Author Archives: Lati Larasati

Sosialisasi Building Learning Power & Learning Style bersama TIM SMP Model Ar-Riyadh

“Ilmu itu cahaya yang terang yang menerangi dengannya orang yang bahagia dan orang yang bodoh dalam kegelapan Ilmu itu puncak kehidupan bagi para hamba sebagaimana orang-orang yang bodoh itu mati karena kebodohan mereka” -Al-Imam Al-Hafizh Al-Hakamy-

Adalah ilmu yang membedakan seseorang dengan lainnya, bagai cahaya yang benderang menerangi. Maka apakah sama rumah yang penuh cahaya dengan rumah yang gelap gulita? Pada cahaya kita mampu mendefinisikan objek dengan tepat, dengannya cahaya kita diarahkan pada arah tujuan yang jelas. Maka dengan ilmu kita mampu mendefinisikan kehidupan sesuai dengan arah tujuan yang benar. Maka hidup adalah tentang belajar. Segalanya dimulai dengan ilmu. Ilmu yang memudahkan seseorang dalam segala kegiatannya. Ilmu yang mengarahkan seseorang pada jalurnya. Kemudian pada ilmu akan kita sadari bahwa kehidupan ini penuh dengan hal yang patut disyukuri.

“Katakanlah (wahai Muhammad) apakah sama orang-orang yang mengetahui dan orang-orang yang tidak mengetahui. Sesungguhnya orang yang berakal yang dapat menerima pelajaran.”

QS Az Zumar: 9

Dari sini jelaslah bahwa agama islam memberi arahan kepada kita untuk senantiasa menuntut ilmu sebagai intrepretasi dari manusia berakal. Benar, akal adalah pembeda manusia dengan makhluk yang lain. Sebagai manusia dengan anugerah berupa akal, sudah sewajarnya kita terus menerus belajar. Maka alhamdulillah pada tanggal 05 – 06 JULI 2018 LPI Abata memberi fasilitas pada para asatidz dan asatidzah untuk terus mengembangkan diri dengan pelatihan bertajuk Sosialisasi Building Learning Power & Learning Style bekerjasama dengan TIM SMP Model Ar-Riyadh.

Adalah BLP suatu gagasan, konsep, model, kerangka, penyelidikan untuk meningkatkan kemampuan pelajar (siswa) untuk dapat belajar dengan baik secara nyata. Gagasan ini memberi Pengertian bahwa belajar adalah penyesuaian diri terhadap situasi baru dimanapun pelajar (siswa) berada.

Dalam praktik BLP tugas mendasar bagi pendidik diantaranya:

  • Menjelaskan

Menyampaikan BLP pada siswa secara langsung dan tegas.

  • Mengomentari

Menyampaikan pesan tentang BLP melalui pembicaraan informal dan evaluasi informal dan formal.

  • Mengorkrestra

Memilih aktivitas dan mengatur lingkungan

  • Modeling

Menunjukkan makna menjadi seorang pelajar yang efektif

 

Visi sekolah dalam prinsip BLP

Memiliki SDM Berakhlaq, Kreatif, dan Berprestasi

Misi sekolah

Menjadikan Sekolah Unggul dan Kompetitif

Kegiatan pelatihan yang berlangsung selama dua hari ini Alhamdulillah berjalan lancar dan mudah-mudahan kita semua senantiasa terus dapat mengambil pelajaran.

Wallahua’lam bisshawab

 

 

 

Tarhib Ramadhan1439 H

“مَرْحَبًا يَا رَمَضَان”

