Category Archives: Blogs

Seminar Matematika Nalaria SDIT Exiss Abata

 

 

Awal tahun adalah waktu yang tepat untuk merencanakan kegiatan kita di masa depan, merincinya serta mengevaluasi kegiatan kita di masa lalu. Sebagai bentuk pengembangan diri dalam mewujudkan perencanaan awal tahun yang baik pada tanggal 9-11 Januari 2018 SDIT Exiss Abata mengadakan seminar bagi para asatidz dan asatidzah bertajuk “Seminar Matematika Nalaria”. Materi disampaikan oleh tim dari klinik MIPA KPM  yang diawali dengan Seminar Rahasia Sukses Hidup Dengan Berfikir Supra-Rasional di hari pertama dilanjutkan metodologi Pembelajaran Matematika Nalaria Realistik (MNR), Eksplorasi Matematika di hari kedua dan ketiga. Matematika Nalaria Realistik (MNR) merupakan suatu terobosan baru dalam pembelajaran matematika. MNR lebih menekankan penggunaan nalar dalam memahami matematika, sehingga pembelajaran ini berbeda dengan pembelajaran matematika di sekolah. Dengan MNR, siswa diajarkan untuk menganalisis masalah, menarik kesimpulan, dan menyelesaikan masalah dengan berbagai metode pemecahan masalah yang berlogika.  Matematika Nalaria Realistik mempunyai ciri-ciri berikut :

  1. Pemberian Masalah Nyata

Dalam MNR siswa diberikan masalah nyata terlebih dahulu pada saat memulai materi pelajaran. Pemberian masalah nyata tersebut untuk menghantar siswa mengkonstruksi sendiri pengetahuan untuk menemukan pengetahuan baru. Masalah nyata tersebut harus memenuhi kriteria :

  • Sesuai dengan pengetahuan yang dimiliki anak
  • Menyesuaikan dengan cara berpikir anak
  • Melibatkan sebanyak-banyaknya panca indra anak
  • Menggunakan benda-benda di sekitar sebagai peraga matematika
  • Mengembangkan otak kiri dan otak kanan secara seimbang
  1. Pemahaman Konsep

Dalam MNR, konsep matematika diajarkan melalui matematika non formal yang sesuai dengan pengetahuan siswa. Kemudian siswa dihantarkan untuk menyimpulkan konsep tersebut dan menuliskan dalam bentuk matematika formal. Proses pengambilan kesimpulan tersebut merupakan sarana untuk melatih penalaran siswa.

  1. Penalaran dan Komunikasi

Dalam MNR soal dibuat untuk melatih siswa dalam bernalar dan mengkomunikasikan jawaban dalam bentuk uraian dengan baik, sehingga siswa terlatih untuk mengungkapkan idenya dengan sistematis.

  1. Pemecahan Masalah

Dalam MNR diajarkan soal-soal non-rutin yang dibuat untuk melatih kemampuan siswa berpikir kreatif serta melatih siswa untuk menggunakan berbagai strategi untuk memecahkan masalah dengan merekonstruksi materi-materi yang sudah dipelajari sebelumnya

  1. Aplikasi dalam Kehidupan

Dalam MNR siswa dilatih untuk mengetahui aplikasi konsep matematika yang dipelajari dalam kehidupan, sehingga siswa dapat mengetahui maksud dan tujuan belajar suatu konsep matematika dan semakin tertarik untuk mempelajari materi berikutnya

  1. Eksplorasi Matematika

Dalam MNR siswa dilatih bereksplorasi. Selain bertujuan untuk melatih ketrampilan psikomotorik, siswa juga dilatih untuk memiliki semangat pantang menyerah dan berpikir kreatif.

  1. Permainan Matematika

Dalam MNR terdapat permainan matematika yang bertujuan untuk membuat siswa merasa senang belajar matematika dan mempermahir pemahaman konsep matematika yang sudah dipahami dengan permainan tersebut.

SD EXISS ABATA Juara 1 lagi, Olimpiade Matematika.

Sungguh Islam menempatkan posisi spesial bagi orang-orang yang berilmu, dengan ditinggikannya derajat mereka para pemburu ilmu di sisi Allah SWT. Ini berbanding lurus dengan anugerah yang diberikan kepada kita manusia berupa akal. Dengan akalnya manusia mempunyai tanggung jawab lebih atasnya. Akal bukankah aksesoris semata yang diletakkan ke dalam kepala kita, sadar ataau tidak segala fasilitas yang diberikan oleh Allah nantinya akan dimintai pertanggungjawabnya di hari pembalasan. Dengan akal kita mestinya tahu mana yang disyariatkan dan mana yang harusnya kita tinggalkan.

Produk sukses dari sebuah akal adalah lahirnya manusia-manusia pembelajar yang selalu haus akan ilmu. Produk yang seharusnya ditanamkan oleh kita umat muslim sejak dini, jelas dalam ajaran kita posisi ilmu adalah sebelum amal. Ia merupakan syarat sahnya sebuah amalan.

Dalam kitab shahihnya, Imam Bukhari mengatakan:

بَابٌ العِلمُ قَبلَ القَولِ وَالعَمَلِ

“Bab: Ilmu sebelum ucapan dan perbuatan”

Begitu pentingya arti ilmu bagi islam sehingga menempatkannya bahkan sebelum kita beramal. Dengan ilmu pula menyadarkan kita betapa kerdilnya kita di mata Allah SWT. Betapa tak ada artinya kita tanpa kemahakuasaaNya. Maka dari sini kita ambil kesimpulan bahwa satu-satunya tujuan penciptaan manusia tidak lain agar kita patuh dan tunduk kepadanya. Beribadah hanya kepadaNya. Beramal hanya karenaNya. Lalu amalan yang seperti apa yang lebih dicintai oleh Allah?

