Author Archives: Exiss Abata

Gebyar Merah Putih

Ulang tahun merupakan moment  yang ditunggu setiap orang, apalagi ulang tahun negara kita INDONESIA.

Murid-murid KB-TK EXISS ABATA juga sangat antusias turut merayakan HUT RI ke-73 kali ini. Dengan mengenakan kostum bernuansa merah putih dan semangat 45 mereka mengikuti setiap kegiatan lomba yang dilaksanakan kali ini yang bertujuan membangun kemandirian dan memupuk keberanian murid antara lain lomba memindahkan bendera, mengancingkan baju, dan memakai kaos kaki.

Tak hanya anak-anak yang menyemarakkan HUT RI kali ini, orangtua murid pun  tak kalah semangatnya mengikuti lomba makan kerupuk raksasa berkelompok sambil duduk pula dan lomba menghias cake kemerdekaan. Sungguh luar biasa kreativitas-kreativitas baru yang tercipta kali ini keren dan sarat makna. Jayalah Indonesiaku, semoga semangat para pejuang  menjadi motivasi bagi kita semua untuk jadi lebih baik lagi.

Merdeka !!! Merdeka !!! Merdeka !!!

Tim SAR : Belajar Berani.. Belajar Mandiri..

SAR (Search and Rescue) adalah kegiatan dan usaha mencari, menolong, dan menyelamatkan jiwa manusia yang hilang atau dikhawatirkan hilang atau menghadapi bahaya dalam musibah-musibah seperti pelayaran, penerbangan, dan bencana.Operasi SAR dilaksanakan tidak hanya pada daerah dengan medan berat seperti di laut, hutan, gurun pasir, tetapi juga dilaksanakan di daerah perkotaan.

Kelas 1 belajar untuk berani dan mandiri dalam mengikuti kegiatan TIM SAR, berani dalam mengikuti kegiatan simulasi, belajar menolong korban dari reruntuhan, menyelematkan korban patah tulang hingga menyelamatkan korban tenggelam. Mereka belajar membantu tanpa mengeluh capek dan peluh. Mereka baru tiga bulan berada di bangku sekolah, namun mereka keberanian melakukan itu semua. Mereka juga terlihat mandiri dalam makan sendiri, mandi sendiri, memakai baju sendiri maupun mandiri dalam merapikan semua perlengkapan yang mereka bawa sendiri. Bukan hal yang mudah bagi mereka, namun mereka berusaha dan mencoba untuk belajar seperti orang dewasa.

Demikian kerasnya perjuangangan mereka, sehingga pengalaman yang indah dan berkesan yang mereka bisa rasakan. Pengalaman yang akan menjadi bekal mereka dalam menjalani rutinitas sehari-hari, baikdi rumah maupun di sekolah.

Yuk Camping !!

Yuk.. Camping? Siapa takut…!!

Alhamdulillah kegiatan Camping di bulan November 2018 ini sudah berlangsung dan berjalan lancar. Kegiatan tematik yang satu ini sangat dinantikan oleh murid-murid sekolah kami, karena merupakan kegiatan belajar di luar sekolah dan menyenangkan.

Lokasi Camping bisa berbeda-beda tergantung level kelasnya. Untuk kelas 1sampai 3, area lokasi biasanya sekitar Jakarta. Namun untuk kelas 4-5 kami mengambil lokasi sekitar Bogor.

Kegiatan Camping yang diselenggarakan di sekolah kami mulai sejak kelas satu. Tentu saja kompetensi murid kelas rendah (1-3) sedikit berbeda dengan level berikutnya. Dimulai dari Camping yang menyenangkan sampai pada melatih life skill murid.  Kompetensi yang dikembangkan dalam kegiatan Camping ini adalah melatih kemandirian, berani, tanggung jawab, teamwork, dan leadership.

