Category Archives: Blogs

Sosialisasi Building Learning Power & Learning Style bersama TIM SMP Model Ar-Riyadh

“Ilmu itu cahaya yang terang yang menerangi dengannya orang yang bahagia dan orang yang bodoh dalam kegelapan Ilmu itu puncak kehidupan bagi para hamba sebagaimana orang-orang yang bodoh itu mati karena kebodohan mereka” -Al-Imam Al-Hafizh Al-Hakamy-

Adalah ilmu yang membedakan seseorang dengan lainnya, bagai cahaya yang benderang menerangi. Maka apakah sama rumah yang penuh cahaya dengan rumah yang gelap gulita? Pada cahaya kita mampu mendefinisikan objek dengan tepat, dengannya cahaya kita diarahkan pada arah tujuan yang jelas. Maka dengan ilmu kita mampu mendefinisikan kehidupan sesuai dengan arah tujuan yang benar. Maka hidup adalah tentang belajar. Segalanya dimulai dengan ilmu. Ilmu yang memudahkan seseorang dalam segala kegiatannya. Ilmu yang mengarahkan seseorang pada jalurnya. Kemudian pada ilmu akan kita sadari bahwa kehidupan ini penuh dengan hal yang patut disyukuri.

“Katakanlah (wahai Muhammad) apakah sama orang-orang yang mengetahui dan orang-orang yang tidak mengetahui. Sesungguhnya orang yang berakal yang dapat menerima pelajaran.”

QS Az Zumar: 9

Dari sini jelaslah bahwa agama islam memberi arahan kepada kita untuk senantiasa menuntut ilmu sebagai intrepretasi dari manusia berakal. Benar, akal adalah pembeda manusia dengan makhluk yang lain. Sebagai manusia dengan anugerah berupa akal, sudah sewajarnya kita terus menerus belajar. Maka alhamdulillah pada tanggal 05 – 06 JULI 2018 LPI Abata memberi fasilitas pada para asatidz dan asatidzah untuk terus mengembangkan diri dengan pelatihan bertajuk Sosialisasi Building Learning Power & Learning Style bekerjasama dengan TIM SMP Model Ar-Riyadh.

Adalah BLP suatu gagasan, konsep, model, kerangka, penyelidikan untuk meningkatkan kemampuan pelajar (siswa) untuk dapat belajar dengan baik secara nyata. Gagasan ini memberi Pengertian bahwa belajar adalah penyesuaian diri terhadap situasi baru dimanapun pelajar (siswa) berada.

Dalam praktik BLP tugas mendasar bagi pendidik diantaranya:

  • Menjelaskan

Menyampaikan BLP pada siswa secara langsung dan tegas.

  • Mengomentari

Menyampaikan pesan tentang BLP melalui pembicaraan informal dan evaluasi informal dan formal.

  • Mengorkrestra

Memilih aktivitas dan mengatur lingkungan

  • Modeling

Menunjukkan makna menjadi seorang pelajar yang efektif

 

Visi sekolah dalam prinsip BLP

Memiliki SDM Berakhlaq, Kreatif, dan Berprestasi

Misi sekolah

Menjadikan Sekolah Unggul dan Kompetitif

Kegiatan pelatihan yang berlangsung selama dua hari ini Alhamdulillah berjalan lancar dan mudah-mudahan kita semua senantiasa terus dapat mengambil pelajaran.

Wallahua’lam bisshawab

 

 

 

Survey & Simulasi Pasar Kelas 1 2017-2018

Pada pekan ke-1/ 9-13 April 2018 murid Kelas 1 Exiss ABATA melaksanakan Tematik BCT yaitu Business & Carieer Thematic yang dikemas dalam pembinaan karakter Earth Caring pada proyek Survey & Simulasi Pasar. Persiapan proyek dimulai dengan informasi menyiapkan uang belanja dan uang mainan di Weekly Plan pada hari Jum’at.

Survey & Simulasi Pasar adalah kegiatan mengunjungi pasar tradisional dan pasar modern/swalayan sebagai salah satu persiapan melakukan simulasi jual beli di Kelas. Pemahaman murid Kelas 1 ini diperkuat dengan menyimak tayangan video jual beli di pasar tradisional dan di pasar modern/swalayan. Murid tertawa lebar, tanpa aba-aba guru langsung ngobrol dengan teman tentang tayangan. Selanjutnya murid tanya jawab membahas sedikit pengalaman pergi ke pasar.. Murid mencermati perbedaan pasar tradisional dan pasar modern, daftar belanjaan yang akan dibeli, daftar kelompok, dan persiapan perlengkapan yang dibawa saat mengunjungi ke pasar.

