Author Archives: Lati Larasati

Terungkapnya Jasad Fir’aun (Part III)

 

Sekarang mari kita membicarakan fenomena satu-satunya yang tidak ditemukan pada mumi fir’aun-fir’aun yang lain. Tidak seorang ahli kepurbakalaan yang bisa menjelaskannya. Ilmu kedokteran juga tidak mampu mengungkap mengapa pengenduran kedua terjadi di tangan kiri itu. Mereka pun tidak bisa menjelaskan bagaiman otot-otot itu tetap keras, atau bagaimana fungsi elastisnya bisa bekerja, sehingga ia bisa mengembalikan tangan ke posisi semula selama tidak kurang dari 3000 tahun. Padahal, sepotong karet bila terikat selama serratus tahun, maka sudah dipastikan bahwa ia akan kehilangan fungsi elastisnya dan tidak akan pernah bisa lagi mengerut.

Lalu bagaimana dengan pendapat kita dengan otot yang normalnya hanya bisa mengeras setelah mendapat perintah yang dikeluarkan dari otak? Otot yang mengalami kejang dan diikuti kekakuan, yang sebagaimana lazimnya setelah itu tidak terjadi pengerutan kedua. Urat tebal dan dan tinggi juga menjaga susunan dan fungsinya selama ribuan tahun. Jika lapisan mayat itu tidak dilepaskan dari tangan hingga urat tebal meluncur di tengah-tengah urat tinggi, maka akibatnya panjang otot pun mengecil dan tangan pun naik. Bukankah ini sudah di luar kebiasaan normal, yang berlaku dalam hokum alam? Bila mukjizat didefinisikan sebagai sesuatu yang bertentangan dengan hukum alam, maka yang bisa kita lakukan terkait dengan kasus tangan kiri Ramses II ini hsnys pasrah bahwa ini adalah bukti kebesaran Tuhan. Kebesaran bagi orang-orang setelah Fir’aun, semenjak permulaan abad ini, tepatnya pada tahun 1902 ketik tangan Ramses II ini dibiarkan dalam posisi aslinya, setelah lapisan pembungkus jasad dibuka. Meskipun sudah banyak orang yang lupa apa yang menjadi tujuan itu semua, hingga akhirnya semua mata tertuju dan mencermati fenomena ini.

فَالْيَوْمَ نُنَجِّيْكَ بِبَدَنِكَ لِتَكُوْنَ لِمَنْ خَلْفَكَ اٰيَةً ۗوَاِنَّ كَثِيْرًا مِّنَ النَّاسِ عَنْ اٰيٰتِنَا لَغٰفِلُوْنَ

Maka pada hari ini Kami selamatkan jasadmu agar engkau dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang setelahmu, tetapi kebanyakan manusia tidak mengindahkan tanda-tanda (kekuasaan) Kami. (Q.S Yunus: 92)

Masih ada ayat yang lain, yaitu firman Allah Swt berikut:

اَلنَّارُ يُعْرَضُوْنَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَّعَشِيًّا ۚوَيَوْمَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ ۗ اَدْخِلُوْٓا اٰلَ فِرْعَوْنَ اَشَدَّ الْعَذَابِ

Kepada mereka diperlihatkan neraka, pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya Kiamat. (Lalu kepada malaikat diperintahkan), “Masukkanlah Fir‘aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras!” (Q.S Al-Mukmin: 46)

Semua mufasir berpendapat kejadian itu berlangsung di alam barzakh, selain azab yang sangat keras yang akan diterima kaum Fir’aun pada hari kiamat kelak. Jadi, kejadian ditampakkannya neraka pada pagi dan petang merupakan bagian dari siksa kubur. Pada hadis yang diriwayatkan Shakhrah bin Juwairah dari Ibn Umar yang menuturkan bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Ketika orang kafir meninggal dunia, maka rohnya akan diperlihatkan neraka setiap pagi dan petang.” Kemudian beliau membaca ayat di atas.[2]

Kesimpulannya, sebelum kita mengakhiri pembicaraan tentang Ramses II, sebagian orang mengusulkan untuk menganalisis mumi Ramses II dan mengukur kadar garam pada jaringan ototnya untuk mendapatkan petunjuk tenggelamnya Ramses II di air laut yang terkenal kadar garamnya itu. Namun seperti sudah disinggung di atas terkait dengan pengawetan Ramses II, diketahui bahwa jasad Ramses II – setelah menggosongkannya dari citoplasma—dipenuhi dengan garan nitrat yang menyebabkan usulan analisis ini tidak penting. Terkait dengan Fir’aun dan antek-anteknya, Allah Swt berfirman:

كَمْ تَرَكُوْا مِنْ جَنّٰتٍ وَّعُيُوْنٍۙ () وَّزُرُوْعٍ وَّمَقَامٍ كَرِيْمٍۙ ()  وَّنَعْمَةٍ كَانُوْا فِيْهَا فٰكِهِيْنَۙ () كَذٰلِكَ ۗوَاَوْرَثْنٰهَا قَوْمًا اٰخَرِيْنَۚ

Betapa banyak taman-taman dan mata air-mata air yang mereka tinggalkan, juga kebun-kebun serta tempat-tempat kediaman yang indah, dan kesenangan-kesenangan yang dapat mereka nikmati di sana, demikianlah, dan Kami wariskan (semua) itu kepada kaum yang lain (Q.S Ad-Dukhan: 25-28)

**Diambil dari Ensiklopedia Mukjizat Alquran dan Hadis Jilid 1 : Kemukjizatan fakta sejarah

[2] Lih. Tafsir Al-Qurthubi, j. 15, h. 319.

Diklat Penguataan kepala Sekolah

“Sesungguhnya seorang imam (pemimpin) itu merupakan perisai, tempat orang-orang beperang di belakangnya dan berlindung dengannya.”(H.R Bukhari).

Pemimpin ibarat petunjuk arah. Maju mundurnya sebuah kaum sangat bergantung pada kebijakan pimpinannya. Begitu pula kebangkitan sebuah peradaban. Pemimpin punya andil besar mengarahkan dalam meraih kebangkitan. Pemimpin adalah tonggak kebangkitan peradaban. Sosok pemimpin panutan kita sebagai umat islam adalah Rasulullah SAW. Darinya kita belajar jiwa kepemimpinan yang nyaris sempurna tanpa cela. Pemimpin jika dikaitkan dengan Islam adalah mereka pembawa misi yang sangat besar dengan membawa nilai-nilai ajaran Islam, agar bisa diimplementasikan dalam pelbagai bidang dan dapat dirasakan kebaikannya bagi alam semesta.

Allah SWT berfirman dalam surah Al-Ahzab ayat 21, yang artinya :

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.”

Adapun kita semua, setiap manusia adalah pemimpin. Dan seiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawaban atas apa yang dipimpinnya. Hal ini di tegaskan dalam sabda Rasulullah Saw., yang maknanya sebagai berikut :

“Ingatlah, Setiap kamu adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggung jawaban tentang kepemimpinannya, seorang suami adalah pemimpin keluarganya dan ia akan dimintai pertanggung jawaban tentang kepemimpinannya, wanita adalah pemimpin bagi kehidupan rumah tangga suami dan anak-anaknya, dan ia akan dimintai pertanggung jawaban tentang kepemimpinannya. Ingatlah, Bahwa kalian adalah sebagai pemimpin dan akan dimintai pertanggung jawaban tentang kepemimpinannya,” (H.R Bukhari).

Setiap manusia bertanggung jawab atas kehidupannya, atas keputusan yang diambilnya. Maka, kebangkitan sebuah peradaban sangat berkaitan erat dengan kondisi manusianya. Sejauh mana mereka belajar, sejauh mana mereka mampu mengambil pelajaran dari seluruh peristiwa yang telah dialaminya.

Sebagai pribadi-pribadi yang sadar akan tugasnya sebagai pemimpin, bertempat di Wisma Hijau kota Depok telah dilangsungkan Diklat Penguataan kepala Sekolah dari tanggal 18 s/d 25 Oktober 2019.