Kegiatan ini melibatkan semua murid kelas 1-5 dengan wali kelas dan guru qur’an yang diamanahkan sebagai pendamping kelompok Camping. Setiap kelompok biasanya gabungan dari dua level kelas, yang bertujuan menumbuhkan rasa peduli dan tanggung jawab terhadap adik kelasnya. Mulai dari pemilihan ketua kelompok (regu), pembagian tugas kelompok ataupun ketika shalat berjama’ah, sampai pada berlatih untuk menampilkan kreasi seni kelompoknya.

Waah… pokoknya Camping itu menyenangkan deh, bisa belajar bersama di alam terbuka. Kami jadi lebih terasah kemandirian, bekerjasama dengan teman dan bertanggung jawab.

Qurban

Allahhu akbar Allahhu akbar wa lillahilhamd…

Tanggal 11 Djulhijah 1439H bertepatan dengan Kamis 23 agustus 2018, suara takbir berkumandang di halaman sekolah kami sekolah EXISS ABATA, momen tahunan yang menjadi agenda tetap yang bisa kami jalankan yaitu penyembelihan hewan qurban.

Suasana yang begitu semarak, rasa suka cita dirasakan oleh segenap penghuni sekolah, siswa, pegawai, keluarga yayasan, bahkan masyarakat sekitar.

Hari raya qurban merupakan momentum sebagai bulan amal dan perduli antar sesama, salah satunnya dengan menyemblih hewan qurban, dengan harapan kita menjadi hamba-hamba allah yang bertaqwa, hal ini tak lepas dari pristiwa penting Ibrahim dan ismail alaihisalam.

Pengorbanan nyata seorang ayah yang bernama Ibrahim, atas ketaatannya terhadap perintah allah Kepadannya, wahyu yang turun melalui mimpi beliau, allah perintahkan nabi Ibrahim untuk menyemblih anaknya ismail, anak laki-laki yang selama ini diidamkan kehadirannya di tengah keluarga.

Momen ini pun mengajarkan kita untuk memperkenalkan kepada anak didik arti ibadah agar mereka gemar berinfaq, menanamkan rasa cinta dan kasih sayang terhadap sesama, yang paling penting mendekatkan ukhuwa antara LPI ABATA dengan masyarakat di sekitar sekolah Abata.

Alhamdullilah tahun ini abata bisa berqurban sebanyak 5 ekor sapi (4 sapi dengan bobot 400kg dan 1 sapi limosin dengan bobot 1000 Kg), serta 20 ekor Kambing (dengan bobot 40 kg), hewan-hewan ini berasal dr sekolah, sumbangan walimurid dan infak siswa. Untuk sapi sekor dari ketua yys kami bpk ismed, seekor dari bunda richi, seekor dari ibu sita dkk serta 2 ekor dr infaq siswa, sedangkan untuk kambing seekor dari bunda danis, 2 ekor dari bunda akhdan, 3 ekor dari bunda reifan, 3 ekor dari bunda Pamela dan sisanya dr infaq siswa. Untuk tahun ini kupon daging dibagikan sebanya 1000 kupon untuk masyarakat dan juga pegawai.

Acara kita mulai pukul 07.00 – 15.00, seperti biasa saya bertugas di bagian konsumsi merangkap di bagian penimbangan dan pembungkusan kami semua saling bahu membahu menyelesaikan amanah ini, ada yang dibagian penyembilhan, pengkulitan, pemotongan, penimbangan, pembingkusan, sampai pembagian daging.

Cape “Sudah tentu” Lelah “Banget” tapi jangan tannya hati kami “seneng sekali” disini kami terlihat kompak bekerjasama menyelesaikan tugas hingga usai.

Rasa lelah hilang ketika masyarakat datang, dan pulang membawa sebungkus daging dengan senyuman, hati kami gembira karena bisa berbagi dengan yang lain.

Semoga ini semua menambah berkah untuk kita semua, terutama LPI ABATA , menambah rizky buat orang-orang yang telah mengeluarkan sebagian hartannya untuk orang lain.