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا

“Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang terbaik amalannya. “

Benar, Allah tidak menuntut kita untuk melakukan banyak hal. Kita hanya perlu melakukan yang terbaik dari usaha kita. Bahkan nabi Muhammad SAW selalu mencontohkan kepada kita tentang pentingnya amalan terbaik. Usaha terbaik. Prestasi terbaik. Ibadah terbaik. Sebuah riwayat menceritakan, bahwa kaki Nabi Saw sampai bengkak karena lamanya beliau melaksanakan shalat malam. Konsep ihsan yang dinyatakan Nabi Saw sebagai “engkau mengabdi kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya, jika engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihat engkau”, mengisyaratkan bahwa umat Islam harus berbuat yang terbaik dalam pengabdiannya kepada Allah. Sebab ihsân, yang secara harfiah berarti “berbuat baik”, mengandung ajaran tentang penghayatan akan ke-Mahahadiran Allah dalam hidup, melalui penghayatan diri sebagai sedang menghadap dan berada di depan hadirat-Nya ketika beribadah. Pada saat demikian, maka ibadah (dalam arti sempit maupun dalam arti luas) akan diupayakan sebaik mungkin, bahkan bila perlu yang terbaik. Ini berarti, ihsân mengajarkan tentang hidup yang berkualitas dan memiliki nilai keunggulan (prestasi).

Konsep ihsan dan ahsanu amalaa inilah yang menjadi landasan SD Exiss Abata dalam mewujudkan cita-citanya melahirkan generasi yang sholeh, cerdas, terampil dan sehat. Kesadaran akan pentingnya generasi terbaik cukup beralasan jika SD Exiss Abata melakukan usaha terbaiknya pula. Tak bisa dipungkiri bahwa bimbingan ikhlas para pendidik SD Exiss Abata tanpa henti merupakan harga mutlak yang harus ditempuh demi menghasilkan potensi-potensi terbaik siswa.

Alhamdulillah atas kesabaran dan konsistensi para guru tepat tanggal 25 November 2017 lalu, siswa dan siswi SD Exiss Abata berkesempatan mengasah kemampuan mereka di bidang Matematika. Adalah rayhan, Bunga, dan Fahrana siswa kelas 6 serta Reifan dan Aiman perwakilan dari kelas 5. unjuk kemampuan pada perlombaan bertajuk “Olimpiade Matematika III (Odema III) 2017 Tingkat SD/MI Rekanan” bertempat di Ponpes Fathan Mubina.

Atas izin Allah dari perwakilan SD Exiss Abata, dua diantaranaya meraih juara. Ananda Rahyan yang menduduki juara 1 dan Ananda Farhana yang meraih juara harapan 1. Merupakan sebuah kebahagiaan karena dari sini kita dapat melihat kesungguhan civitas akademika SD Exiss Abata dalam mewujudkan visi dan misinya.

    

Terakhir, semoga perlombaan ini bukanlah akhir baik bagi SD Exiss Abata maupun Ananda Rayhan, Bunga dan Farhana untuk terus memberikan usaha terbaiknya.

Wallahu A’lam Bishshawab.

 

 

Safa murid SD Abata dan semangatnya menghafal Alquran

“Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Qur’an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?”

Salah satu yang sifat Al Qur’an adalah dijadikannya mudah bagi kita untuk mempelajarinya. Allah mengulang kalimat di atas sampai dengan empat kali dalam surah Al Qalam. Pengulangan kalimat dalam satu surah menandakan bahwa Allah ingin menunjukkan kepada kita bahwa dijadikannya Al Qur’an benar-benar mudah untuk dipelajari. Imam Jalalain menjelaskan ayat tersebut dalam kitab tafsirnya bahwa ”Kami (Allah SWT) telah memudahkan Al Qur’an dihafal dan telah mempersiapkannya mudah untuk diingat”. Lafazh istifham (fa hal…) mengandung makna perintah, yakni: ”hafalkanlah Al Qur’an itu oleh kalian dan ambillah sebagai nasihat buat kalian” (Tafsir Jalalain hal 383).

Jika kita lihat ke belakang, kita tentu sadar bahwa keterjagaan Al Qur’an hingga saat ini salah satunya adalah karena hafidz dan hafidzah para pendahulu kita. Atas jasa merekalah Al Qur’an sampai kepada kita tanpa berkurang sedikitpun. Penjagaan Allah akan Al Qur’an melalui para hafidz dan hafidzah merupakan bukti kuat dimudahkannya Al Qur’an untuk dipelajari dari sisi bahasa. Kesempurnaan tata Bahasa Al Qur’an tidak dapat kita temui bandngannya dalam karya sastra manapun.

Jaminan Allah akan mudahnya mempelajari Al Qur’an juga dapat dibuktikan dengan fakta semakin banyaknya generasi muda saat ini yang penuh semangat menghafal Al Qur’an. Salah satu misi yang ingin dicapai Yayasan Abacu LPI ABATA adalah “Membentuk dan melahirkan anak didik yang mencintai dan menjunjung tinggi Islam dan Al-Qur’an untuk masa depannya”. Pengenalan sejak dini akan AL Quran merupakan langkah untuk mewujudkan misi tersebut.

Semangat konsistensi pembelajaran AL Qur’an di SD EXISS Abata yang juga masih dalam lingkup Yayasan Abacu LPI ABATA dapat kita lihat pada acara Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) cabang kotamadya pada 28-29 November 2017 kemarin. Adalah Safa Khansa farrelya siswi kelas 6 SD EXISS Abata yang mengikuti perlombaan dibidang tahfidz Al Qur’an. Ini merupakan lanjutan dari perlombaan tingkat kecamatan sebelumnya, yang Alhamdulillah khansa meraih juara kedua.

