Category Archives: Headline

Wisuda dan Tasyakuran Daring Angkatan Infinity

Waktu sepertinya berlalu dengan cepat sampai kita lupa berapa denting jarum jam telah bergerak dari satu angka ke angka yang lain. Waktu memang selalu konsisten sampai kita tak mampu menghitung berapa cerita yang telah kita temui. Banyak sekali hal yang ternyata sudah kita lalui dalam rentang tahun tertentu, hingga kita baru menyadari bahwa beberapa pertemuan harus menemui perpisahan. Maka, pada setiap pertemuan di dunia ini pasti akan berujung pada perpisahan. Siapa mengira bahwa enam tahun akan terasa begitu cepat? Tapi bukankah begitulah cara kerja waktu? Tak ada kata mundur, apalagi reset. Adalah manusia hanya bisa melakukan yang terbaik dalam hidupnya, karena kehidupan di dunia sesungguhnya adalah ujian untuk terus naik pada level terbaik.

Purna sudah pendidikan dasar yang ditempuh bagi murid-murid kelas 6 angkatan Infinity. Pendidikan selama 6 tahun yang awalnya dikira akan terasa sangat lama, ternyata terasa sangat singkat. Masa-masa ujian di kelas 6 yang awalnya menyebalkan, kini mungkin akan jadi sangat dirindukan. Hal-hal yang dulu kita anggap menyebalkan akan jadi sangat istimewa. Karena ternyata 6 tahun yang terasa singkat di dalamnya terlalu banyak cerita.

Selayaknya Angkatan-angkatan terdahulu, rencana awal tasyakuran tahun ini adalah momentum berkumpul dengan teman-teman, keluarga, dan seluruh asatidz asatidzah SD Exiss Abata sebelum akhirnya akan berpisah untuk melanjutkan pendidikan masing-masing. Namn siapa yang bisa mengetahui rencana Allah? Rencana yang mungkin kita pikir adalah rencana terbaik. Benar, Allah adalah sebaik perencana maka pandemi Covid-19 adalah bukti tentang lemahnya rencana manusia.

Setelah rencana tasyakuran yang normalnya diselenggarakan dalam gedung yang otomatis akan berpotensi mengumpulkan banyak orang maka diputuskan untuk menggelar tasyakuran secara daring. Hal ini diputuskan untuk mengikuti aturan pemerintah tentang Social Distancing. Maka pada hari Sabtu, 20 Juni 2020 SD Exiss Abata sukses menggelar kegiatan Tasyakuran dan Wisuda secara daring dengan dibantu aplikasi Zoom.

Bertindak sebagai Master of Cerremony Ust. Muhamad

Acara dibuka dengan penampilan apik dari tim marawis,

dilanjutkan dengan pembacaan tasmi oleh perwakilan kelas 6 peserta wisuda, ananda rahma, ananda hisyamm, ananda naya, ananda kizza dan ananda amira dzakiyya

disusul dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Abata bersama-sama. Acara kembali dilanjutkan dengan sambutan dari Direktur LPI Abata, Bapak H. M Ismed Fassah, M. Pi

Selepas sambutan adalah prosesi pengalungan medali yang dilakukan oleh orangtua kepada para wisudawan/i di rumah masing-masing. Kemudian diikuti dengan sambutan dari Kepala SD Exiss Abata, Bapak Encep Sopyan Sori M.Pd.I

Acara selanjutnya adalah penampilan dari para wisudawan/i yang telah dipersiapkan sebelum acara tasyakuran. Penampilan mereka ditampilkan dalam bentuk video, disusul dengan pemberian coklat dan surat untuk kedua orang tua masing-masing wisudawan/i. selepas penampilan, ada kesan dan pesan yang disampaikan oleh perwakilan orang tua murid.

Berikutnya adalah pengumuman penerima penhargaan dari tiap-tiap kelas yang dibacakan oleh Kepala sekolah

                                                     

                  

Penghargaan dibagi menjadi 3 kategori, bidang akademik, bidang Al-qur’an, dan bidang akhlaq. Selepas pembacaan penghargaan adalah pemutaran kaleidoskop siswa. Kemudian disusul dengan do’a yang dibacakan oleh Ustadz Muhammad Alwi

Penampilan puncak dan juga sebagai penutup acara adalah persembahan para guru untuk wisudawan/i

                 

Wallahu A’lam bish Shawab

SANRAM Daring Pegawai LPI Abata

Ramadhan ibarat sekolah tempat kita menempa diri, meningkatkan kualitas ibadah, memperbaiki kekurangan-kekurangan yang seringkali kita lakukan sebelum ramadhan. Ramadhan adalah pintu untuk membuka segala bentuk kebaikan yang tidak kita temui di bulan-bulan lain. Dijaminkannya rahmat, pahala berlipat dan diampuninya dosa-dosa. Ramadhan adalah momen untuk merenungi nikmat yang telah kita terima sehingga belajar bagaimana caranya berempati. Bahwa setidaknya ramadhan mampu membekaskan setidaknya satu pelajaran yang akan terus kita bawa bahkan setelah ramadhan pergi meninggalkan kita.