Begitu pentingnya peran pemimpin dalam peradaban menjadi alasan kuat LPI Abata  untuk ikut serta dalam diklat ini. Adapun materi yang dibahas antara lain:

  1. Literasi digital
  2. Pengembangan RKS dan pelaporan
  3. Pengelolaan keuangan
  4. Pengelolaan kurikulum
  5. Pengelolaan PTK
  6. Pengelolaan peserta didik
  7. Pengelolaan sapras
  8. supervivi dan PK guru
  9. Supervisi dan PK tendik
  10. Rencana PKB
  11. Kepemimpinan Perubahan
  12. Pengembangan kewirausahaan
  13. Pengembangan sekolah berdasarkan 8 SNP

Wallahu a’lam bishshawaab

Terungkapnya Jasad Fir’aun (Part II)

Kita harus tahu pelajaran yang ditujukan kepada kita. Kita pun harus bisa mengambil pelajaran dari apa yang menimpa badan Fir’aun yang diselamatkan Allah itu. Supaya jelas, mari kita cermati bersama, mengapa semua itu bisa terjadi. Mumi para Fir’aun kemballi dimakamkan di Kuil Laut Tersembunyi pada tahun 696 SM. Pasir juga telah menimbun tempat masuk kuburan dan tidak ada yang tahu kalau itu kuburan.  Ini berlangsung hingga berabad-abad. Pada tahun 1872 M seorang petani Mesir bersama saudara-saudaranya secara tak terduga menemukan jalan masuk kuil Laut tersebut. Mereka menyembunyikan penemuan mereka. Mereka pun mondar-mandir ke kuburan itu secara sembunyi-sembunyi untuk mengambil barang yang ringan timbangannya, tetapi mahal harganya, seperti Mutiara, perhiasan, perabotan yang digunakan untuk memumikan keluarga kerajaan, dan lainnya. Mereka menjualnya dan membagi uang hasil menjual barang curian itu. Nah, seperti ada pameo, “Kalau pencuri berbeda pendapat, pencurian pun terbongkar”, pencuri bersaudara itu berselisih. Salah satu diantara mereka melaporkan kepada polisi. Ia mengakui apa yang sebenarnya terjadi setelah 10 tahun berlalu setelah menemukan tempat bersejarah itu.

Pada 6 Juli 1881, para petugas Lembaga Kepurbakalaan Mesir pergi ke kuburan dengan menurunkan 300 pekerja. Selama dua hari mereka melakukan pemindahan semua yang tersimpan dalam Kuil Laut Tersembunyi itu, termasuk semua mumi para fir’aun dan perabotan jenazah ke dalam kapal untuk kemudian diangkut ke Kairo, lalu disimpan di Museum Mesir di Bulaq (pinggiran Kairo). Menurut seorang ahli Kepurbakalaan Mesir, Ibrahim Al-Nawawi, peristiwa itu terjadi pada tahun 1902. Setelah pemindahan mumi Ramses II, ia membuka lapisan-lapisan untuk melihat secara kasat mata mumi itu dan untuk mengetahui apa yang terdapat di dalam lapisan itu. Apakah ada perhiasan, jimat, atau yang lain. Yang terlihat adalah tangann kiri Ramses II terangkat ke atas setelah lapisan yang menutupi jasadnya dibuka. Ini langsung menarik perhatian, karena tidak seperti pada mumi-mumi yang lainnya.[1]

Setelah dibuka lapisan penutup tubuhnya, tanan-tangan mumi yang lain masih melingkar di atas dada mereka, seperti terlihat pada mumi Mrinbtah. Hal ini juga dibuktikan oleh salah satu ahli kepurbakalaan yang menyaksikan langsung mumi Fir’aun ini. “Aneh sekali apa yang terlihat dari Fir’aun yang mengangkat tangan ke atas. Ia seperti sedang menolak bahaya dari dirinya.” Orang yang berkomentar dalam bentuk majaz ironi ini, mungkin tidak pernah tahu dia sedang kaget. Padahal ia telah menjelaskan terkait fenomena yang langka pada tangan kiri mumi Ramses II ini. Kita pun lalu bisa merekonstruksi apa yang terjadi sejak lebih dari 3000 tahun, tepatnya sebelum 3233 yang  (yang dihasilakn dari 1225 SM [tahun Ramses II meninggal] ditambah 2008 M [masa kita sekarang]) sebagai berikut:

Fir’aun dan tantara yang mengikutinya sampai di pantai. Ia mendapati ada jalanyang terbelah di tengah-tengah laut, Fir’aun pun memutuskan untuk menjalani jalan itu, yang kemudian diikuti bala tentaranya dengan segala perbekalannya. Saat itu senyum kemenangan tampak di wajah mereka. Hanya butuh beberapa saat saja mereka bisa menyusul Bani Israel yang melarikan diri untuk kemudian dibawa kembali lagi ke Mesir. Pada saat hendak menyusul, tiba-tiba kaki-kaki kuda dan kereta pengangkut perbekalan terjerembab di dalam lumpur. Bala tantara pun turun untuk menyingkirkan kereta yang terbelah agar kereta lain bisa lewat. Senyum Ramses II seketika itu hilang. Kepanikan menguasainya. Ia heran mengapa tempat itu tiba-tiba penuh lumpur? Padahal, rombongan Bani Israel lewat di tempat itu juga. Bahkan, sapi dan binatang ternak mereka pun bisa lewat.

Adapula kerbau di sana yang jelas lebih berat daripada kuda pengangkut mereka. Namun, kaki mereka tidak tenggelam ke dasar laut. Tidak selang berapa lama menunggu, sampai bala tentaranya selesai melepaskan kuda pengngkut mereka dari lumpur, ia melihat dengan rasa tidak percaya apa yang ada di hadapannya. Ombak besar datang menuju ke arahnya. Betapa mengerikannya, lautan seperti seperti menjadi satu. Air ombak datang ke arahnya dengan bergemuruh hebat. Dengan Gerakan reflek, ia mengangkat tangan kirinya sambil memegang perisainya untuk berlindung dengan ombak yang menggulung ke arahnya. Begitu kuatnya hempasan ombak itu dan begitu kuat pula genggaman tangannya, berakibat pada mengerutnya otot-otot lengannya yang sebelah kiri. Lengan dan tangannya pun tetap seperti itu. ketika air menenggelamkannya dan maut menghampirinya, tangannya masih seperti itu.

Akan baik kalo kita berhenti sejenak untuk mengingat perubahan yang terjadi di jasadnya setelah meniggal. Seperti diketahui, ototlah yang menjadi penyebab benda hidup bisa bergerak. Otot sendiri terdiri dari sel otot. Sel otot terdiri dari urat yang terbagi menjadi dua macam: ada urat yang tebal dan ada yang tinggi. Urat ini tersusun untuk menyuplai terus menerus otot. Jika diperlukan untuk menggerakkan sendi tertentu, ada perintah dari otak kiri di saraf untuk kemudian disampaikan ke otot yang bertanggungjawab untuk menggerakkan sendi. Aliran listrik yang keluar dari otak memproses reaksi kimiawi yang berkali-kali pada posisi hubungan saraf otot yang berakhir dengan mengaktifkan enzim khusus yang menyebabkan pemecahan protein tertentu bernama ATP (Adesnosine Tri Phospate). Protein inilah yang memberikan kemampuan yang diperlukan unutk bergerak. Benang otot yang tebal saling berjalinan dengan benang otot panjang. Panjang syaraf otot pun menjadi pendek. Ada penyempitan otot sehingga gerkan yang diinginkan bisa terjadi.

Setelah mati, di dalam tubuh terjadi tahapan-tahapan sebagai berikut:

Setelah roh meninggalkan jasad, semua isyarat apapun yang keluar dari otak berhenti. Semua otak tubuh juga mengendur. Ini yang disebut dengan pengenduran pertama. Setelah dua jam, semua otot mulai mengerut. Ini yang di dalam kedokteran disebut rigor mortis (kekakuan mayat). Secara bertahap akan terjadi kekakuan pada mayat, yang dimulai dari kepala, otot wajah, lutu, dada, kedua lengan, kedua paha, betis, dan berakhir telapak tangan. Kekakuan ini berlangsung selama kurang lebih 12 jam. Pada titik ini, sudah tidak mudah menggerakkan anggota tubuh pada bagian manapun. Oleh karenanya, orang-orang yang menghadiri prosesi jenazah, menutup pelupuk mata jenazah saat pengenduran pertama, sehingga kedua matanya tidak bisa lagi terbuka.

Setelah itu, protein-protein yang membentuk otot pun mulai melemah. Selanjutnya, otot-otot pun mengendur. Inilah yang disebut dengan pengenduran kedua. Ini juga dimulai dari kepala hingga kaki. Peristiwa ini diakhiri dengan tahapan yang disebut proses pembusukan. Inilah tahapan yang dilalui oleh tubuh pada kondisi kematian normal. Pada kondisi kematian normal, seperti kematian melalui proses bunuh diri mengalami ketegangan syaraf luar biasa yang akhirnya bisa mencapai pada tahapan hilangnya roh. Dan, seketika itu juga terjadi penyempitan pada semua otot tubuh. Inilah yang disebut dengan cadaveric spasm (kejang otot pada mayat).  Kejang ini menggantikan pengenduran pertama pada kematian normal. Setelah kejang, dilanjutkan dengan kekakuan mayat. Otot-otot pun menjadi menyempit. Seringkali para dokter forensic yang menangani kasus bunuh diri menemukan tangan orang yang bunuh diri menggeggam kain yang dililitkan di kepala. Dalam kondisi seperti itu, orang yang bunuh diri tidak bisa dilepaskan dari sesuatu yang digenggamnya sebelum terjadi pengenduran kedua.