Hari Selasa murid dengan seragam olahraga berkumpul di Masjid Al Hikmah Taman Aries untuk sholat Dhuha’, muroja’ah, bersama pendamping briefing belanjaan, snack time, dan berbelanja barang yang ditugaskan di pasar tradisional ada kentang, jagung, bayam, buncis, ubi ketela, singkong, cabai, bawang merah, bawang bombai, jeruk nipis, tomat, sawi, wortel, ketimun, dan tempe . Murid melanjutkan belanja di Carefour Express Meruya. Suara riuh rendah dan suara tenang sepi bergantian. Sebagian mengikuti lomba membuat topping roti manis, sebagian belanja keliling memilih barang belanjaan yang ditugaskan dan masuk dalam barisan antrian di kasir. Kegitan dilengkapi dengan lomba menendang bola ke gawang mini. Suara sorak sorai dan terpingkal-pingkal mewarnai kegiatan. Pada sesi penutupan, murid duduk berbaris menyimak sambutan, pembagian hadiah, dan penyampaian souvenir. Lomba membuat topping roti manis diunggulkan 6 murid, dan lomba bola diunggulkan 3 murid.

Hari berikutnya murid melakukan simulasi di ruang Kelas, sebagian berperan sebagai pembeli dan sebagian menjadi pedagang. Alat dan bahan yang digunakan antara lain uang mainan, barang-barang belanjaan, dan meja-meja kelas. Kelas sangat ramai setelah aba-aba mulai… Murid sambil tertawa-tawa, bersuara keras, menawarkan, membeli, menanyakan harga, minta kembalian,  memasukkan belanjaan ke kantong plastik, ada yang membeli sedikit, ada yang membeli banyak.. Selesai simulasi murid menata kembali alat dan bahan. Ada belajaan yang dimasak dan dimakan bersama, ada juga belanjaan yang dibawa pulang.

Guru bertanya apa yang murid rasakan saat menjadi pedagang dan pembeli? Murid menjawab senang, lelah, suara habis, mau jualan lagi. Alhamdulilah, terlaksana lancar dan murid merasa senang.  Semoga bermanfaat dunia-akhirat ya, Nak..  Aamiin Yaa Robbal ‘aalamiin..

KUNJUNGAN PENDIDIKAN KE PUSAT PRIMATA SCHMUTZER

Kunjungan murid-murid kelas 1 ke Pusat Primata Schmutzer sangat
menyenangkan. Kami mengamati langsung hewan mamalia yang ada
disana. Dari pengamatan ini kami dapat membuat kesimpulan sederhana
bahwa,

Ciri hewan mamalia yang dapat diamati secara langsung adalah :
 Memiliki anggota gerak untuk berjalan, berenang, ataupun
memegang sesuatu
 Memiliki kelenjar susu
 Bertulang belakang
 Memiliki rambut halus yang menutupi tubuhnya
 Pada bagian jari mamalia memiliki kuku dan cakar untuk menangkap
makanan atau memanjat.

 Memiliki gigi taring, gigi seri ataupun gigi graham.
Pusat Primata Schmutzer ada di dalam Kebun Binatang Ragunan.
Walaupun berada dalam kebun binatang ragunan, pengelolaannya tidak
diserahkan pada kebun binatang ragunan, melainkan oleh swasta yang
dananya pendiriannya berasal dari The Gibbon Foundation.
Pusat Primata Schmutzer didirikan sebagai sarana pendidikan dan hiburan
bagi pengunjungnya.

Seperti juga Kebun Binatang San Diego, kehidupan primata di Schmutzer
di rancang seperti kehidupan alam bebas binatangnya (tanpa kandang),
contohnya kandang Gorila dan orang utan. Kandang seperti ini disebut
enklosur.

Tempat untuk pengunjung disediakan minimum, seperti jalan setapak,
arena bermain dan belajar atau masuk gua, dan tempat tinggal binatang
diusahakan maksimum (dalam luas).

Pusat Primata Schmutzer juga memiliki musium, perpustakaan dan teater
bioskop kecil tentang primata di Indonesia dan dunia.
Alhamdulillah murid-murid kelas 1 mendapatkan ilmu baru tentang ciri
hewan mamalia secara sederhana. Semoga bermanfaat ya nak.

Tarhib Ramadhan1439 H

“مَرْحَبًا يَا رَمَضَان”

Dalam hitungan tidak lebih dari 24 jam kita akan kembali diberikan kesempatan untuk kembali bertemu tamu agung bernama Ramadhan. Diantara 12 bulan yang ada, Allah jadikan Ramadhan Bulan istimewa yang di dalamnya terdapat banyak keutaman yang tidak dapat kita temui di bulan lainnya. Bulan yang oleh nabi disabdakan di dalamnya terdapat rahmat, maghfirah, dan penghindaran dari api neraka. 10 hari pertama adalah rahmat, disusul 10 hari kemudian maghfirah (pengampunan), dan 10 hari terakhirnya adalah penghindaran dari api neraka. Tidak cukup pada tiga hal di atas, ada satu hari diantara 10 hari terakhir Allah janjikan kita malam lailatul qadar. Malam yang Allah jadikan amalan kita beribu kali lipat pahalanya. Ini seperti waktu tambahan dalam permainan yang memberikan kita kesempatan untuk meraih bonus sebanyak-banyaknya. Benar, sangatlah merugi bagi kita yang masih tidak peduli akan keutamaan bulan suci ini.
Atas keutamaannya Rasulullah SAW memerintahkan kepada kita untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin dalam menyambut bulan penuh berkah ini. Permisalan bulan sya’ban bagaikan  bulan persiapan. Di bulan ini, kita dianjurkan untuk melatih diri dengan berbagai amalan. Sebagai bentuk kesiapan diri kita menyambut bulan Ramadhan. Dengan pembiasaan-pembiasaan ini dimaksudkan agar kita mampu melewati Ramadhan dengan baik. Karena sejatinya Ramadhan layaknya rangkaian ujian bagi hambaNya yang beriman, Allah gelarkan taqwa bagi mereka yang mampu melewatinya. Karenanya, sebagai orang yang mengaku beriman mempersiapkan diri menyambut Ramadhan adalah keniscayaan. Menyambutnya dengan persiapan-persiapan jasmani maupun ruhaniyah kita.
Maka kegiatan Tarhib Ramadhan adalah perwujudan lain bagi LPI Abata dalam menyambut bulan istimewa ini. Sebagaimana keistimewaan Ramadhan, Tarhib Ramadhan kali ini kita kedatangan tamu istimewa yang datang dari tanah para anbiya negeri Palestina.