Sebuah pengalaman indah yang tak terlupa, semoga tahun depan lebih baik dan lebih semarak lagi, dan semoga allah mencatat nilai kebaikan dan membalas dengan pahala yang berlipat ganda, amin

LPI ABATA…. Allahhu Akbar.

Family Gathering Exiss Abata 2018

Family Gathering merupakan kegiatan Tahunan yang cukup dinanti-nantikan oleh sebagian besar keluarga besar Exiss Abata. Di mana kegiatan tersebut melibatkan seluruh Civitas Abata beserta keluarganya masing-masing, seperti pengurus yayasan, manajemen LPI, staff dan guru Exiss Abata sehingga menghadirkan sekitar 300 peserta. Acara Family Gathering tahun ini berlangsung pada hari Sabtu, tanggal 18 Agustus 2018 dengan tema “Jalin Silaturahim, Kuatkan Persaudaraan, dan Tingkatkan Prestasi Kerja”. Tema tersebut diambil dengan harapan kegiatan ini dapat semakin menjalin kedekatan silaturahim dan semakin menguatkan persaudaraan di antara semua civitas Abata, selain itu dengan refreshing atau liburan diharapkan mampu meningkatkan semangat dan meningkatkan prestasi kerja. Dengan menjadikan Jungle Land Sentul sebagai tempat tujuan.

Perjalanan dimulai pada pukul 06.30 di mana seluruh peserta Family Gathering berkumpul di Abata dan melakukan registrasi paling lambat pada pukul 7.30 sekaligus untuk menerima snack yang dibagikan panitia sebagai bekal di perjalanan. Berangkat dengan menggunakan bus di mana selama perjalanan diisi dengan kegiatan menebak beberapa pertanyaan yang cukup menghibur dan mendapatkan souvenir sebagai penambah ceria acara, tidak lupa kami berdoa sebelum perjalanan dimulai. Tiba di Jungle Land pukul  09.00, kami berkumpul di area acara dibuka oleh panitia dengan MC nya adalah Ustadzah Saidah dan Ust. Encep, dilanjutkan tilawah Al Quran oleh Ust. Adi firly dan pembacaan Doa oleh Ust. Rohmat Romdoni, acara sambutan dari Ketua Yayasan Abacu sekaligus Direktur LPI yaitu Ust. M. Ismed Fassah,  di mana beliau mengingatkan bahwa salah satu dari visi Yayasan Abacu adalah Togetherness yaitu kebersamaan dalam lingkungan pekerjaan di Abata harus memiliki ritme kerja dan kerjasama yang baik antar pegawai merupakan acara wajib bagi seluruh peserta. Selain itu juga ada salah satu moment penting yaitu acara penghargaan pegawai di mana penghargaan ini diberikan kepada pegawai dengan loyalitas dan prestasi kerja yang baik selama bekerja di Abata. Kategori penghargaan yang diberikan pun dimulai dari masa kerja 5 tahun 10 tahun dan 15 tahun, dengan hadiah emas murni dari lembaga sebagai bentuk penghargaannya, ini menjadi moment yang penting bagi pegawai ketika mendapatkan apresiasi dari lembaga dimana pegawai tersebut bekerja menjadi motivasi tersendiri.

Acara dilanjutkan dengan pembagian doorprize, acara inipun selalu dinantikan oleh pegawai selain karena keseruannya dalam berharap dan menanti hadiah, juga menguji keberuntungan para peserta. Terdapat hampir 20 hadiah yang diberikan oleh panitia dan secara umum hadiah – hadiah tersebut spektakuler. Tidak berhenti sampai disitu, acara berlanjut dengan tukar kado oleh masing-masing peserta, dimana aturan dari tukar kado ini adalah membawa kado seharga Rp.30.000 dengan dibungkus oleh kertas koran. Acara ini dipandu oleh Ustazah Saidah dan Ust Encep. Acara tersebut menjadi ceria karena peserta mengoper kado ke peserta lainnya sampai ketika dinyatakan berhenti maka kado yang berada ditangan itulah yang menjadi milik kita. Hal ini membuat kehangatan semakin terasa antar sesama pegawai.