Hal yang sama juga ditemukan para dokter forensic pada tangan orang yang terbunuh. Pada beberapa kasus, tangannya memegang bagian baju atau bagian rambut pembunuhnya. Ini biasanya menjadi langkah pertama yang akan dilakukan oleh para penyidik untuk mengungkap siapa pembunuhnya. Selanjutnya, sang pembunuh pun bisa ditangkap dan mendapatkan hukumannya. Ini pula yang dialami seseorang dalam kondisi tenggelam. Dalam kondisi seperti itu, kejang otot terjadi pada saat-saat akhir. Sering kali ditemukan tangan orang yang tenggelam sedang menggenggam potongan kayu kecil atau segenggam tanah dari dasar laut.

Inilah yang terjadi dengan Ramses II pada saat tenggelam. Saat itu, syarafnya mengalami ketegangan luar biasa, yang dilanjutkan dengan kejang otot. Tangan kirinya kaku. Posisi tangannya kala itu sedang emegang lengan yang dipergunakannya untuk menangkis air. Mungkin hempasan air terlalu dahsyat sehingga perisainya terlepas dari genggaman tangannya. Namun, tangannya sudah terlanjur dalam kondisi seperti itu. padahal, ototnya kejang, lalu kaku. Normalnya, pengenduran kedua akan terjadi setelah 12 atau 20 jam. Mngkin pengenduran itu terjadi pada semua anggota tubuhnyakecuali pada tangan kirinya. Otot-ototnya masih tertekan, persis seperti saat tenggelam.

Orang-orang yang mengawetkan melihat semua itu. Ketika meletakkan lengan Ramses II ke lambung atau mendekapkan ke dadanya, lengan itu kembali terangkat lagi ke posisi semula. Setelah pengawetan selesai, jasadnya diminyaki dengan minyak kelapa, balsam dan obat gosok. Sebagiannya menyerap ke otot dan persendian. Ototnya seperti karet, sementara persendiannya menjaga kelenturan otot-ototnya. Setiap kali mereka mengembalikan tangan ke dada, tangannya kembali terangkat. Mereka pun memutuskan mengikatnya ke dada dengan kain yang menyelimuti tubuhnya. Tanannya pun terikat ke dada. Abad demi abad berlalu hingga tidak kurang dari tiga ribu tahun. Pada saat jasad ini ditemukan di Kuil Laut Tersembunyi dan dipindahkan ke Museum Bulaq tahun 1902, ahli kepurbakalaan membuka ikatan itu untuk dikembalikan ke posisi saat Ramses II tenggelam. Saat itu ia sedang memegang perisai untuk menjaga dirinya dar hempasan ombak yang datang ke arahnya.

[1] Said Abu Al-Ainain, Al-Fir’aun Al-ladzi Yutharidzuhu Al-Yahudi, h.6.

**Diambil dari Ensiklopedia Mukjizat Alquran dan Hadis Jilid 1 : Kemukjizatan fakta sejarah

Terungkapnya Jasad Fir’aun (Part I)

Setelah tenggelamnya Fir’aun (Ramses II) di tengah-tengah peyerangan terhadap bani Israel, anggota istana yang selamat dari tenggelam melakukan pengawetan jasad dan membawa peti mati dengan menggunakan perahu di Sungai Nil menuju kota Tibah (kota historis Mesir) yang disertai perahu-perahu lain yang di dalamnya terhadap para rahib, para Menteri, dan para pembesar kaum Fir’aun. Peti mati itu pun ditarik ke kuburan yang telah dipersiapkan oleh Ramses II untuk dirinya di lembah Raja. Pada beberapa tahapan ini, do’a-do’a pun dibacakan dan upacara-upacara jenazah pun diselenggarakan. Dengan cara seperti itulah kehidupan Ramses II berakhir. Ia merupakan Fir’aun terbesar, meskipun bukan terbesar secara mutlak.

Setelah kematian Fir’aun, segerombolan pencuri pun merajalela. Mereka semakin berani menjarah kuburan para raja. Keberanian mereka didorong banyaknnya harta karun berupa perhiasan dan perabotan jenazah yang tersimpan di kubura itu. Mungkin dalam hati terdalam, mereka ingin mengembalikan apa yang sudah diambil oleh raja-raja itu saat masih hidup dari mereka, dari bapak mereka dan dari nenek moyang mereka. Para pencuri itu memang ditangkap dan dihukum lebih dari sekali. Namun yang mengejutkan, aktivitas ini kemudian menjadi profesi banyak orang. Bahkan kuburan semua raja dari dinasti kesembilan belas, dan kedua puluh, setelah itu juga menjadi sasaran penjarahan. Semua tidak ada yang selamat. Yang selamat hanya kuburan Amenhotep II dan kuburan Tutankhamun yang terkenal. Diantara gejala pelecehan masyarakat terhadap para Fir’aun adalah penggambaran mereka dalam gambar lucu yang jauh sekali dari etika. Salah satu contohnya adalah gambar yang melukiskan Ramses III dalam rupa harimau yang memainkan catur.

Penjarahan kuil dan kuburan terus berlangsung dan kian menjadi-jadi. Banyak tuduhan diarahkan pada Bupati TIbah Barat, kepala kepolisian, dan penanggung jawab keamanan kuburan-kuburan itu. Para penanunggung jawab itu pun dihukum. Informasi ini dikodifikasikan di papyrus yang terdapat di Museum Inggris. Namun, pencurian tetap saja terus berlanjut. Kepala rahib Amun memutuskan untuk menjaga jasada para Fir’aun, termasuk jasad Ramses II. Jasadnya dibungkus dengan kafan bagian luar yang baru dan diletakkan di peti dari kayu yang sederhana untuk mengelabui para pencuri. Ia dikuburkan di kuburan ayahnya, Seti I, bersama sekelompok jasad para Fir’aun terdahulu. Peristiwa itu dicatatkan di kafan para Fir’aun. Peristiwa itu terjadi pada tanggal 15, bulan ketiga, tahun 24 berdasarkan perhitungan tanggal Ramses XI. Bila Ramses XI yang merupakan Fir’aun terakhir dari Dinasti XX dan memerintah selama 27 tahun, maka tahun peristiwa pengafanan dan penguburan kembali Ramses II terjadi pada tahun 1089 SM (127 tahun setelah kematiannya).

Namun, penjarahan terhadap kuburan kerajaan tidak berhenti. Pada masa pemerintahan Dinasti XXI, yang bertepatan dengan sesepuh rahib Amun bernama Binudijm II meninggal, para sejawatnya sesama rahib memutuskan untuk mengakhiri penjarahan terhadap jasad para Fir’aun. Mereka pun mengumpulkan jasad-jasad para Fir’aun. Pemakaman sesepuh rahib itu dijadikan momentum untuk mengelabui masyarakat. Mereka pun menguburkan semua Fir’aun di kuburan Ratu Hatshepsut di Kuil Laut (Dayr Al-Bahri) yang sudah diperluas agar bisa muat untuk semua jasad para Fir’aun mulai dari masa XIX. Mereka pun menutup kuburan dan mencatat bahwa peristiwa itu terjadi pada tahun ke-10 dari pemerintahan Raja Shenhonk tahun 969 SM.Mereka menutup sepenuhnya jalan masuk. Mereka juga menghilangkan simbol-simbol di sekitar kuburan. Tujuannya agar paara pencuri tidak tahu bahwa itu kuburan para Fir’aun. Kuburan yang baru itu pun selamat dari incaran para pencuri selama lebih dari 2800 tahun hingga akhirnya tidak diketahui sama sekali bahwa itu kuburan para Fir’aun. Tempat itu lalu disebut dengan “Kuil Laut Tersembunyi”. Ia memuat semua mumi, termasuk mumi Ramses II.

Posisi Informasi Al-Qur’an

Mungkin kita bisa menyimpulkan bahwa orang yang mengetahui tenggelamnya Fir’aun adalah orang-orang istana dan para rahib yang jumlahnya tidak banyak, meskipun mungkin berita ini bocor juga ke sebagian orang lain di luar istana. Yang terpenting bahwa Ramses II meninggal seperti Fir’aun-fir’aun yang sebelumnya. Secara umum, umur Ramses II (Fir’aun) kala meninggal adalah 90 tahun. Ia memerintah Mesir selama 67 tahun. Oleh karenanya, masyarakat tidak merasa kehilangan atas kepergiannya. Orang yang tahu bahwa dia tenggelam saat menyerang Bani Israel, dan yang menolak melepaskan Bani Israel akan meyakini bahwa Allah sedang bersama bani Israel. Allah menolong mereka. Tenggelamnya Fir’aun ketika menyerang mereka menjadi petunjuk dan bukti yang jelas bahwa pada akhirnya kebenaran pasti menang, meskipun pada mulanya kedzaliman terlihat sangat kuat.