               

Adalah Mu’adz Nabîl Ahmad Khaththâb, imam muda dari Palestina menyempatkan diri hadir dalam Tarhib Ramadhan tahun ini. Bertempat di musola SD exiss Abata kegiatan berjalan sesuai rencana. Melalui bantuan penerjemah beberapa wejangan disampaikan, menambahkan semangat dalam menyambut Ramadhan esok hari. Di penghujung acara, donasi dari seluruh keluarga besar LPI Abata untuk warga Palestina  diserahkan. Tak lupa kami ucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah ikut berpartisipasi, semoga Allah ganjarkan pahala di hari pembalasan kelak.

JazakumullahKhairan Katsiran Wa Jazakumullah Ahsanal Jaza

Seminar Matematika Nalaria SDIT Exiss Abata

 

 

Awal tahun adalah waktu yang tepat untuk merencanakan kegiatan kita di masa depan, merincinya serta mengevaluasi kegiatan kita di masa lalu. Sebagai bentuk pengembangan diri dalam mewujudkan perencanaan awal tahun yang baik pada tanggal 9-11 Januari 2018 SDIT Exiss Abata mengadakan seminar bagi para asatidz dan asatidzah bertajuk “Seminar Matematika Nalaria”. Materi disampaikan oleh tim dari klinik MIPA KPM  yang diawali dengan Seminar Rahasia Sukses Hidup Dengan Berfikir Supra-Rasional di hari pertama dilanjutkan metodologi Pembelajaran Matematika Nalaria Realistik (MNR), Eksplorasi Matematika di hari kedua dan ketiga. Matematika Nalaria Realistik (MNR) merupakan suatu terobosan baru dalam pembelajaran matematika. MNR lebih menekankan penggunaan nalar dalam memahami matematika, sehingga pembelajaran ini berbeda dengan pembelajaran matematika di sekolah. Dengan MNR, siswa diajarkan untuk menganalisis masalah, menarik kesimpulan, dan menyelesaikan masalah dengan berbagai metode pemecahan masalah yang berlogika.  Matematika Nalaria Realistik mempunyai ciri-ciri berikut :

  1. Pemberian Masalah Nyata

Dalam MNR siswa diberikan masalah nyata terlebih dahulu pada saat memulai materi pelajaran. Pemberian masalah nyata tersebut untuk menghantar siswa mengkonstruksi sendiri pengetahuan untuk menemukan pengetahuan baru. Masalah nyata tersebut harus memenuhi kriteria :

  • Sesuai dengan pengetahuan yang dimiliki anak
  • Menyesuaikan dengan cara berpikir anak
  • Melibatkan sebanyak-banyaknya panca indra anak
  • Menggunakan benda-benda di sekitar sebagai peraga matematika
  • Mengembangkan otak kiri dan otak kanan secara seimbang
  1. Pemahaman Konsep

Dalam MNR, konsep matematika diajarkan melalui matematika non formal yang sesuai dengan pengetahuan siswa. Kemudian siswa dihantarkan untuk menyimpulkan konsep tersebut dan menuliskan dalam bentuk matematika formal. Proses pengambilan kesimpulan tersebut merupakan sarana untuk melatih penalaran siswa.

  1. Penalaran dan Komunikasi

Dalam MNR soal dibuat untuk melatih siswa dalam bernalar dan mengkomunikasikan jawaban dalam bentuk uraian dengan baik, sehingga siswa terlatih untuk mengungkapkan idenya dengan sistematis.

  1. Pemecahan Masalah

Dalam MNR diajarkan soal-soal non-rutin yang dibuat untuk melatih kemampuan siswa berpikir kreatif serta melatih siswa untuk menggunakan berbagai strategi untuk memecahkan masalah dengan merekonstruksi materi-materi yang sudah dipelajari sebelumnya

  1. Aplikasi dalam Kehidupan

Dalam MNR siswa dilatih untuk mengetahui aplikasi konsep matematika yang dipelajari dalam kehidupan, sehingga siswa dapat mengetahui maksud dan tujuan belajar suatu konsep matematika dan semakin tertarik untuk mempelajari materi berikutnya

  1. Eksplorasi Matematika

Dalam MNR siswa dilatih bereksplorasi. Selain bertujuan untuk melatih ketrampilan psikomotorik, siswa juga dilatih untuk memiliki semangat pantang menyerah dan berpikir kreatif.