Meski ramadhan tahun ini berbeda dengan ramadhan tahun-tahun sebelumnya, tak lantas semangat kita jadi kendor. Karena sesungguhnya kemuliaan ramadhan tetap terjaga dengan atau tanpa hiruk pikuk kita saat menyambutnya. Allah tetap menjaminkan rahmat, pahala berlipat, dan ampunan walaupun ramadhan kita dibarengi dengan pandemi Covid-19 yang melanda dunia.

Anjuran untuk tetap #dirumahsaja setidaknya memberikan ruang dan waktu untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah. Merekatkan kembali tali yang mungkin sudah mulai rapuh antara hamba dengan Penciptanya. Menyambung kembali hubungan yang mungkin pernah retak dalam keluarga. Seorang ayah akan kembali belajar untuk mendekatkan dirinya pada anak-anaknya, disebabkan kesibukan pekerjaannya sebelum pandemi melanda dirinya tak punya cukup untuk sekedar melemparkan lelucon pada anak-anaknya. Seorang ibu yang mungkin dulunya sibuk menghadiri arisan kesana kemari hingga sedikit waktunya untuk sekedar mencium kening anak-anaknya karena keperluan sang anak sudah beres dengan bantuan PRT. Atau pun seorang anak yang merantau dan tinggal terpisah dengan orang tuanya, disebabkan kesibukannya sampai lupa kapan terakhir bertukar kabar.

Ramadhan 1441 H memang sangatlah memorable. Bagaimana tidak? Semua kegiatan mau tidak mau kita kerjakan dari rumah. Dari bangun sahur sampai berbuka kita kerjakan #dirumahsaja. Anjuran pemerintah tentang social distancing memang harus kita jalankan untuk meminimalisir penularan Covid-19. Mematuhi anjuran tersebut, LPI ABATA akhirnya memutuskan untuk mengadakan SANRAM Pegawai secara daring. Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tahun ini tetap berlangsung secara khidmat dan lancar. Acara berlangsung pada hari Kamis tanggal 14 Mei 2020 dari pukul 06.00 WIB s/d pukul 17.45 WIB. Materi disampaikan dengan dua sesi. Sesi pertama bertajuk Lailatul Qadar oleh Ustadz Ade Cholifah, sedangkan sesi kedua bertajuk Pendidikan Sebagai Pembentukan Akhlaq oleh Ustadz Farid Obakh, MA. Untuk mengakomodir kegiatan SANRAM Pegawai secara daring menggunakan aplikasi Google Meet.

Akhir kata, meskipun ramadhan telah pergi semoga tetap meninggalkan beberapa pelajaran dan semangat beribadah kita semakin bertambah setiap harinya.

Wallahu A’lam bish shawab

Pesantren Ramadhan 1441 H Online SD Exiss Abata

Selamat tinggal ramadhan, sampai jumpa kembali insyaAllah. Selamat datang syawal, semoga semangat Ramadhan senantiasa membersamai hari-hari kita. Meski ramadhan telah pergi meninggalkan kita, tak lantas jadi melupakannya begitu saja. Misalnya saja kegiatan menarik  pada ramadhan kemarin, berbeda dengan ramadhan-ramadhan sebelumnya. Spesial karena Kegiatan Pesantren Ramadhan (SANRAM) SD Exiss Abata digelar secara online atau daring. Benar, kenyataanya keterbatasan bukan alasan untuk tetap menyemarakkan gelaran rutin tiap tahun ini. Memenuhi anjuran dari pemerintah untuk tetap #dirumahsaja membuat panitia membuat alternatif ini, karena aturan social distancing tidak memungkinkan untuk mengadakan kegiatan yang melibatkan banyak orang.

SANRAM online SD Exiss Abata dibagi menjadi dua sesi, sesi kelas rendah yang diikuti oleh siswa dan siswi kelas 1 s/d kelas 3 sedangkan sesi kelas tinggi yang diikuti oleh siswa dan siswi kelas 4 s/d kelas 6. Dimeriahkan dengan lomba-lomba yang membuat ramadhan #dirumahsaja tetap keren.