Dalam hitungan tidak lebih dari 24 jam kita akan kembali diberikan kesempatan untuk kembali bertemu tamu agung bernama Ramadhan. Diantara 12 bulan yang ada, Allah jadikan Ramadhan Bulan istimewa yang di dalamnya terdapat banyak keutaman yang tidak dapat kita temui di bulan lainnya. Bulan yang oleh nabi disabdakan di dalamnya terdapat rahmat, maghfirah, dan penghindaran dari api neraka. 10 hari pertama adalah rahmat, disusul 10 hari kemudian maghfirah (pengampunan), dan 10 hari terakhirnya adalah penghindaran dari api neraka. Tidak cukup pada tiga hal di atas, ada satu hari diantara 10 hari terakhir Allah janjikan kita malam lailatul qadar. Malam yang Allah jadikan amalan kita beribu kali lipat pahalanya. Ini seperti waktu tambahan dalam permainan yang memberikan kita kesempatan untuk meraih bonus sebanyak-banyaknya. Benar, sangatlah merugi bagi kita yang masih tidak peduli akan keutamaan bulan suci ini.
Atas keutamaannya Rasulullah SAW memerintahkan kepada kita untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin dalam menyambut bulan penuh berkah ini. Permisalan bulan sya’ban bagaikan  bulan persiapan. Di bulan ini, kita dianjurkan untuk melatih diri dengan berbagai amalan. Sebagai bentuk kesiapan diri kita menyambut bulan Ramadhan. Dengan pembiasaan-pembiasaan ini dimaksudkan agar kita mampu melewati Ramadhan dengan baik. Karena sejatinya Ramadhan layaknya rangkaian ujian bagi hambaNya yang beriman, Allah gelarkan taqwa bagi mereka yang mampu melewatinya. Karenanya, sebagai orang yang mengaku beriman mempersiapkan diri menyambut Ramadhan adalah keniscayaan. Menyambutnya dengan persiapan-persiapan jasmani maupun ruhaniyah kita.
Maka kegiatan Tarhib Ramadhan adalah perwujudan lain bagi LPI Abata dalam menyambut bulan istimewa ini. Sebagaimana keistimewaan Ramadhan, Tarhib Ramadhan kali ini kita kedatangan tamu istimewa yang datang dari tanah para anbiya negeri Palestina.

               

Adalah Mu’adz Nabîl Ahmad Khaththâb, imam muda dari Palestina menyempatkan diri hadir dalam Tarhib Ramadhan tahun ini. Bertempat di musola SD exiss Abata kegiatan berjalan sesuai rencana. Melalui bantuan penerjemah beberapa wejangan disampaikan, menambahkan semangat dalam menyambut Ramadhan esok hari. Di penghujung acara, donasi dari seluruh keluarga besar LPI Abata untuk warga Palestina  diserahkan. Tak lupa kami ucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah ikut berpartisipasi, semoga Allah ganjarkan pahala di hari pembalasan kelak.

JazakumullahKhairan Katsiran Wa Jazakumullah Ahsanal Jaza

Seminar Matematika Nalaria SDIT Exiss Abata

 

 

Awal tahun adalah waktu yang tepat untuk merencanakan kegiatan kita di masa depan, merincinya serta mengevaluasi kegiatan kita di masa lalu. Sebagai bentuk pengembangan diri dalam mewujudkan perencanaan awal tahun yang baik pada tanggal 9-11 Januari 2018 SDIT Exiss Abata mengadakan seminar bagi para asatidz dan asatidzah bertajuk “Seminar Matematika Nalaria”. Materi disampaikan oleh tim dari klinik MIPA KPM  yang diawali dengan Seminar Rahasia Sukses Hidup Dengan Berfikir Supra-Rasional di hari pertama dilanjutkan metodologi Pembelajaran Matematika Nalaria Realistik (MNR), Eksplorasi Matematika di hari kedua dan ketiga. Matematika Nalaria Realistik (MNR) merupakan suatu terobosan baru dalam pembelajaran matematika. MNR lebih menekankan penggunaan nalar dalam memahami matematika, sehingga pembelajaran ini berbeda dengan pembelajaran matematika di sekolah. Dengan MNR, siswa diajarkan untuk menganalisis masalah, menarik kesimpulan, dan menyelesaikan masalah dengan berbagai metode pemecahan masalah yang berlogika.  Matematika Nalaria Realistik mempunyai ciri-ciri berikut :

  1. Pemberian Masalah Nyata

Dalam MNR siswa diberikan masalah nyata terlebih dahulu pada saat memulai materi pelajaran. Pemberian masalah nyata tersebut untuk menghantar siswa mengkonstruksi sendiri pengetahuan untuk menemukan pengetahuan baru. Masalah nyata tersebut harus memenuhi kriteria :