Dalam wawancaranya dengan beritakotanews.com khansa meyebutkan jika dirinya siap menghafal hingga 30 juz. Dari sini, mudah-mudahan ke depan akan banyak lagi perwakilan-perwakilan dari siswa/I dari SD EXISS Abata yang ikut serta menyemarakkan perlombaan serupa MTQ baik tahsin maupun tahfidz. Semangat khansa untuk terus melanjutkan hafalan merupakan motivasi bagi SD EXISS Abata menjadi lebih baik lagi. Sehingga bertambah khansa-khansa yang lain di masa yang akan datang.

Wallahu A’lam Bishshawab

 

Safa Khansa Farrelya, Peserta MTQ Kategori Tahfidz,Tingkat Anak-anak Yang Siap Menghafal Sampai 30 Juz

Jakarta, Beritakotanews.com: Pemerintah Kota Adm Jakarta Barat bekerja sama dengan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi DKI Jakarta menggelar Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ)  pada 28-29 November 2017. Pembukaan MTQ  dibuka oleh Sisten Administrasi dan Kesejahteraan Masyarakat (Askesmas) Kota Adm Jakarta Barat, Yunus di ruang Ali Sadikin Kantor Walikota Jakarta Barat pada Selasa, 28 November 2017.

Ketua Pelaksana yang juga Kepala Bagian Dikmental, H.Arham mengatakan, MTQ kali ini merupakan yang ke XXVII tahun 2017 dengan mengambil tema ‘Ayo Membaca Al Qur’an, Karena akan datang dengan membawa Safaat Kelak’  ini memperebutkan Piala bergilir Walikota Jakarta Barat dan hadiah uang pembinaan.

“Kegiatan ini sebagai upaya untuk mendorong pelajar memahami dan menghayati isi kandungan Al-Quran,sekaligus mencari bibit-bibit baru berbakat dan potensial yang akan menjadi pemenang sebagai juara” kata H. Arham.

Menurutnya, event yang ke XXVII ini melombakan 2 cabang yaitu Tilawati dan Hafidz baik putra maupun putri dari tingkat anak-anak dan dewasa. Mereka dari seluruh kecamatan se Jakarta Barat.

“Para pendaftar sangat antusias. Ini menandakan bahwa masyarakat minat baca Al Qurannya semakin baik,”Lanjut H. Arham.

Bagi para juara, lanjut H. Arham, selain mendapatkan piala Walikota, juga ada uang pembinaan puluhan juta rupiah dan akan menjadi perwakilan pada tahap MTQ tingkat Provinsi.

Ketua LPTQ Provinsi DKI Jakarta, H. Rohimin mengapresiasi kepada seluruh elemen dan jajaran LPTQ Jakarta Barat yang telah menyelenggarakan MTQ ke XXVII.

“Ini tentu untuk memacu dan meningkatkan gairah pemuda, pemudi, pelajar dan remaja untuk mengkaji, mempelajari sekaligus mengamalkan isi kandungan Al-Quran sebagai pandangan hidup yang hakiki dan sebagai kepribadian kita,” katanya.

H. Rohimin, ketua  Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi DKI Jakarta menjelaskan, MTQ pelajar ini sebagai sarana mecari bibit-bibit muda dalam menyongsong MTQ tingkat provinsi dan nasional. Namun menurutnya, pada tahun ini baru hanya memperlombakan dua cabang yaitu Tilawati dan Hafid, baik tingkat anak-anak putra-putri maupun putra-putri Dewasa.

Sementara itu HM.Yunus, Askesmas, yang memberikan sambutan dan sekaligus membuka secara resmi mewakili Walikota mengatakan, ajang MTQ tingkat pelajar ini diupayakan dapat menumbuhkembangkan bibit baru dalam rangka MTQ tingkat provinsi maupun tingkat nasional.

MTQ ini tidak hanya dimaknai sebagai kompetisi namun merupakan syiar, silaturahmi dan salah satu wahana memicu diri agar lebih mengenal, memahami, menghayati dan mengamalkan Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari,” jelas HM.Yunus.

“Kepada seluruh peserta saya mengucapkan selamat berkompetisi secara sportif dengan tetap berpijak pada prinsip berlomba-lomba dalam kebaikan yang mengacu pada landasan norma-norma agama, dan kepada para dewan juri maupun hakin agar berlaku jujur sebagaimana sumpahnya,” lanjut HM.Yunus.

 Safa Khansa Farrelya, salah satu peserta lomba kategori tahfidz utusan Kecamatan Kembangan dari tingkat sekolah dasar (SD), kepada beritakotanews.com mengaku siap menjadi juara, Siswi Sekolah Dasar yang datang dengan ditemani kedua orang tuanya, HM.Farid, salah satu peserta kategori tahfidz tingkat anak-anak ini mengaku sudah hafal satu juz lebih, dan akan terus menghafal hingga 30 Juz.
“insa Alloh sebentar lagi hafal dua juz,” Kata HM.Farid, orang tua Khansa (panggilan Safa Khansa farrelya) saat mendampingi putrinya yang akan mengikuti lomba tahfidz. (A-3).

Fiqih Qurban, Kitab al-Majmu’ Karya Imam Nawawi madzhab imam syafii (w. 676 H)

Hukum Qurban

المجموع شرح المهذب (8/ 383)
أما الأحكام فقال الشافعي والأصحاب التضحية سنة مؤكدة وشعار ظاهر ينبغي للقادر عليها المحافظة عليها ولا تجب بأصل الشرع.

Apakah qurban dianjurkan juga bagi musafir?

المجموع شرح المهذب (8/ 383)
قال الشافعي رحمه الله في كتاب الضحايا من البويطي الأضحية سنة على كل من وجد السبيل من المسلمين من أهل المدائن والقرى وأهل السفر والحضر والحاج بمنى وغيرهم من كان معه هدي ومن لم يكن معه هدي.

Hukum Qurban Untuk Sekeluarga?
المجموع شرح المهذب (8/ 384)
قال أصحابنا التضحية سنة على الكفاية في حق أهل البيت الواحد فإذا ضحى أحدهم حصل سنة التضحية في حقهم.