Lomba-lomba SANRAM online tahun 1441 H meliputi:

Lomba Membuat poster kelas rendah dengan peserta dari kelas 1

Lomba membuat video dengan peserta dari kelas 2

Lomba membuat komik islami kelas rendah dengan peserta dari kelas 3

Lomba membuat poster kelas tinggi dengan peserta dari kelas 4 s/d kelas 6

Lomba membuat komik kelas tinggi dengan peserta dari kelas 4 s/d kelas 6

Lomba azan dengan peserta dari kelas 4 s/d kelas 6

Lomba tahfiz kelas rendah dengan peserta dari kelas 1 s/d kelas 3

Lomba tahfiz kelas tinggi dengan peserta dari kelas 4 s/d kelas 6

Perlombaan dalam sesi kelas rendah dilaksanakan pada tanggal 11-12 Mei 2020, sedangkan untuk sesi kelas tinggi dilaksanakan pada tanggal 12 Mei 2020. Acara puncak SANRAM online dimulai dengan pengumuman pemenang lomba dilanjutkan pengiriman hadiah kepada para pemenang dan diakhir acara semakin meriah dengan tausiyah dari pendongeng via aplikasi zoom dan live instagram.

  

 

 

Meneladani empati Rasullullah dengan Kegiatan Baksos

Belakangan mungkin ada banyak diantara kita yang merasa bosan karena harus tetap berada di rumah. Membatasi kegiatan di luar, menjauhkan diri sementara dari keramaian, tidak lagi bisa ngopi-ngopi dengan teman, atau berlama-lama ngobrol dengan mereka. Benar, pandemi yang tengah mewabah membuat dunia kita seakan jungkir balik. Semua kegiatan yang dulu terlihat sepele sekarang jadi amat kita rindukan. Tak ada salahnya bosan karena rutinitas memang terkadang membosankan. Namun yang tak boleh kita lakukan adalah berlama-lama dalam keadaan bosan. Ada banyak hal yang lebih penting dari sekedar merasa bosan yang berakhir keluh kesah. Seharusnya pandemi menjadi jalan bagi kita untuk intropeksi diri. Setidaknya pandemi membuat kita lebih dekat dengan keluarga. Dengan orang tua, saudara, atau dengan anak-anak kita. Pandemi semestinya membuat hati kita jadi peka terhadap lingkungan sekitar.

Bahwa rutinitas yang menurut kita membosankan ternyata jadi hal yang mewah bagi orang lain. Bagi mereka yang harus bekerja di luar rumah disaat kita diberi fasilitas bekerja dari rumah atau mereka yang harus dirumahkan karena perusahaan tempat mereka bekerja tak mampu lagi membayar gajinya.
Dalam satu riwayat bagi Baihaqi, (Aisyah) berkata, “Rasulullah SAW tidak pernah kenyang selama tiga hari berturut-turut. Seandainya kami menghendaki, kami bisa makan sampai kenyang, tetapi beliau suka mendahulukan orang lain atas diri beliau.”

Belajarlah dari tingginya level empati Rasulullah, yang tanpa ragu mendahulukan orang lain di atas kepentingan dirinya. Rasullah menghormati orang kaya dan berkemampuan, sekaligus mencintai mereka yang dhu’afa agar keduanya saling berbagi empati. Sebagai bentuk peneladan kita pada empati Rasulullah, baru-baru ini Yayasan LPI Abata mengadakan acara baksos yang rutin setiap tahunnya diselenggarkan. Namun berbeda dengan tahun sebelumnya, bantuan baksos berupa paket kebutuhan sembako diantarkan langsung ke rumah penerima baksos sesuai arahan pemerintah dalam upaya social distancing selama pandemi ini.

Mudah-mudahan yang sedikit ini bermanfaat, serta menjadi pengasah rasa empati diantara kita. Teriring ucapan terimakasih banyak kepada para panitia yang telah menyempatkan diri terjun langsung ke lapangan demi kelancaran dan kesuksesan kegiatan baksos tahun ini.
Jazakumullah khairul jazaa

Ujian Sekolah Daring SD Exiss Abata di Tengah Pandemi

Ujian adalah hal pasti yang akan dialami oleh manusia yang hidup dunia, karena hakikatnya kehidupan adalah rangkaian ujian. Tak ada seorang mukmin pun yang hidup di dunia ini akan lepas dari ujian. Semakin kuat iman seseorang, maka ujian yang akan diberikan oleh Allah akan semakin besar. Ingatlah kisah masa kecil Rasulullah yang terlahir tanpa seorang ayah, diasuh ibunya hanya sampai masa kanak-kanak karena ibunya pun menyusul ayahnya meninggal dunia. Masa kecilnya jauh dari hiruk pikuk permainan selayaknya teman-teman sebayanya. Juga bagaimana beliau diuji saat wahyu telah sampai padanya, dicaci maki sebagian besar penduduk Quraisy, dilempar batu dan kotoran, hingga diboikot 3,5 tahun lamanya. Begitu pula dengan nabi yang lain, mereka semua mendapat ujian yang berat dari-Nya.