Setelah acara tukar kado, panitia membagikan makan siang kepada peserta dan mengumumkan kepada peserta bahwa  dapat menikmati wahana – wahana yang ada di Jungle Land, tentu saja keluarga para peserta sangat antusias dan senang terutama bagi anak – anak karena memang wahana di sini sangat bersahabat untuk mereka, ada banyak wahana yang dapat dicoba seperti  wahana dinosaurus, wahana rumah hantu, wahana waterpark,wahana bom bom car, rumah hantu, dll. Alhamdulillah cuaca bersahabat sekali kala itu, sehingga para peserta dapat benar benar menikmati acara Family Gathering ini dan tentu saja waktu sangat tidak terasa. Selain berbagai wahana yang ada, acara kuliner pun dapat dinikmati di Jungle Land dari mulai bakso, soto serta berbagai minuman tersedia disini. Pukul 16.00 adalah waktu di mana seluruh peserta berkumpul untuk bersiap kembali pulang, sebelum itu kami melakukan sesi foto sebagai kenang kenangan atas kebersamaan ini.

Kegiatan Family Gathering merupakan kegiatan yang sangat penting bagi sebuah instansi. Karena dalam kegiatan ini semua keluarga berkumpul menjadi satu untuk berpartisipasi dalam kegiatan, untuk mengenal satu keluarga dengan keluarga yang lainnya sehingga maksud dari menjalin silaturahim dapat terjalin. Suasana kegembiraan tampak menyelimuti seluruh civitas Abata, terlihat wajah-wajah bahagia selama mengikuti acara dari pagi sampai sore hari, Jazakumullah khoiron katsiro kami ucapkan kepada panitia dan jajaran manajemen Abata, atas terlaksananya acara Family Gathering yang sangat berkesan ini.

Family Gathering ABACU 2018

Family gathering ABACU datang lagi! Ini momen kebersamaan yang kami nantikan tiap dua tahun.  Di acara ini keluarga besar ABACU berkesempatan lebih saling mengenal antar keluarga.

Pilihan lokasi Family Gathering tahun ini bertempat di Jungle Land pada Sabtu, 18 Agustus 2018.  Selain banyak wahana yang ditawarkan, jaraknya pun tidak terlalu jauh dari Jakarta, tepatnya di Sentul, Bogor.  Selama perjalanan, kami salut dengan kerja panitianya.  Dipandu ustad Aris, selalu ada acara penuh tawa untuk mengisi perjalanan kami.  Our trip is not boring!  Thank you, panitia!

Sesampai disana kami berkumpul di salah satu aula yang disewa untuk acara kami.  Inilah fokus utama kegiatan Family Gathering.  Mulai dari sambutan direktur LPI ABATA, penghargaan masa kerja pegawai sampai acara tukar kado bertujuan lebih memperat ikatan silaturahmi dalam satu naungan institusi.  Dengan waktu yang sempit karena jadwal yang ketat, acara ini tetap memberikan kesan manis bagi kami.

Kami menghargai perhatian lembaga akan loyalitas pegawainya. Dimana setiap tahun ada pemberian penghargaan untuk masa kerja pegawai 5, 10 dan 15 tahun.

Salah satu acara yang juga berkesan adalah momen tukar kado dengan seluruh pegawai.  Kami diminta berdiri membuat satu lingkaran besar. Satu komando, satu gerakan, akan tercapai tujuan bersama.  Itu hikmah yang kami ambil dari konsep tukar kado yang dirancang panitia.

Jangan hanya menggurui, tapi berikan teladan langsung pada siswa.  Salah satunya mendisiplinkan diri untuk tertib antri lho. Ustadzah kami tersenyum manis dalam barisan pengambilan konsumsi.