  • Sesuai dengan pengetahuan yang dimiliki anak
  • Menyesuaikan dengan cara berpikir anak
  • Melibatkan sebanyak-banyaknya panca indra anak
  • Menggunakan benda-benda di sekitar sebagai peraga matematika
  • Mengembangkan otak kiri dan otak kanan secara seimbang
  1. Pemahaman Konsep

Dalam MNR, konsep matematika diajarkan melalui matematika non formal yang sesuai dengan pengetahuan siswa. Kemudian siswa dihantarkan untuk menyimpulkan konsep tersebut dan menuliskan dalam bentuk matematika formal. Proses pengambilan kesimpulan tersebut merupakan sarana untuk melatih penalaran siswa.

  1. Penalaran dan Komunikasi

Dalam MNR soal dibuat untuk melatih siswa dalam bernalar dan mengkomunikasikan jawaban dalam bentuk uraian dengan baik, sehingga siswa terlatih untuk mengungkapkan idenya dengan sistematis.

  1. Pemecahan Masalah

Dalam MNR diajarkan soal-soal non-rutin yang dibuat untuk melatih kemampuan siswa berpikir kreatif serta melatih siswa untuk menggunakan berbagai strategi untuk memecahkan masalah dengan merekonstruksi materi-materi yang sudah dipelajari sebelumnya

  1. Aplikasi dalam Kehidupan

Dalam MNR siswa dilatih untuk mengetahui aplikasi konsep matematika yang dipelajari dalam kehidupan, sehingga siswa dapat mengetahui maksud dan tujuan belajar suatu konsep matematika dan semakin tertarik untuk mempelajari materi berikutnya

  1. Eksplorasi Matematika

Dalam MNR siswa dilatih bereksplorasi. Selain bertujuan untuk melatih ketrampilan psikomotorik, siswa juga dilatih untuk memiliki semangat pantang menyerah dan berpikir kreatif.

  1. Permainan Matematika

Dalam MNR terdapat permainan matematika yang bertujuan untuk membuat siswa merasa senang belajar matematika dan mempermahir pemahaman konsep matematika yang sudah dipahami dengan permainan tersebut.

SD EXISS ABATA Juara 1 lagi, Olimpiade Matematika.

Sungguh Islam menempatkan posisi spesial bagi orang-orang yang berilmu, dengan ditinggikannya derajat mereka para pemburu ilmu di sisi Allah SWT. Ini berbanding lurus dengan anugerah yang diberikan kepada kita manusia berupa akal. Dengan akalnya manusia mempunyai tanggung jawab lebih atasnya. Akal bukankah aksesoris semata yang diletakkan ke dalam kepala kita, sadar ataau tidak segala fasilitas yang diberikan oleh Allah nantinya akan dimintai pertanggungjawabnya di hari pembalasan. Dengan akal kita mestinya tahu mana yang disyariatkan dan mana yang harusnya kita tinggalkan.

Produk sukses dari sebuah akal adalah lahirnya manusia-manusia pembelajar yang selalu haus akan ilmu. Produk yang seharusnya ditanamkan oleh kita umat muslim sejak dini, jelas dalam ajaran kita posisi ilmu adalah sebelum amal. Ia merupakan syarat sahnya sebuah amalan.

Dalam kitab shahihnya, Imam Bukhari mengatakan:

بَابٌ العِلمُ قَبلَ القَولِ وَالعَمَلِ

“Bab: Ilmu sebelum ucapan dan perbuatan”

Begitu pentingya arti ilmu bagi islam sehingga menempatkannya bahkan sebelum kita beramal. Dengan ilmu pula menyadarkan kita betapa kerdilnya kita di mata Allah SWT. Betapa tak ada artinya kita tanpa kemahakuasaaNya. Maka dari sini kita ambil kesimpulan bahwa satu-satunya tujuan penciptaan manusia tidak lain agar kita patuh dan tunduk kepadanya. Beribadah hanya kepadaNya. Beramal hanya karenaNya. Lalu amalan yang seperti apa yang lebih dicintai oleh Allah?