Kapan mulai boleh Berqurban

المجموع شرح المهذب (8/ 389)
مذهبنا أنه يدخل وقتها إذا طلعت الشمس يوم النحر ثم مضى قدر صلاة العيد وخطبتين كما سبق فإذا ذبح بعد هذا الوقت أجزأه سواء صلى الإمام أم لا وسواء صلى المضحي أم لا وسواء كان من أهل الأمصار أو من أهل القرى أو البوادي أو المسافرين وسواء ذبح الإمام ضحيته أم لا.

Bolehkah Berqurban Pada Malam Hari?

المجموع شرح المهذب (8/ 391)
مذهبنا جواز الذبح ليلا ونهارا في هذه الأيام جائز لكن يكره ليلا وبه قال أبو حنيفة وإسحاق وأبو ثور والجمهور وهو الأصح عن أحمد وقال مالك لا يجزئه الذبح ليلا.

Bolehkah Berqurban Dengan Selain Bahimatul An’am?

المجموع شرح المهذب (8/ 393)
أما الأحكام فشرط المجزئ في الأضحية أن يكون من الأنعام وهي الإبل والبقر والغنم سواء في ذلك جميع أنواع الإبل من البخاتي والعراب وجميع أنواع البقر من الجواميس والعراب والدربانية وجميع أنواع الغنم من الضأن والمعز وأنواعهما ولا يجزئ غير الأنعام من بقر الوحش وحميره والضبا وغيرها بلا خلاف.

Kriteria Hewan Yang Boleh Untuk Dijadikan Qurban

المجموع شرح المهذب (8/ 393)
ولا يجزئ من الضأن إلا الجذع والجذعة فصاعدا ولا من الإبل والبقر والمعز إلا الثني أو الثنية فصاعدا هكذا نص عليه الشافعي وقطع به الأصحاب.

Mana Yang Afdhal Berqurban Dengan Hewan Jantan Atau Betina?

المجموع شرح المهذب (8/ 397)
يصح التضحية بالذكر وبالأنثى بالإجماع وفي الأفضل منهما خلاف (الصحيح) الذي نص عليه الشافعي في البويطي وبه قطع كثيرون أن الذكر أفضل من الأنثى.

Jenis Hewan Yang Utama Untuk Qurban

المجموع شرح المهذب (8/ 396)
البدنة أفضل من البقرة والبقرة أفضل من الشاة والضأن افضل من المعز فجذعة الضأن أفضل من ثنية المعز لما ذكره المصنف وهذا كله متفق عليه عندنا.

Batasan Cacat Yg Menghalangi Sahnya Hewan Qurban

المجموع شرح المهذب (8/ 404)
أجمعوا على أن العمياء لا تجزئ وكذا العوراء البين عورها والعرجاء البين عرجها والمريض البين مرضها والعجفاء واختلفوا في ذاهبة القرن ومكسورته فمذهبنا أنها تجزئ.

Satu Kambing Hanya Untuk Satu Orang

المجموع شرح المهذب (8/ 397)
تجزئ الشاة عن واحد ولا تجزئ عن أكثر من واحد لكن إذا ضحى بها واحد من أهل البيت تأدى الشعار في حق جميعهم وتكون التضحية في حقهم سنة كفاية. وتجزئ البدنة عن سبعة وكذا البقرة سواء كانوا أهل بيت أو بيوت وسواء كانوا متقربين بقربة متفقة أو مختلفة واجبة أو مستحبة أم كان بعضهم يريد اللحم ويجوز أن يقصد بعضهم التضحية وبعضهم الهدي.

Dua Orang Berserikat Membeli dua Kambing

المجموع شرح المهذب (8/ 398)
ولو اشترك رجلان في شاتين للتضحية لم يجزئهما في أصح الوجهين ولا يجزئ بعض شاة بلا خلاف بكل حال والله أعلم.

Mewakilkan Penyembelihan Qurban

المجموع شرح المهذب (8/ 405)
قال الشافعي والأصحاب يستحب أن يذبح هديه وأضحيته بنفسه قال الماوردي إلا المرأة فيستحب لها أن توكل في ذبح هديها وأضحيتها رجلا قال الشافعي والأصحاب ويجوز للرجل والمرأة أن يوكلا في ذبحهما من تحل ذكاته والأفضل أن يوكل مسلما فقيها بباب الصيد والذبائح والضحايا وما يتعلق بذلك لأنه أعرف بشروطه وسننه ولا يجوز أن يوكل وثنيا ولا مجوسيا ولا مرتدا ويجوز أن يوكل كتابيا وامرأة وصبيا لكن قال أصحابنا يكره توكيل الصبي.

Batas Akhir Waktu Penyembelihan Qurban

المجموع شرح المهذب (8/ 387)
(وأما) آخر وقتها فاتفقت نصوص الشافعي والأصحاب على أنه يخرج وقتها بغروب شمس اليوم الثالث من أيام التشريق.

Memberi Upah Tukang Jagal Dengan Sebagian Dari Heawan Qurban

المجموع شرح المهذب (8/ 420)
ولا يجوز جعل الجلد وغيره أجرة للجزار بل يتصدق به المضحي والمهدي أو يتخذ منه ما ينتفع بعينه كسقاء أو دلو أو خف وغير ذلك.
المجموع شرح المهذب (8/ 421)
قال الشيخ أبو حامد والبندنيجي والأصحاب إذا أعطى المضحي الجازر شيئا من لحم الأضحية أو جلدها فإن أعطاه لجزارته لم يجز وإن أعطاه أجرته ثم أعطاه اللحم لكونه فقيرا جاز كما يدفع إلى غيره من الفقراء والله أعلم.

Mana Yang Afdhal Antara Qurban Dan Shadaqah Tathawwu

المجموع شرح المهذب (8/ 425)
مذهبنا أن الأضحية أفضل من صدقة التطوع للأحاديث الصحيحة المشهورة في فضل الأضحية.