Setelah itu acara bebas untuk semua peserta. Tak sabar bermain dan mencoba aneka wahana yang ada disana.  Banyak pilihan permainan di lokasi wisata ini.  Walaupun antrian lumayan panjang, tidak menyurutkan semangat kami mencoba berbagai wahana.

Tapi diluar itu semua, kami senang bisa berkumpul dan sejenak menyegarkan pikiran dari rutinitas pekerjaan sehari-hari.  Semoga kegiatan ini memberikan kesan indah di hati kami.  Sampai jumpa di Family Gathering berikutnya ya.

Camping

Pekan ke dua November ini kami melaksanakan kemping ke pasir mukti. Persiapan untuk kemping pun satu persatu mulai di siapkan, dari mulai pakaian, makanan, tenda, sleeping bag dan sebagainya. Pertemuan kelompok juga dilaksanakan dengan pendamping, untuk menentukan pembagian bawaan kelompok. Kamis pagi kami berbaris di lapangan bersiap hendak berangkat, 6 trontron berbaris rapi siap mengantar kami ke lokasi kemping. Tidak lupa doa dan wejangan dari kepala sekolah mengiringi keberangkatan kami. Setelah perjalanan selama kurang lebih satu jam menggunakan tronton, kami tiba di lokasi kemping.  Kami beristirahat sejenak, air jeruk segar di sugukan guna menghilangkan dahaga kami. Alhamdulillah acara pembukaan kemping dapat dilaksanakan, dilanjutkan dengan makan siang dan sholat dzuhur berjamaah.

Kakak-kakak pembimbing outbond sudah menanti kami mengikuti permainan permainan yang di ada di lokasi kemping. Kami bermain pipa bocor, oper pipa dengan leher dan  lutut, tarik tambang lumpur, berjalan di titian kayu, mencari belut dan perang bantal. Setelah bersih-bersih. Kami berlatih yel- yel dan pensi untuk ditampilkan saat api unggun nanti malam.  Adzan berkumandang  pertanda sholat magrib sudah tiba saatnya. Kami berbaris dalam saf saf rapat melaksanakan sholat.  Allahu Akbar, takbir di ucapkan imam di ikuti dengan seluruh makmum. Alhamdulillah. Makan malam sudah menanti, perut pun sudah berteriak minta di isi setelah kegiatan demi kegiatan dilalui.  Hhhmm alhamdullillah atas semua nikmat yang tiada henti bertubi tubi ternikmati. Berkah rasanya. Kami segera berwudhu untuk melaksanakan sholat isya. Setelah sholat, kami menuju lokasi api unggun di lapangan. Di sana kami melasanakan yel-yel dan pensi dilanjutkan dengan jurit malam, mengelilingi lokasi kemping pada malam hari untuk melatih keberanian dan kerja sama.

Seusai jurit malam, milo hangat dan sepotong kue sudah tersedia untuk kami nikmati, Karna malam sudah semakin larut, kami pun besiap untuk tidur. Kami harus segera tidur karna kami harus bangun lebih awal untuk melaksanakana sholat tahajud dan qiyamul lail. Alhamdulillah kami bangun untuk melaksanakan sholat tahajud dan sholat subuh berjamaah dilanjutkan dengan pembacaan ma`tsurat. Teh  hanyat tersajikan, kami menyeruputnya. Alhamdulillah..

Kami berbaris dilapangan untuk melasanakan senam dan dilanjutkan memasak nasi goreng untuk sarapan. Setelah sarapan kami memancing di areal pancing  yang di sediakan. Dan dilanjutkan dengan melaksanakan game pindah bola dan lemapr bola untuk melatih konsentrasi dan kecepatan. Karena hari sudah mulai siang, kami bersiap untuk pulang ke sekolah, membereskan barang barang yang sudah digunakan untuk kemping. Upacara penutupan dilaksanakan, kami masuk ke trontron dan pulang ke sekolah. Alhamdulillah kami sampai di sekolah dengan selamat. Dari kemping kali ini kami belajar kerja sama, keberanian, solidaritas dan tanggung jawab.