Kisah ujian para nabi mengajarkan pada kita bahwa semakin tinggi tingkat keshalehan seseorang maka semakin tinggi pula ujian yang akan dihadapinya. Semakin tinggi level pendidikan seseorang maka semakin susah level yang akan dihadapinya.

Firman Allah dalam surat Al-Furqan ayat 20:

“Dan kami jadikan sebagian kamu ujian bagi sebagian yang lain. (Demikian untuk membuktikan, apakah) kamu mau bersabar? dan adalah Rabbmu Maha Melihat.”

Ujian melatih kita bagaimana untuk sabar, semakin sering ujian yang kita hadapi akan semakin kuat pula diri kita. Hari-hari ini kita semua mungkin merasa sangat lelah disebabkan pandemi yang sedang menjangkiti sebagian besar penduduk bumi yang tengah kita tinggali. Ada banyak kegiatan yang dahulunya dapat kita lakukan, sementara harus kita tinggalkan demi mencegah penyebaran virus Covid-19. Dampaknya saat ini segala kegiatan sebisa mungkin dilakukan dari rumah. Tak terkecuali sekolah. Alternatif sekolah daring dipilih sebagai solusi meminimalisir penyebaran virus. Kembali lagi pada firman Allah di atas maka, semestinya sebagai mukmin untuk senantiasa bersabar dalam meghadapi ujian ini. Di tengah pandemi yang melanda saat ini, para siswa/siswi kelas VI SD Exiss Abata dengan sabar mengikuti ujian sekolah. Ujian daring dilakukan di rumah masing-masing tetap dengan bimbingan para guru dan pengawasan dari para orang tua. Semoga ujian ini menjadikan para Ananda peserta ujian sekolah senantiasa lebih baik lagi dan bermanfaat kelak di masa depan.

Wallahu A’lam bish Shawab

Khataman & Imtihan Al Quran SD Exiss ABATA

SD Exiss Abata kembali mengadakan Khataman & Imtihan Al Qur’an meluluskan siswa Tartil,Turjuman &  Tahfidz jus 30, 29 & 28, dibawah bimbingan langsung Tim Ummi Foundation Surabaya di Ballrom Hotel Mega Anggrek Jakarta Barat, Sabtu 18 Januari 2020.

Khataman merupakan kegiatan membaca Al Qur’an secara bersama-sama dimulai dari Al Fatihah, dilanjutkan Surat At Takatsur sampai dengan An Naas, kemudian Al Fatihah dan Surat Al Baqarah ayat 1-5, dan At Taubah ayat 1- 3 , dan ditutup dengan doa Khotmil Qur’an.

Imtihan merupakan proses tanya jawab seputar tartil (perlahan dan jelas), fashohah (kefasihan ucapan), ghorib (bacaan yang tidak seperti biasanya), tajwid (hukum dalam membaca Al Qur’an), turjuman (terjemah ayat) dan hafalan oleh publik yang dipandu oleh Ummi Foundation Surabaya.

 

 

Setelah sesi tanya jawab diberikan waktu prosesi anak-anak menemui kedua orang tua dan guru selama 5 menit untuk meminta doa restu agar menjadi anak yang sholeh dan sholihah, sukses, dan berguna bagi agama. Lima menit yang berarti, mendadak seisi ruangan menjadi suasana yang mengharu biru. Para peserta imtihan menangis dalam pelukan orang tuanya masing-masing. Permohonan doa restu anak-anak kemudian disambut para orang tua dengan pelukan kasih sayang dan pesan-pesan motivasi agar ilmu yang telah diperoleh menjadi manfaat bagi umat di kemudian hari.

Dilanjutkan beberapa sambutan dari para pejabat sekolah serta tamu kedinasan perwakilan Kota Jakarta barat. Banyak motivasi yang diberikan khusus untuk para peserta Khataman & Imtihan Al Qur,an juga rasa bangga yang tak terkira atas kesuksesan para asatidz dan asatidzah Al Qur’an yang tanpa kenal lelah mengantarkan para siswa hingga ke tingkat ini.

Akhirnya, semoga imtihan kali bukanlah akhir dalam mempelajari Al qur’an melainkan awal untuk memotivasi diri untuk lebih baik lagi.

Wallahu a’lam bish shawab

Aku Bisa Membuat dan Menjual Sop Buah

Belajar Membuat Sop Buah, Belajar Berwirausaha

 

Proyek kelas 2 di pekan ke-empat bulan September adalah membuat sop buah.  Keterampilan yang dirancang agar membuat  murid SD Exiss Abata dapat mempunyai bekal keterampilan menjadi entrepreneur yang sukses di masa depan. Aamiin

Proyek bermula dengan introduction di hari Senin.  Belajar mengenal  sop buah dan berkenalan dengan semua buah dan teman-teman lain yang ada dalam mangkuk sop buah.  Wah ternyata banyak buah-buahan sehat ya di dalam sop buah, ada apel, buah naga, alpukat, kelengkeng, stroberi, dan teman-teman buah lainnya. Ada juga nata de coco dan daging kelapa muda sebagai pelengkap. Senang sekali bisa mengenal sop buah dan isinya. Bertambah semangat ya untuk segera action karena murid Sd Exiss Abata akan membuat sesuatu yang sehat dan menyegarkan.