Orang yang mengetahui Fir’aun tenggelam setelah bani Israel, akan meyakini bahwa Musa berada di jalan yang benar, sementara Fir’aun di jalan yang bathil. Setelah tenggelam, orang-orang dan para rahib yang melakukan pemumian terhadap jasadna. Dalam hal ini Allah Swt berfirman:

وَاِذْ نَجَّيْنٰكُمْ مِّنْ اٰلِ فِرْعَوْنَ يَسُوْمُوْنَكُمْ سُوْۤءَ الْعَذَابِ يُذَبِّحُوْنَ اَبْنَاۤءَكُمْ وَيَسْتَحْيُوْنَ نِسَاۤءَكُمْ ۗ وَفِيْ ذٰلِكُمْ بَلَاۤءٌ مِّنْ رَّبِّكُمْ عَظِيْمٌ

“Dan (ingatlah) ketika Kami menyelamatkan kamu dari (Fir‘aun dan) pengikut-pengikut Fir‘aun. Mereka menimpakan siksaan yang sangat berat kepadamu. Mereka menyembelih anak-anak laki-lakimu dan membiarkan hidup anak-anak perempuanmu. Dan pada yang demikian itu merupakan cobaan yang besar dari Tuhanmu.” (Q.S Al-baqarah: 50)

Sampai di sini, peristiwa tenggelamnya Fir’aun menjadi satu bukti kekuasaan Allah, bahkan jika jasadnya pun tidak ditemukan. Fir’aun yang sombong, angkuh, suka menyiksa, dan suka merendahkan itu telah tenggelam. Kita pun menjadi tahu maka firman Allah Swt berikut:

فَالْيَوْمَ نُنَجِّيْكَ بِبَدَنِكَ لِتَكُوْنَ لِمَنْ خَلْفَكَ اٰيَةً ۗوَاِنَّ كَثِيْرًا مِّنَ النَّاسِ عَنْ اٰيٰتِنَا لَغٰفِلُوْنَ

“Maka pada hari ini Kami selamatkan jasadmu agar engkau dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang setelahmu, tetapi kebanyakan manusia tidak mengindahkan tanda-tanda (kekuasaan) Kami.” (Q.S Yunus: 92)

**Diambil dari Ensiklopedia Mukjizat Alquran dan Hadis Jilid 1 : Kemukjizatan fakta sejarah

Pemeriksaan Kesehatan Semester Ganjil 2019

Diriwayatkan oleh  at-Tirmidzi bahwa Rasulullah saw bersabda: ‘Barangsiapa bangun di pagi hari dengan badan sehat dan jiwa sehat pula, dan rezekinya dijamin, maka dia seperti orang yang memiliki dunia seluruhnya.”

Islam adalah agama yang purna, segala hal telah dirumuskan secara tertata. Tak ada yang terlewat sedikit pun dalam setiap kegiatan kita dari bangun tidur sampai tidur kembali. Ada tuntunan di setiap lini kehidupan kita. Begitu pula dengan kesehatan. Islam sangat concern terhadap kesehatan. Jika kita perhatikan hadits di atas, maka kita setidaknya dapat menyimpulkan bahwa kesehatan juga menjadi prioritas dalam tuntunan ajaran Islam. Pengertian kesehatan dalam hadits di atas sejalan dengan pengertian Kesehatan menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 1948  menyebutkan bahwa pengertian kesehatan adalah sebagai “suatu keadaan fisik, mental, dan sosial kesejahteraan dan bukan hanya ketiadaan penyakit atau kelemahan”

Kesehatan jadi modal utama kita sebagai manusia untuk menunaikan aktifitas. Bayangkan berapa banyak hal terlewat jika sakit menyerang tubuh kita? Berapa banyak pula kegiatan akan terhambat karena kondisi badan yang kurang sehat? Benar, kenyataannya tidak sedikit dari kita yang seringkali melupakan tentang pentingnya kesehatan bagi kehidupan kita.

“Ada dua anugerah yang karenanya banyak manusia tertipu, yaitu kesehatan yang baik dan waktu luang.” (HR. Bukhari)

Begitu penting dan perlunya kesehatan, maka sudah menjadi kewajiban bagi kita manusia beriman untuk senantiasa menjaga kesehatan sebagai bentuk rasa syukur kita akan anugerah kesehatan. Hal ini juga menjadi alasan utama SD Exiss Abata dalam program Pemeriksaan Kesehatan yang rutin dilaksanakan setiap semester. Bertempat di ruang UKS SD Exiss Abata, kegiatan Pemeriksaan Kesehatan Semester Ganjil berlangsung denan lancar tanpa kendala suatu apapun.

                

                 

SD Exiss Abata Juara III Lomba Budaya Mutu Sekolah Tingkat Kota Administrasi Jakarta Barat

Akhir Agustus lalu merupakan pekan yang sangat sibuk bagi civitas akademika SD Exiss Abata, pasalnya SD Exiss Abata ditunjuk sebagai peserta Lomba Budaya Mutu Sekolah (LBMS) tingkat kota administrasi Jakarta Barat. LBMS adalah program tahunan Kemendikbud bertujuan untuk memotivasi semua pihak khususnya satuan pendidikan dalam menumbuh kembangkan budaya mutu dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan. Ada empat komponen yang dinilai dalam LBMS ini, yakni Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), Ekstrakulikuler, Kurikulum dan Pembelajaran serta Perpustakaan.

Ikut sertanya SD Exiss Abata sebagai peserta LBMS menjadi motivasi tersendiri, bukan tentang menang atau kalah. LBMS adalah pembuktian tentang sejauh mana kualitas budaya mutu dalam SD Exiss Abata sebagai bagian Lembaga pendidikan. LBMS layaknya tempat me-review kembali tentang keadaan SD Exiss Abata. Tentang pembiasaan-pembiasaan apa saja yang telah dilakukan di sekolah? Tentang sejauh mana penanaman karakter pada siswa-siswa? Program apa saja yang telah dibuat untuk menunjang budaya mutu sekolah? Tentang sejauh mana fasilitas yang mendukung kegiatan belajar mengajar?

Pada akhirnya tak ada usaha yang sia-sia, tak ada pekerjaan yang tak berguna, dengan segala kesyukuran SD Exiss Abata meraih juara ke-3 Lomba Budaya Mutu Sekolah Tingkat Kota Administrasi Jakarta Barat. Hasil ini setidaknya menjadi catatan bagi SD Exiss Abata untuk terus memperbaiki diri.

                  

Tak lupa kami ucapkan Jazakallah Khairan Katsiran kepada seluruh pihak yang telah ikut menjadi bagian dari suksesnya SD Exiss Abata hingga sampai ke titik ini.

Wallahu A’lam bish shawaab

Bani Israel Membuat Keonaran Dua Kali (Part II)

Dalam surat Al-Isra ayat kedelapan tersebut sebelumnya, terkadang Allah kembali memberi kehancuran baru bagi mereka (Yahudi), bukan dua kehancuran seperti disebutkan dalam pembahasan sebelumnya. dalam ayat tersebut juga terdapat penjelasan “mudah-mudahan Tuhanmu akan melimpahkan rahmat(Nya) kepada kalian”. Mungkin Allah hendak mengatakan pada mereka, “jika kalian tidak beriman pada Nabi yang dinanti dan sudah tertulis di kitab suci kalian, yang nabi ini akan keluar setelah dua kehancuran (seperti yang disebutkan dalam The Testament of Moses), maka kami akan kembali menyiksa kalian. Yang luar biasa Al-qur’an juga menyebutkan, “Kami telah tetapkan terhadap Bani Israel dalam Kitab itu. Kemudian penulis membaca di buku The Testament of Moses bahwa Musa As sengaja menyampaikan prediksi itu dan membiarkan Yosua menulisnya dalam suatu buku. Jadi, ayat 4-8 surah Al-Isra hampir mirip dengan The Testament of Moses yang baru ditemukan pada abad ke-19.

Prediksi kemunculan Nabi yang dinanti

Terkait dengan penyebutan waktu munculnya Nabi yang dinanti, buku The Testament of Moses pertama kalli menyebut bahwa Nabi yang dinanti itu tidak akan pernah keluar sebelum kehancuran yang kedua. Seperti sudah disinggung, ini terjadi pada tahun 135 M.[7] Bahkan buku The Testament of Moses membatasi masa tujuh tahun yang nabi ini dilahirkan pada tahun itu ketika nabi Musa berkata kepada Yosua bahwa nabi akhir zaman itu tidak akan pernah muncul sebelum lewat 250 minggu dari waktu wafat nabi Musa. Dalam kitab-kitab prediksi orang Yahudi itu, seminggu itu maksudnya tujuh tahun.[8]

Prediksi itu juga menyebutkan bahwa setelah 250 minggu (baca: tujuh tahun) setelah wafatnya Nabi Musa hingga munculnya nabi akhir zaman. Maksudnya, nabi akhir zaman itu akan terlahir pada minggu ke-251 antara tahun 1750-1757 setelah wafatnya nabi Musa As. Penulis sendiri berusaha menemukan tanggal wafatnya nabi Musa berdasarkan perhitungan dari kelahiran nabi Isa, tetapi sempat kesulian menghitungnya. Namun, akhirnya penulis menemukan kunci untuk menghitungnya. Kuncinya dengan menghitungnya menggunakan pedoman tanggal meninggalnya Fir’aun (Ramses II) yang hampir tidak ada perbedaan pendapat antara ahli sejarah Nasrani dan orang yahudi bahwa Ramses II-lah yang hidup sezaman dengan nabi Musa. Ini seperti yang bisa ditemukan dalam Encyclophedia Judaica pda tema “Ramses II” bahwa tahun meninggalnya Fir’aun itu pada tahun 1223 SM.