  1. Permainan Matematika

Dalam MNR terdapat permainan matematika yang bertujuan untuk membuat siswa merasa senang belajar matematika dan mempermahir pemahaman konsep matematika yang sudah dipahami dengan permainan tersebut.

SD EXISS ABATA Juara 1 lagi, Olimpiade Matematika.

Sungguh Islam menempatkan posisi spesial bagi orang-orang yang berilmu, dengan ditinggikannya derajat mereka para pemburu ilmu di sisi Allah SWT. Ini berbanding lurus dengan anugerah yang diberikan kepada kita manusia berupa akal. Dengan akalnya manusia mempunyai tanggung jawab lebih atasnya. Akal bukankah aksesoris semata yang diletakkan ke dalam kepala kita, sadar ataau tidak segala fasilitas yang diberikan oleh Allah nantinya akan dimintai pertanggungjawabnya di hari pembalasan. Dengan akal kita mestinya tahu mana yang disyariatkan dan mana yang harusnya kita tinggalkan.

Produk sukses dari sebuah akal adalah lahirnya manusia-manusia pembelajar yang selalu haus akan ilmu. Produk yang seharusnya ditanamkan oleh kita umat muslim sejak dini, jelas dalam ajaran kita posisi ilmu adalah sebelum amal. Ia merupakan syarat sahnya sebuah amalan.

Dalam kitab shahihnya, Imam Bukhari mengatakan:

بَابٌ العِلمُ قَبلَ القَولِ وَالعَمَلِ

“Bab: Ilmu sebelum ucapan dan perbuatan”

Begitu pentingya arti ilmu bagi islam sehingga menempatkannya bahkan sebelum kita beramal. Dengan ilmu pula menyadarkan kita betapa kerdilnya kita di mata Allah SWT. Betapa tak ada artinya kita tanpa kemahakuasaaNya. Maka dari sini kita ambil kesimpulan bahwa satu-satunya tujuan penciptaan manusia tidak lain agar kita patuh dan tunduk kepadanya. Beribadah hanya kepadaNya. Beramal hanya karenaNya. Lalu amalan yang seperti apa yang lebih dicintai oleh Allah?

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا

“Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang terbaik amalannya. “

Benar, Allah tidak menuntut kita untuk melakukan banyak hal. Kita hanya perlu melakukan yang terbaik dari usaha kita. Bahkan nabi Muhammad SAW selalu mencontohkan kepada kita tentang pentingnya amalan terbaik. Usaha terbaik. Prestasi terbaik. Ibadah terbaik. Sebuah riwayat menceritakan, bahwa kaki Nabi Saw sampai bengkak karena lamanya beliau melaksanakan shalat malam. Konsep ihsan yang dinyatakan Nabi Saw sebagai “engkau mengabdi kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya, jika engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihat engkau”, mengisyaratkan bahwa umat Islam harus berbuat yang terbaik dalam pengabdiannya kepada Allah. Sebab ihsân, yang secara harfiah berarti “berbuat baik”, mengandung ajaran tentang penghayatan akan ke-Mahahadiran Allah dalam hidup, melalui penghayatan diri sebagai sedang menghadap dan berada di depan hadirat-Nya ketika beribadah. Pada saat demikian, maka ibadah (dalam arti sempit maupun dalam arti luas) akan diupayakan sebaik mungkin, bahkan bila perlu yang terbaik. Ini berarti, ihsân mengajarkan tentang hidup yang berkualitas dan memiliki nilai keunggulan (prestasi).

Konsep ihsan dan ahsanu amalaa inilah yang menjadi landasan SD Exiss Abata dalam mewujudkan cita-citanya melahirkan generasi yang sholeh, cerdas, terampil dan sehat. Kesadaran akan pentingnya generasi terbaik cukup beralasan jika SD Exiss Abata melakukan usaha terbaiknya pula. Tak bisa dipungkiri bahwa bimbingan ikhlas para pendidik SD Exiss Abata tanpa henti merupakan harga mutlak yang harus ditempuh demi menghasilkan potensi-potensi terbaik siswa.

Alhamdulillah atas kesabaran dan konsistensi para guru tepat tanggal 25 November 2017 lalu, siswa dan siswi SD Exiss Abata berkesempatan mengasah kemampuan mereka di bidang Matematika. Adalah rayhan, Bunga, dan Fahrana siswa kelas 6 serta Reifan dan Aiman perwakilan dari kelas 5. unjuk kemampuan pada perlombaan bertajuk “Olimpiade Matematika III (Odema III) 2017 Tingkat SD/MI Rekanan” bertempat di Ponpes Fathan Mubina.

Atas izin Allah dari perwakilan SD Exiss Abata, dua diantaranaya meraih juara. Ananda Rahyan yang menduduki juara 1 dan Ananda Farhana yang meraih juara harapan 1. Merupakan sebuah kebahagiaan karena dari sini kita dapat melihat kesungguhan civitas akademika SD Exiss Abata dalam mewujudkan visi dan misinya.