Sebelum melangkah ke kegiatan action, murid perlu mengenal dulu langkah-langkah pembuatan sop buah beserta alat dan bahannya pada pembelajaran tahap planning.  Hal ini merupakan tahapan yang penting sebelum action, karena planning merupakan panduan untuk murid dalam proses  membuat sop buah sehingga murid tahu cara membuat sop buah dan bisa melaksanakan action dengan mandiri. Pada tahap planning juga dibuat kelompok kerja, agar murid bisa bersinergi dengan teman-temannya dalam proses pembuatan sop buah. Satu kelompok terdiri dari 6 orang.

Tiba saatnya hari Rabu. yeeey action. Senangnya bisa praktek membuat sop buah di kelas bersama teman-teman, tapi tetap dalam pengawasan ustadz dan ustadzah ya.  Bismillah murid mulai membuat sop buat bersama kelompoknya masing-masing, ada yang bertugas mengerok buah melon dan  buah naga dengan sendok cocktail, ada yang menuang air kelapa beserta daging kelapanya ke dalam baskom, ada  yang menuangkan susu, ada yang menyiapkan gelas plastik dan pekerjaan lain yang semua dilakukan bersama . Senang sekali melihat murid sangat antusias dan bersemangat serta mampu bekerja bersama  tim dengan sangat baik, teamwork  yang baik.

Setelah pengolahan bahan selesai, murid bersiap mengemas, sop buah yang sudah jadi dikemas ke dalam gelas plastik dan disediakan tutup gelas dan sendoknya. Murid siap belajar menjadi wirausaha muda dengan menjual sop buah yang sudah mereka olah bersama-sama. Alhamdulillah sop buah yang dijual laris dibeli oleh kakak kelas dan ustadz ustadzah. Ada semangat luar biasa dan binar kebahagiaan di mata murid-murid ketika sop buah yang mereka jual laris manis terjual. Ada hasil yang murid dapatkan setelah menjual sop buah dan hasil yang mereka dapatkan dari perjuangan menjual sop buah kembali kepada murid dengan berbentuk barang berguna dan bermanfaat untuk kegiatan belajar mereka di kelas.

Selesai dengan perjuangan saat action, lanjut kepada tahapan pembelajaran selanjutnya yaitu tahapan  report. Murid bersiap membuat report tentang  pembuatan sop buah yang sudah dilaksanakan kemarin. Dalam pembuatan report hal-hal yang ditulis antara lain adalah tujuan dari proyek membuat sop buah, alat dan bahan yang diperlukan membuat sop buah, langkah-langkah pembuatan sop buah, dan kesimpulan serta kesan murid setelah melaksanakan action membuat sop buah. Murid akan menuliskan report di buku tulis mereka  masing-masing dengan tulisan rapi, karena akan ada penilaian isi dan penilaian tulisan pada setiap report yang murid buat.

Tahapan terakhir pada setiap pekan adalah tahapan presentasi. Murid menyiapkan diri dengan laporan mereka yang harus mereka sampaikan secara lisan di depan kelas dan di simak oleh murid lainnya. Presentasi dilaksanakan sesuai kelompok yang sudah dibentuk pada saat planning. Masing-masing kelompok maju dan mulai mempresentasikan kegiatan pembuatan sop buah di kelompoknya. Dalam satu kelompok presentasi akan ada tugas untuk masing-masing murid. Ada yang bertugas menjadi pembuka, pembicara, penjawab, dan penutup. Pembagian tugas ini dilakukan dengan cara musyawarah. Tujuan pembagian tugas dalam presentasi adalah agar semua murid dapat aktif semua dalam proses presentasi.

Murid di kelompok lain juga mendapat tugas untuk menyimak presentasi dari kelompok yang maju. Setiap sesi presentasi akan diberikan kesempatan kepada pendengar untuk bertanya terkait hal yang mereka belum pahami. Mereka harus mengamati setiap sesi pembahasan yang disampaikan oleh pembicara agar bisa bertanya tentang apa yang perlu ditanyakan atau menjawab pertanyaan. Jika ada pertanyaan dari kelompok pendengar, maka tim yang presentasi akan menjawab pertanyaan tersebut dengan cara bermusyawarah dengan kelompoknya.

Lima tahapan pembelajaran selama satu pekan telah tertewati dengan lengkap. Senang sekali bisa memberikan suatu proses pembelajaran yang menyenangkan dan bermanfaat untuk murid-murid. Harapan besar kami adalah murid dapat mengimplemtasikan pembelajaran yang telah mereka dapat di sekolah ke dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga tujuan pembelajaran di sekolah dapat tercapai dengan baik.