Nabi Musa sendiri wafat minimal empat puluh tahun setelah itu, yaitu pada masa Tih (Labyrinth) seperti disebut Al-qur’an pada surah Al-Maidah : 26, juga pada kitab bilangan Taurat (33:14). Jadi, kalau 1223 dikurangi 40 tahun, maka jumlahnya adalah 1183. Jadi, nabi Musa wafat pada tahun 1183 SM atau tidak lama setelah itu. kalau kita ingin menghitung tanggal kelahiran nabi yang dinanti dari kelairan nabi Isa, kita mengurangi tahun wafatnya nabi Musa (tahun 1183) dengan kelahiran nabi yang dinanti dari prediksi itu (yaitu pada tahun antara 1750-1757). Dengan cara penghitungan seperti itu, maka kita mendapatkan hasilnya sebagai berikut:

1750 – 1183 = 567 M

1757 – 1183 = 574 M

Jadi, antara tahun 567 M sampai 574 M. Seperti diketahui bahwa nabi Muhammad SAW dilahirkan pada tahun 570 M, yang masih dalam rentang waktu sesuai dengan prediksi itu.

Terjemahan teks bahasa Inggris prediksi kemunculan nabi yang dinanti

Kemudian nabi Musa berkata kepada Yosua, “ Ambil kitab ini hingga kalian mengingatnya setelah ini bagaimana kalian memelihara kitab-kitab yang aku serahkan pada kalian (bab 1: 10, 16). Mereka akan mempersembahkan anak-anak mereka sebagai kurban untuk tuhan-tuhan yang aneh. Mereka akan memasang berhala-berhala di sinagoge (bab 2:8). Pada hari-hari itu, aka nada raja dari timur yang akan memerintah mereka. Bala tentaranya akan memporak porandakan bumi mereka. Dengan api, raja itu membakar kota berikut sinagoge untuk Tuhan yang disucikan. Raja itu membawa bejana-bejana suci. Ia membuang semua bangsa dan memimpin semua bangsa untuk menuju tanahnya. Dua kabilah yang akan dia bawa bersamanya. (Bab 31: 1-3) kemudian Tuhan mengingat mereka lantaran perjanjian-Nya dengan kakek-moyang mereka. Pada hari-hari itu, Tuhan akan mengilhami sang raja untuk mengasihi mereka dan mengembalikan mereka ke tanah kelahiran mereka. Namun, kesepuluh kabilah berkembang dan tersebar pada berbagai umat di tengah-tengah waktu penahanan. (Bab 5 4-9) tantara sudah mendekati waktu pembebasan dari mereka danhuuman pun meningkat dari para raja yang bersama mereka dalam kriminalitas yang mereka lakukan. Secara berurutan kata itu terbukti bahwa mereka akan menolak keadilan dan mendekati kedzaliman (bab 5: 1-3). Raja yang kuat akan datang dari barat, yang akan memerangi mereka dan menjadikan mereka tawanan. Ia juga akan membakar sebagian sinagoge mereka. Ia juga akan menyalib sebagian mereka di depan Kabilah mereka sendiri (bab 6: 8-9). Kemudian ada kunjungan kedua dan murka Tuhan menghampiri mereka. Kemudian raja diraja bumi menghasut mereka (8: 1-2). Perhatikanlah! Hukuman kedua akan menimpa bangsa ini, yang akan melampaui hukuman yang pertama (bab 9:2) kemudian kerajaan Allah pun muncul di setiap makhluk-Nya. Kemudian berakhirlah kejahatan (bab 10:1). Karena orang yang ikut mengebumikan nabi Musa hingga kemunculan Nabi akhir zaman akan melewati 250 x tujuh tahun (baca: 1750 tahun) (anotasi ini berasal dari buku Charles sendiri) (bab 11: 10 hlm. 422-423).

Manuskrip laut mati

Penulis menemukan naskah pada buku The Testament of Moses atau wasiat Musa pada manuskrip Laut Mati yang diakses pada tahun 1992 M. teksnya tidak banyak berada dengan manuskrip yang ditemukan di Perpustakaan Ambrosian Milan Italia. Berikut beberapa temuan yang sudah penulis sebutkan sebelumnya:

  1. Pesan nabi Musa yang ditulis pada umur 120 tahun bahwa dengan kemurahan hatimu, sekarang mereka akan masuk ke satu wilayah yang telah ditetapkan dan dijanjikan untuk diberikan pada kakek moyang mereka. Kerajaan dan kekuasaan didirikan untuk mereka. (Selain yang empat) keduanya justru melakukan hal yang berlawanan dengan janji Tuhan. Keduanya menodai bagian yang telah dijanjikan Tuhan bersama keduanya. Keduanya akan mengorbankan anak-anaknya untuk tuhan-tuhan yang aneh. Keduanya juga membangun berhala-berhala di kemah dan keduanya pun melayani berhala-berhala itu.
  2. Pada beberapa waktu ini, akan ada raja dari timur yang akan melawan mereka. Bala tentaranya akan menutup negara mereka. Ia juga membakar semua fasilitas keramaian berikut sinagoge suci. Ia juga akan merampok semua benda-benda suci.
  3. Ketika zaman keputusan tak lama lagi, mereka justru merendahkan diri di belakang tuhan-tuhan yang aneh.
  4. Beberapa wilayah mereka akan membutuhkan beberapa battalion raja yang kuat dari barat yang akan murka dan marah pada mereka di dalam tahanan. Ia akan membakar bagian sinagoge mereka dan akan menyalib sebagian orang dari mereka di tengah-tengah keramaian.
  5. Yosua, kamu harus menjaga beberapa ungkapan dan buku ini setelah aku menghadap Yang kuasa hingga kedatangan nabi akhir zaman memakan 250 waktu. (Penerjemah teks ini, Musa Deib Al-Khuri, mengatakan 250 minggu [baca: dikalikan tujuh] total 1759 tahun.” Hitungan ini dikutip dari kitab manuskrip Dua Buah Laut Mati, j 2).

**Diambil dari Ensiklopedia Mukjizat Alquran dan Hadis Jilid 1 : Kemukjizatan fakta sejarah

[7] Ini juga bisa dipahami dari injil Matius 15:24-35 yang menginformasikan bahwa Nabi Isa memprekdisikan kehancuran lain sinagoge Yahudi, kemudian diletakkan kotoran-kotoran itu berupa berhala romawi di dalam sinagoge (John Worsley’s Interpretation), dan kemudian munculnya anak manusia (baca: Nabi yang dinanti seperti yang disebutkan di Taurat). Namun, orang Nasrani menafsirkannya bahwa yang dimaksudkan adalah kedatangan Nabi Isa untuk kedua kali (berdasarkan pendapat mereka). Padahal, noda kehancuran sudah disebutkan dalam Taurat (Daniel 9) pada topik pembicaraan zaman munculnya Nabi yang dinanti.

[8] The Apocrypha and Pseudepigrapha of The Old Testament, h. 423.

Bani Israel Membuat Keonaran Dua Kali (Part I)

Presiksi yang telah disebutkan di bagianlain ensiklopedia ini bukanlah kabar kabar gembira satu-satunyaakan kelahiran atau kemunculan Nabi yang ditunggu-tunggu. Namun, ada prediksi himpunan Pseudepigrapha, yaitu buku The Testament of Moses. Buku ini menceritakan bahwa Musa memberikan sat kitab pada pengikutnya yang bernama Yosua bin Nun sebelum ia wafat. Di dalam buku itu diwartakan apa yang akan terjadi pada orang Yahudi di masa-masa mendatang. Buku itu bercerita tentang kehancuran pertma orang Yahudi yang akan dilakukan seorang raja dari timur yang membakar sinagoge terbesar mereka dan menahan mereka di wilayah sang raja.

Kemudian Allah mengembalikan bumi yang dijanjikan itu pada seorang raja yang mengasishi mereka. Bangunan sinagoge pun dikembalikan lagi. Mereka diberikan anugerah oleh Allah berupa anak dan kawan. Namun, orang Israel kembali bermaksiat kepada Allah. Dia lalu mengutus seorang raja dari barat untuk mereka. Raja kedua ini kembali memporak-porandakan Baitul Maqdis untuk kedua kalinya. Ia membakar bagian-bagian sinagoge yang suci itu. Kehancuran yang kedua ini lebih parah darpada kehancuran yang pertama. Kemudian berlalu beberapa kejadian, sebelum akhirnya muncullah Nabi yang ditunggu-tunggu bersama kekuasaan yang diberikan Tuhan padanay setelah 250 minggu[1] wafatnya Musa As.