    

Terakhir, semoga perlombaan ini bukanlah akhir baik bagi SD Exiss Abata maupun Ananda Rayhan, Bunga dan Farhana untuk terus memberikan usaha terbaiknya.

Wallahu A’lam Bishshawab.

 

 

Safa murid SD Abata dan semangatnya menghafal Alquran

“Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Qur’an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?”

Salah satu yang sifat Al Qur’an adalah dijadikannya mudah bagi kita untuk mempelajarinya. Allah mengulang kalimat di atas sampai dengan empat kali dalam surah Al Qalam. Pengulangan kalimat dalam satu surah menandakan bahwa Allah ingin menunjukkan kepada kita bahwa dijadikannya Al Qur’an benar-benar mudah untuk dipelajari. Imam Jalalain menjelaskan ayat tersebut dalam kitab tafsirnya bahwa ”Kami (Allah SWT) telah memudahkan Al Qur’an dihafal dan telah mempersiapkannya mudah untuk diingat”. Lafazh istifham (fa hal…) mengandung makna perintah, yakni: ”hafalkanlah Al Qur’an itu oleh kalian dan ambillah sebagai nasihat buat kalian” (Tafsir Jalalain hal 383).

Jika kita lihat ke belakang, kita tentu sadar bahwa keterjagaan Al Qur’an hingga saat ini salah satunya adalah karena hafidz dan hafidzah para pendahulu kita. Atas jasa merekalah Al Qur’an sampai kepada kita tanpa berkurang sedikitpun. Penjagaan Allah akan Al Qur’an melalui para hafidz dan hafidzah merupakan bukti kuat dimudahkannya Al Qur’an untuk dipelajari dari sisi bahasa. Kesempurnaan tata Bahasa Al Qur’an tidak dapat kita temui bandngannya dalam karya sastra manapun.

Jaminan Allah akan mudahnya mempelajari Al Qur’an juga dapat dibuktikan dengan fakta semakin banyaknya generasi muda saat ini yang penuh semangat menghafal Al Qur’an. Salah satu misi yang ingin dicapai Yayasan Abacu LPI ABATA adalah “Membentuk dan melahirkan anak didik yang mencintai dan menjunjung tinggi Islam dan Al-Qur’an untuk masa depannya”. Pengenalan sejak dini akan AL Quran merupakan langkah untuk mewujudkan misi tersebut.

Semangat konsistensi pembelajaran AL Qur’an di SD EXISS Abata yang juga masih dalam lingkup Yayasan Abacu LPI ABATA dapat kita lihat pada acara Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) cabang kotamadya pada 28-29 November 2017 kemarin. Adalah Safa Khansa farrelya siswi kelas 6 SD EXISS Abata yang mengikuti perlombaan dibidang tahfidz Al Qur’an. Ini merupakan lanjutan dari perlombaan tingkat kecamatan sebelumnya, yang Alhamdulillah khansa meraih juara kedua.

Dalam wawancaranya dengan beritakotanews.com khansa meyebutkan jika dirinya siap menghafal hingga 30 juz. Dari sini, mudah-mudahan ke depan akan banyak lagi perwakilan-perwakilan dari siswa/I dari SD EXISS Abata yang ikut serta menyemarakkan perlombaan serupa MTQ baik tahsin maupun tahfidz. Semangat khansa untuk terus melanjutkan hafalan merupakan motivasi bagi SD EXISS Abata menjadi lebih baik lagi. Sehingga bertambah khansa-khansa yang lain di masa yang akan datang.

Wallahu A’lam Bishshawab

 

Safa Khansa Farrelya, Peserta MTQ Kategori Tahfidz,Tingkat Anak-anak Yang Siap Menghafal Sampai 30 Juz

Jakarta, Beritakotanews.com: Pemerintah Kota Adm Jakarta Barat bekerja sama dengan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi DKI Jakarta menggelar Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ)  pada 28-29 November 2017. Pembukaan MTQ  dibuka oleh Sisten Administrasi dan Kesejahteraan Masyarakat (Askesmas) Kota Adm Jakarta Barat, Yunus di ruang Ali Sadikin Kantor Walikota Jakarta Barat pada Selasa, 28 November 2017.

Ketua Pelaksana yang juga Kepala Bagian Dikmental, H.Arham mengatakan, MTQ kali ini merupakan yang ke XXVII tahun 2017 dengan mengambil tema ‘Ayo Membaca Al Qur’an, Karena akan datang dengan membawa Safaat Kelak’  ini memperebutkan Piala bergilir Walikota Jakarta Barat dan hadiah uang pembinaan.

“Kegiatan ini sebagai upaya untuk mendorong pelajar memahami dan menghayati isi kandungan Al-Quran,sekaligus mencari bibit-bibit baru berbakat dan potensial yang akan menjadi pemenang sebagai juara” kata H. Arham.

