kita posisi ilmu adalah sebelum amal. Ia merupakan syarat sahnya sebuah amalan.

Dalam kitab shahihnya, Imam Bukhari mengatakan:

بَابٌ العِلمُ قَبلَ القَولِ وَالعَمَلِ

“Bab: Ilmu sebelum ucapan dan perbuatan”

Begitu pentingya arti ilmu bagi islam sehingga menempatkannya bahkan sebelum kita beramal. Dengan ilmu pula menyadarkan kita betapa kerdilnya kita di mata Allah SWT. Betapa tak ada artinya kita tanpa kemahakuasaaNya. Maka dari sini kita ambil kesimpulan bahwa satu-satunya tujuan penciptaan manusia tidak lain agar kita patuh dan tunduk kepadanya. Beribadah hanya kepadaNya. Beramal hanya karenaNya. Lalu amalan yang seperti apa yang lebih dicintai oleh Allah?

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا

“Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang terbaik amalannya. “

Benar, Allah tidak menuntut kita untuk melakukan banyak hal. Kita hanya perlu melakukan yang terbaik dari usaha kita. Bahkan nabi Muhammad SAW selalu mencontohkan kepada kita tentang pentingnya amalan terbaik. Usaha terbaik. Prestasi terbaik. Ibadah terbaik. Sebuah riwayat menceritakan, bahwa kaki Nabi Saw sampai bengkak karena lamanya beliau melaksanakan shalat malam. Konsep ihsan yang dinyatakan Nabi Saw sebagai “engkau mengabdi kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya, jika engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihat engkau”, mengisyaratkan bahwa umat Islam harus berbuat yang terbaik dalam pengabdiannya kepada Allah. Sebab ihsân, yang secara harfiah berarti “berbuat baik”, mengandung ajaran tentang penghayatan akan ke-Mahahadiran Allah dalam hidup, melalui penghayatan diri sebagai sedang menghadap dan berada di depan hadirat-Nya ketika beribadah. Pada saat demikian, maka ibadah (dalam arti sempit maupun dalam arti luas) akan diupayakan sebaik mungkin, bahkan bila perlu yang terbaik. Ini berarti, ihsân mengajarkan tentang hidup yang berkualitas dan memiliki nilai keunggulan (prestasi).

Konsep ihsan dan ahsanu amalaa inilah yang menjadi landasan SD Exiss Abata dalam mewujudkan cita-citanya melahirkan generasi yang sholeh, cerdas, terampil dan sehat. Kesadaran akan pentingnya generasi terbaik cukup beralasan jika SD Exiss Abata melakukan usaha terbaiknya pula. Tak bisa dipungkiri bahwa bimbingan ikhlas para pendidik SD Exiss Abata tanpa henti merupakan harga mutlak yang harus ditempuh demi menghasilkan potensi-potensi terbaik siswa.

Alhamdulillah atas kesabaran dan konsistensi para guru tepat tanggal 25 November 2017 lalu, siswa dan siswi SD Exiss Abata berkesempatan mengasah kemampuan mereka di bidang Matematika. Adalah rayhan, Bunga, dan Fahrana siswa kelas 6 serta Reifan dan Aiman perwakilan dari kelas 5. unjuk kemampuan pada perlombaan bertajuk “Olimpiade Matematika III (Odema III) 2017 Tingkat SD/MI Rekanan” bertempat di Ponpes Fathan Mubina.

Atas izin Allah dari perwakilan SD Exiss Abata, dua diantaranaya meraih juara. Ananda Rahyan yang menduduki juara 1 dan Ananda Farhana yang meraih juara harapan 1. Merupakan sebuah kebahagiaan karena dari sini kita dapat melihat kesungguhan civitas akademika SD Exiss Abata dalam mewujudkan visi dan misinya.

    

Terakhir, semoga perlombaan ini bukanlah akhir baik bagi SD Exiss Abata maupun Ananda Rayhan, Bunga dan Farhana untuk terus memberikan usaha terbaiknya.

Wallahu A’lam Bishshawab.

 

 

1 2 3 6