Menumbuhkan Jiwa Entrepreneur dengan Kegiatan Bazar Sekolah

Sepekan yang lalu tepatnya hari Rabu, 14 November 2018 Faqih, Awfa, Rafi dan Reifan mendapat tugas kelompok. Mereka harus membuat ide wirausaha yang akan ditunjukkan saat bazar sekolah. Keempat anak itu mendapatkan kesempatan memperkenalkan kuliner dari daerah Jakarta. Mereka yang bersahabat ini menamai kelompok mereka Sahabat Jakarta. Sebelum mengikuti bazar sekolah, keempat anak itu berdiskusi untuk menentukan kuliner khas apa yang akan mereka jual, harga jual dari kuliner yang mereka jual dan bagaimana cara agar stand mereka menarik untuk dikunjungi. Masih ada enam puluh enam siswa lainnya melakukan hal sama yang terbagi dalam 18 kelompok dengan mengusung 18 daerah di Indonesia.

Kegiatan bazar adalah salah satu bentuk kegiatan belajar mengajar SD EXISS ABATA. Kegiatan bazar kali ini dilaksanakan oleh siswa kelas 6 dengan tema “ Lebih Mengenal Indonesia dengan Kekhasan Kulinernya”. Kegiatan ini selain bertujuan untuk mengembangkan kreativitas dan kecerdasan para siswa juga sebagai implementasi terhadap mata pelajaran yang relevan, seperti implementasi mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial dengan melakukan kegiatan jual beli, Bahasa Indonesia dengan melatih berkomunikasi dengan orang lain, Seni Budaya dan Keterampilan dengan membuat kreativitas kuliner yang mereka jual, Matematika dengan menghitung dan menentukan modal, harga jual dan besaran laba/untung yang mereka dapatkan dan mata pelajaran Komputer dengan membuat poster/flyer sebagai salah satu alat dan cara mempromosikan stan mereka dan membuat laporan keuangan sebagai bentuk kontrolisasi pengeluaran dan pendapatan.

Kegiatan bazar bukan hanya melatih dan meningkatkan pengetahuan dan pengalaman siswa secara akademis tetapi juga menanamkan dan menumbuhkan jati diri siswa untuk menerapkan nilai saling mengasihi, jujur, membangun kepercayaan satu sama lain dan menekankan nilai sopan santun dalam aktivitas kehidupan, seperti hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, yang berbunyi “Pedagang yang senantiasa jujur lagi amanah akan bersama para nabi, orang-orang yang selalu jujur dan orang-orang yang mati syahid.”

Berdagang merupakan salah satu profesi yang sangat mulia dan utama selagi dijalankan dengan jujur dan sesuai dengan aturan serta tidak melanggar batas-batas syari’at yang telah ditetapkan oleh Allah dan rasul-Nya di dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah. Dengan belajar dan berlatih profesi ini dalam bentuk kegiatan bazar diharapkan dapat meningkatkan kreativitas dan menumbuhkan jiwa entrepreneur sukses dunia akhirat, aamiin.

 

Senangnya Belajar Dengan Metode Field Trip

Belajar pada hakikatnya merupakan suatu proses atau aktivitas, di mana siswa dikatakan belajar terdapat aktivitas pada dirinya, baik secara fisik, intelektual (pikiran atau mental), maupun sosial – emosional, bahwa hasil belajar yang diharapkan berupa perubahan-perubahan perilaku siswa (behavioral change),baik aspek pengetahuan, sikap maupun keterampilan. Proses tersebut terjadi karena adanya interaksi antara siswa dengan lingkungan sehinga membentuk pengalaman belajar.