Zikir Asmaul Husna, Bershalawat, dan Maulid Nabi Muhammad SAW di SD EXISS ABATA

Kata maulid atau milad dalam bahasa Arab berarti hari lahir. keduanya berasal dari kata fiil madhi walada.. Kata maulid dalam ilmu tashrif, memiliki tiga sebutan dan arti, masing-masing sesuai konteks kalimat :

  1. Kata maulid bisa disebut mashdar mimiy yang berarti kelahiran
  2. Kata maulid bisa disebut isim zaman (keterangan waktu) yang berarti waktu lahir
  3. Kata maulid bisa disebut isim makan (keterangan tempat) yang berarti tempat lahir.

Peringatan Maulid Nabi merupakan tradisi yang berkembang di masyarakat Islam jauh setelah Nabi Muhammad SAW wafat sedangkan di Indonesia sudah dilakukan sejak zaman kemeredekaan Indonesia.. Secara subtansi, peringatan ini adalah ekspresi kegembiraan dan penghormatan kepada Baginda Rasulullah. Umat Islam memperingati pada setiap tanggal 12 Rabiul Awal tahun Gajah Bertepatan dengan hari Senin, 20 April tahun 571 Masehi.

Di sela-sela waktu, guru memutarkan video. setelah itu, membuat kuis terhadap murid-murid di kelas terkait sejarah kelahiran nabi Muhammad SAW. Murid-murid menjawab dengan cara rebutan dan siapa yang menang mendapatkan reward.  Di hari Selasa, 12 November 2019, kami memutarkan video berupa lantunan shalawat terhadap Bagainda Rasulullah diikutin oleh murid.murid.

Di tanggal 18 November 2019, Puncaknya SD Exisss ABATA memperingati Maulid Nabi dengan zikir Asnaul Husna yang dipimpin oleh Ustadz Adi Firly, S.Pd. dan Pembacaan bershalawat dan Maulib Nabi Muhmmad SAW bersama yang dipimpin oleh  Tim Marawis ABATA, Ustadz Hamdani, S..Pd.I dan Ustadz Farhan. Acara berjalan dengan sangat khidmat dan khusyu.

Setelah Bershalawat tibanya waktunya kak Andri menceritakan kisah Nabi Muhammad SAW dengan semangat 45. Ibnu Hajar dalam kitab Al-Shawa’iq berkata, Diriwayat

kan oleh Imam Ja’far, bahwa siapa saja yang membaca shalawat kepada Nabi Saw dan ahli baitnya sebanyak seratus kali, maka Allah mengabulkan hajatnya sebanyak seratus hajat, tujuh puluh di antaranya diberikan di akhirat. Syaikh Al-Suja’i berkata dalam kitab Hasyiah atas kita Al-Shawa’iq,

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَهْلِ بَيْتِهِ

Nabi Muhammad SAW lahir dari pasangan Abdullah bin Abdul Muthalib dan Aminah binti Wahab. Ayahnya meninggal ketika Nabi Muhammad masih berada dalam kandungan sang ibu. Beliau menjadi yatim bahkan sebelum dilahirkan. Sesuai adat setempat, Nabi Muhammad dititipkan kepada Halimatussa’diah untuk disusui dan dibesarkan bersama anak-anak Halimah.

Memasuki usia 6 tahun, Nabi Muhammad SAW dibawa oleh ibunya ke Madinah. Setelah satu bulan tinggal di Madinah, rombongan ibu dan anak harus berhenti di tempat bernama Abwa’ dalam perjalanan kembali ke Makkah. Aminah meninggal. Menjadi yatim piatu, Nabi Muhammad SAW kemudian berada dalam asuhan Abdul Muththalib. Dua tahun mendapatkan curahan kasih sayang dari sang kakek, Abdul Muththalib wafat dalam usia 80 tahun.

              Pada Usia 25 tahun, Muhammad menikah dengan Khadijah. Beliau diberi Al-Amin artinya orang yang dapat dipercaya. Gelar ini disematkan kepada Muhammad yang terkenal memiliki sifat jujur, berbudi luhur, dan kepribadian tinggi. Tidak pernah sekali pun melakukan perbuatan tercela. Nabi Muhammad SAW diangkat menjadi Rosul pada saat menginjak usia 40 tahun. Pada malam 17 Ramadhan yang bertepatan Muhammad didatangi oleh Jibril saat berdiam diri di Gua Hira, menurunkan wahyu yang pertama, Qur’an Surat Al-‘Alaq ayat 1 – 5.