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا

“Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang terbaik amalannya. “

Benar, Allah tidak menuntut kita untuk melakukan banyak hal. Kita hanya perlu melakukan yang terbaik dari usaha kita. Bahkan nabi Muhammad SAW selalu mencontohkan kepada kita tentang pentingnya amalan terbaik. Usaha terbaik. Prestasi terbaik. Ibadah terbaik. Sebuah riwayat menceritakan, bahwa kaki Nabi Saw sampai bengkak karena lamanya beliau melaksanakan shalat malam. Konsep ihsan yang dinyatakan Nabi Saw sebagai “engkau mengabdi kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya, jika engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihat engkau”, mengisyaratkan bahwa umat Islam harus berbuat yang terbaik dalam pengabdiannya kepada Allah. Sebab ihsân, yang secara harfiah berarti “berbuat baik”, mengandung ajaran tentang penghayatan akan ke-Mahahadiran Allah dalam hidup, melalui penghayatan diri sebagai sedang menghadap dan berada di depan hadirat-Nya ketika beribadah. Pada saat demikian, maka ibadah (dalam arti sempit maupun dalam arti luas) akan diupayakan sebaik mungkin, bahkan bila perlu yang terbaik. Ini berarti, ihsân mengajarkan tentang hidup yang berkualitas dan memiliki nilai keunggulan (prestasi).

Konsep ihsan dan ahsanu amalaa inilah yang menjadi landasan SD Exiss Abata dalam mewujudkan cita-citanya melahirkan generasi yang sholeh, cerdas, terampil dan sehat. Kesadaran akan pentingnya generasi terbaik cukup beralasan jika SD Exiss Abata melakukan usaha terbaiknya pula. Tak bisa dipungkiri bahwa bimbingan ikhlas para pendidik SD Exiss Abata tanpa henti merupakan harga mutlak yang harus ditempuh demi menghasilkan potensi-potensi terbaik siswa.

Alhamdulillah atas kesabaran dan konsistensi para guru tepat tanggal 25 November 2017 lalu, siswa dan siswi SD Exiss Abata berkesempatan mengasah kemampuan mereka di bidang Matematika. Adalah rayhan, Bunga, dan Fahrana siswa kelas 6 serta Reifan dan Aiman perwakilan dari kelas 5. unjuk kemampuan pada perlombaan bertajuk “Olimpiade Matematika III (Odema III) 2017 Tingkat SD/MI Rekanan” bertempat di Ponpes Fathan Mubina.

Atas izin Allah dari perwakilan SD Exiss Abata, dua diantaranaya meraih juara. Ananda Rahyan yang menduduki juara 1 dan Ananda Farhana yang meraih juara harapan 1. Merupakan sebuah kebahagiaan karena dari sini kita dapat melihat kesungguhan civitas akademika SD Exiss Abata dalam mewujudkan visi dan misinya.

    

Terakhir, semoga perlombaan ini bukanlah akhir baik bagi SD Exiss Abata maupun Ananda Rayhan, Bunga dan Farhana untuk terus memberikan usaha terbaiknya.

Wallahu A’lam Bishshawab.

 

 

Safa murid SD Abata dan semangatnya menghafal Alquran

“Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Qur’an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?”

Salah satu yang sifat Al Qur’an adalah dijadikannya mudah bagi kita untuk mempelajarinya. Allah mengulang kalimat di atas sampai dengan empat kali dalam surah Al Qalam. Pengulangan kalimat dalam satu surah menandakan bahwa Allah ingin menunjukkan kepada kita bahwa dijadikannya Al Qur’an benar-benar mudah untuk dipelajari. Imam Jalalain menjelaskan ayat tersebut dalam kitab tafsirnya bahwa ”Kami (Allah SWT) telah memudahkan Al Qur’an dihafal dan telah mempersiapkannya mudah untuk diingat”. Lafazh istifham (fa hal…) mengandung makna perintah, yakni: ”hafalkanlah Al Qur’an itu oleh kalian dan ambillah sebagai nasihat buat kalian” (Tafsir Jalalain hal 383).

Jika kita lihat ke belakang, kita tentu sadar bahwa keterjagaan Al Qur’an hingga saat ini salah satunya adalah karena hafidz dan hafidzah para pendahulu kita. Atas jasa merekalah Al Qur’an sampai kepada kita tanpa berkurang sedikitpun. Penjagaan Allah akan Al Qur’an melalui para hafidz dan hafidzah merupakan bukti kuat dimudahkannya Al Qur’an untuk dipelajari dari sisi bahasa. Kesempurnaan tata Bahasa Al Qur’an tidak dapat kita temui bandngannya dalam karya sastra manapun.