Niat Qurban

المجموع شرح المهذب (8/ 405)
قال أصحابنا والنية شرط لصحة التضحية وهل يجوز تقديمها على حالة الذبح أم يشترط قرنها به فيه وجهان (أصحهما) جواز التقديم كما في الصوم والزكاة على الأصح.

Berqurban Atas Nama Mayit

المجموع شرح المهذب (8/ 406)
(وأما) التضحية عن الميت فقد أطلق أبو الحسن العبادي جوازها لأنها ضرب من الصدقة والصدقة تصح عن الميت وتنفعه وتصل إليه بالإجماع. وقال صاحب العدة والبغوي لا تصح التضحية عن الميت إلا أن يوصي بها وبه قطع الرافعي في المجرد والله أعلم.

Membaca Basmalah Ketika Menyembelih

المجموع شرح المهذب (8/ 408)
التسمية مستحبة عند الذبح والرمي إلى الصيد وإرسال الكلب ونحوه فلو تركها عمدا أو سهوا حلت الذبيحة لكن تركها عمدا مكروه على المذهب الصحيح كراهة تنزيه لا تحريم.

Suna Menyembelih Dengan Menghadap Kiblat.

المجموع شرح المهذب (8/ 408)
استقبال الذابح القبلة وتوجيه الذبيحة إليها وهذا مستحب في كل ذبيحة لكنه في الهدي والأضحية أشد استحبابا.

Cara Penyembelihan Qurban

المجموع شرح المهذب (8/ 408)
ويستحب أن يضجع البقر والشاة على جنبها الأيسر هكذا صرح به البغوي والأصحاب قالوا ويترك رجلها اليمنى ويشد قوائمها الثلاث.

Hukum Memotong Rambut dan Kuku Bagi Orang Yang Hendak Berqurban

المجموع شرح المهذب (8/ 392)
مذهبنا أن إزالة الشعر والظفر في العشر لمن أراد التضحية مكروه كراهة تنزيه حتى يضحي.

Membaca Shalawat Ketika Menyembelih

المجموع شرح المهذب (8/ 410)
يستحب مع التسمية على الذبيحة أن يصلي على رسول الله صلى الله عليه وسلم عند الذبح نص عليه الشافعي في الأم وبه قطع المصنف في التنبيه وجماهير الأصحاب.

Doa Ketika Menyembelih

المجموع شرح المهذب (8/ 410)
يستحب أن يقول عند التضحية مع التسمية اللهم منك وإليك تقبل مني. وحكى الماوردي وجها أنه لا يستحب وهذا شاذ ضعيف والمذهب ما سبق. ولو قال تقبل مني كما تقبلت من إبراهيم خليلك ومحمد عبدك ورسولك صلى الله عليهما وسلم لم يكره ولم يستحب كذا نقله الروياني في البحر عن الأصحاب. واتفق أصحابنا على استحباب التكبير مع التسمية فيقول بسم الله والله أكبر.

Hukum Menjual Kulit/ Daging Qurban
المجموع شرح المهذب (8/ 419)
واتفقت نصوص الشافعي والأصحاب على أنه لا يجوز بيع شئ من الهدي والأضحية نذرا كان أو تطوعا سواء في ذلك اللحم والشحم والجلد والقرن والصوف وغيره.

Waktu Menyembelih Bagi Yg Berqurban Lebih Dari 1 Ekor.

المجموع شرح المهذب (8/ 424)
من ضحى بعدد من الماشية استحب أن يفرقه على أيام الذبح فإن كان شاتين ذبح شاة في اليوم الأول وأخرى في آخر الأيام وهذا الذي قاله وإن كان أرفق بالمساكين فهو ضعيف مخالف للسنة الصحيحة فقد ثبتت الأحاديث الصحيحة أن النبي صلى الله عليه وسلم (نحر مائة بدنة أهداها في يوم واحد وهو يوم النحر فنحر بيده بضعا وستين وأمر عليا رضى الله عنه ينحر تمام المائة) فالسنة التعجيل والمسارعة إلى الخيرات والمبادرة بالصالحات إلا ما ثبت خلافه.

Makan Daging Qurban

المجموع شرح المهذب (8/ 414)
فللأضحية والهدي حالان (أحدهما) أن يكون تطوعا فيستحب الأكل منهما ولا يجب بل يجوز التصدق بالجميع هذا هو المذهب وبه قطع جماهير الأصحاب وهو مذهب عامة العلماء. وفي القدر الذي يستحب أن لا ينقص التصدق عنه قولان (القديم) يأكل النصف ويتصدق بالنصف (والأصح) الجديد قال الرافعي واختلفوا في التعبير عن الجديد فنقل جماعة عنه أنه يأكل الثلث ويتصدق بالثلثين ونقل المصنف وآخرون عنه أنه يأكل الثلث ويتصدق بالثلث على المساكين ويهدي الثلث إلى الأغنياء أو غيرهم وممن حكى هذا الشيخ أبو حامد ثم قال أبو حامد ولو تصدق بالثلثين كان أفضل. (الحال الثاني) أن يكون الهدي أو الأضحية منذورا قال الأصحاب كل هدي وجب ابتداء من غير التزام كدم التمتع والقران وجبرانات الحج لا يجوز الأكل منه بلا خلاف.

Saat Berharga Untuk Anak Kita…

 

Waktu berlalu begitu cepat “Waktu kita hanya sedikit”.

Anak-anak tak selamanya kecil. Ada saatnya mereka tumbuh dewasa, mandiri dan berkeluarga.

Ketika anak-anak menjadi dewasa… rumah kita akan menjadi sepi dari segala kegaduhan dan gangguan, serta tidak akan kita dapati lagi coretan dan gambar-gambar lucu di tembok rumah, atau tempelan dan gambar berwarna warni pada pintu lemari es..