Menurutnya, event yang ke XXVII ini melombakan 2 cabang yaitu Tilawati dan Hafidz baik putra maupun putri dari tingkat anak-anak dan dewasa. Mereka dari seluruh kecamatan se Jakarta Barat.

“Para pendaftar sangat antusias. Ini menandakan bahwa masyarakat minat baca Al Qurannya semakin baik,”Lanjut H. Arham.

Bagi para juara, lanjut H. Arham, selain mendapatkan piala Walikota, juga ada uang pembinaan puluhan juta rupiah dan akan menjadi perwakilan pada tahap MTQ tingkat Provinsi.

Ketua LPTQ Provinsi DKI Jakarta, H. Rohimin mengapresiasi kepada seluruh elemen dan jajaran LPTQ Jakarta Barat yang telah menyelenggarakan MTQ ke XXVII.

“Ini tentu untuk memacu dan meningkatkan gairah pemuda, pemudi, pelajar dan remaja untuk mengkaji, mempelajari sekaligus mengamalkan isi kandungan Al-Quran sebagai pandangan hidup yang hakiki dan sebagai kepribadian kita,” katanya.

H. Rohimin, ketua  Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi DKI Jakarta menjelaskan, MTQ pelajar ini sebagai sarana mecari bibit-bibit muda dalam menyongsong MTQ tingkat provinsi dan nasional. Namun menurutnya, pada tahun ini baru hanya memperlombakan dua cabang yaitu Tilawati dan Hafid, baik tingkat anak-anak putra-putri maupun putra-putri Dewasa.

Sementara itu HM.Yunus, Askesmas, yang memberikan sambutan dan sekaligus membuka secara resmi mewakili Walikota mengatakan, ajang MTQ tingkat pelajar ini diupayakan dapat menumbuhkembangkan bibit baru dalam rangka MTQ tingkat provinsi maupun tingkat nasional.

MTQ ini tidak hanya dimaknai sebagai kompetisi namun merupakan syiar, silaturahmi dan salah satu wahana memicu diri agar lebih mengenal, memahami, menghayati dan mengamalkan Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari,” jelas HM.Yunus.

“Kepada seluruh peserta saya mengucapkan selamat berkompetisi secara sportif dengan tetap berpijak pada prinsip berlomba-lomba dalam kebaikan yang mengacu pada landasan norma-norma agama, dan kepada para dewan juri maupun hakin agar berlaku jujur sebagaimana sumpahnya,” lanjut HM.Yunus.

 Safa Khansa Farrelya, salah satu peserta lomba kategori tahfidz utusan Kecamatan Kembangan dari tingkat sekolah dasar (SD), kepada beritakotanews.com mengaku siap menjadi juara, Siswi Sekolah Dasar yang datang dengan ditemani kedua orang tuanya, HM.Farid, salah satu peserta kategori tahfidz tingkat anak-anak ini mengaku sudah hafal satu juz lebih, dan akan terus menghafal hingga 30 Juz.
“insa Alloh sebentar lagi hafal dua juz,” Kata HM.Farid, orang tua Khansa (panggilan Safa Khansa farrelya) saat mendampingi putrinya yang akan mengikuti lomba tahfidz. (A-3).

Fiqih Qurban, Kitab al-Majmu’ Karya Imam Nawawi madzhab imam syafii (w. 676 H)

Hukum Qurban

المجموع شرح المهذب (8/ 383)
أما الأحكام فقال الشافعي والأصحاب التضحية سنة مؤكدة وشعار ظاهر ينبغي للقادر عليها المحافظة عليها ولا تجب بأصل الشرع.

Apakah qurban dianjurkan juga bagi musafir?

المجموع شرح المهذب (8/ 383)
قال الشافعي رحمه الله في كتاب الضحايا من البويطي الأضحية سنة على كل من وجد السبيل من المسلمين من أهل المدائن والقرى وأهل السفر والحضر والحاج بمنى وغيرهم من كان معه هدي ومن لم يكن معه هدي.

Hukum Qurban Untuk Sekeluarga?
المجموع شرح المهذب (8/ 384)
قال أصحابنا التضحية سنة على الكفاية في حق أهل البيت الواحد فإذا ضحى أحدهم حصل سنة التضحية في حقهم.

Kapan mulai boleh Berqurban

المجموع شرح المهذب (8/ 389)
مذهبنا أنه يدخل وقتها إذا طلعت الشمس يوم النحر ثم مضى قدر صلاة العيد وخطبتين كما سبق فإذا ذبح بعد هذا الوقت أجزأه سواء صلى الإمام أم لا وسواء صلى المضحي أم لا وسواء كان من أهل الأمصار أو من أهل القرى أو البوادي أو المسافرين وسواء ذبح الإمام ضحيته أم لا.

Bolehkah Berqurban Pada Malam Hari?

المجموع شرح المهذب (8/ 391)
مذهبنا جواز الذبح ليلا ونهارا في هذه الأيام جائز لكن يكره ليلا وبه قال أبو حنيفة وإسحاق وأبو ثور والجمهور وهو الأصح عن أحمد وقال مالك لا يجزئه الذبح ليلا.

Bolehkah Berqurban Dengan Selain Bahimatul An’am?