Jaminan Allah akan mudahnya mempelajari Al Qur’an juga dapat dibuktikan dengan fakta semakin banyaknya generasi muda saat ini yang penuh semangat menghafal Al Qur’an. Salah satu misi yang ingin dicapai Yayasan Abacu LPI ABATA adalah “Membentuk dan melahirkan anak didik yang mencintai dan menjunjung tinggi Islam dan Al-Qur’an untuk masa depannya”. Pengenalan sejak dini akan AL Quran merupakan langkah untuk mewujudkan misi tersebut.

Semangat konsistensi pembelajaran AL Qur’an di SD EXISS Abata yang juga masih dalam lingkup Yayasan Abacu LPI ABATA dapat kita lihat pada acara Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) cabang kotamadya pada 28-29 November 2017 kemarin. Adalah Safa Khansa farrelya siswi kelas 6 SD EXISS Abata yang mengikuti perlombaan dibidang tahfidz Al Qur’an. Ini merupakan lanjutan dari perlombaan tingkat kecamatan sebelumnya, yang Alhamdulillah khansa meraih juara kedua.

Dalam wawancaranya dengan beritakotanews.com khansa meyebutkan jika dirinya siap menghafal hingga 30 juz. Dari sini, mudah-mudahan ke depan akan banyak lagi perwakilan-perwakilan dari siswa/I dari SD EXISS Abata yang ikut serta menyemarakkan perlombaan serupa MTQ baik tahsin maupun tahfidz. Semangat khansa untuk terus melanjutkan hafalan merupakan motivasi bagi SD EXISS Abata menjadi lebih baik lagi. Sehingga bertambah khansa-khansa yang lain di masa yang akan datang.

Wallahu A’lam Bishshawab

 

Employee Gathering LPI ABATA 2017

Hijau, Semangat, Berani……!!!

Gemuruh gelora semangat memenuhi mushola SD Exiss Abata malam pada saat briefing kegiatan employee gathering. Memberi suntikan energi baru bagi para peserta yang tidak lain adalah seluruh pegawai Yayasan Abacu LPI ABATA. Malam itu menandai dimulainya acara, dilanjutkan dengan pemilihan slogan Employee Gathering 2017. Setelah melalui diskusi panjang, akhirnya terpilihlah slogan “Hijau, Semangat, Berani….!!!

Akan lebih baik jika kita ketahui lebih dalam makna slogan tersebut, let’s see

  

Hijau,

Seperti kita tahu, warna hijau identik dengan warnanya agama Islam. Warna hijau juga merupakan salah satu warna favorit Rasulullah. Annas bin Malik r.a mengatakan, “Warna yang paling disukai Rasulullah saw adalah hijau”. Begitupula meurut Ibnu Hajjar dalam Tanbih Al Akhbar mengatakan “Pada hari raya kami disuruh meakai pakaian berwarna hijau karena warna hijau lebih utama. Adapun warna hijau adalah lebih utama dari warna lainnya,sesudah putih.”

Maka pemilihan warna hijau sangatlah tepat mengingat warna ini adalah warna favorit nabi Muhammad saw. Meskipun kenyataan di lapangan, orang akan lebih familiar warna hijau ini dengan warna moda tranportasi online berinisial G. Terlepas dari kemiripan warna, hijau jika diartikan menurut sisi psikologi merupakan warna yang melambangkan satu keinginan yang kuat, ketabahan dalam menghadapi persoalan hidup, dan juga memiliki kepribadian yang teguh. Para pakar psikologi juga berpendapat bahwa warna hijau dapat membangkitkan kebahagiaan, rasa gembira serta gairah hidup. Semangat itulah yang agaknya  ingin ditumbuhkan oleh para panitia sehingga memilih warna hijau sebagai warna seragam Employee Gathering tahun ini.

                 

Semangat,

Firman Allah dalam surat al mulk ayat 1

“Dialah (Allah) yang  menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.”