Ketika anak-anak menjadi dewasa.. kita akan dapat membaca buku favorit kita tanpa terganggu dengan kedatangan anak kita yang minta dilap hidungnya, atau minta dipeluk dengan manja, atau mereka meletakkan tangan mereka yg lengket bekas coklat di atas lembaran buku kita, atau sedikit-sedikit memberi laporan apa yang sudah diperbuatnya..

Ketika anak-anak menjadi dewasa… tidak akan kita dapati lagi sisa-sisa remehan kue di atas ranjang, atau makanan yg berserakan di atas meja ruang tamu, dan tidak akan ada lagi yang memecahkan vas vas bunga kita..

Ketika anak-anak menjadi dewasa.. tidak akan ada lagi yang mengambil handphone kita dengan sembunyi-sembunyi untuk bermain game kesukaan mereka..

Ketika anak-anak menjadi dewasa.. tidak akan terdengar lagi teriakan dan pertengkaran ketika berebut membantu ummi, yang terkadang membuat kita tersenyum geli karenanya..

Ketika anak-anak menjadi dewasa… tidak ada lagi yg mengetuk pintu kamar kita di tengah malam karena ketakutan akan mimpi buruk, dan kamar kita menjadi aman dari mereka..

Ketika anak-anak menjadi dewasa.. Kita tak lagi harus repot-repot menghias makanan atau menata buah seperti kereta api untuk membuat mereka tertarik memakannya..

Ketika anak-anak menjadi dewasa.. Kita baru menyadari bahwa kehidupan kita menjadi berubah, mereka akan pergi meninggalkan kita dan rumah kita menjadi kosong, tenang, dan sunyi, dan kita baru menyadari betapa rindunya kita akan kehadiran anak-anak kita.

Maka, nikmatilah setiap detik kebersamaan dengan mereka saat ini.. karena setiap perkataan dan perbuatan kita terhadap mereka hari ini, itulah yang akan terukir dan terkenang di masa depan. Ternyata waktu kita hanya sedikit…

Maka, apakah yang sudah kita lakukan untuk mengisi ruang jiwa anak-anak kita? Mumpung belum terlambat… Selagi anak-anak belum dewasa, belum pula menginjak usia remaja yang penuh gejolak.. inilah saat berharga untuk kita. Inilah saatnya kita luangkan waktu kita untuk menyapa mereka… Inilah saatnya bagi kita mengisi ruang jiwa anak-anak kita.

Semoga kelak mereka tumbuh menjadi generasi yang kuat jiwanya, besar semangatnya, kokoh imannya dan tak putus-putus mendoakan kita, kedua orangtuanya. Karena tak ada lagi yang berguna sesudah kita tiada, kecuali tiga perkara :

“Shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak sholeh/ah yang mendoakan kita”.

Semoga kita bisa.. kuatkanlah yaa Rabb..

Sumber :
Saat Berharga Untuk Anak Kita,
Mohammad Fauzil Adhim

just reminder

👆🏻📖 21 Faedah Tentang Hadiah (Part 2)

ISLAMADINA:

✒ Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, Msc حفظه الله تعالى.

4⃣ Tetap memberi hadiah walau jumlahnya sedikit.

Coba perhatikan apa yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebutkan pada para wanita,

يَا نِسَاءَ الْمُسْلِمَاتِ لاَ تَحْقِرَنَّ جَارَةٌ لِجَارَتِهَا ، وَلَوْ فِرْسِنَ شَاةٍ

“Wahai para wanita muslimah, tetaplah memberi hadiah pada tetangga walau hanya kaki kambing yang diberi.”
(HR. Bukhari, no. 2566 dan Muslim, no. 1030)

Ini pertanda bahwa tetaplah perhatikan tetangga dalam hadiah dengan sesuatu yang gampang bagi kita. Memberi sedikit tetap lebih baik daripada tidak sama sekali.

5⃣ Rajin memberi hadiah akan menimbulkan rasa cinta.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, tahaadu tahaabbu,

تَهَادَوْا تَحَابُّوا

“Salinglah memberi hadiah, maka kalian akan saling mencintai.”
(HR. Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrod, no. 594. Hadits ini dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam Al-Irwa’, no. 1601. Syaikh Musthofa Al-‘Adawi dalam catatan kaki Fiqh Al-Akhlaq menyatakan bahwa sanad haditsnya hasan dengan syawahidnya)

Juga ada hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

تَصَافَحُوْا يَذْهَبُ الغِلُّ ، وتَهَادَوْا تَحَابُّوا ، وَتَذْهَبُ
الشَحْنَاءُ

“Saling bersalamanlah (berjabat tanganlah) kalian, maka akan hilanglah kedengkian (dendam). Saling memberi hadiahlah kalian, maka kalian akan saling mencintai dan akan hilang kebencian.”
(HR. Malik dalam Al-Muwatha’, 2/ 908/ 16. Syaikh Al-Albani menukilkan pernyataan dari Ibnu ‘Abdil Barr bahwa hadits ini bersambung dari beberapa jalur yang berbeda, semuanya hasan)

 

Bersambung, إن شا ء الله

 

🌎 rumaysho.com

 

📝💡 Reposted by Group Kajian WA ISLAMADINA (08170071531 & 087782400868

SILAKAN BERGABUNG di Telegram Channel: @kajianIslamadina ▶ KLIK : https://goo.gl/qSyuEO

Pemerintah Saudi : Wuquf Arofah jatuh pada hari Kamis 31 Agustus 2017

Pemerintah Saudi secara resmi mengumumkan bahwa : “Karena tidak ada yang berhasil melihat hilal pada hari Senin, 21 Agustus 2017 M. yang bertepatan dengan 29 Dzulqo’dah 1438 H. maka Dzulqo’dah digenapkan 30 hari. Dengan demikian 1 Dzulhijjah 1438 H. jatuh pada hari Rabu, 23 Agustus 2017 M. Wuquf di Arofah jatuh pada hari Kamis, bertepatan 31 Agustus 2017 sedangkan Hari Raya Idul Adha jatuh pada hari Jum’at, 1 September 2017”

( HARI KIAMAT ) SIAPKAH KITA DENGAN EMPAT PERTANYAAN DI PADANG MAHSYAR ?