Alhamdulillah setelah semua rangkaian kegiatan terlewati, saatnya murid-murid kembali ke kelas masing-masing untuk kegiatan KBM. Semoga dengan adanya acara ini kita semakin cinta dan giat untuk menghidupkan Sunnah Nabi Muhammad SAW. Hakikat merayakan Mualid Nabi tidak hanya sekedar memperingati kelahiran Rasulullah, tetapi diperingati dengan cara meneladani ajaran, konsepsi, dan agama yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.

 

 

 

 

 

 

Fun Camping SD EXISS ABATA “Mandiri, Siaga, Semangat, dan Ceria”

Setelah 4 bulan setengah menjalankan rangkaian KBM di kelas 2-3, akhirnya Tema yang dinantikan murid A BA TA datang juga yaitu “Camping, yang mana tema ini paling favorit dan menyenangkan oleh murid A BA TA karena tema ini bertujuan untuk membuat bagaimana caranya mandiri, menghadapi sebuah tantangan yang  berat, dan membangun teamwork di dalam kelompok camping. Di tema ini murid-murid di ajarkan diperkenalkan tentang team building, penanaman nilai kebersamaan dalam persahabatan, survive dalam kondisi dan cuaca apapun serta sikap peduli dan tolong menolong dengan menuju suatu tujuan.

Di awal pembelajaran, guru bertanya kepada murid mengenai camping dan perlengakapan yang dibawa ketika camping. Sebelum memulai melakukan kegiatan camping, guru memberikan penjelasan mengenai camping, tujuan camping, perlengakapan yang dibawa baik pribadi/kelompok, dan keadaan tempat camping  serta kolam berenang yang dilengkapi pelosotan. Kemudian memberikan berbagai inspirasi pengetahuan dengan melakukan tahap intro. Murid-murid senang dan antusias mengdengar ketika intro camping, walaupun di kelas sebelumnya, mereka sudah pernah ke camping. Camping adalah kegiatan dalam kepramukaan yang dilaksanakan secara di alam terbuka. Kami kelas 2-3 akan melakukan kegitan camping di Telaga Sindur, Bogor. Di hari Senin, tepatnya pukul 13.00, murid berkumpul dengan pendamping untuk pembagian perlengkapan kelompok dan pembuatan yel-yel kelompok.

Di hari Selasa, guru memeriksa perlengkapan murid, lalu memberikan instruksi atau menjadwalkan kegiatan yang akan dilakukap selama di camping. Bagi yang perlengkapannya belum lengkap, bisa dilengkapi dengan membawanya di hari Rabu.

Di hari Rabu murid-murid berkumpul kembali dengan pendamping yaitu pengumpulan sleeping bag, perlengakapan kelompok, dan penguatan terkait yel-yel kelompok agar ketika harinya murid-murid tidak bingung dalam melakukan kegitan tersebut.

 

Tibanya harinya, kegiatan action dimulai, wajah murid-murid makin senang karena akan melakukan camping. Sesampainya di TKP, murid-murid berbaris perkelompok di lapangan lalu menuju aula untuk snack time, pembukaan, dan fun game. Sebelum melakukan outbond, murid-murid membuat project penyaringan air kotor menjadi bersih dengan menggunakan barang-barang bekas. Setelah fun games murid-murid salat zuhur dan makan siang.

Pos-pos selama kegiatan camping :

Pos I     : Menyebrangi danau yang kedalamannya mencapai 3 meter.

Pos II  : Jalan di atas tali dengan ketinggian 1 meter dari permukaan tanah

Pos III : Memasukkan holahop kecil ke tiang dengan jarak 50 cm dari posisi berdiri

Pos IV : Mencocokkan angka secara bergantian

Murid-murid melakukan kegiatan sesuai alur. setelah melakukan rangkaian kegiatan murid-murid melakukan salat Asar, snack time sore, dan jelajah alam sekitar Telaga Sindur. Pukul 17.30, muri-murid bersiap-siap untuk melakukan murajaah dan salat Magrib di lanjutkan makan malam di pinggir telaga. Murid-murid have fun menuju ke pinggir telaga dan senang ketika dibawahnya ada ikan yang bermunculan. Selesainya makan, anak-anak salat Isya dilanjutkan dengann Api Unggun serta yel-yel kelompok.

Setelah semua rangkaian kegiatan terlewati, saatnya murid-murid tidur. Pukul 03.00, murid-murid Qiyamul Lail dan Muhasabbah yang di pimpin oleh Ustad Ali. Pukul 04.15, Salat Subuh dan Tausiyah yang disampaikan oleh Ustadz Encep. Pukul 05.00, murid-murid snack time dan berolahraga. Murid-murid sangat enjoy dalam olahraga, semua gerakan dilakukan dengan riang gembira. Pukul 05.45, murid-murid menuju peternakan sapi dan sarapan pagi di pinggir telaga sambil memberi makan ikan.  Setelah sarapan, murid-murid menuju tempat yang mereka tunggu-tunggu selama camping yaitu kolam renang. Murid-murid diperbolehkan berenang selama 1 jam dengan didampingi oleh panitia dan pendampingnya. Pokoknya seruuuuu dan mengesankan dech!!!.. Jam menunjukkan pukul 09.30, saaatnya pengumuman kelompok yel terbaik, favorit, tenda terbaik. Hati murid-murid Daaag… Diiig…Duuug….