المجموع شرح المهذب (8/ 393)
أما الأحكام فشرط المجزئ في الأضحية أن يكون من الأنعام وهي الإبل والبقر والغنم سواء في ذلك جميع أنواع الإبل من البخاتي والعراب وجميع أنواع البقر من الجواميس والعراب والدربانية وجميع أنواع الغنم من الضأن والمعز وأنواعهما ولا يجزئ غير الأنعام من بقر الوحش وحميره والضبا وغيرها بلا خلاف.

Kriteria Hewan Yang Boleh Untuk Dijadikan Qurban

المجموع شرح المهذب (8/ 393)
ولا يجزئ من الضأن إلا الجذع والجذعة فصاعدا ولا من الإبل والبقر والمعز إلا الثني أو الثنية فصاعدا هكذا نص عليه الشافعي وقطع به الأصحاب.

Mana Yang Afdhal Berqurban Dengan Hewan Jantan Atau Betina?

المجموع شرح المهذب (8/ 397)
يصح التضحية بالذكر وبالأنثى بالإجماع وفي الأفضل منهما خلاف (الصحيح) الذي نص عليه الشافعي في البويطي وبه قطع كثيرون أن الذكر أفضل من الأنثى.

Jenis Hewan Yang Utama Untuk Qurban

المجموع شرح المهذب (8/ 396)
البدنة أفضل من البقرة والبقرة أفضل من الشاة والضأن افضل من المعز فجذعة الضأن أفضل من ثنية المعز لما ذكره المصنف وهذا كله متفق عليه عندنا.

Batasan Cacat Yg Menghalangi Sahnya Hewan Qurban

المجموع شرح المهذب (8/ 404)
أجمعوا على أن العمياء لا تجزئ وكذا العوراء البين عورها والعرجاء البين عرجها والمريض البين مرضها والعجفاء واختلفوا في ذاهبة القرن ومكسورته فمذهبنا أنها تجزئ.

Satu Kambing Hanya Untuk Satu Orang

المجموع شرح المهذب (8/ 397)
تجزئ الشاة عن واحد ولا تجزئ عن أكثر من واحد لكن إذا ضحى بها واحد من أهل البيت تأدى الشعار في حق جميعهم وتكون التضحية في حقهم سنة كفاية. وتجزئ البدنة عن سبعة وكذا البقرة سواء كانوا أهل بيت أو بيوت وسواء كانوا متقربين بقربة متفقة أو مختلفة واجبة أو مستحبة أم كان بعضهم يريد اللحم ويجوز أن يقصد بعضهم التضحية وبعضهم الهدي.

Dua Orang Berserikat Membeli dua Kambing

المجموع شرح المهذب (8/ 398)
ولو اشترك رجلان في شاتين للتضحية لم يجزئهما في أصح الوجهين ولا يجزئ بعض شاة بلا خلاف بكل حال والله أعلم.

Mewakilkan Penyembelihan Qurban

المجموع شرح المهذب (8/ 405)
قال الشافعي والأصحاب يستحب أن يذبح هديه وأضحيته بنفسه قال الماوردي إلا المرأة فيستحب لها أن توكل في ذبح هديها وأضحيتها رجلا قال الشافعي والأصحاب ويجوز للرجل والمرأة أن يوكلا في ذبحهما من تحل ذكاته والأفضل أن يوكل مسلما فقيها بباب الصيد والذبائح والضحايا وما يتعلق بذلك لأنه أعرف بشروطه وسننه ولا يجوز أن يوكل وثنيا ولا مجوسيا ولا مرتدا ويجوز أن يوكل كتابيا وامرأة وصبيا لكن قال أصحابنا يكره توكيل الصبي.

Batas Akhir Waktu Penyembelihan Qurban

المجموع شرح المهذب (8/ 387)
(وأما) آخر وقتها فاتفقت نصوص الشافعي والأصحاب على أنه يخرج وقتها بغروب شمس اليوم الثالث من أيام التشريق.

Memberi Upah Tukang Jagal Dengan Sebagian Dari Heawan Qurban

المجموع شرح المهذب (8/ 420)
ولا يجوز جعل الجلد وغيره أجرة للجزار بل يتصدق به المضحي والمهدي أو يتخذ منه ما ينتفع بعينه كسقاء أو دلو أو خف وغير ذلك.
المجموع شرح المهذب (8/ 421)
قال الشيخ أبو حامد والبندنيجي والأصحاب إذا أعطى المضحي الجازر شيئا من لحم الأضحية أو جلدها فإن أعطاه لجزارته لم يجز وإن أعطاه أجرته ثم أعطاه اللحم لكونه فقيرا جاز كما يدفع إلى غيره من الفقراء والله أعلم.

Mana Yang Afdhal Antara Qurban Dan Shadaqah Tathawwu

المجموع شرح المهذب (8/ 425)
مذهبنا أن الأضحية أفضل من صدقة التطوع للأحاديث الصحيحة المشهورة في فضل الأضحية.

Niat Qurban

المجموع شرح المهذب (8/ 405)
قال أصحابنا والنية شرط لصحة التضحية وهل يجوز تقديمها على حالة الذبح أم يشترط قرنها به فيه وجهان (أصحهما) جواز التقديم كما في الصوم والزكاة على الأصح.