 

Pada hari itu tidak berguna harta, anak, tidak bermanfa’at apa yang dibanggakan selama hidup di dunia ini. Pada hari itu hanya ada Penguasa tunggal yaitu Allah subhanahuwata’ala yang telah memberikan berbagai macam kenikmatan kepada manusia, kemudian Dia menyuruh menggunakan nikmat itu sebaik – baiknya dalam rangka mengabdi kepada-Nya. Karena Allah telah mengkaruniakan nikmat-nikmat itu kepada manusia, maka sangat wajar apabila Ia menanyakan kepada manusia untuk apa nikmat-nikmat itu digunakan. Dalam sebuah hadist mengatakan (sabda Rasulullah saw) : “Tidaklah bergeser kedua kaki seorang hamba (menuju batas shirothol mustaqim) sehingga ia di tanya tentang umurnya untuk apa ia habiskan, ilmunya untuk apa ia amalkan, hartanya dari mana ia peroleh dan dikemanakan ia habiskan dan badannya untuk apa ia gunakan.” (HR Sahih Turmizi dan Ad Damiri).

1. UMUR

Umur adalah sesuatu yang tidak lepas dari manusia. Bila kita berbicara tentang umur, maka berarti kita berbicara tentang waktu.

Allah dalam Alqur’an telah bersumpah degnan waktu : ” Demi masa”, maksudnya agar manusia lebih memperhatikan waktu. Waktu yang di berikan Allah adalah 24 jam dalam sehari semalam. Untuk apa waktu itu kita gunakan ? Apakah waktu itu untuk beribadah atau untuk hal yang sia-sia.

Diantara sebab-sebab kemunduran ummat Islam ialah bahwa mereka tidak pandai menggunakan waktu untuk hal-hal yang bermanfa’at, sebagian waktunya digunakan untuk bergurau, mengobrol hal – hal yang tak berguna bahkan terkadang membawa kepada perdebatan yang tak berarti hingga membawa keperkelahian. Sementara orang-orang kafir menggunakan waktunya dengan sebaik-baiknya, sehingga mereka maju di dalam segala bidang kehidupan dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

Keadaan ummat Islam saat ini sangat memprihatinkan. Ada diantara mereka yang tidak mengerti ajaran agamanya dan tidak mengerti ilmu pengetahuan umum.

Bahkan ada diantara mereka yang buta baca tulis Alqur’an.

Bila kita mau meningkatkan iman dan amal (pekerjaan/ilmu), maka seharusnya kita bertanya kepada diri masing-masing; Sudah berapa umur kita hari ini dan apa yang sudah kita ketahui tentang Islam, apa pula yang sudah kita amalkan dari ajaran Islam ini? Janganlah kita termasuk orang-orang yang lalai dan merugi.

Umur tidak terasa berjalan merayapi kehidupan kita. Tanpa kita sadari, sekejap saja umur kita telah tertinggal jauh, yang tersisa hanya beberapa tahun saja atau beberapa hari bahkan beberapa detik saja.

Kemarin kita masih dimanja-manja, bermain tertawa bebas – sedikit bergembira dan banyak mengalami kesusahan dalam menjalani perputaran kehidupan di dunia ini, lalu berkeluarga dan tiba-tiba kita telah menggenapi diatas puluhan tahun dan menanti hari ketiadaan kita di dunia ini seperti semula.

Apakah akan kita sia-siakan umur yang bagai KERCAPAN MATA ini untuk hal-hal yang hanya akan merugikan kita di dunia maupun di hari akhir kelak ?

2. ILMU

Yang membedakan antra muslim dan non muslim adalah ilmu dan amal.

Orang muslim berbeda amaliahnya dengan orang kafir dalam segala hal, dari mulai kebersihan, berpakaian, berumah tangga, bermuamalah (hubungan dalam bermasyarakat), berperilaku dll. Seorang muslim di perintahkan oleh Allah dan rosul-Nya agar menuntut ilmu. Allah berfirman : Apakah sama orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu? ( Az Zumar : 9).

Ayat diatas kendatipun berbentuk pertanyaan tetapi mengandung perintah untuk menuntut ilmu. Menuntut ilmu hukumnya wajib (ilmu agama dan ilmu pengetahuan yang bermanfaat) atas setiap individu muslim, misalnya ilmu agama : tentang membersihkan najis, berwudhu yang benar, cara shalat yang benar dan hal-hal yang di laksanakan setiap hari. Ilmu keduniawian : belajar menuntut ilmu tiada batasan umur dan wajib di amalkan (di terapkan) untuk kelangsungan hidup dan kemaslahatan sesama manusia. Karena ia tidak tahu, maka amalannya akan tertolak, dan Allah akan bertanya kepadanya kenapa ia mengikuti apa yang ia tidak ketahui, seperti dalam firman-Nya : “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati. semuanya itu akan di minta pertanggungjawabannya “. (Al Isra’ : 36).

Ilmu yang sudah dipelajari oleh ummat Islam harus di gunakan untuk

kepentingan Islam dan sesama manusia. Ilmu yang sudah di tuntut dan di pelajari wajib di amalkan menurut syari’at (aturan/ajaran) Islam. Ilmu tidak akan berarti apa apa dalam hidup dan kehidupan manusia kecuali bila manusia mengamalkannya, rosulullah saw bersabda : ” Beramallah kamu (dengan ilmu yang ada) karena tiap tiap orang dimudahkan menurut apa apa yang Allah ciptakan atasnya”. ( HR Muslim).