Buku itu terkuak pada tahun 1861 M di kota Milan Italia di Perpstakaan Ambrosian. Manuskrip tersebut ditulis pada abad keenam Masehi. Jadi, manuskrip itu tidak diketahui oleh para penganutnya lebih dari 13 abad. Hingga saat ini kita belum mendapati naskah lain selain manuskrip itu. Naskahnya ditulis dalam bahasa Latin yang diterjemahkan dari bahasa Ibrani atau Armenia yang ditulis pada abad pertama masehi. Para ahli memutuskan bahwa naskah itu ditulis oleh salah satu kelompok umat Yahudi Isin (dikutip dari pendahuluan buku The Old Testament Pseudepigrapha).

Dari sejarah buku ini dapat dipahami bahwa mustahil Muhammad membaca manuskrip satu-satunya itu yang penganut teologinya saja kehilangan naskah tersebut selama 13 hingga 18 abad. Muhammad tidak mungkin membacanya dengan bahasa naskah itu, atau naskah itu dibacakan padanya. Lalu, keajaiban yang luar biasa dan tanda kerahiban itu terkuak pada zaman munculnya Nabi ii di tengah-tengah Ahli Kitab. Ia lalu mengklaim kenabian dan menceritakan kepada orang Yahudi dan Nasrani bahwa semua itu tertulis di kitab mereka. Ada banyak pembahasan dalam nubuwat (prediksi ini). Sebelum memasuki ayat yang merinci kabar gembira yang ada, kita akan menyebutkan secara lengkap bagian awal surah Al-Isra berikut:

وَقَضَيْنَا إِلَىٰ بَنِي إِسْرَائِيلَ فِي الْكِتَابِ لَتُفْسِدُنَّ فِي الْأَرْضِ مَرَّتَيْنِ وَلَتَعْلُنَّ عُلُوًّا كَبِيرًا () فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ أُولَاهُمَا بَعَثْنَا عَلَيْكُمْ عِبَادًا لَنَا أُولِي بَأْسٍ شَدِيدٍ فَجَاسُوا خِلَالَ الدِّيَارِ ۚ وَكَانَ وَعْدًا مَفْعُولًا () ثُمَّ رَدَدْنَا لَكُمُ الْكَرَّةَ عَلَيْهِمْ وَأَمْدَدْنَاكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَجَعَلْنَاكُمْ أَكْثَرَ نَفِيرًا ()  إِنْ أَحْسَنْتُمْ أَحْسَنْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ ۖ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا ۚ فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ الْآخِرَةِ لِيَسُوءُوا وُجُوهَكُمْ وَلِيَدْخُلُوا الْمَسْجِدَ كَمَا دَخَلُوهُ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَلِيُتَبِّرُوا مَا عَلَوْا تَتْبِيرًا  ()  عَسَىٰ رَبُّكُمْ أَنْ يَرْحَمَكُمْ ۚ وَإِنْ عُدْتُمْ عُدْنَا ۘ وَجَعَلْنَا جَهَنَّمَ لِلْكَافِرِينَ حَصِيرًا ()

Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam Kitab itu: “Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar”. Dan Kami telah mengabarkan kepada bani israil di dalam kitab taurat yang diturunkan atas mereka bahwa sesungguhnya pasti akan terjadi kerusakan yang timbul dari mereka dua kali di wilayah baitul maqdis dan tempat-tempat sekitarnya dengan melakukan tindak kezhaliman, membunuhi para nabi, sombong, dan tindakan melampaui batas serta permusuhan.  Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) pertama dari kedua (kejahatan) itu, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan yang besar, lalu mereka merajalela di kampung-kampung, dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana. maka ketika terjadi kerusakan pertama yang mereka timbulkan, Kami datangkan kepada mereka hamba-hamba kami yang memiliki keberanian dan kekuatan luarbiasa untuk menguasai mereka, lalu mempencundangi mereka, membunuhi mereka serta mengusir mereka. Orang-orang itu berkeliling di perkampungan-perkampungan mereka dengan merusak. Itu merupakan suatu ketetapan yang mesti terjadi, karena ada faktor penyebabnya dari kalian. untuk mengalahkan mereka kembali dan Kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak dan Kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar. Kemudian kami kembalikan bagi kalian (wahai bani israil), kekuasaan dan kemenangan atas para musuh kalain yang dahulu di kuasakan atas kalian. Dan kami tambah rizki dan jumlah anak-anak kalain, serta menguatkan kalian dan menjadikan kalain berjumlah lebih banyak dari pada jumlah musuh kalian. Kondisi demikian disebabkan perbuatan baik dan ketundukan kalian kepada Allah.Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam mesjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai. Jika kalian baik dalam perbuatan-perbuatan dan uacapan-ucapan kalian, Sesungguhnya kalian berarti telah berbuat baik terhadap diri kalian sendiri. Sebab pahalanya kembali kepada kalian. Bila kalain bertindak buruk, maka hukumannya(juga) berbalik mengenai kalian sendiri. Jika nanti telah tiba ketetapan terjadinya kerusakan kedua (yang kalian perbuat), maka Kami akan menjadikan musuh kalian berkuasa atas kalain kembali, untuk menghinakan dan mengalahkan kalian, sehingga tampaklah bekas-bekas penghinaan dan penistaan pada wajah-wajah kalian dan lalu merangsek masuk menghadapi kalain ke dalam baitul maqdis untuk menghancurkannya sebagaimana mereka dahulu pernah menghancurkannya, dan kemudian meluluhlantahkan semua yang mereka miliki sehabis-habisnya secara total. Mudah-mudahan Tuhanmu akan melimpahkan rahmat(Nya) kepadamu; dan sekiranya kamu kembali kepada (kedurhakaan) niscaya Kami kembali (mengazabmu) dan Kami jadikan neraka Jahannam penjara bagi orang-orang yang tidak beriman. (Q.S Al-Isra : 4-8)

Para ahli tafsir berbeda pendapat terkait beberapa ayat di atas. Sebagian menafsirkan dengan sangat futuristic. Menurut kelompok ini, kaum Muslimin lah yang nanti menjadi hamba Allah yang memasuki Baitul Maqdis untuk pertama kali dan memasukinya lagi nanti mendekati akhirat. Kelompok lainnya menafsirkannya bahwa apa yang disebutkan dalam ayat itu merupakan kejadian atau peristiwa yang sudah berlalu. Mereka juga berbeda pendapat terkait kelompok yang mengalahkan orang Yahudi.

Sebelum menyimpulkan tafsiran mana dari keduanya yang paling mendekati kebenaran, kita harus menafsirkan prediksi buku pertama yang berjudul The Testament of Moses yang berasal dari Taurat. Kehancuran pertama yang terjadi pada masa raja dari timur tidak akan pernah melampaui kehancuran kerajaan Israel Utara yang dilakukan oeh Raja Assyiri Shalmaneser II (Raja-raja: 17). Maksudnya, kehancuran kerajaan Yahuda Selatan di tangan Raja Babilonia Nebuchadnezzar II (Raja-raja: 21). Kedua raja ini berasal dari timur (timur Palestina). Namun, pendapat yang diunggulkan adalah raja Baabilonia, karena peristwa itu lebih dahsyat dan lebih populer. Pada peristiewa itulah, sinagoge Yahudi dihancurkan, seperti yang diramalkan.

Dalam kesimpulan terhadap buku The Testament of Moses, penulis memang tidak menyebutkan bahwa orang yang tertawan itu berasal dari keturunan Yahudi. Ini semakin menguatkan bahwa raja Babilonialah yang dimaksud. Kehancuran yang kedua terjadi setelah kehancuran yang pernah terjadi dilakukan oleh para kaisar Romawi, seperti Kaisar Titus pada tahun 70 M dan Kaisar Hadrian[2] pada tahun 135 M. Mereka ini raja-raja dari barat, seperti yang disebutkan oleh prediksi itu. Mereka telah menghancurkan sinagoge pada beberapa kesempatan.

Sekarang kita kembali pada penafsiran ayat Al-Qur’an yang telah disinggung sebelumnya. kita melihat Taurat dan buku-buku sejarah menyebutkan bahwa kehancuran pertama dilakukan oleh orang orang Babilonia. Kehancuran kedua dilakukan oleh orang Romawi yang luar biasa Taurat memberikan gelah Abdullah[3] pada penakluk yang berasal dari Babilonia. Ini sesuai dengan sifat yang diberikan Al-Qur’an pada orang-orang yang pertama kali mengalahkan orang Yahudi “Hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan yang dahsyat”. Bahkan Nabi Musa As meminta orang Yahudi Yeremia untuk tidak melawan penakluk dari Babilonia itu,[4] karena Allah-lah sebetulnya yang mengirimnya.mungkin justru ini menangkis pendapat sebagian ahli tafsir yang melihat bahwa frasa “hamba Kami”, menurut mereka maksudnya adalah hamba Allah. Lebih lanjut, mereka menganggap bahwa orang yang pertama kali mengalahkan orang Yahudi adalah kaum Muslimin. Karena, frasa hamba Allah atau frasa hamba Yang Maha Pengasih hanya ditujukan pada orang-orang yang patuh pada perintah Allah.[5] Juga , kata lain dalam Al-Qur’an juga  mengacu pada orang-orang kafir di akhirat nanti.[6] Alasannya memang karena saat itu mereka hanya bisa patuh kepada Allah. Lalu, adakah penghalang bila Nebuchadnezzar memerangi orang Yahudi karena memenuhi perintah Allah untuk memberi hukuman pada orang Yahudi, meskipun ia orang kafir. Karena itulah penyebutan frasa hamba Allah menjadi sah-sah saja mengacu pada Nebuchadnezzar berikut bala tentaranya.ini terkait dengan penggunaan frasa hamba Kami (hamba Allah) untuk orang-orang yang mengalahkan orang Yahudi pertama kali.