  • Kelompok yel-yel terbaik adalalah :
  1. Yel terbaik Putra : Kelompok Orange
  2. Yel Terbaik Putri : Kelompok Coklat Muda
  • Kelompok favorit adalalah :
  1. Favorit terbaik Putra : Kelompok Abu-abu
  2. Favorit Terbaik Putri : Kelompok Pink
  • Kelompok Tenda terbaik adalalah :
  1. Tenda terbaik Putra : Kelompok Biru Dongker
  2. Tenda Terbaik Putri : Kelompok Hijau Muda

 

Pukul 10.00 sudah saatnya murid kembali ke sekolah dan alhamdulilah berakhirnya tema Fun Camping Telaga Sindur 2019, semoga dengan adanya tema camping ini, selalu memotivasi murid-murid agar menjadi mandiri, percaya diri dalam menghadapi sebuah tantangan, dan teamwork dalam kelompok lebih solid.

Setiap tahunnya murid-murid SD EXISS ABATA selalu mengeksperikan gaya dan kemampuannya dalam melakukan semua kegiatan selama camping. kami save foto-foto kegiatan tersebut di dalam folder kegiatan camping dijadikan sebagai kenangan terindah. Ada juga yang meletakkan di status whatshapp, facebook, dan instragram.

Yel-yel Camping SD EXISS ABATA (Nada : Meraih Bintang)

Setiap saat setiap waktu

Semangat satu di jiwa

Ini saat yang di tunggu

Camping kelas 2 3

Camping di telaga sindur

Hari ini kan di kenang

Smua doa di panjatkan

Secara di persembahkan

Tetap sholeh dan sholehah

Anak SD EXISS ABATA

Tetap unggul kita kejar lampaui batas 2x

Yo..yo..ayo..yo..ayo..yo..yo.ayo…. 3x

Bersama ustd ustdzah, kita camping di telaga sindur

Kita jauh dari rumah,tapi kita tetap senang 2x

Wooo…ooo..

“Fun Camping Enjoy, Seru, dan Mengasyikkan”

 

Pemeriksaan Kesehatan Semester Ganjil 2019

Diriwayatkan oleh  at-Tirmidzi bahwa Rasulullah saw bersabda: ‘Barangsiapa bangun di pagi hari dengan badan sehat dan jiwa sehat pula, dan rezekinya dijamin, maka dia seperti orang yang memiliki dunia seluruhnya.”

Islam adalah agama yang purna, segala hal telah dirumuskan secara tertata. Tak ada yang terlewat sedikit pun dalam setiap kegiatan kita dari bangun tidur sampai tidur kembali. Ada tuntunan di setiap lini kehidupan kita. Begitu pula dengan kesehatan. Islam sangat concern terhadap kesehatan. Jika kita perhatikan hadits di atas, maka kita setidaknya dapat menyimpulkan bahwa kesehatan juga menjadi prioritas dalam tuntunan ajaran Islam. Pengertian kesehatan dalam hadits di atas sejalan dengan pengertian Kesehatan menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 1948  menyebutkan bahwa pengertian kesehatan adalah sebagai “suatu keadaan fisik, mental, dan sosial kesejahteraan dan bukan hanya ketiadaan penyakit atau kelemahan”

Kesehatan jadi modal utama kita sebagai manusia untuk menunaikan aktifitas. Bayangkan berapa banyak hal terlewat jika sakit menyerang tubuh kita? Berapa banyak pula kegiatan akan terhambat karena kondisi badan yang kurang sehat? Benar, kenyataannya tidak sedikit dari kita yang seringkali melupakan tentang pentingnya kesehatan bagi kehidupan kita.

“Ada dua anugerah yang karenanya banyak manusia tertipu, yaitu kesehatan yang baik dan waktu luang.” (HR. Bukhari)

Begitu penting dan perlunya kesehatan, maka sudah menjadi kewajiban bagi kita manusia beriman untuk senantiasa menjaga kesehatan sebagai bentuk rasa syukur kita akan anugerah kesehatan. Hal ini juga menjadi alasan utama SD Exiss Abata dalam program Pemeriksaan Kesehatan yang rutin dilaksanakan setiap semester. Bertempat di ruang UKS SD Exiss Abata, kegiatan Pemeriksaan Kesehatan Semester Ganjil berlangsung denan lancar tanpa kendala suatu apapun.

                

                 

1 2 3 12