Pengalaman belajar (learning experience) merupakan suatu proses kegiatan belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pengalaman yang diperoleh siswa dalam pembelajaran dapat berupa pengalaman intelektual, emosional, sosial, fisik – motorik. Pengalaman belajar dapat diperoleh di dalam maupun di luar kelas. Untuk mencapai tujuan pembelajaran dan memberikan pengalaman belajar yang lebih mendalam terhadap siswa dari kelas I sampai kelas VI, SD EXISS ABATA menggunakan banyak metode dalam pembelajarannya. Salah satu metode yang digunakan adalah metode karyawisata (field trip)

Metode karyawisata (field trip) merupakan salah satu metode pembelajaran yang identik dengan pembelajaran outdoor, artinya pembelajaran ini lebih menitik beratkan pada aktivitas belajar siswa yang dibawa ke luar kelas. Karyawisata (field trip) lebih menitikberatkan pada pengalaman yang relatif jauh dari kelas atau sekolah, untuk mengunjungi tempat – tempat yang berkaitan dengan topik bahasan. Dampak pengalaman belajar ourdoor bagi siswa yaitu bersosialisasi, bekerjasama, berinteraksi, mengamati dan menilai objek, memberikan kesempatan pada siswa untuk memperoleh pengalaman nyata, praktis, dan konkret, belajar dengan rasa senang, dan dekat dengan lingkungan.

Untuk memberikan pengalaman yang lebih pada siswa kelas VI juga dilakukan metode belajar karyawisata (field trip). Dengan menggabungkan beberapa standart kompetensi kelas VI SD EXISS ABATA melakukan metode pembelajaran karyawisata (field trip) ke Godong Ijo. Di sana siswa akan belajar langsung dengan orang yang lebih ahli di bidangnya. Dengan belajar langsung dari orang yang lebih ahli,  diharapkan siswa akan memperoleh ilmu dan pengalaman  belajar yang lebih banyak lagi.

Di Godong Ijo siswa belajar secara langsung bagaimana cara perkembangbiakan buatan pada tumbuhan secara mencangkok, mengamati secara langsung ciri khusus beberapa hewan langka dan tumbuhan. Di sana siswa juga belajar membatik dengan menggunakan canting, mengetahui dan melihat secara langsung berbagai sistem penanaman dengan cara vertikal(vertikultur), mengetahui bagaimana sistem beberapa energi alternatif, mengenal dan merasakan  salah satu kendaraan traditional, dan juga belajar bekerjasama dan konsentrasi melalui fun gamesnya.

Di Godong Ijo siswa mendemonstrasikan bagaimana cara perkembangbiakan dengan cara mencangkok. Sebelum siswa mempraktekkan secara langsung cara mencangkok, siswa di bawa berkeliling  kebun untuk diperkenalkan berbagai jenis tanaman yang dapat dicangkok, nama-nama tanaman dan juga diperkenalkan jenis-jenis tanaman yang sangat berguna dan bermanfaat untuk kehidupan. Setelah berkeliling kebun barulah siswa diberikan pengarahan tentang  langkah-langkah mencangkok. Di sana siswa belajar mencangkok pohon srikaya. Siswa – siswa kelas VI terlihat begitu antusias mencoba secara langsung cara mencangkok. Setelah mencangkok mereka boleh membawa pulang hasil cangkokannya ke rumah untuk di amati perkembangannya.

Siswa-siswi kelas VI tampak begitu senang dan penasaran untuk melihat, mengamati, memegang, menggendong  bahkan memberi makan berbagai jenis hewan langkah yang ada di sana. Mulai dari kura-kura  dari beberapa negara, kadal gurun, katak bule, ikan ganas Arapamia yang berasal dari Amazon, burung unta, iguana, kelelawar, dan kelinci. Siswa tampak begitu antusias untuk memegang dan menggendong beberapa hewan tersebut. Walaupun takut mereka berusaha untuk memegang hewan tersebut agar tidak penasaran. Tapi ada juga beberapa siswa yang sampai lari dan pucat karena takut dan merasa geli jika harus menggendong dan memegang beberapa hewan tersebut.