Yang mengherankan pada ayat Al-Qur’an di atas, disebutkan bahwa orang Yahudi setelah mengalami kekalahan dari musuh-musuh mereka pertama kali justru punya lebih banyak kawan. Taurat menyebutkan bahwa orang Yahudi bisa kembali dari tahanan Babilonia atas bantuan dari Raja Persia Keosrau.[7] Inilah yang membuat penulis lebih memilih tafsir yang menyebutkan bahwa dua malapetaka itu telah berlalu. Yang membuat kehancuran pertama kali adalah orang-orang Babilonia, sementara orang yang menghancurkan kedua adalah orang Romaawi pada tahun 70 Masehi.[8] Hal ini diperkuat oleh firman Allah Swt setelah menyajikan kisah itu.

اَوْ يُلْقٰىٓ اِلَيْهِ كَنْزٌ اَوْ تَكُوْنُ لَهٗ جَنَّةٌ يَّأْكُلُ مِنْهَاۗ وَقَالَ الظّٰلِمُوْنَ اِنْ تَتَّبِعُوْنَ اِلَّا رَجُلًا مَّسْحُوْرًا

atau (mengapa tidak) diturunkan kepadanya harta kekayaan atau (mengapa tidak ada) kebun baginya, sehingga dia dapat makan dari (hasil)nya?” Dan orang-orang zalim itu berkata, “Kamu hanyalah mengikuti seorang laki-laki yang kena sihir.” (QS Al-Furqon: 8)

**Diambil dari Ensiklopedia Mukjizat Alquran dan Hadis Jilid 1 : Kemukjizatan fakta sejarah

[1] Data angka ini, bisa ditemukan pada kitab Tahud (97) dan The Asumptions of Moses (12: 11)

[2] Penghancuran yang dilakukan Hadrian lebih diunggulkan, karena lebih parah. Saat itu orang yahudi juga menjadi tawanan.pendapat ini juga disampaikan oleh Dr. Ali Abdul Wahid Wafi dalam buku Al-Yahudiyyah wa Al Yahud. Dia berpendapat bahwa penghancuran pertama yang dimaksudkan Al-Qur’an penghamcuran

[3] Oleh karenanya, Tuhan berkata, “Karena kalian memaksiati firman-Ku. Sekarang aku menggerakkan semua kabilah dari utara yang dipimpin Nebuchadnezzar, hambaku (Yeremia 25:9)

[4] Yeremia, 27

[5] Lih. QS Al-Furqon (25): 63.

[6] Lih. QS Al-Furqon (25): 17 berikut: “(Ingatlah) suatu hari (ketika) Allah menghimpunkan mereka beserta apa yang yang mereka sembah selain Allah, lalu Allah berkata (kepada yang disembah), “Apakah kamuu yang menyesatkan hamba-hambaKu itu, atau mereka sendirikah yang sesat dari jalan (yang benar)””

[7] Taurat 36: 22-23

[8] Ini sesuai dengan pendapat Dr. Ali Abdul Wahid Wafi di atas.

Kisah Nabi Musa A.S di Taurat dan Al-Qur’an (Part V)

Fakta keenam adalah bahwa teks Taurat menjadikan Musa As sebagai seorang criminal professional yang terlihat dari caranya membunuh lelaki Mesir ketika ia mendapati lelaki itu bersengketa dengan orang Israel. Musa As menoleh ke kanan dan ke kiri. Setelah yakin tidak ada orang yang menyaksikannya, ia pun membunuh lelaki Mesir itu dan menguburkannya di gundukan tanah atau pasir. Itu artinya Musa membunuh lelaki Mesir dengan sepenuh hati, seperti yang mereka katakan. Teks Al-Qur’an justru menyebutkan bahwa Musa As hanya membantu orang Israel dalam sengketanya dengan orang Mesir. Ia hanya memukul orang Mesir itu dengan bogem mentahnya, tanpa berniat untuk membunuhnya. Namu, ternyata bogem mentahnya itu terlalu kuat sehingga menyebabkan kematian lelaki Mesir. Buktinya Musa As segera mengatakan, “Perilaku itu merupakan perilaku setan.” Ia pun memohon ampun kepada Allah atau dosa itu yang dilakukannya tanpa sengaja. Allah pun mengampuninya. Mungkin ada yang mengatakan bahwa paara Fir’aun membunuh anak-anak Bani Israel. Mereka juga mengenakan siksa terpedih pada orang Israel. Karena itu, tidak ada salahnya bila Musa As atau yang lain membunuh orang Mesir yang berada di kekuasaan mereka. Namun, ini omongan manusia, sementara bila merujuk pada petuntuk Tuhan semesta alam, maka orang Mesir yang tidak bersalah itu tidak boleh dibunuh lantaran kejahatan Fir’aun yang zalim. Ia hanya boleh dibunuh bila lelaki Mesir itu bersama Fir’aun di medan perang. Teks Taurat menyebutkan bahwa dua lelaki yang sedang bertikai itu pada hari berikutnya ternyata adalah orang Bani Israel.

Saat berjalan-jalan di hari kedua, Musa As mendapati dua orang lelaki Ibrani yang sedang brkelahi. Ia berkata pada orang yang bersalah, “Mengapa kamu memukul kawanmu?” orang itu menjawab, “Siapa yang menjadikan kamu pemimpin dan hakim bagi kita? Apakah kamu memikirkan pembunuhanu seperti yang kamu lakukan pada orang Mesir?” Sementar itu, teks Al-Qur’an menyebutkan bahwa satunya orang Mesir, apalagi bila melihat tidak ada keuntungan apapun bagi Musa As untuk membantu seorang Israel melawan orang Israel lainnya. Ini seperti yang terdapat dalam firman Allah Swt berikut:

فَأَصْبَحَ فِي الْمَدِينَةِ خَائِفًا يَتَرَقَّبُ فَإِذَا الَّذِي اسْتَنْصَرَهُ بِالْأَمْسِ يَسْتَصْرِخُهُ ۚ قَالَ لَهُ مُوسَىٰ إِنَّكَ لَغَوِيٌّ مُبِينٌ () فَلَمَّا أَنْ أَرَادَ أَنْ يَبْطِشَ بِالَّذِي هُوَ عَدُوٌّ لَهُمَا قَالَ يَا مُوسَىٰ أَتُرِيدُ أَنْ تَقْتُلَنِي كَمَا قَتَلْتَ نَفْسًا بِالْأَمْسِ ۖ إِنْ تُرِيدُ إِلَّا أَنْ تَكُونَ جَبَّارًا فِي الْأَرْضِ وَمَا تُرِيدُ أَنْ تَكُونَ مِنَ الْمُصْلِحِينَ0

Karena itu, jadilah Musa di kota itu merasa takut menunggu-nunggu dengan khawatir (akibat perbuatannya), maka tiba-tiba orang yang meminta pertolongan kemarin berteriak meminta pertolongan kepadanya. Musa berkata kepadanya: “Sesungguhnya kamu benar-benar orang sesat yang nyata (kesesatannya)”. Karenanya, di dalam kota, Musa menjadi takut kepada Fir’aun, ia mencari tahu tentang berita yang diperbincangkan oleh masyarakat terkait dirinya dan korban yang dibunuhnya. Lalu ia melihat temannya yang kemarin beradu senjata dengan orang lain dari suku Qibthi dan meminta pertolongan darinya, maka Musa berkata kepadanya, “Sesungguhnya kamu itu benar-benar banyak berbuat penyimpangan dan nyata kesesatannya.” Maka tatkala Musa hendak memegang dengan keras orang yang menjadi musuh keduanya, musuhnya berkata: “Hai Musa, apakah kamu bermaksud hendak membunuhku, sebagaimana kamu kemarin telah membunuh seorang manusia? Kamu tidak bermaksud melainkan hendak menjadi orang yang berbuat sewenang-wenang di negeri (ini), dan tiadalah kamu hendak menjadi salah seorang dari orang-orang yang mengadakan perdamaian”. Maka tatkala Musa hendak memukul orang Qibthi itu, ia berkata “Apakah kamu akan membunuhku sebagaimana kamu telah membunuh seseorang kemarin? Kamu itu tidak ingin kecuali menjadi seorang yang melampaui batas di muka bumi. Kamu tidak ingin menjadi bagian dari orang-orang yang mendamaikan di anatara manusia.” (Q.S AL-Qashash: 18-19)

Fakta ketujuh adalah bahwa teks Taurat menyebut bahwa tokoh Madyan mempunyai tujuh putri. Ketujuh putrinya itu pergi semua ke Sumur Madyan untuk menimba minuman kambing ayahnya. Setelah mereka memnuhi timba dengan air, para penggembala datang untuk mendusir mereka. Musa As yang sedang duduk-duduk di dekat sumur itu menolong mereka dan memberikan minuman pada kambing mereka. Kerancuan – kerancuan yang terdapat di Taurat sangat jelas sekali. Sangat tidak masuk akal bila semua putri tokoh Madyan untuk memberi minum kambing ayah mereka. Semestinya cukup satu, dua, atau maksimal tiga putrinya yang melakukan kegiatan itu. Sisanya membantu ayah mereka yang sudah tua renta, dan mengurus keperluan rumah. Teks ini juga menunjukkan bahwa putri-putri sang tokoh itu benar-benar asing (dengan situasi sumur). Padahal, ini bukanlah kali pertama mereka melakukan kegiatan itu.