Akal fikiran diberikan untuk di pergunakan pada tempatnya, yaitu menuntut ilmu. Baik Ilmu duniawi maupun ilmu ukhrawi. Menuntut ilmu tidak mengenal umur, waktu atau tempat. Sudahkah kita menggunakan akal fikiran yang Dia limpahkan ini pada hal-hal yang berguna baik bagi diri maupun orang sekitar kita ?

Allah ta’ala telah melimpahkan umur,akal fikiran dan pengetahuan, mengapa kita tidak mencarinya? Jadi tiada alasan yang bisa di terima Allah pada waktu hari penghisaban kelak bagi umat-Nya. Janganlah kita termasuk umat yang menyesal di kemudian hari.

3. HARTA

Rosulullah saw bersabda ” bagi tiap tiap umat itu fitnah dan sesungguhnya fitnah umatku adalah harta “. (HR Turmizi dan Hakim).

Harta pada hakikatnya adalah milik Allah. Harta adalah amanat Allah yang dilimpahkan kepada umat manusia agar ia mencari harta itu dengan halal, menggunakan harta itu pada tempat yang telah di tetapkan dalam syari’at Islam.

Bila kita amati keadaan umat Islam kini, banyak kita dapati diantara mereka yang tidak lagi peduli dengan cara mengumpulkan hartanya apakah dari jalan yang dihalalkan atau yang di haramkan dalam syari’at Islam ‘. Rosulullah saw telah meramalkan hal ini dengan sabdanya : “Nanti akan datang suatu masa; di masa itu manusia tidak perduli dari mana harta itu di peroleh, apakah dari yang haram atau yang halal “. (HR Bukhari).

Setiap muslim harus hati-hati dalam mencari mata pencaharian hidupnya karena manusia yang terdesak dalam masalah ekonomi lalu ia menjadi kalut hingga tidak peduli lagi harta itu dari mana ia peroleh. Ada harta yang di perolehnya dari usaha-usahanya yang batil, misal ; hutang tidak di bayar, korupsi, riba, merampok, berjudi dlsb.

Orang mencari usaha dari yang haram akan mendapat siksa Allah, seperti yang disabdakan Rosulullah saw : “Barang siapa yang dagingnya tumbuh dari barang haram, maka neraka lebih patut baginya (sebagai tempatnya) “. ( HR Al Hakim). Harta yang kita dapat dengan cara yang halal harus pula kita infakkan pada jalan yang benar pula. Bila tadi di sebut harta itu milik Allah, maka wajib pula kita gunakan harta itu dalam rangka menegakkan kalimat Allah di muka bumi ini.

Di dalam Alqur’an ada delapan golongan yang berhak mendapat zakat, yaitu para fuqara (orang faqir), masakin (orang miskin), amil (pengurus zakat), mu’allaf (orang yang baru masuk Islam), untuk membebaskan budak, orang-orang yang berhutang, orang-orang yang sedang berjuang di jalan Allah dan orang-orang yang sedang ada dalam perjalanan jauh (musafir). Pada masa sekarang ini ada tiga golongan yang di prioritaskan yang berhak mendapatkan infaq dan sadakah, yaitu golongan fuqara, masakin dan orang-orang yang berjuang di jalan Allah.

Orang faqir adalah orang yang membutuhkan/mempunyai kebutuhan hidup tetapi tidak mempunyai pekerjaan sedangkan hidupnya di gunakan untuk membantu agama Islam. Jadi orang faqir ialah orang yang hidupnya untuk berjuang di jalan Allah bukan pemalas yang tidak mau berusaha tetapi usahanya hanya bisa mencukupi kebutuhan minimal dalam keluarganya saja (makan sehari-hari).

4. BADAN

Manusia merupakan makhluk yang paling sempurna yang di ciptakan Allah di muka bumi ini. Dengan kesempurnaan susunan tubuh serta akal fikiran yang di berikan Allah, manusia di jadikan sebagai khalifah di muka bumi ini, manusia di bebani taklif agar dapat melaksanakan fungsinya dengan baik. Jasmani manusia ini di tuntut bekerja untuk melaksanakan fungsi khilafah dalam rangka mengabdi kepada Allah.

Letihnya manusia dalam melaksanakan ibadah kepada Allah akan di ganjar dengan pahala. Tetapi bila letihnya dalam rangka main-main, mengerjakan maksiat, perbuatan sia-sia, beribadah dengan yang tidak pernah di contohkan rosul Allah saw, maka sia-sialah letihnya itu, bahkan ada yang di ganjar dengan api neraka, karena mereka termasuk orang-orang yang celaka, sebagaimana sabda nabi Allah saw : ” Tiap-tiap amal (pekerjaan) ada masa-masa semangat, dan tiap-tiap semangat ada masa lelahnya maka barangsiapa lelah dan letihnya karena melaksanakan sunnahku, maka ia telah mendapatkan petunjuk, dan barang siapa letihnya bukan karena melaksanakan sunnahku, maka dia termasuk orang yang binasa “. (HR Al Hakim dan Al Baihaqi).

Begitulah, pada hari mahsyar masing-masing manusia akan di minta pertanggungjawaban atas segala perbuatan yang telah di kerjakan selama hidupnya di dunia ini. Sudah siapkah kita menjawab pertanyaan – pertanyaan yang akan di tanyakan kepada kita pada saat itu ? Kalau belum, kapan lagi kita mempersiapkan diri kalau tidak sekarang ? Kita tidak tahu kapan giliran kita dipanggil, tahun depan, bulan depan, minggu depan, besok, nanti malam, 1 jam lagi atau beberapa menit lagi. Wallahu a’lam.

Yaa Robb berilah kami kekuatan meningkatkan ketaatan, bukakanlah hati kami semua, berilah kami dan keluarga kami keselamatan didunia dan akhirat, Ya Robb berilah kami naungan-Mu dihari kiamat, dimana tidak ada naungan selain dari diri-Mu, Aamiin Yaa Robbal ‘Alamiiin.

Iklan

1 2 3 4