Di pos membantik, siwa merasakan langsung sulitnya membuat batik dengan menggunakan canting. Mereka belajar mulai dari melapisi motif dengan malam batik sampai memberi warna. Mereka merasakan langsung panasnya di depan kompor, panasnya tangan mereka terkena malam batik dan sulitnya melapisi motif dengan menggunakan canting. Dengan demikian diharapkan siswa dapat lebih menghargai budaya bangsa yaitu kain batik sebagai warisan budaya bangsa Indonesia.

Pada pos energi alternatif siswa dikenalkan sistem energi alternatif tata surya, kincir angin dan juga energi alternatif dari limbah rumah tangga. Di pos vertikultur, siswa diajarkan cara menanam dengan sistem vertikultur atau vertikal. Siswa jadi mengetahui bagaimana tetap bisa menanam tanaman walaupun tidak memiliki lahan tanah. Mereka dapat mempraktekannya di rumah masing-masing menggunakan bahan-bahan bekas yang ada di rumah. Di sana siswa menaiki alat kendaraan traditional dokar dan berkuda. Siswa terlihat seang sekali menaiki dokar atau kuda tersebut karena jarang mereka temui dalam kehidupan sehari – hari.

Dengan belajar menggunakan metode karyawisata (field trip) ini diharapkan semakin membuat siswa termotivasi, senang, mendapatkan ilmu dan pengalaman belajar yang lebih banyak. Belajar dengan menyenangkan dapat semakin menambah kecerdasan siswa.

Penilaian Akhir Semester 1 Kelas 6 SD Exiss Abata

Alhamdulillah Penilaian Akhir Semester (PAS) 1 kelas 6 SD EXISS ABATA sudah dilaksanaknan tanggal 5-9 November 2018 ini, lebih awal dilaksanakan  dari jadwal kalender akademik Diknas karena untuk mempersiapkan agenda ujian kompetensi selanjutnya  seperti  Try  Out Internal dan External, PAS genap, Ujian sekolah serta USBN. PAS yang dulu dikenal dengan Ujian Akhr Semester (UAS) adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengukur kompetensi pencapaian peserta didik di setiap akhir semester.

Penyusunan soal PAS ini  menggunakan pendekatan irisan antara KTSP dan Kurikulum 2013 berdasarkan kisi-kisi soal  yang telah dibuat  oleh guru dengan indikator sebarannya merata.  Ada dua tahapan yang dilalui dalam PAS kali ini yaitu ujian Teori dan Praktek, dan tidak semua mata pelajaran diujikan secara praktek.

Adapun  9 mata pelajaran yang di ujikan secara teori adalah Pendidikan Agama Islam (PAI), Bahasa Indonesia, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA),  Ilmu Pengetahuan sosial (IPS). Pendidikan Kewarganegaraan (PPKn), Bahasa Inggris, Pendidikan Lingkungan dan Budaya Jakarta (PLBJ), Bahasa Arab (Turjumul Al Quran), sedang mata pelajaran yang di praktekkan adalah Penjas, IPA, SBK, IT,  Bahasa Arab, Hadist,  Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia.

Beberapa contoh  kumpulan soal PAS kelas 6 disertai kunci jawabannya, dapat di download  dibawah ini :

  • Soal PAS matematika
  • Soal PAS IPA
  • Soal PAS Bahasa Indonesia

Link Download Soal & Kunci Jawaban :

https://drive.google.com/open?id=1v-EBDBcKsBtyHyZ0MdppS5mlwOqG0bVG

https://drive.google.com/open?id=1FgHdXacQNeozBtqvmPiVDloCj0EbBaby

https://drive.google.com/open?id=1m1VvgMpVa6i24LXnjdZKFoRjyXIvmzaO

1 2 3 12