Dalam ayat ini tidak disinggung yang paling banyak amalnya, akan tetapi yang paling baik amalnya. Hal ini menunjukkan bahwa Allah lebih mengutamakan kualitas sebuah amalan dibandingkan kuantitasnya. Bahwa kita sebagai hamba sudah semestinya bersemangat dalam amal ibadahnya, bahkan diseluruh sendi kehidupannya. Karena kuantitas merupakan tolak ukur utama penilaian Allah terhadap hambanya.

   

Berani,

Menurut Buya Hamka, keberanian yang dalam Bahasa Arab Syaja’ah itu terbagi dalam dua kategori yaitu keberanian semangat dan keberanian budi. Keberanian semangat ini ada pada diri serdadu menghadapi musuh di medan perang. “Walau bagaimana pun hebatnya granat , bom, Meriam, bedil, peluru, gas beracun yang ada dihadapannya dia akan terus maju,dan akan terus maju tak kenal kata mundur (halaman : 246). Sedangkan keberanian budi ialah keberanian menyatakan suatu perkara yang diyakini sendiri kebenaran, walaupun akan dibenci orang. Menurut Buya Hamka, inilah yang ada dalam islam dikenal dengan istilah “amar bil ma’ruf, nahyi anil munkar”. Menyuruh yang baik dan mencegah berbuat jahat. Dari sini jelas, seorang mukmin dituntut untuk mempunyai keberanian dan ketegasan dalam berkehidupan. Berani mempertahankan yang kita yakini itu benar dan tegas dalam menolak kebathilan.

Sesudah malam briefing berlalu, peserta Employee Gathering dipersilahkan untuk beristirahat. Persiapan untuk acara esok hari yang tentu akan sangat menguras tenaga. Awal rencana pemberangkatan adalah pukul 03.00 namun karena beberapa hal, keberangkatan akhirnya terpaksa mundur jam 03.30. Tiga bus diberangkatkan menuju Caldera River Resort yang berlokasi di Desa Citarik, Sukabumi. Tempat nantinya peserta diuji keberanian dan kerjasama mereka.

Perjalanan berlangsung cukup memakan waktu, beberapa kali bus harus berhenti disebabkan kemacetan parah di jalur Bogor-Sukabumi yang merupakan imbas dari proyek pembangunan jembatan Cisadane. Setelah sekitar enam jam perjalanan panjangpun berakhir. Sesampai resort peserta disambut dengan suguhan nasi goreng, yang seyogyanya disiapkan untuk sarapan pagi. Berhubung waktu tempuh yang melebihi perkiraan, sarapan hari itu terlaksana pukul 09.30 siang. Berkatnya sarapan kali itu terasa sangat nikmat, efek lapar sepertinya berpengaruh besar disini.

Selepas sarapan dan istirahat sejenak, peserta memulai kegiatan yang telah direncanakan malam sebelumnya. Sesuai rencana, kegiatan peserta ikhwan adalah paint ball terlebih dahulu sedangkan kegiatan peserta akhwat rafting terlebih dulu. Keputusan ini diambil karena kegiatan rafting akan memakan waktu lama, sedangkan jam menunjukkan pukul 10.00 yang artinya waktu sholat jum’at tersisa 2 jam saja. Kemudian dilanjutkan ba’da dhuhur dengan agenda sebaliknya, peserta ikhwan mengikuti kegiatan rafting, sedangkan peserta akhwat paint ball.

Selepas dhuhur dan makan siang tepat sebelum melanjutkan kegiatan, diumumkan pemenang  doorprise yang telah disiapkan panitia.

Sebagaimana slogan Employee Gathering “Hijau, Semangat, Berani!!!”, para peserta terlihat sangat bersemangat mengikuti kegiatan hingga akhir acara. Sekitar pukul 17.00 sore acara ditutup dengan kesan dan pesan perwakilan dari peserta ikhwan dan akhwat.

    

Akhirnya, sebagaimana tujuan acara ini. Semoga kita para alumni Employee Gathering tahun 2017 bisa menjadi insan yang lebih baik lagi dan dapat memperoleh energi baru untuk bekerja lebih semangat lagi.

Wallahu a’alam bishshawab