Berqurban Atas Nama Mayit

المجموع شرح المهذب (8/ 406)
(وأما) التضحية عن الميت فقد أطلق أبو الحسن العبادي جوازها لأنها ضرب من الصدقة والصدقة تصح عن الميت وتنفعه وتصل إليه بالإجماع. وقال صاحب العدة والبغوي لا تصح التضحية عن الميت إلا أن يوصي بها وبه قطع الرافعي في المجرد والله أعلم.

Membaca Basmalah Ketika Menyembelih

المجموع شرح المهذب (8/ 408)
التسمية مستحبة عند الذبح والرمي إلى الصيد وإرسال الكلب ونحوه فلو تركها عمدا أو سهوا حلت الذبيحة لكن تركها عمدا مكروه على المذهب الصحيح كراهة تنزيه لا تحريم.

Suna Menyembelih Dengan Menghadap Kiblat.

المجموع شرح المهذب (8/ 408)
استقبال الذابح القبلة وتوجيه الذبيحة إليها وهذا مستحب في كل ذبيحة لكنه في الهدي والأضحية أشد استحبابا.

Cara Penyembelihan Qurban

المجموع شرح المهذب (8/ 408)
ويستحب أن يضجع البقر والشاة على جنبها الأيسر هكذا صرح به البغوي والأصحاب قالوا ويترك رجلها اليمنى ويشد قوائمها الثلاث.

Hukum Memotong Rambut dan Kuku Bagi Orang Yang Hendak Berqurban

المجموع شرح المهذب (8/ 392)
مذهبنا أن إزالة الشعر والظفر في العشر لمن أراد التضحية مكروه كراهة تنزيه حتى يضحي.

Membaca Shalawat Ketika Menyembelih

المجموع شرح المهذب (8/ 410)
يستحب مع التسمية على الذبيحة أن يصلي على رسول الله صلى الله عليه وسلم عند الذبح نص عليه الشافعي في الأم وبه قطع المصنف في التنبيه وجماهير الأصحاب.

Doa Ketika Menyembelih

المجموع شرح المهذب (8/ 410)
يستحب أن يقول عند التضحية مع التسمية اللهم منك وإليك تقبل مني. وحكى الماوردي وجها أنه لا يستحب وهذا شاذ ضعيف والمذهب ما سبق. ولو قال تقبل مني كما تقبلت من إبراهيم خليلك ومحمد عبدك ورسولك صلى الله عليهما وسلم لم يكره ولم يستحب كذا نقله الروياني في البحر عن الأصحاب. واتفق أصحابنا على استحباب التكبير مع التسمية فيقول بسم الله والله أكبر.

Hukum Menjual Kulit/ Daging Qurban
المجموع شرح المهذب (8/ 419)
واتفقت نصوص الشافعي والأصحاب على أنه لا يجوز بيع شئ من الهدي والأضحية نذرا كان أو تطوعا سواء في ذلك اللحم والشحم والجلد والقرن والصوف وغيره.

Waktu Menyembelih Bagi Yg Berqurban Lebih Dari 1 Ekor.

المجموع شرح المهذب (8/ 424)
من ضحى بعدد من الماشية استحب أن يفرقه على أيام الذبح فإن كان شاتين ذبح شاة في اليوم الأول وأخرى في آخر الأيام وهذا الذي قاله وإن كان أرفق بالمساكين فهو ضعيف مخالف للسنة الصحيحة فقد ثبتت الأحاديث الصحيحة أن النبي صلى الله عليه وسلم (نحر مائة بدنة أهداها في يوم واحد وهو يوم النحر فنحر بيده بضعا وستين وأمر عليا رضى الله عنه ينحر تمام المائة) فالسنة التعجيل والمسارعة إلى الخيرات والمبادرة بالصالحات إلا ما ثبت خلافه.

Makan Daging Qurban

المجموع شرح المهذب (8/ 414)
فللأضحية والهدي حالان (أحدهما) أن يكون تطوعا فيستحب الأكل منهما ولا يجب بل يجوز التصدق بالجميع هذا هو المذهب وبه قطع جماهير الأصحاب وهو مذهب عامة العلماء. وفي القدر الذي يستحب أن لا ينقص التصدق عنه قولان (القديم) يأكل النصف ويتصدق بالنصف (والأصح) الجديد قال الرافعي واختلفوا في التعبير عن الجديد فنقل جماعة عنه أنه يأكل الثلث ويتصدق بالثلثين ونقل المصنف وآخرون عنه أنه يأكل الثلث ويتصدق بالثلث على المساكين ويهدي الثلث إلى الأغنياء أو غيرهم وممن حكى هذا الشيخ أبو حامد ثم قال أبو حامد ولو تصدق بالثلثين كان أفضل. (الحال الثاني) أن يكون الهدي أو الأضحية منذورا قال الأصحاب كل هدي وجب ابتداء من غير التزام كدم التمتع والقران وجبرانات الحج لا يجوز الأكل منه بلا خلاف.

1 2 3 4