Seharusnya para penggembala itu mengusir mereka sebelumnya. aneh bila putri-putri itu mengulangi kesalahan seiap hari. Mereka memenuhi timba, kemudian para penggembala mengusir mereka, kemudian mereka baru mengisi timba itu setelah para penggembala keluar dari sumur.di sisi lain, teks Al-Qur’an menjelaskan bahwa ketika sampai di Sumur Madyan, Musa As mendapati para penggembala sedang memberi minum kambing mereka. Ia melihat dua orang gadis di dekat sumur itu yang sedang berusaha keras menahan kambing mereka agar tidak sampai di sumur. Kambing yang kehausan setelah sehari digembalakan tidak terkontrol lagi dan tidak bisa dilarang mendekati air. Pemandangan dua gadis yang kesullitan menghadapi kambing agar tidak mendekati air, telah menarik perhatian Musa As. Ia pun menanyakan apa yang sedang terjadi. Keduanya menjawab bahwa mereka tidak bisa memberi minum pada kambing mereka, sebelum para penggembala itu pergi dari sumur.

Mereka juga menceritakan bahwa yang menyuruh mereka untuk menggembalakan kambing adalah ayah mereka yang sudah renta. Sang ayah tidak mungkin bisa menggembalakan dan memberi minum kambing sendiri. Nabi Musa As pun memberikan minum kambing-kambing ituuntuk membantu kedua gadis tersebut. Faktor yang menyebabkan dua gadis itu tidak mau memberi minum pada kambing saat masih ada para penggembala bukan lantaran keduanya takut kalau-kalau akan diusir. Tidak ada untungnya bagi para penggembala itu mengusir keduanya dari sumr, karena semua kambing di Madyan minum dari tempat itu.

Namun, yang menjadi faktor adalah kedua gadis itu tidak menyukai berama-sama dan berselisih pendapat dengan para penggembala yang berlainan jenis kelamin. Semua itu demi kebaikan keduanya. Keduanya juga malu pada para penggembala. Rasa malu ini bisa dilihat saat salah satu di antara keduana memanggil Musa As untuk diajak ke rumah ayahnya yang akan memberi upah untuk apa yang sudah dilakukan Musa As. Wanita itu berjalan dengan malu saat menuju kea rah nabi Musa. Fakta kedelapan adalah bahwa teks Taurat berlawanan dengan teks Al-Qur’an. Taurat tidak memberikan Batasan waktu tinggal Musa As di Madyan. Teks Taurat juga tidak menyebutkan bahwa Musa As telah menceritakan pada tokoh Madyan ihwal apa yang terjadi padanya saat di Mesir. Taurat juga tidak menceritakan bahwa ia daang ke Madyan karena melarikan diri dari acaman Fir’aun, lalu sang tokkoh Madyan ini menenangkannya bahwa dia sekarang di tempat yang aman.

Setelah tokoh Madyan itu tahu bahwa Musa As adalah lelaki yang baik, disamping kuat dan terpercaya seerti yang disaksikan oleh putrinya, ia menawarkan Musa As untuk menikahi salah satu putrinya sebagai pengganti Musa yang sudah bekerja selama delapan tahun. Bahwa akhirnya Musa As bekerja selama sepuluh tahun , itu merupakan budi baik Musa As. Seperti kita sudah singgung sebelumnya, teks Taurat menampilkan urutan peristiwa tanpa menyelipkan karakteristik keimanan pada masing-masing tokohnya. Padahal teks Al-Qur’an menunjukkan kebaikan dua gadis itu yang tidak mau bergaul bersama-sama dengan para penggrmbala, juga kebaikan ayah keduanya.

Sang ayah mengutus putrinya di belakang Musa As agar terlihat kebaikan yang dilakukan Musa pada dua orang putrinya, juga wibawa Musa As ketika membantu dua gadis itu untuk memberi minum kambing keduanya, meskipun Musa kala itu orang asing bgi penduduk Madyan. Hal lainnya adalah bagaimana Musa As selalu bergantung padanya ketika megatakan:

رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ

 “Ya Tuhanku sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku”. (Q.S AL-Qashash: 24)

**Diambil dari Ensiklopedia Mukjizat Alquran dan Hadis Jilid 1 : Kemukjizatan fakta sejarah

Pemotongan Hewan Idul Adha di ABATA

Dalam rangka memperingati Idul Adha, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya SD Exiss Abata rutin melaksanakan kegiatan penyembelihan hewan kurban. Tahun ini hewan yang dikurbankan sebanyak 5 sapi dan 2 1 kambing sumbangsih dari para donatur. Ada pelajaran penting yang perlu diingat tentang ibadah kurban. Benar, Idul Adha adalah penghargaan Allah atas kisah pengorbanan seorang ayah untuk merelakan anaknya sebagai bentuk penghambaannya kepada Rabbnya. Karena sejatinya keimanan tidak lagi diukur dari logika manusia. Bahwa perintah Rabbnya adalah satu hal yang prioritasnya didahulukan sebelum yang lainnya. Nabi Ibrahim adalah ayah yang berhati besar, direlakannya sang anak Ismail untuk dikurbankan sebagaimana wahyu yang diperoleh Ibrahim lewat mimpinya.

وَقَالَ إِنِّي ذَاهِبٌ إِلَى رَبِّي سَيَهْدِينِ (99) رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ (100) فَبَشَّرْنَاهُ بِغُلَامٍ حَلِيمٍ (101) فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ (102) فَلَمَّا أَسْلَمَا وَتَلَّهُ لِلْجَبِينِ (103) وَنَادَيْنَاهُ أَنْ يَا إِبْرَاهِيمُ (104) قَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيَا إِنَّا كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ (105) إِنَّ هَذَا لَهُوَ الْبَلَاءُ الْمُبِينُ (106) وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ (107) وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِي الْآَخِرِينَ (108) سَلَامٌ عَلَى إِبْرَاهِيمَ (109) كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ (110) إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِينَ (111)

Dan Ibrahim berkata: “Sesungguhnya aku pergi menghadap kepada Rabbku, dan Dia akan memberi petunjuk kepadaku. Ya Rabbku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang shalih. Maka Kami beri dia kabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar. Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu?” Ia menjawab: “Wahai ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya di atas pelipisnya, (nyatalah kesabaran keduanya). Dan Kami memanggilnya: “Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu, sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian, (yaitu) “Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim.” Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.” (QS. Ash-Shaaffaat: 99-111)

Keteguhan seorang Ibrahim rupanya diikuti sang anak, Ismail dengan sukarela menyerahkan dirinya untuk dikurbankan sebagaimana perintah Allah kepada ayahnya. Ayah dan anak ini membuktikan bahwa ada cinta yang lebih tinggi dari kasih sayang seorang ayah kepada anaknya yakni cinta keduanya kepada Rabbnya. Bahwa keikhlasan keduanya diabayar tunai oleh Allah Swt dengan menghadiahkan hewan kurban sebagai ganti dari nyawa Ismail. Tidak hanya sampai disitu, Allah jadikan kisah keduanya sebagai syariat yang rutin dilakukan setiap tahun bagi umat islam di seluruh penjuru negeri sebagai pengingat kita betapa besar ujian yang harus dijalankan Nabi Ibrahim dan betapa relanya seorang Ismail mengikuti perintah wahyu ayahnya.

     

Bertempat di lapangan SD Exiss Abata pemotongan hewan kurban tahun ini yang diikuti oleh seluruh pegawai LPI Abata berjalan dengan lancar. Kupon yang dibagikan kepada masyarakat sekitar Abata berjumlah 1000 kupon, dengan harapan keberadaan LPI Abata mampu memberi manfaat bagi masyarakat. Akhirnya Idul Adha mengajarkan kita bahwa keikhlasan artinya merelakan segala hal dengan hanya mengharap ridho Allah tanpa perlu pertimbangan akal dan hawa nafsu. Bahwa ada balasan yang setimpal dari Allah atas setiap keikhlasan.

Selamat Idul Adha

1 2 3 5